Thumbnail for Dari Insecure Menjadi Berani Mengejar Mimpi - Najwa Shihab by Rintik Obrolan | Cuplikan Self-Growth & Mindset

Dari Insecure Menjadi Berani Mengejar Mimpi - Najwa Shihab

Rintik Obrolan | Cuplikan Self-Growth & Mindset

19m 9s3,032 words~16 min read
YouTube auto captions
Transcript source

YouTube auto captions

This transcript was extracted from YouTube's auto-generated caption track. The transcript below is server-rendered so it can be read, searched, cited, and shared without opening the original YouTube player.

Timestamped outline
Pull quotes
[0:00]Jadi kalau lu enggak takut, malah justru lu pertanyakan, jangan-jangan yang gue pertaruhkan nih enggak ada apa-apanya nih.
[0:00]iya, jarang banget kita ngaca dan ngelihat diri kita apa adanya, pasti udah mukanya dibikin tirus, matanya udah dibikin agak gede.
[0:00]Aku jadi tiba-tiba aku udah bisa mulai memilih dan memilah sih mana yang memang eh patut didengar dan mana yang memang rasanya ini orang karena lagi having a bad day aja dan projected it on me gitu ya.
[0:00]Dan aku tahu banyak nih gadis-gadis gitu yang selalu memang enggak enggak cukup PD dan feel secure tentang tentang penampilannya, tentang look-nya gitu.
Use this transcript
Related transcript hubs

[0:00]enggak papa takut. Kalau mimpi lu enggak bikin lu takut berarti mimpinya enggak cukup gede. Jadi kalau lu enggak takut, malah justru lu pertanyakan, jangan-jangan yang gue pertaruhkan nih enggak ada apa-apanya nih. iya, hidup kita tuh udah penuh dengan filter-filter. iya, jarang banget kita ngaca dan ngelihat diri kita apa adanya, pasti udah mukanya dibikin tirus, matanya udah dibikin agak gede. He eh, kulitnya udah dibikin halus. Iya, sekarang ada AI. Banyak banget kok sekarang cara untuk kita bisa jadi lebih lebih ready gitu. Wow. I love that, Mbak. Aku jadi tiba-tiba aku udah bisa mulai memilih dan memilah sih mana yang memang eh patut didengar dan mana yang memang rasanya ini orang karena lagi having a bad day aja dan projected it on me gitu ya. Jadi tuh aku selalu kayak insecure dengan penampilan. Terus aku dulu waktu kecil pakai kacamata kan. Aku pakai kacamata dari umur eh kelas empat SD. Jadi, I was very insecure about how I look gitu dulu. Dan apa namanya? Itu membuat aku jadi jadi apa ya? Dan aku tahu banyak nih gadis-gadis gitu yang selalu memang enggak enggak cukup PD dan feel secure tentang tentang penampilannya, tentang look-nya gitu. Dan menurutku eh pertanyaan yang bisa terus-menerus diajukan ke diri sendiri adalah, dan ini kita kerap kali kerap kali lupa gitu ya, kayak eh apa sih yang yang kamu suka dari diri kamu? Aku merasa terkadang remaja itu lebih mudah mentolerir temannya dibandingkan mentolerir dirinya sendiri. Kalau teman kita kayak gini kita puji, kalau teman kita kayak gini kita hibur, kalau teman kita berbuat apa ke kita kita maafin gitu ya. Tapi kita tuh kejam sama diri sendiri gitu. Kita very critical sama diri sendiri. Kita tidak mentolerir diri kita sendiri dan dan itu akhirnya jadi cycle karena kita enggak suka diri kita dan kita kemudian menganggap diri kita korban kayak kamu bilang itu kan. Jadi kita enggak pernah jadi peran utama dalam hidup kita sendiri. Kita jadi ngelihat kita jadi ini apa dan sebagainya. Apa sih yang kamu suka dari diri kamu gitu. That is very powerful. kemampuan-kemampuan untuk bisa reflektif sih menurutku apalagi hari-hari gini tuh kita hidup di dunia yang kalau kita selfie udah langsung kena filter. He eh. Iya kan? Iya. Hidup kita tuh udah penuh dengan filter-filter. Iya, jarang banget kita ngaca dan ngelihat diri kita apa adanya, pasti udah mukanya dibikin tirus, matanya udah dibikin agak gede. Heh, kulitnya udah dibikin halus. Iya, sekarang ada AI.

