[0:18]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pemirsa Gapay Kemuliaan yang dirahmati Allah, surat Al-Fatihah disebut merupakan surat yang paling mulia dan mendapat julukan sebagai Ummul Quran. Setiap hari bagi seorang muslim kita juga minimal membacanya 17 kali dalam salat wajib. Al-Fatihah juga menjadi penentu syarat sahnya salat kita. Nah hari ini kita akan bedah terkait keutamaan surat Al-Fatihah, tentu saja bersama Gurunda kita semua Kiai Haji Muhammad Faiz. Assalamualaikum Pak Kyai. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Sehat hari ini? Wah membahas Al-Fatihah sehat insyaallah. Sehat insyaallah ya. Ini saya juga penasaran karena biasanya kita baca tapi kadang kita juga kurang paham sebenarnya apa rahasia di balik ini semua. Dan saya juga mengingatkan bagi Anda pemirsa yang juga memiliki pertanyaan, Anda bisa menyampaikan pertanyaan Anda melalui email yang tertera di layar kaca. Langsung Pak Kyai. Al-Fatihah itu surah yang memiliki keistimewaan. Bukti dari keistimewaannya dia disebutkan secara tersendiri berdampingan dengan Al-Quran. Ketika Allah berfirman minal wal Quran dan sudah saya turunkan saya berikan saya wahyukan kepadamu Nabi Muhammad, tujuh ayat yang membentuk satu surah.
[1:38]Al-Masani yang dibaca berulang-ulang dan Al-Qur'an. Ini kan berarti menyebutkan Al-Fatihah secara khusus, padahal Al-Fatihah itu bagian dari Al-Qur'an, itu berarti Al-Fatihah ini memiliki keistimewaan. Nah di sinilah keistimewaan Al-Qur'an. Dia memiliki begitu banyak nama, misalnya dikasih nama Al-Kafiah. Al-Kafiah yang mencukupi. Kalau mau ngapa-ngapain baca saja Al-Fatihah maka dicukupkan oleh Allah. As-Syafiyah yang memberikan kesembuhan. Tetapi ada tiga nama-nama yang terkenal yang diberikan oleh Rasulullah dan disebut oleh semua ulama sahabat. Yang pertama adalah Al-Fatihah, yang kedua adalah Ummul Quran atau Ummul Kitab. Kemudian yang ketiga As-Sabu Al-Masani tadi. Ini adalah nama yang paling populer disebutkan di dalam Al-Qur'an itu sendiri dan juga disebutkan dalam banyak hadis Nabi. Masing-masing itu punya keistimewaan. Yang pertama dia disebut Al-Fatihah. Fatihah itu dalam bahasa Arab dari kata-kata Fataha, menyingkirkan sesuatu yang kita mau masuk ke dalamnya. Menyingkirkan sesuatu. Kayak kita mau masuk ruangan kan ada pintu. Maka saya perlu membuka pintu untuk masuk. Itulah rahasia Al-Fatihah disebut sebagai Al-Fatihah karena dia menjadi pembuka Al-Qur'an.
