[0:29]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi pemirsa Trans 7. Khazanah Ensiklopedia Islam Dunia. Pagi ini kembali hadir ke hadapan Anda untuk berbagi informasi Islami. Semoga menginspirasi dan menjadi motivasi aktivitas Anda hari ini.
[0:53]Pemirsa Khazanah, tahukah Anda? Bumi tempat kita berpijak dan tempat kita hidup dengan segala keindahannya. Langit biru yang hampar seakan tanpa batas yang hingga kini kita tidak tahu manakah batasan langit itu. Lautan yang tampak tenang dan sesekali ombak menghampas dengan kapal-kapal yang berlayar di atasnya. Gunung-gunung yang kokoh yang seakan tak bergerak dengan keindahan yang selalu menakjubkan. Angin sepoi-sepoi menyejukkan dan terkadang menakutkan. Jika datang hari Jumat, semuanya merasakan takut luar biasa. Ketakutan yang tak bisa dirasakan oleh manusia, tapi mereka benar-benar merasa takut. Takut apa? Semuanya takut akan terjadi kiamat.
[1:53]Makhluk-makhluk yang tak bernyawa itu tahu bahwa kiamat akan terjadi pada hari Jumat. Inilah yang disampaikan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dalam sabdanya. Pada hari itu Jumat akan terjadi hari kiamat. Tidak ada satu malaikat pun yang didekatkan kepada Allah. Tidak juga langit dan bumi, angin, gunung, dan lautan, melainkan semuanya takut pada hari Jumat. Hadis riwayat Ibnu Majah dan Ahmad. Tak hanya itu, binatang-binatang melata yang hidup di dunia ini juga merasakan hal yang sama. Maka setiap kali memasuki hari Jumat di pagi hari sebelum matahari terbit, para binatang di dunia ini akan memperhatikan dengan seksama. Jangan-jangan hari itu terjadi kiamat. Hal ini disampaikan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dalam sabdanya. Tidak ada satu binatang melata pun di atas bumi ini, melainkan ia akan menyambut hari Jumat pada pagi hari dalam keadaan memperhatikan dengan seksama apa yang akan terjadi hingga matahari terbit, karena demikian takutnya pada hari kiamat, kecuali anak Adam. Hadis riwayat Abu Dawud An-Nasai. Makhluk-makhluk ini merasa khawatir dengan terjadinya kiamat pada hari Jumat. Angin merasa takut dengan terjadinya kiamat, langit merasa takut, bumi merasa takut, lautan pun merasa takut. Sayangnya mayoritas manusia lalai dan tidak memikirkan akan terjadinya kiamat.
[3:25]Sepatutnya kita mengambil pelajaran dari tanda-tanda kekuasaan Allah ini. Hendaknya hati kita merasa tergerak karena beriman, menghadapkan hati, bertaubat dan kembali kepada Allah. Terdapat dalam hadis yang sahih dari Nabi kita Shallallahu Alaihi Wasallam bahwa, ketika angin bertiup kencang dan berhembus dengan kuat, seorang muslim berkewajiban untuk menghadapkan hatinya kepada Allah dengan memohon, berharap kepada Allah akan kebaikan angin tersebut dan meminta perlindungan kepada Allah akan keburukan angin tersebut. Dalam sahih Muslim, ketika angin bertiup kencang, Nabi kita Shallallahu Alaihi Wasallam berdoa. Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kebaikan angin ini dan kebaikan yang dibawanya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini dan keburukan yang dibawanya. Dalam kondisi angin bertiup kencang, hendaknya hati kita tergerak untuk mengambil pelajaran dari berbagai tanda kekuasaan Allah. Karena angin tidak akan bertindak apapun kecuali atas perintah Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Itulah mengapa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengingatkan umatnya agar tidak mencaci angin, karena angin memang diperintah Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Nah, inilah keagungan hari Jumat. Hari yang dimuliakan dan diagungkan untuk umat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Dan pada hari Jumat ini tiupan sangkakala yang menandai hari kiamat akan terjadi. Aus bin Aus menuturkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling utama adalah hari Jumat. Di hari itu Adam diciptakan, di hari itu Adam meninggal, di hari itu tiupan sangkakala pertama dilaksanakan, di hari itu pula tiupan kedua dilakukan." (HR. Muslim) Meski Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah memberitahukan kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam akan hari terjadinya kiamat, tapi Jumat kapan tidak ada yang mengetahuinya.