[2:32]Kapan terakhir kali kita ngaca dan benar-benar refleksi ngelihat diri kita gitu dan dan merasa this is, I'm okay with with myself and dengan apa yang saya lihat karena saya punya banyak kekuatan yang lain gitu. Dan aku itu ya karena aku I was very itu insecure about how I look waktu aku dulu remaja aku ingat. Wow, that's so powerful, Mbak, karena kita aku pun juga lupa gitu. Karena kita sangat eh kritis sih, kita selalu pengen memperbaiki diri sendiri gitu dan memperbaiki diri sendiri itu ada batasnya ya memperbaiki secara apa dulu nih, ya kan memperbaiki secara mata kuliah maksudnya kita harus lebih belajar lagi. Oke. Gitu kan memperbaiki untuk bisa emm apa mengejar mimpi kita eh lebih baik lagi. Oke, tapi kalau memperbaiki mata kita, mulut kita, how we look are am I too big, ya kan? Emm is my arm kayak too big for you gitu. Itu tuh hal-hal yang kadang kita suka lupa sih batasnya gitu dan mungkin karena dunia era sekarang juga ya. Emm aku tuh merasa mungkin Mbak Nana punya opini juga di sini, tapi aku merasa sekarang setiap kali kita post sesuatu, jarang sekali eh kita enggak dapat hate gitu. Siapapun pasti ada aja yang komentar, ya, gitu. Eh walaupun hal yang super simpel seperti misalnya aku baru nonton di TikTok ada ibu-ibu gitu dia masak gitu itu pun juga dikomenin gitu. Padahal dia enggak ngapa-ngapain kok. Kok gendut banget gitu. Menurut Mbak Nana gimana ya cara kita juga bisa melalui our fears of being online juga and being commented gitu about ourselves. Iya, itu memang eh karena kan itu langsung bikin down ya. Heh. Dan kan enggak tahu kenapa orang kan jauh lebih jauh lebih pedas di di medsos gitu ya. Maksudnya aku selalu bilang tuh karena seharusnya kan bagaimana kita berperilaku di dunia maya tuh sama dengan di dunia nyata. Di dunia nyata kita enggak kenal orang lagi jalan di mall tiba-tiba eh barang lu KW ya. Kan enggak mungkin enggak kenal enggak apa nih ketemu orang tiba-tiba bilang eh alis lu miring ya gitu. Iya. Iya kan? Iya. Kalau lu enggak mungkin kayak gitu di dunia nyata, itu harusnya prinsip yang sama lu bawa di dunia maya. Ini kan enggak kenal enggak apa tiba tiba komen kulit lu kusam banget gitu. Standarnya beda gitu standar orang berperilaku di dunia nyata dan di dunia maya dan memang itu menurutku memang itu bisa sangat kena sih gitu. Aku kan di aku pekerjaan tuh kan memang pekerjaan yang butuh untuk tampil di publik gitu ya. Jadi memang dan eh di awal awal sih aku ini awal-awal ketika pertama orang tahu apa sosial media gitu ya. Aku I would take it personally gitu. Eh apalagi kan semua orang bisa komentar tentang apapun gitu. Tapi sekarang now that I've been doing it for so long gitu ya, aku udah bisa mulai memilih dan memilah sih mana yang memang eh patut didengar dan mana yang memang rasanya ini orang karena lagi having a bad day aja dan projected it on me gitu ya. Jadi aku mulai bisa milih-milah tuh, karena kalau enggak I cannot do my work, kalau enggak enggak bisa kerja aku kalau ngikutin apa kata orang, apa apa omongan orang gitu. Kita yang harus men-filter sendiri ya, kita harus kontrol sendiri juga ya. Iya. Iya dan kalau memang belum bisa di kalau kita masih belum bisa ngontrol itu dari dalam kan ada banyak tools untuk mengontrol itu. Dimatiin aja komennya atau difilter kan ada banyak cara. Mari gunakan teknologi atau alat yang memang fungsinya membantu kita kalau memang kita masih belum bisa melakukan itu sendiri gitu. Tapi pada prinsipnya sih menurutku just understand kalau orang hateful itu karena memang kasihan ya hidupnya pasti ada yang something wrong dengan orang itu sampai kemudian harus kayak melampiaskan. Heeh. Jadi aku seringnya sih feel sorry tentang orang itu so don't take it on yourself. Iya, I agree, walaupun aku juga kadang suka takut gitu ngelihat request DM gitu. Takut aja gitu ada yang tiba-tiba, ya padahal itu pun selevel, maksudnya aku pun bukan eh public figure or someone who comes in front of the camera a lot gitu. Jadi eh dan aku udah umur mungkin 28 tahun sekarang ya. Aku enggak kebayang kalau misalnya baru-baru Oh iya. Baru Mbak. Iya. Nah itu lagi baru compare to eh saudara aku yang udah matiin semua private dia apa segala macam karena kena hujat di umur 16 tahun gitu misalnya. Jadi tapi memang iya sih memang kadang tuh social media can be so tough and so iya so hateful gitu. Heh. Iya. Iya, aku pengen tanya, maybe a last two questions gitu. Oke. Eh buat Mbak Nana yang pertama adalah what is the best part of being you, ya, ha ha ha. Karena mungkin banyak kayak termasuk aku gitu. Aku tuh selalu melihat Mbak Nana tuh sosok yang inspiratif banget, tapi aku juga pengen tahu menurut Mbak Nana sendiri eh what is, ya, what is the best part of being you right now? Uh alhamdulillah sih. Tapi the best part-nya adalah I get to meet so many people sih maksudnya today misalnya I get to meet you, I get to meet teman-teman di rahasia gadis gitu ya. Maksudnya enggak semua orang punya kesempatan hampir tiap hari bertemu orang-orang yang yang yang berbeda-beda gitu ya yang to get inspired to hearing your story tadi cerita gimana mulai rahasia gadis cerita oh hal-hal yang bikin kamu kenapa mau pilih jurnalistik and everything gitu. Jadi kesempatan untuk bisa ketemu beragam orang dalam situasi yang biasa ataupun enggak biasa itu tuh sekali lagi itu juga privilege sih. Jadi sepanjang aku jadi wartawan aku udah ketemu maksudnya dari mulai presiden, perdana menteri, tapi juga aku ketemu teroris, koruptor, pedofil, terpidana hukuman mati gitu. Aku ketemu hero survivor, aku ketemu orang-orang yang luar biasa dicintai gitu pemimpin yang inspiratif. Tapi juga aku ketemu orang yang tadinya dieluk-elukan pejabat tiba-tiba aku gerebek di suka miskin. selnya palsu pula maksudku profesi ini tuh memungkinkan aku berada dalam situasi yang enggak biasa ketemu orang-orang yang luar biasa gitu dan itu that's that's the best part of being a journalist I guess.