[3:06]Oke, dia disebut Fatihatul Kitab karena semua Al-Kitab mushaf ini di manapun Mira beli, itu pasti halaman pertamanya adalah surah Al-Fatihah. Dia disebut Fatihatul Quran karena kita di dalam salat itu harus membaca Al-Qur'an. Tetapi yang pertama kali dibaca harus surah Al-Fatihah. Anda boleh hafal surah Al-Baqarah, dia jauh lebih banyak dari Al-Fatihah, tetapi tidak boleh dibaca mendahului Al-Fatihah. Itu rahasia disebut Fatihatul Quran. Dia disebut Ummul Quran atau Ummul Kitab. Ummun itu kan ibu, induk, asal dari segalanya. Dia harus ada sebelum anak-anaknya. Lihat. Ketika kita buka Al-Qur'an yang pertama kali apa? Al-Fatihah. Jadi dia berfungsi sebagai ibu yang nanti ibu ini akan melahirkan anak yang beragam, ada yang laki ada yang perempuan. Yang laki saja casing-nya beda-beda. Yang perempuan sifatnya bisa jadi beda-beda. Maka Al-Fatihah ini induknya. Nanti rinciannya itu ada di Al-Baqarah, rinciannya ada di Ali Imran. Kenapa bisa demikian? Karena semua tema yang ada di dalam Al-Qur'an, rinciannya, itu sebetulnya kembali kepada tiga tema besar yang dirangkum dalam surah Al-Fatihah. Apa itu? Al-Qur'an itu kan pasti menjelaskan siapa Allah. Segala sesuatu yang berkaitan dengan Allah. Kemudian segala sesuatu yang menjadi urusan makhluk, apapun. Kemudian adalah sesuatu yang menghidupkan hubungan antara Allah dengan makhluk. Surah Al-Fatihah ketika kita baca misalnya, saya bermazhab Imam Syafi'i, ayat pertamanya berarti bismillah. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahirobbil alamin. Ar-Rahmanir Rahim. Malikiyyaumiddin ya ini adalah semua yang berkaitan dengan Allah. Semua nama Allah Al-Asmaul Husna itu pasti akan bermuara ke sini. Kemudian apa yang menjadi urusan manusia? Yang menjadi urusan manusia itu ihdinas sirotol mustaqim. Saya harus dapat bimbingan ke jalan yang lurus. Shirotol ladzina an amta alaihim supaya saya bersama dengan orang yang mendapatkan nikmat dari Allah berupa taufik dan hidayah ke surga. ghairil maghdubi alaihim bukan jalan orang-orang yang dimurkai oleh Allah. Ini urusan saya ini. Nah, di tengah-tengah itu ada yang menyambungkan kan antara relasi saya dengan Allah. Iya kanabudu wa iya nastain. Ini kan inti Al-Qur'an. Nah itu ada di dalam Al-Fatihah. Maka dia disebut sebagai induk Al-Qur'an karena semua ayat yang ada di Al-Baqarah itu tidak keluar dari membicarakan sifat dan karakter ketuhanan. Kemudian membicarakan apa yang menjadi urusan makhluk. Lalu bagaimana hubungan antara makhluk dengan khaliknya. Nah itu yang menyebabkan Al-Fatihah disebut dengan Ummul Quran. Itu dahsyat sekali. Dahsyat sekali. Banyak nama juga ya selain itu. Dia disebut juga as-Sabu Al-Masani. Sabun itu tujuh ayat. Al-Masani itu kata ulama tuna yang diulang-ulang. Diulang-ulang itu di mana? Dalam salat. Iya kan? Rakaat pertama baca apa? Al-Fatihah. Rakaat kedua Al-Fatihah. Kalau salatnya tiga rakaat Al-Fatihah lagi. Yang keempat Al-Fatihah. Bahkan di rakaat ketiga dan keempat Anda tidak perlu membaca surah lain, cukup membaca Al-Fatihah. Maka diulang-ulang. Dari sini Mira, Tidak ada yang salah ketiga orang mau melakukan apapun sedikit-sedikit membaca Al-Fatihah karena itu sesuai dengan tuntutan namanya bahwa dia tujuh yang dibaca berulang-ulang. Berulang kali dalam salat, berulang kali dalam hidup. Saya mau naik mobil begitu start Bismillahirrahmanirrahim bagus. Doa safar bagus. Selawat kepada Nabi bagus tidak kurang bagusnya dibacakan suratul Fatihah. Maka dari itu kita sering apalagi dalam konteks bermasyarakat ya, biasanya kalau punya rumah baru oke kita Al-Fatihah, misalnya untuk kirim doa gitu. Iya. Itu tadi ya, itu itu makna dari Al-Fatihah. Durasi yang panjang saya minta Mira untuk membaca Al-Fatihah di awal acara ini. Itu itu itu sebetulnya ketika kita lakukan itu itu sesuai dengan tuntunan agama. Anda tidak perlu bertanya apakah Nabi melakukan itu semua. Pertanyaannya apakah Nabi melarang itu semua? Ketika kita memahami agama itu tidak harus apa sebatas apa yang dilakukan oleh Nabi. Tapi apa yang diucapkan oleh Nabi, apa yang bisa kita pahami dari bahasa Arab yang digunakan oleh Al-Qur'an, apa yang kita bisa pahami dari dialektika hukum yang kita pahami dalam Al-Qur'an, itu sudah cukup untuk Al-Qur'an itu menjadi hidayah. Lentera hati kita semua memandu semua yang kita kerjakan dengan diawali membaca surah yang sangat agung ini yaitu Al-Fatihah. Masyaallah Pak Kyai. Kita akan lanjutkan pada segmen berikutnya pemirsa jangan ke mana-mana, Gapay Kemuliaan akan kembali sesaat lagi.
