[0:00]Halo, ketemu lagi dengan saya Tirta Mursitama. Di channel saya ini Anda akan mendapatkan informasi seputar pendidikan tinggi, sukses kuliah, penelitian, publikasi maupun juga kemungkinan Anda melakukan komersialisasi dari hasil-hasil produk penelitian Anda. Baik, kali ini saya akan mendiskusikan tentang kebijakan perdagangan, khususnya kebijakan perdagangan internasional. Kaitannya dengan alasan mengapa pemerintah suatu negara melakukan intervensi berupa kebijakan perdagangan internasional. Simak terus.
[0:38]Kebijakan perdagangan internasional secara sederhana dapat kita definisikan sebagai suatu intervensi dari pemerintah suatu negara dalam kegiatan perdagangan internasional. Secara sederhana, kegiatan perdagangan internasional berupa ekspor dan impor suatu produk, komoditi dari satu negara ke negara lain dan sebaliknya. Nah, sekarang saya akan membahas tentang prinsip utama mengapa pemerintah suatu negara melakukan intervensi berupa kebijakan perdagangan internasional? Sebenarnya ada dua hal. Yang pertama adalah pertanyaan tentang apakah pemerintah suatu negara itu akan melakukan perlindungan atau melindungi perusahaan-perusahaan domestiknya? perusahaan-perusahaan asli yang berada di negara wilayah negaranya terhadap gempuran-gempuran produk-produk dari perusahaan asing dari luar negeri. Hal itu bisa dilakukan dengan misalnya menerapkan teks, menerapkan kuota, tarif dan lain-lain. Pertanyaan yang kedua adalah apakah pemerintah suatu negara akan membantu perusahaan-perusahaan domestiknya untuk meningkatkan pendapatan perusahaan-perusahaan tersebut dari ekspor atau dari perdagangan internasional? Bila ini dilakukan, maka pemerintah mengeluarkan subsidi, mengeluarkan stimulus-stimulus kepada perusahaan domestik. Dua hal ini pertanyaan prinsip yang harus dijawab apabila kita ingin membahas atau kita ingin menganalisis kebijakan perdagangan suatu negara. Tentu pendekatan ini adalah pendekatan yang mengaitkan antara negara dan pasar, antara kepentingan politik dan kepentingan ekonomi. Nah, apabila Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang ekonomi politik internasional, silakan saya sudah membuat video ya, di link ini. Selanjutnya mari kita bahas tentang rasional atau alasan intervensi pemerintah tersebut. Nah, kembali di sini saya mengatakan bahwa ada dua kelompok besar apabila kita ingin mengetahui alasan-alasan pemerintah melakukan intervensi. Yang pertama adalah alasan ekonomi, yang kedua adalah alasan politik. Mari kita kaji dari alasan ekonomi. Yang pertama dari alasan ekonomi adalah pemerintah melindungi industri yang masih dalam pertumbuhan yang sangat awal atau yang baru saja dikembangkan atau yang masih bayi. Nah, argumentasi ini dikenal dengan argumentasi infant industry argument yang mengatakan pada dasarnya adalah pemerintah melindungi perusahaan-perusahaan dalam bentuk industri yang memang sedang dikembangkan oleh negara tersebut. Melindungi dari siapa? Melindungi dari gempuran-gempuran produk-produk dari perusahaan asing. Nah, biasanya argumentasi ini dilakukan pada negara-negara yang sedang berkembang, negara industri baru ya, seperti waktu dulu Jepang melakukannya, Korea Selatan, China, Hong Kong, Taiwan melakukan itu ya, dan Indonesia, Malaysia juga melakukan itu. Pada suatu saatnya nanti, ketika sudah siap untuk berkompetisi dengan produk-produk dari luar, maka peran perlindungan itu akan dilonggarkan atau akan dibuka. Nah, alasan yang kedua secara ekonomi dikenal dengan strategic trade theory yang pada dasarnya mengatakan bahwa pemerintah akan terus mendukung perusahaan-perusahaan domestiknya. Apabila pemerintah yakin bahwa dengan mendukung perusahaan-perusahaan domestik tersebut akan mendapatkan masukan yang lebih banyak, pendapatan yang lebih banyak, pendapatan nasional yang semakin meningkat dalam argumentasi ini. Intervensi pemerintah juga dimungkinkan untuk menolong, untuk membantu perusahaan-perusahaan domestik untuk mengatasi hambatan-hambatan atau trade barrier dalam satu industri tertentu bila dia harus berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan asing. Perusahaan-perusahaan asing ini biasanya sudah mendapatkan keuntungan yang lebih besar atau lebih banyak karena mereka lebih dulu masuk dalam industri tersebut. ya, atau disebut dengan first mover advantage. Nah, pemerintah bisa mendukung perusahaan-perusahaan domestik bila dia bisa membuka entry barrier tersebut terhadap produk-produk dari perusahaan asing. Yang berikutnya adalah pemerintah harus berinvestasi atau melakukan subsidi pada industri-industri yang memang menggunakan teknologi tertentu atau inovasi-inovasi tertentu sehingga perusahaan-perusahaan domestik tersebut mampu berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan asing. Nah, ini adalah argumentasi secara ekonomi dilihat dari dua poin besar yang sudah saya sebutkan tadi. Kelompok besar yang kedua, yaitu alasan politik, itu dibagi dalam beberapa hal. Yang pertama adalah mungkin yang paling penting bagi pemerintah suatu negara, yaitu mempertahankan lapangan kerja, mempertahankan industri yang sudah ada dalam negeri tersebut.
