[0:18]Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. kita lanjutkan kajian kita hadis yang ke-2, hadis yang menerangkan tentang Sabda Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang memberikan jalan mudah untuk menuju surga. hadis yang ke-2 adalah an Ali ibni Abi Thalib radhiyallahu anhu qala. Qala Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Man qara'al Qur'an wastadharahu wa halaluhu wa harahu adkhullahul Jannah wasyafahu fi asrati min ahli baitihi qulhum qad wajabat lahu. Dari sahabat Ali radhiyallahu anhu. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Man qara'al Qur'an, barang siapa yang membaca Alquran wastadharahu dan menghafalkan Alquran wa halaluhu dan menghalalkan yang dihalalkan dalam Alquran. Wa harrahu dan mengharamkan apa yang diharamkan Alquran adkhulullahul Jannah, maka Allah subhanahu wa ta'ala akan memasukkan dengan Alquran itu, sebab Alquran itu orang yang mampu membaca, menghafal dan mengamalkan isinya Jannah ke surga-surga. Wasyahuhu dan diberi hak syafaat fi asri min ahli baitihi min ahli baitihi. dan diberi hak syafaat untuk mensyafaati keluarganya yang jumlahnya 10. Qulhum qad wajabat lahu yang seharusnya keluarganya itu harus mampir ke neraka terlebih dahulu. Hadis ini ada tiga poin. yang pertama adalah membaca Alquran, menghafal Alquran, mengamalkan isi Alquran. Membaca Alquran tentu saja diawali dengan belajar. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Khoirukum man ta'almal Qur'an wa 'allamahu." Sebaik-baik di antara kalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkan Alquran. Pada saat ini kalau ada generasi muda siapapun saja yang tidak bisa membaca Alquran tentu saja sangat rugi. Karena metode membaca Alquran sudah banyak. Mulai dari qiraati, iqra, yanbu'a dan metode-metode lain yang mempermudah orang untuk belajar Alquran. ditambah lagi dengan teknologi yang bisa membantu orang untuk belajar Alquran. maka sangat-sangat rugi seandainya ada generasi muda yang tidak mau belajar Alquran. Bukannya tidak bisa, tapi dia malas untuk belajar Alquran. Yang kedua, poin yang ke-2 adalah menghafal. Salah satu kitab suci yang mampu untuk dihafalkan satu-satunya adalah Alquranul Karim. Ini merupakan sebagai salah satu mukjizat dari Alquranul Karim. Satu-satunya kitab suci yang mampu dihafal, sementara kitab suci yang lain mustahil untuk dihafal.
[4:38]dalam Alquran disebutkan, "Wain kuntum fi raib mimma nazzalna 'ala 'abdina faatu bi suratin min mislih." "Fad'uu syuhada'akum min dunillahi in kuntum shadiqin." Jika engkau ragu tentang Alquran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, maka buatlah satu surat, tantangan dari Allah subhanahu wa ta'ala. Memang Alquranul Karim ini merupakan mukjizat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang terbesar. dan mukjizat ini bersifat maknawi. Mukjizat itu ada dua, mukjizat hissi dan mukjizat maknawi. Kalau mukjizat hissi itu adalah mukjizat-mukjizat yang bisa dilihat, dirasakan oleh para sahabat zaman dulu. Saat ini kita sudah tidak bisa merasakan mukjizat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Seperti membelah bulan, tangan beliau keluar air, itu yang bisa merasakan hanya sahabat-sahabat zaman dulu. Tapi sekarang ini yang masih adalah mukjizat Alquranul Karim. Itulah mukjizat yang terbesar. Sehingga dalam Alquran disebutkan, "Wain kuntum fi raib mimma nazzalna ala 'abdina faatu bi suratin min mislih, wad'uu syuhada'akum min dunillahi in kuntum shadiqin." Jika engkau ragu tentang Alquran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, maka buatlah satu surat, tantangannya untuk membuat satu surat. Tentu saja enggak bisa. Dan yang ke kalau kita belum bisa menghafal, karena ini adalah anugerah dari Allah subhanahu wa ta'ala, maka membaca itu sudah luar biasa. "Iqra'ul Qur'an fainnahu ya'ti yaumal qiyamah syafi'an li ashhabi." Bacalah Alquran, karena Alquran adalah salah satu yang akan memberikan syafaat besok di yaumul qiamat. Dan yang ketiga, poin ketiga dari hadis ini adalah orang yang mengamalkan Alquranul Karim. Dan ini yang paling berat. menjadikan Alquran sebagai gaya hidup, perilaku sehari-hari. Sebagaimana perilaku akhlak Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Sayyidina Aisyah pernah ditanya oleh salah seorang sahabat, "Akhlaknya Rasulullah itu bagaimana wahai Aisyah?" Maka dijawab oleh Sayyidatina Aisyah, "Khuluqul Qur'an." Akhlaknya Rasulullah adalah Alquranul Karim. Ini orang yang mempunyai tiga tipe ini adalah istimewa. Orang yang membaca Alquran, menghafal Alquran, mengamalkan Alquran, luar biasa. Makanya dia mempunyai keistimewaan, diberi hak untuk memberikan syafaat kepada 10 keluarganya yang yang sebenarnya harus mampir dulu ke neraka. Kalau kita belum sampai ke derajat itu, paling tidak adalah kita membaca Alquran di setiap harinya. Apalagi ini adalah bulan Ramadan yang disebutkan bahwa Syahrul Quran, Syahru Ramadan alladzi unzila fihil Qur'an. Dan semoga saja di antara keluarga kita, di antara keluarga kita kalau bukan kita ada salah satu keluarga kita yang memenuhi ke-3 kriteria ini, membaca, menghafal, mengamalkan isi Alquran. Sehingga bisa memberikan syafaat kepada kita besok di yaumul qiamat. Amin, Allahumma amin. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.