[9:03]Bisa berada dalam situasi situasi yang mungkin enggak semua orang. Ya, getting exposed to a lot of different situation yang kita enggak tahu akan gimana cara nanti membantu Mbak Nana ke depannya gitu kan. Iya. Kalau ada sesuatu hal lagi dari semua itu, Mbak experience itu the best part of being you dari experience Mbak Nana sendiri. Eh, apa pesan yang Mbak Nana akan sampaikan ke gadis-gadis yang sekarang lagi takut untuk eh masuk ke dunia kerja atau takut untuk meraih mimpi mereka, takut untuk memilih jurusan apa kuliahnya atau takut untuk menikah gitu. Eh ada enggak satu pesan untuk mereka, Mbak? Enggak papa takut. Kalau mimpi lu enggak bikin lu takut, berarti mimpinya enggak cukup gede. Jadi kalau lu enggak takut, malah justru lu pertanyakan, jangan-jangan yang gue pertaruhkan nih enggak ada apa-apanya nih. Kalau kamu mimpi kamu enggak bikin kamu gelisah, enggak bikin kamu mempertanyakan, enggak bikin kamu deg-degan itu artinya mimpinya enggak cukup gede. Dan sayang kalau mimpi, aku selalu bilang mimpi jangan nanggung. Mimpi itu harus yang bikin kamu gemetar. Itu yang harus kamu cari. Wow. Dream bigger. Dream big, ya. Iya, kita tuh terlalu sering berharap pada capaian jangka pendek dan lupa bahwa sebetulnya kita bisa mencapai hal-hal tuh jangka panjang. Jadi kalau aku tuh kalau bikin sesuatu tuh targetku segini. Kemudian ada steps along the way gitu. Jadi kalau aku gagal di sini atau belum berhasil di sini, aku akan nyoba lewat jalan sini. Karena aku gagalnya yang aku cari di sini, loh. Gagal di sini, turun sedikit lagi, naik lagi, naik lagi nyampe sini. Jadi aku enggak pernah gagal karena mimpiku ini tuh mimpi yang sangat besar kok along the way-nya itu tuh yang aku raih gitu. Jadi harus di sini mimpinya, manjatnya di sana. Itu the process of manjat itu yang seru, yang seru yang dinikmatin. Jadi kalau takut justru malah bagus, senang tahu, seru. Iya. Jadi rasa takut tuh harus iya, itu pertanda bahwa kamu you want something big, kamu mau sesuatu yang besar. Jangan kalau enggak bikin takut mah, it's so easy kalau enggak bikin takut. Ya enggak sih? Tapi satu, be brave but don't be stupid. Be brave girls but don't be stupid. Jadi mari persiapkan amunisi. Berani, tapi mari belajar, mari bergaul, mari nonton drama Korea sambil nyatet istilah-istilah Koreanya apa, belajar bahasanya gitu ya. Enggak apa-apa nge-fans sama aktor atau aktris segitunya tapi terus cari tahu apa kekuatannya mereka gitu, tiru apa yang mereka bisa lakukan. Kalau enggak PD belajar dandan. Sekarang dengan kita belajar dandan semua orang bisa cakep. Olahraga biar happy, deket deket deket sama ibu, deket sama keluarga, sayangin adik, perhatian sama teman, kirimin kue ke tetangga. Say hi ke orang yang baru lewat senyum. Be brave but don't be stupid, mari siapin amunisinya itu. Dan amunisi sekarang tuh bisa gampang banget dan murah banget kok. Curhat di rahasia gadis, nonton podcast ini, gabung komunitas, ya kan nontonin YouTube yang bikin happy. Banyak banget cara kita menyiapkan diri kita. Amunisi itu bisa didapat dari mana-mana. Dan proses untuk meraih mimpi itu enggak hanya kita belajar atau kerja, tapi yang tadi itu ya, bisa di teman-teman kita, bisa di sela kita nonton K-Drama, kita bisa belajar something from that. Iya. Iya. Banyak banget kok sekarang cara untuk kita bisa jadi lebih lebih ready gitu. Wow. I love that, Mbak. Aku jadi tiba-tiba rasa semangat aku kebuka lagi, Mbak. I wanna dream bigger eh dan apa namanya rasa takut itu enggak harus kita bikin kita jadi ciut ya, justru harus kita embrace dan celebrate and rasa comfortable itu enggak selamanya bagus gitu.