[6:55]industri yang memang bergerak dalam industri-industri tertentu yang mengolah bahan baku yang khas, yang critical ya, untuk keamanan negaranya. Hal ini biasanya berkaitan dengan bahan baku-bahan baku penting yang kemudian apabila jatuh pada perusahaan asing atau pemerintahan asing yang mengolah itu akan membahayakan keamanan satu negara. Yang ketiga adalah upaya retaliasi. Bagaimana intervensi pemerintah dalam kebijakan perdagangan internasional itu dapat digunakan sebagai daya tawar sebagai bargaining power kepada pemerintah negara lain agar mau membuka pasar mereka
[8:50]bagi perusahaan-perusahaan suatu negara ini.
[9:00]Biasanya misalnya Amerika Serikat menekan China untuk membuka pasarnya. Ini salah satu upaya retaliasi sehingga bargaining power atau daya tawar dari satu pemerintah itu lebih tinggi sehingga trading partner akan menyerah atau membuka pasarnya untuk produk-produk asing.
[9:30]Yang keempat adalah perlindungan terhadap konsumen. Pemerintah satu negara wajib melindungi konsumennya, warga negaranya, penduduk yang ada di dalam negara tersebut dari produk-produk yang mungkin membahayakan keselamatan, kesehatan, baik dari sisi kandungan-kandungan produk tersebut
[10:45]yang pada akhirnya mungkin bisa membuat ancaman terhadap keselamatan nyawa dari warga negara. Yang kelima adalah untuk mencapai tujuan kebijakan luar negeri. Luar biasa ya. Kebijakan perdagangan internasional ternyata bisa dipakai suatu negara untuk menekan negara lain agar meningkatkan penghormatan terhadap pelaksanaan hak-hak asasi manusia di negara tersebut.
[11:20]Seringkali terjadi, biasanya negara-negara maju yang champion demokrasi, negara-negara barat seringkali menekan negara-negara di timur maupun di belahan dunia yang lainnya seperti Afrika misalnya. Negara tersebut harus mengedepankan penghormatan terhadap hak asasi manusia dulu sebelum produk-produk dari negara maju tersebut bisa masuk ke negara yang diduga atau dituduh tidak menghormati hak asasi manusia. Nah, inilah dua hal besar alasan dari aspek ekonomi dan aspek politik yang menjadi rasional kenapa pemerintah satu negara melakukan kebijakan perdagangan internasionalnya. Nah, tentu tidak semudah mengatakan bahwa apakah rasional ekonomi ataukah alasan politik yang lebih mengemuka. Seringkali alasan-alasan ekonomi dan alasan politik ini saling berkelindan, saling kait-mengait sehingga sulit dibedakan mana yang lebih penting dari yang mana. Nah, itu adalah esensi dari pandangan atau perspektif ekonomi politik internasional. Menarik, bukan? Pada kesempatan berikutnya kita akan melanjutkan pembahasan tentang kebijakan perdagangan internasional dari pemerintah, baik berupa tarif maupun non tarif. Semoga bermanfaat, sukses buat kita semua. Sampai ketemu lagi.