[9:11]Ya pemirsa terima kasih Anda masih menyaksikan Gapay Kemuliaan dalam episode Dahsyatnya surat Al-Fatihah. Pak Kyai kita lanjutkan. Tadi Pak Kyai sudah membahas sedikit-sedikit terkait dengan ayatnya. Saya kemudian menyadari bahwa sebenarnya kalau kita paham betul makna atau rahasia dari ayat-ayat dari surat Al-Fatihah ini minimal saja dalam salat itu bisa sangat membantu kita untuk khusyuk. Oh luar biasa luar biasa. Ayat-ayat Al-Fatihah itu kalau dipahami secara benar, itu mengandung isyarat dan inspirasi yang luar biasa. Misalnya, hamdalah sederhana kan? Alhamdulillahi. Al-nya di situ dikatakan alul Istigrak, maka harus diartikan segala puji. Alhamdulillah itu pujian. Pujian itu kan artinya satu ucapan, ya satu kata yang bernilai pujian. Saya ucapkan kepada orang lain atas perilaku sifatnya, sekalipun itu tidak berdampak kepada saya. Saya memuji keberanian orang tadi, sekalipun sifat berani itu tidak berdampak kepada saya. Beda dengan syukur kan. Kalau syukur itu saya puji karena dia memberi kepada saya. Nah di sini kalau kita lihat, Allah yang Maha Terpuji itu mengajarkan kepada makhluknya. Kalau kalian ingin memuji saya, puji saja secara singkat dengan dua kata Alhamdulillahi. Siapa orang yang mengucapkan dua kata ini itu sudah dikatakan mengucapkan hamdalah, pujian kepada Allah yang Maha segala-galanya. Mira bayangkan, kalau bertemu dengan orang yang begitu sempurna, orang yang memiliki jabatan tinggi, orang yang memiliki kekayaan, prestasi di bidang bisnis, orang yang memiliki ilmu yang mengagumkan. Mungkin ketika Mira ditunjuk untuk menjadi host satu malam berjam-jam memikirkan. Kata apa, narasi kata apa yang harus saya sematkan kepada orang tadi. Tapi Allah yang Maha segala-galanya mengajarkan kepada kita. Memuji itu secara sederhana saja. Kenapa? Karena pujian yang berlebihan kepada manusia loh. Kalau berlebihan kepada Allah, berlebihan kepada manusia yang berlebih seperti Rasulullah, itu tidak akan berdampak negatif. Tetapi kalau orang-orang itu tidak sempurna, tidak seperti Tuhan, tidak seperti Nabi Muhammad, itu cukuplah memuji itu yang sederhana. Karena berlebihan memuji siapapun itu hanya akan melahirkan kemunafikan dan keangkuhan. Mira, boleh jadi pujian itu menghancurkan orang. Maka dulu guru saya itu ngomong. Kalau kamu kelak dipuji orang, jangan kau nikmati pujian itu. Kau belokkan arah pembicaraan itu agar orang tadi tidak memuji-muji engkau di hadapanmu. Karena pujian yang berlebihan disampaikan di depan orangnya, itu akan melahirkan keangkuhan buat yang dipuji dan kemunafikan untuk yang memuji. Allah yang Maha segala-galanya cukup dengan kata yang sederhana Alhamdulillah. Sangat simpel sebenarnya. Sangat simpel. Al-Fatihah itu selalu simpel. Tapi kalau Anda berhasil memaknainya, itu akan melahirkan sesuatu yang luar biasa. Misalnya, di Al-Quran di Al-Fatihah itu ada firman Allah yang bunyinya Malikiyyaumiddin. Bisa dibaca panjang dan bisa dibaca pendek. Malikiyyaumiddin dan Malikiyyaumiddin. Dia bisa diartikan Malik pemilik dan dia bisa diartikan sebagai Malik penguasa. Allah itu penguasa dan pemilik. Ini kesempurnaan. Karena penguasa boleh jadi belum tentu memiliki dan orang yang memiliki belum tentu menjadi penguasa. Tapi Allah ini Maha segala-galanya. Kapan? Pada Yaumaddin pada hari di mana kamu akan dimintakan pertanggungjawaban. Kenapa yang disebut harus itu? Padahal semua hari kan logikanya punya Allah begitu Pak Kyai. Agar orang tuh Mira jangan cuma ingat hari Senin, jangan cuma ingat hari Selasa, jangan cuma ingat hari raya, jangan cuma ingat hari libur, jangan cuma ingat hari pernikahan dan hari ulang tahun. Dan hari gajian. Dan hari gajian. Tapi ada hari Ad-din. Ad-din itu agama, seakar dengan Dainun. Dain itu hutang. Hutang. Hutang itu menggambarkan hubungan yang satu lebih tinggi daripada yang satunya. Yang memberikan lebih tinggi. Yang punya hutang selalu merasa rendah. Eh ada hari lo nanti ada yang Maha Tinggi dan engkau akan menjadi orang yang Maha rendah, sehebat apapun yang kau miliki ketiga berhadapan dengan Allah. Kata-kata Malikiyyaumiddin mengingatkan kita bahwa ada hari bukan Senin, bukan Selasa, bukan ulang tahun, bukan pernikahan, bukan hari raya, tapi itu adalah hari kiamat. Sehingga ketiga kita ingat ada hari kiamat, itu memberikan makna yang luar biasa bahwa hidup itu bukan sekedar di sini sekarang, tapi di sana dan di masa yang akan datang. Bayangkan ya kalau orang mau melakukan hal yang negatif, tapi sebelumnya salat. Mari Yaumiddin. Dia mau selingkuh enggak jadi. Kenapa? Karena ingat ada Yaumaddin. Jadi kalau ada laki atau perempuan yang suka ngirik kanan kiri itu mungkin Al-Fatihahnya enggak khusyuk. Kalau Al-Fatihahnya khusyuk, dia pasti takut kan karena ada hari kiamat. Oke. Ini saya sampai berkaca-kaca karena masyaallah dahsyat sekali ya Pak Kyai ya. Kalau kita udah ada lagi satu lagi kan pemilik harus pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Itu kan juga kalau kita breakdown juga kayak. Dahsyat sekali ya Pak Kyai. Itu penghambaan yang sejati. Kalau kita bicara di dalam agama misalnya ya. Ayat Al-Qur'an, ayat surah Al-Fatihah dari awal sampai sebelum Iya, itu menggunakan kata persona orang ketiga. Karena misalnya bismillah dengan nama Allah Ar-Rahman dia Allah yang Maha Rahman. Tapi begitu Iya, ini dalam ilmu balagah namanya khitab. Iya, hanya kepadamu. Artinya apa? Kalau beribadah, hadirkan Allah. Seolah-olah engkau sedang menghadap Allah. Kalau engkau tidak bisa melihat Allah, yakin Allah akan melihat kita. Oleh karena itu, pantaskah kita ketiga salat ingat sate kambing? Nah itu. Kan gitu kan. Kenapa? Karena kita tidak menghadirkan Allah. Pantaskah kalau kita memberi makanan sisa kepada anak yatim? ingat loh sebelum makanan itu sampai ke anak yatim, makanan itu sampai kepada Allah.
[16:14]Apa kau persembahkan hanya bekas makananmu saat buah itu sudah tidak lagi mengandung selera, kamu baru berikan kepada orang. Itu namanya Iya Kana'budu wa Iyya Kanastainnya tidak bergemal di dalam hati. Ketika engkau tahu ada ART di rumahmu, siapa yang mau menjadi seperti itu? Tetapi ketika dia berusaha mencari nafkah untuk keluarganya, menjaga kehormatan keluarganya, membantu saya. Ingat loh, mukmin itu bersaudara. Hidup itu ada yang kaya dan ada yang miskin. Supaya yang kaya itu memberi kepada yang miskin dan yang miskin itu hormat berterima kasih. Ketika kita hadirkan Iya Kana'budu wa Iyya Kanastain, ya Allah saya memberikan gaji upahan ini itu adalah perintah-Mu. Pantaskah perintah itu di di diundur-undur dengan uang yang boleh jadi sudah tidak layak untuk dia terima. Itulah di antara maknanya mengapa kita di Indonesia kalau sedekah itu nyari uang baru. Ah supaya pantas. Mengapa kita membedakan pakaian ketiga salat di luar salat? Itu adalah bagian dari Iya Kana'budu wa Iyya Kanastainnya. Masyaallah, dahsyat sekali Al-Fatihah. Kita jeda dulu. Kita lanjut lagi di segmen berikutnya. Pemirsa jangan ke mana-mana. Gapay Kemuliaan akan kembali sesaat lagi.
[18:00]Ya pemirsa terima kasih Anda masih menyaksikan Gapay Kemuliaan dalam episode Dahsyatnya Surat Al-Fatihah. Pak Kyai seperti biasa sudah ada pertanyaan yang masuk ke Gapay Kemuliaan. Kita akan simak bersama. Mari. Assalamualaikum. Eh izin bertanya Kiai. Saya pernah membaca eh bahwa surat Al-Fatihah ini bisa memberikan penyembuhan dan juga perlindungan dari jin, serangan sihir maupun dari gigitan hewan berbahaya. Nah, apakah itu benar ya Kiai? Terima kasih. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ini pertanyaan dari Mbak Nadia Pak Kyai. Apakah betul Al-Fatihah ini bisa menyembuhkan? Iya. Eh saya tidak ingin menjawab langsung. Artinya apa? Al-Qur'an itu adalah firman Allah. Dia yang Maha Baik. Maka Al-Qur'an itu dibaca untuk apapun terkait dengan kebaikan, itu silakan. Tetapi yang menjadi kunci adalah bahwa ketika kita membaca Al-Qur'an kita niatkan yang baik seperti tadi untuk kesembuhan, itu harus dengan keimanan. Logikanya begini loh. Kita kadang-kadang kalau sakit nih bertemu dengan dokter yang kita merasa nyaman, itu sudah separuh sembuh. Iya. Tapi kalau enggak nyaman, kita tambah sakit kadang-kadang. Enggak yakin gitu ya. Enggak yakin. Oleh karena itu yakinlah. Dalam artian begini, yang menyembuhkan itu semua Allah. Panadol kalau saya boleh sebut merek, nama obat sakit kepala atau bodrek zaman saya kecil dan bodrexin, itu hanya wasilah perantara. Hukum yang Allah buat panas dingin, hujan, mendung dan sebagainya. Kalau Anda mau sembuh maka Anda berobat. Kalau Anda berobat dengan sesuatu yang berbentuk materi bisa sembuh. Apalagi yang bersifat non-materi. Ya Allah saya pusing. Tapi saya ingin mengkhatamkan Al-Qur'an. Mudah-mudahan ya Allah pahala yang saya dapatkan, ketenangan dan kebahagiaan melantunkan firman-Mu itu menyehatkan saya. Sihir tidak masuk ya Allah, apa yang ada di dalam tubuh itu keluar dan sehat. Itu tidak ada yang salah. Bahkan Rasulullah itu sering sekali dahulu membaca surah Al-Fatihah. Bahkan ada yang ditulis kemudian dimasukkan ke dalam air. Pertanyaannya, kenapa dimasukkan ke dalam air kemudian kita minum? Seakan-akan di situ ada bekas dari surah Al-Fatihah. Firman Allah yang masuk ke dalam mulut orang tadi dan masuk ke dalam tubuhnya. Bayangkan seperti apa tubuh kita kalau di dalamnya ada Al-Fatihah. Tubuh kita ada jantung maka kita bisa hidup. Ada paru-paru kita bisa bernapas. Bagaimana kalau di situ ada firman Allah? Itu kan namanya tafaulan, harapan. Jadi tidak ada yang salah. Silakan, tapi ingat bersihkan mulut, jangan suka ngomongin orang kemudian berdoa. Bersihkan hati, jangan ada keraguan tentang kekuasaan Allah, tentang rahmat-Nya. Maka apa yang kita baca itu insyaallah akan mendatangkan apa yang menjadi rahmat Allah kepada kita. Jadi bukan di Al-Fatihahnya sebenarnya. Tapi bagaimana kemudian keyakinan kita terhadap. Keyakinan kita kepada Allah. Dulu guru saya itu pernah bercanda tapi bermakna sekali. Jadi ada orang anak kecil, itu jalan di satu tempat yang kata orang sekarang tuh angker. Kemudian muncul makhluk halus. Anak kecil ini enggak bisa baca doa apapun kecuali doa makan. Allahumma bariklana fima rozaktana pada satu masa itu makhluk halusnya kabur. Karena itu kan doa mau makan, seakan-akan anak itu akan menelan makhluk halus itu. Ini cerita sederhana, boleh jadi dianggap remeh. Tetapi kalau saya selalu melihat cerita guru-guru saya dari aspek yang positif. Betapa keyakinan kepada Allah, betapa kepasrahan kepada Allah, betapa ketulusan membaca apa-apa yang diajarkan oleh para nabi, oleh para ulama. Dalam konteks berdoa meminta kepada Allah, itu kalau dilakukan dengan baik dan benar akan mendatangkan manfaat. Masyaallah Pak Kyai. Ini yang juga menjadi apa ya, saya bisa bilang closing statement dari Pak Kyai. Bagaimana kemudian kita sebagai seorang muslim? Iya kita ini membaca minimal 17 kali dalam salat tapi kebanyakan dari kita tuh lalai gitu kan. Bagaimana untuk bisa fokus salah satunya mungkin dengan me apa ya, mentadaburi al-Fatihah. Mentadaburi isi Al-Fatihah, kemudian seperti namanya Ummul Kitab itu adalah ibu yang kita tidak pernah bosan menatapnya. Kita selalu yakin ada kasih sayang yang tanpa batas. Maka perlakukanlah Al-Fatihah seperti ibu kita. selalu kita rindukan. Selalu kita harapkan rahmat dan kedamaiannya, maka sering-seringlah membaca Al-Fatihah bukan saja dibaca sekedar dibaca. Iya bukan saya bilang kalau surah lain Anda enggak paham enggak apa-apa, ya harus paham juga. Tapi minimal kalaupun yang lain tidak bisa Anda pahami secara luas, minimal pada surah Al-Fatihah Anda memiliki pengetahuan yang cukup dalam agar surah itu menjadi pembuka hidayah dan rahmat Allah ke dalam jiwa kita semua. Menjadi panduan kita juga ya Pak Kyai. Amin. Pak Kyai tidak terasa kita sudah sampai di penghujung program. Terima kasih jazakallah khair atas ilmunya. Pemirsa semoga apa yang tadi kita bahas bisa menjadi bekal untuk kita semua menjalani kehidupan yang jauh lebih baik lagi. Saya Meladia Rahma dan juga Kiai Haji Muhammad Faiz undur diri. Terima kasih atas kebersamaan Anda. Insyaallah kita jumpa lagi pada Gapay Kemuliaan berikutnya. Wabillahi taufik wal hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.