[13:06]Right, ya. Eh, maybe we need to get out of our comfort zone juga selalu harus sih. Wah, thank you so much, Mbak. Sama-sama, Dik, for sharing, both your personal juga karir dan aku jujur enggak nyangka juga bahwa aku lagi ngobrol sama Mbak Nana sekarang about something so personal juga. Oh, jangan gitu dong beneran ya. Thank you, thank you. Umm I'm always so grateful kalau kita bisa sharing something yang cukup dalam eh dan banyak kasih aku insight-insight dan semoga ini helpful juga for girls yang sekarang lagi nonton. Hopefully, ya. Mungkin sebelum kita selesai sesi kita, aku mau tanya beberapa rapid fire question aja, jadi aku akan menanyakan beberapa question terus Mbak Nana langsung jawab secepat mungkin. Oke. Oke, satu, buku favorit Mbak Nana. Aku suka buku puisi. Aku merasa setiap gadis harus punya satu buku puisi favorit. Hmm. Favorit puisiku adalah Eyang Sapardi sama Joko Pinurbo. Oke. Aku merasa buku puisi itu tuh bisa bikin kita jauh lebih romantis. Gadis-gadis tuh harus romantis tahu harus bucin. Ya. Keeping feelings in check. Yes. Film yang paling Mbak Nana suka. Mungkin boleh yang suka eh recently juga boleh. Hmm. Aku tuh suka film film yang apa komedi romantis gitu loh, Dik, yang ringan-ringan karena kan Drakor. Ha ha. Drakor aku kadang suka terlalu lama, aku enggak sabaran tapi aku suka film kayak yang aku yang aku suka banget tuh enggak tahu kalian pernah nonton enggak ya? As Good as It Gets. Jack Nicholson. Belum. Ini itu waktu itu pernah main Oscar terus. Aku suka film kayak yang yang ringan-ringan yang romantis komedi gitu loh yang Sleepless in Seattle yang klasik yang You've Got Mail, The Holiday, Nothing Hill yang gitu-gitu. Aku sukanya romkom romkom. Heh. Romkom. Heh. Next, jumlah sneakers yang Mbak Nana punya. Ha ha. Aku enggak tahu jumlahnya ya. Di atas 20, di atas 30, di atas 40, di atas 100. Ha ha. Ha, Mbak Nana, kapan Mbak garasi sale? Ha ha ha. Enggak, tapi tuh selalu karena tuh rezeki anak salehah ya. Aku tuh selalu dikirimin selalu dikirimin sneakers dan sekarang kan sneakers-nya kan sneakers lokal keren-keren ya. Keren ya. Tapi itu aku per tiga bulan tuh selalu aku bagi-bagin. Dan selalu setiap kali acara narasi tuh pasti selalu door prize-nya sneakers dari aku. Mungkin kapan-kapan ada garage sale undang aku ya, Mbak. Siap. Enggak nyampe 100, 90-an lah. Tetap aja sih, Mbak. Lumayan. Perempuan favorit Mbak Nana. My sisters kali ya. Najela, Nashwa, Nahla, and my mom I have to mention my mom of course. Tempat paling indah yang pernah Mbak Nana datengin. Aku baru ke dari Labuan Bajo kemarin itu. Bagus. Pertama kali aku ke Labuan Bajo, bagus banget aku cuma over the weekend tapi kayaknya definitely I'm coming back deh. Diving enggak, Mbak sempat? Enggak sempat, enggak sempat, karena aku enggak bisa berenang jadi aku tuh suka enggak pede kalau di air. Bisa pakai pelampung aja sih snorkeling. Iya. Kalau snorkeling, snorkeling sih iya. Tapi kalau diving belum bisa berenang jadi enggak pede. Goals lari Mbak Nana berapa