[5:28]Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, "Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah." Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya." (QS. Al Ahzab: 63). Wallahuaklam.
[5:57]Pemirsa, tren fashion yang semakin berkembang membuat sebagian wanita muslimah enggan memilih berhijab dan memakai pakaian yang terbuka di bagian lengan dan betisnya tanpa berhijab. Di tengah kehidupan masyarakat yang heterogen, di tempat kerja, terminal, pasar, jalan-jalan, mau tidak mau aurat mereka dilihat oleh laki-laki selain mahrim. Lalu bagaimana jika laki-laki melihatnya tanpa bisa dihindari?
[6:27]Para ulama sepakat bahwa melihat aurat wanita selain mahram hukumnya haram bagi laki-laki yang telah akil dan balig. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka." (QS. An-Nur: 30) Demikian pula sebaliknya, wanita juga haram melihat aurat laki-laki yang bukan mahramnya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, "Katakanlah kepada para perempuan beriman agar mereka menjaga pandangannya dan kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan auratnya, kecuali yang (biasa) terlihat. Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. Janganlah menampakkan auratnya kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka, putera-putera mereka, putera-putera suami mereka, saudara-saudara laki-laki mereka, putera-putera saudara lelaki mereka, putera-putera saudara perempuan mereka, wanita-wanita Islam, budak-budak yang mereka miliki, para pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita, atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Janganlah mereka mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah agar kamu beruntung." (QS. An-Nur: 31). Namun bagaimana jika laki-laki melihat wanita selain mahram bukan pada auratnya, misalnya telapak tangan dan wajah? Karena para ulama sepakat bahwa tangan dan wajah wanita bukanlah aurat sebagaimana mereka menafsirkan Al-Quran Surah An-Nur ayat 31, bahwa yang dimaksud perhiasan yang biasa tampak itu ialah wajah dan telapak tangan. Dalam hal ini ada dua pendapat ulama yang masyhur. Pertama melihat wajah dan telapak tangan wanita selain mahram, haram secara mutlak. Ibnu Hajar Al-Haitsami menjelaskan, tidak diperbolehkan bagi laki-laki untuk melihat wanita selain mahrim karena keumuman larangan dalam Surah An-Nur ayat 30. Jika melihat auratnya diharamkan, maka melihat bagian lainnya juga diharamkan bagi selain mahrim. Bahkan meskipun ia melihat dari balik tirai yang transparan atau jari jemari yang renggang.
[8:53]Pendapat kedua bahwa diperbolehkan melihat wajah dan telapak tangan wanita selain mahram jika aman dari fitnah. Syekh Taqiyuddin dari mazhab Hambali berkata, yang diharamkan adalah melihat wanita pada selain wajah dan telapak tangan. Tetapi tidak diperbolehkan bagi laki-laki melihat wanita selain mahram jika tidak ada keperluan. Melihat aurat wanita hukumnya haram dan melihat selain aurat hukumnya makruh. Syekh Ibnu Akil berkata, "Tidak haram melihat wajah wanita selain mahram jika aman dari fitnah." Syekh Ad-Dasuqi dalam Hasyiahnya berkata, "Wajah dan kedua telapak tangan bukan aurat, maka diperbolehkan melihatnya, dengan syarat tidak khawatir terjadi fitnah dan tidak ada maksud untuk menikmati kecantikannya." Lantas bagaimana hukumnya melihat wanita di tempat umum yang tidak bisa dihindari?
[9:49]Ulama kontemporer menjelaskan ada dua kaidah yang menjadi acuan masalah ini. Pertama, bahwa sesuatu yang dilarang itu diperbolehkan ketika darurat atau ketika dalam kondisi membutuhkan, seperti kebutuhan berobat, melahirkan, dan sebagainya. Demikian pula pembuktian tindak pidana dan lain-lainnya yang diperlukan serta menjadi keharusan baik untuk perseorangan maupun masyarakat. Kedua, bahwa apa yang diperbolehkan itu menjadi terlarang apabila dikhawatirkan terjadinya fitnah. Baik kekhawatiran itu terhadap laki-laki maupun perempuan, dan hal ini apabila terdapat petunjuk-petunjuk yang jelas, tidak sekadar perasaan dan khayalan sebagian orang yang takut dan ragu-ragu terhadap setiap orang dan setiap persoalan.
[10:39]Dari penjelasan ini bisa disimpulkan bahwa melihat dan berbicara kepada lawan jenis karena ada keperluan di tempat-tempat umum hukumnya darurat dan diperbolehkan. Dengan syarat tetap menundukkan sebagian pandangannya, tidak melihat kepada auratnya, aman dari fitnah dan tidak ada maksud menikmati kecantikan atau ketampanannya. Demikian juga laki-laki yang melihat wanita selain mahram di tempat umum, jika tidak ada keperluan biasanya terjadi secara tiba-tiba dan hanya sekilas saja, maka ini juga diperbolehkan. Karena pandangan pertama tidak berdosa. Akan tetapi tidak boleh melihatnya lagi tanpa ada keperluan yang diperbolehkan menurut syariat Islam. Dinyatakan dalam sebuah hadis, "Saya bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tentang memandang secara tiba-tiba, maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memberi perintah kepadaku. "Palingkanlah pandanganmu." (HR. Muslim)"
[11:42]Menjelaskan hadis ini Syekh Salim Al-Hilali berkata, "Tidak ada dosa memandang kepada selain mahram secara tiba-tiba, tidak disengaja. Akan tetapi wajib untuk memalingkan pandangan berikutnya, karena hal itu sudah merupakan dosa." Imam An-Nawawi mengatakan, "Pandangan kepada selain mahram secara tiba-tiba tanpa maksud tertentu tidak berdosa. Adapun selain itu bila ia meneruskan pandangannya, maka hal itu sudah terhitung sebagai dosa." Karena itu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam pernah memerintahkan anak pamannya yang bernama Fadl bin Abbas agar tidak melihat wanita Khat'amiyah pada waktu haji. Ketika beliau melihat Fadl berlama-lama memandang wanita itu. Fadl berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, "Mengapa engkau palingkan muka anak pamanmu?" Beliau menjawab, "Aku melihat seorang pemuda dan seorang pemudi, maka aku tidak merasa aman akan gangguan setan terhadap mereka."
[12:43]Kekhawatiran akan terjadinya fitnah itu sebenarnya kembali kepada hati nurani seorang muslim. Artinya, fitnah itu tidak dikhawatirkan terjadi jika hatinya dalam kondisi sehat, tidak dikotori syahwat, tidak dirusak syubhat atau kesamaran dan tidak menjadi sumber pikiran-pikiran kotor dan menyimpang. Jadi melihat kepada lawan jenis itu hukumnya boleh dengan syarat tidak dibarengi dengan upaya menikmati dan bersyahwat dan tetap menundukkan sebagian pandangannya. Jika dengan menikmati dan bersyahwat, maka hukumnya haram. Karena itu Allah menyuruh wanita mukminah menundukkan sebagian pandangannya. Demikian pula laki-laki hendaknya menundukkan sebagian pandangannya. Wallahuaklam.
[13:33]Pemirsa, mana yang diutamakan, salat Tahiyatul Masjid atau salat Qabliyah? Demikian pula kabar dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bahwa matahari dan bulan kelak akan masuk neraka. Mengapa? Sesaat lagi, Khazanah segera kembali.
[14:41]Nah, pemirsa, sampai di sini akhir perjumpaan kita hari ini. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa memberikan hidayah dan taufiknya kepada kita. Aamiin ya Rabbal Alamin. Terima kasih atas perhatian Anda. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
[24:03]Ratusan boneka-boneka ini bukanlah produk baru, melainkan boneka bekas pakai yang tengah dirapikan dan dikemas ulang. Bukan pula untuk diperjualbelikan, namun untuk diberikan kepada anak-anak yang kurang mampu. Sudah 2 tahun berjalan, Risna Norman dan Nawawi suaminya mengumpulkan mainan-mainan bekas ini. Ada boneka, mobil-mobilan, peralatan masak mainan, buku bacaan anak, buku gambar, bahkan krayon pun ada. Semuanya mereka kemas semenarik mungkin. Selain untuk mereka salurkan ke panti-panti asuhan, mainan ini juga akan mereka salurkan pula kepada anak-anak korban bencana. Ya awalnya itu mainan-mainan pribadi. Pas saya pisahkan media sosialnya di @sedekahmainan, banyak orang yang berminat mau sumbang juga. Akhirnya kita cari-cari tempat untuk penyalurannya yang tepat ke mana gitu. Awalnya kan istri saya kan ngajar anak jalanan ya, anak-anak. Ketika dia ngajar anak jalanan ternyata tuh anak-anak yang diajar tuh lebih semangat belajarnya ketika dia ada mainan gitu loh. Ada mainan gitu loh. Dan saya juga terinspirasi ngelihat anak-anak yang belum tentu mereka semua anak itu di Indonesia itu bisa punya mainan. Enggak semua anak itu beruntung gitu. Akhirnya dengan adanya program ini, alhamdulillah anak-anak bisa punya mainan. Ide pengumpulan mainan bekas ini awalnya adalah niat untuk membantu proses belajar bahasa Inggris bagi anak-anak didik Risna Rosman dan Nawawi suaminya. Sebuah kelas kecil yang beranggotakan puluhan anak jalanan di kawasan Cikapun Bandung. Sebelumnya pengajar bahasa Inggris konvensional yang mereka berikan kepada anak-anak jalanan kurang mendapat respon. Sebab anak-anak didik mereka sudah lelah dengan aktivitas mencari nafkah sehari-hari. Beberapa boneka tangan sebagai pendukung metode bernyanyi dan berdongeng pun masih kurang memadai. Hingga Risna Norman dan Nawawi akhirnya mencoba mengumpulkan berbagai mainan bekas sebagai peraga dari kerabat dan kenalan mereka. Tak mereka sangka, pengumpulan mainan ini mendapat respon luar biasa. Berkat penyebaran di media sosial, setiap hari mainan bekas yang mereka terima pun semakin membludak. Hingga pasangan suami istri ini memutuskan untuk membantu menyalurkan mainan-mainan ini kepada anak-anak kurang mampu.
[27:00]Sedekah memang tak harus berbentuk uang. Sekadar meringankan atau membuat orang lain berbahagia juga adalah sedekah. Inilah yang tertanam kuat di benak pasangan suami istri ini. Mainan-mainan bekas layak pakai ini mereka anggap sedekah yang harus mereka salurkan kepada orang-orang yang membutuhkan. Ada kebanggaan tersendiri ketika orang yang menerima sedekah tepat sasaran, seperti anak-anak panti asuhan di bilangan Depok ini. Raut bahagia begitu tampak nyata saat mereka menerima bingkisan yang tak biasa. Biasanya jarang ada yang ngasih mainan banyak, tapi sekarang ada yang ngasih mainan banyak. Aku sangat senang. Dan banyak mainan. Ada ini, ada ini dan juga ada ini. Bersedekah tak sekadar soal materi kebutuhan pokok, sandang ataupun tempat tinggal.
[28:03]Membuat anak-anak yatim, anak-anak korban bencana, dan anak-anak kurang mampu lainnya menjadi tersenyum juga merupakan sebuah sedekah. Sebuah sikap positif yang wajib kita contoh. Ada beberapa keutamaan sedekah yang tertuang dalam Al-Quran dan hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Pertama, sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api. Hadis riwayat Tirmidzi nomor 614. Kedua, bersedekah bisa membawa berkah pada harta yang dimiliki sesuai dengan hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang berbunyi: Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: Tidaklah sesuatu pemberian sedekah itu mengurangi banyaknya harta. Tidaklah Allah itu menambahkan seseorang akan sifat pengampunannya, melainkan ia akan bertambah pula kemuliaannya. Juga tidaklah seseorang itu merendahkan diri karena mengharapkan keridaan Allah, melainkan ia akan diangkat pula derajatnya oleh Allah Azza wa Jalla. Hadis riwayat Muslim. Ketiga, janji Allah akan melipatgandakan pahala bagi mereka yang bersedekah. Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak. Al-Quran Surah Al-Hadid ayat 18.
[29:26]Keempat, Allah telah menyiapkan pintu surga khusus bagi mereka yang bersedekah. Abu Hurairah berkata, bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: Barangsiapa yang berinfak dengan sepasang hartanya di jalan Allah, maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga. Hai hamba Allah, inilah kebaikan, maka orang yang termasuk golongan ahli salat maka ia akan dipanggil dari pintu salat. Orang yang termasuk golongan ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang termasuk golongan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Ar-Rayyan. Dan orang yang termasuk golongan ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah. Hadis riwayat Bukhari. Dan yang kelima, dengan bersedekah kita dapat terbebas dari siksa kubur. Barangsiapa meletakkan tangannya di atas kepala anak yatim dengan penuh kasih sayang, maka Allah akan menuliskan kebaikan pada setiap lembar rambut yang disentuh tangannya. Hadis riwayat Ahmad, At-Tabrani, Ibnu Hibban, Ibnu Abi Aufa. Wallahuaklam bissawab.