kilometer, Mbak? Maraton lah. Tapi full maraton udah, Mbak? Belum. Dulu waktu pandemi tuh aku rajin latihan lari kan ke GBK sehari kayak seminggu empat lima kali kali. Cuma sekarang sejak sejak udah mulai eh pokoknya udah udah mulai padat aku jadi susah nyari waktu jadi paling cuma kayak seminggu dua kali larinya. Padahal mimpinya tuh pengen bisa maraton sih. Wah, berarti mungkin mungkin tahun ini atau tahun depan kita bisa lihat amin Mbak Nana di. Amin. Bosan maraton. Amin 42 kilo. Ya Allah kayaknya belum sanggup sih gue. Tapi enggak apa-apa kan mimpinya harus bikin kalau enggak bikin takut enggak usah mimpi. Jadi mimpi gue adalah bisa lari nonstop 42 kilo. Kita hanya bisa nonton di TV ya, Mbak. Aku sih enggak bisa lari klub. Klub bola favorit Mbak Nana. Arsenal dong. Oh, iya. Ha ha ha. Jadi menang enggak, Mbak ini? Harus nyebut Bali United kan? Ke pressure gitu kan. nyebut Bali United padahal kamu. Enggak, aku kalau kalau yang klub Indonesia tuh aku enggak akan mau nyebut, iya, karena supaya adil semua. Aku suka semua cuma kalau kalau di luar sih Arsenal lah, mohon maaf ya. Iya, berarti Arsenal menang dong, Mbak. Bentar lagi. Aduh, aku tuh aku tuh suka deg-degan ya berharap sama Arsenal tuh suka suka kadang udah satu nanti turun lagi. Aduh udah terlalu sering dikecewakan tapi ya enggak apalah kita tetap setia. Satu hal yang paling bikin Mbak Nana susah tidur. Kerjaan belum selesai. Hmm. Kerjaan belum selesai. Itu sih mikirin terus pasti ya. Mikirin heh aku kayak kemarin enggak bisa tidur Mbak karena pagi ini mau interview Mbak Nana. Jangan gitu dong beneran ya. Beneran ini tim tim juga ini tuh tim aku yang bikin talking points juga. Kak aku enggak bisa tidur deg-degan. Satu hal yang paling bikin Mbak Nana senang. Kalau belanja online eh pas. Ha ha ha. Kan kadang belanja online untung-untungan ya, size-nya enggak tahu atau apa terus pas barangnya datang pas dipakai eh pas banget padahal harganya oke itu bikin senang banget tahu enggak sih. Nah itu yang namanya merayakan ya momen kecil. Betul, merayakan hal-hal kecil. Iya kan kita udah niatan kan. Kadang-kadang udah ngukur pakai ukurannya lah, baca komen ini umur berapa terus kayaknya ukurannya ini eh nyampe enggak muat tuh sebel banget kan. Jadi kalau barang online tuh pas di size tuh senang banget. Enak banget rasanya gitu ya kayak berhasil berhasil menemukan goals hari ini. Terakhir, apa yang paling bikin Mbak Nana bangga sama diri sendiri akhir-akhir ini ya? Eh konsistensi olahraga. Hmm. Dulu tuh sebelum pandemi tuh aku enggak enggak terlalu rajin, tapi maksudnya seperti halnya banyak hal gitu ya pandemi mengubah banyak hal, sekarang tuh aku aku rajin olahraga. Aku seminggu bisa empat lima kali lari, pilates, weight training dan itu bikin aku bangga sama diri sendiri karena I'm taking care of myself. Menuju 42 km ya, Mbak. Let's celebrate this moments together. Thank you Mbak Nana again. Thank you for coming here semoga kita bisa kolaborasi lebih lanjut.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript