[0:31]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Pudyastuti Widhasari. Saya adalah seorang mahasiswa PPDP dalam Jabatan Kategori 2 tahun 2022 di Universitas Negeri Semarang. Saya adalah seorang guru bimbingan dan konseling di SMK Negeri 1. Pada kesempatan kali ini saya akan melaksanakan uji kinerja dengan strategi layanan, konseling individu, pendekatan behavior, teknik kontrak perilaku. Berikut adalah kartu peserta uji kinerja dan juga uji pengetahuan saya. Selamat menyaksikan semoga bermanfaat. Selamat siang Mas Mansur. Selamat siang juga Bu. Selamat siang. Sebelum mengawali kegiatan kita konseling individu pada siang hari ini, alangkah baiknya kita berdoa terlebih dahulu ya, supaya kegiatan konseling ini berjalan dengan lancar dan juga membawa manfaat terutama untuk Mas Mansur dan juga untuk Bu Dias sendiri ya.
[1:34]E berdoa Bu Dias persilakan. Selesai. Apa kabar Mas Mansur? Alhamdulillah baik, Bu. Kondisinya baik ya? Sehat? Sehat. Alhamdulillah kalau baik dan juga sehat. Mas Mansur, Bu Dias ucapkan terima kasih sudah berkenan hadir untuk mengikuti atau melaksanakan kegiatan konseling individu pada siang hari ini. Bu Dias sangat bersyukur nih Mas Mansur sudah mau melaksanakan konseling individu pada siang hari ini. sebelum kegiatan ke sini tadi Mas Mansur setelah selesai kegiatan apa? Eh tadi habis melihat lomba juga, Bu. Habis melihat lomba? Lomba apa itu? Lomba voli, Bu. Lomba voli. Lomba voli di? di Gedung Utara, Bu. Oh, di Gedung Utara. Inggih ya, karena sekolahan kita sedang ada kegiatan lomba voli. Mas Mansur ikut juga main atau hanya melihat? Hanya melihat saja. Oh, hanya melihat saja. Kemudian sebelumnya, Bu Dias mau menanyakan, apakah Mas Mansur pernah melaksanakan kegiatan konseling individu? Eh belum, Bu. Belum pernah. Berarti ini adalah pengalaman pertama ya? Pengalaman pertama. Yang Mas Mansur ketahui tentang konseling individu itu apa? Eh konseling individu itu menurut saya konseling individu adalah suatu upaya pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang yang ahli atau konselor atau di sini adalah guru BK yaitu Bu Dias kepada, benar tadi, perorangan individu. Pada individu secara privat, secara sendiri, oh namanya aja konseling individu ya. Guna untuk membantu individu dalam memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi atau sedang dialami, itu tadi. Kemudian untuk tujuan dari konseling individu tersendiri jelas yaitu membantu menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi oleh peserta didik atau seorang individu, atau biasanya kalau dalam bahasa konseling itu disebut dengan konseling. di dalam melaksanakan konseling individu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Yang pertama adalah nanti Mas Mansur, Bu Dias mohon untuk secara terbuka menyampaikan apa yang menjadi unek-unek Mas Mansur selama ini. Apa yang permasalahan apa yang sedang Mas Mansur hadapi saat ini. Kemudian juga secara sukarela, tanpa harus dipaksa, Bu Dias, nggih ya. Mas Mansur juga menyampaikan apa adanya, tidak ada yang ditutup-tutupi. Karena apa? Karena di dalam konseling individu, kita juga perlu merahasiakan apa yang kita bahas saat itu. gitu ya. Kalau begitu di dalam melaksanakan konseling individu ini nanti akan berlangsung selama kurang lebihlah sekitar 45 menit. Bagaimana Mas Mansur? Insyaallah siap. Insyaallah siap. Setuju? Setuju ya? Saya rasa 45 menit cukup ya. Nanti misalkan molor ataupun apa namanya? Berlebih ya nanti masih yang sesuailah, enggak yang tidak terlalu panjang gitu ya. Oke.
[5:07]Selama 45 menit kita akan melaksanakan konseling individu. Kemudian Bu Dias mau mengingatkan, kemarin kan Mas Mansur sudah mengisi ini ya. Sudah mengisi lembar persetujuan konseling. Masih ingat kan ini kan belum kemarin ya? Belum kemarin, nah di sini kan tertulis bahwa Mas Mansur menyertakan persetujuan untuk melaksanakan konseling individu dengan Bu Dias dan juga bersama-sama untuk merahasiakan segala sesuatu yang kita bahas pada siang hari ini, gitu ya. Ini adalah lembar atau surat pernyataan persetujuan yang kemarin Mas Mansur di sini. Kalau begitu, sekarang Mas Mansur sudah siap melaksanakan konseling individu? Siap. Atau ingin ada yang ingin ditanyakan terlebih dahulu? Barangkali tadi yang sudah Bu Dias jelaskan masih ada yang belum dipahami? Eh sudah, Bu. Sudah cukup jelas ya? Berarti sudah siap untuk dilanjutkan ke tahap yang selanjutnya? Nah, kalau Mas Mansur sudah siap untuk melaksanakan konseling individu, Bu Dias ingin mempersilakan kepada Mas Mansur. Bu Dias ingin mendengarkan cerita dari Mas Mansur terkait dengan permasalahan yang sedang dihadapi oleh Mas Mansur saat ini apa? Saya sekarang itu sering membolos seperti itu. Mas Mansur sering membolos gitu ya? Akhir-akhir ini Mas Mansur sering membolos. Oh, gitu. Kalau boleh tahu penyebab dari Mas Mansur membolos itu karena apa? Dikarenakan ada masalah juga, Bu. Ada masalah juga. Masalah dari? Keluarga. Oh, dari keluarga. Bagaimana itu? Masalahnya itu seperti keluarga yang kurang harmonis seperti itu. Oh, keluarga Mas Mansur sedang kurang harmonis gitu. Ada permasalahan antara? Ayah. Dengan? dan Ibu. Oh, dengan dan juga dengan? Saudara. Oh, saudara juga. Maksudnya kalau Mas Mansur sudah merasa siap untuk melaksanakan, kalau begitu Bu Dias ingin mendengarkan cerita Mas Mansur terkait dengan permasalahan yang sedang Mas Mansur hadapi saat ini itu seperti apa? Masalah yang saya hadapi saat ini, saat ini itu adalah saya sering membolos. Oh, Mas Mansur sering membolos. Iya. Gitu. Terus? Saya sering membolos beralasan untuk izin ke toilet, namun tidak kembali ke kelas. Oh, gitu ya. Jadi Mas Mansur ini sering membolos, kadang memanfaatkan untuk izin ke toilet tapi ternyata tidak kembali ke kelas. Nah, kalau Bu Dias boleh tahu kenapa ini Mas Mansur kok membolos itu karena apa? Salah satunya jenuh belajar juga. Karena merasa jenuh belajar? Memang kondisi kelas bagaimana kok Mas Mansur merasa jenuh dalam belajar itu seperti apa? Suasana kelas itu juga tidak kondusif juga, Bu. Tidak kondusif. Terus kemudian? E dan mapelnya itu mungkin kurang saya sukai. Oh, kurang disukai. Jadi kalau Mas Mansur membolos itu biasanya di mata pelajaran yang kurang saya sukai. Oh, yang kurang disukai. Jadi kakaknya sedang sakit otomatis membutuhkan biaya yang banyak. Maka terjadi perselisihan atau kecocokan terkait dengan ekonomi gitu. Kalau selain faktor dari keluarga, tadi kan dari faktor pribadi Mas Mansur merasa jenuh, tidak suka dengan mata pelajaran tertentu. Terus kemudian dari faktor keluarga Mas Mansur juga sedang ada kendala ekonomi keluarga Mas Mansur. Kalau pengaruh dengan dari lingkungan yang lainnya ada tidak? Ada. Seperti apa? Contohnya seperti banyak teman yang membolos juga. Oh, banyak teman yang membolos juga. Tapi teman yang sekolah di sini sama atau? Di luar sekolah juga. Oh, teman di luar sekolah. Barangkali ini teman SMP dulu gitu, nggih toh? Nah, biasanya nih Mas Mansur kalau membolos itu biasanya Mas Mansur ke mana? Ke tempat nongkrong. Tempat nongkrong ya, nanti Mas Mansur jadi punya, punya apa ya? Semacam basecamp gitu untuk, untuk nongkrong dan ingin kumpul dengan teman-temannya yang tadi membolos. Iya. Biasanya kalau membolos seberapa sering Mas Mansur? Eh, dua sampai tiga kali. Dalam satu minggu itu? Iya. Dua sampai tiga kali. Terus selama ini membolosnya sudah berlangsung berapa lama? Eh sudah membolos langsung selama 1 bulan. 1 bulan? Iya. Berarti 1 bulan seminggunya kurang lebih 2 sampai 3 kali, kita anggap tiga gitu ya. Kalau 3 dikalikan 1 bulan ada 4 minggu berarti 12 kali. Sudah 12 kali membolos, nggih. Iya. Kegiatannya apa sih kalau membolos itu? Tadi kan katanya nongkrong sama teman-teman. Itu biasanya kegiatannya apa kalau Mas Mansur membolos itu? E paling main game. Main game, terus? Terus juga bicara tentang masalah-masalah kerja ataupun pengen cerita gitu. Laki-laki berarti juga butuh curhat ya? Curhat juga dengan teman-temannya gitu ya. Cerita-cerita dengan teman atau mungkin bahas cewek? Eh bisa juga. Oh, bisa juga gitu ya. Salah satu masalah. Oh, gitu ya. Salah satu masalah. Berarti kegiatannya kalau membolos itu sebenarnya yang hanya main game, terus apa namanya? Yang ngobrol-ngobrol sama teman, bahas kemudian ngobrolnya soal perempuan, soal cewek, soal mungkin game-nya itu gitu. Iya, Bu. Mas Mansur, kok bisa membolos itu gimana? Apakah guru di kelas enggak tahu kalau Mas Mansur membolos? Proses membolosnya itu gimana? Eh saya itu memanfaatkan waktu pergantian kelas. Dikarenakan di sini kelasnya moving. Jadi saya memanfaatkan ketika pindah kelas saya keluar dari sekolahan itu. Oh, gitu. Jadi karena, karena sekolah kita kan moving, setiap jamnya jadi itu Mas Mansur gunakan untuk celah membolos itu di situ. Iya. Pernah enggak ketahuan oleh guru mata pelajaran yang selanjutnya itu? Eh pernah, Bu. Pernah. Kalau pernah gimana? Respon gurunya itu gimana? Gurunya juga memberikan sanksi juga, Bu. Oh, gitu. Memberikan sanksi. Sanksi yang sekarang sudah pernah dialami oleh Mas Mansur apa dari guru tersebut? Juga membuat surat pernyataan orang tua, Bu. Oh, gitu ya. Jadi Mas Mansur begitu. Terus guru-guru yang lain selain guru itu ada enggak yang mengetahui juga kalau Mas Mansur membolos? Mungkin ada, Bu, cuma tidak. Tidak terlihat gitu ya. Oke. Kalau gitu Mas Mansur, itu tadi kan Mas Mansur sudah apa ya? Memberikan keterangan terkait kalau membolos itu ke mana, terus habis itu kegiatannya apa, berapa kali? Selama ini, selama ini Mas Mansur sudah apa ya? sudah merasakan belum akibat dari membolos yang sudah Mas Mansur alami saat ini?
[13:10]Eh sudah, Bu. Sudah. Apa saja yang dirasakan? Yang saya rasakan saat ini nilai saya menurun. Heem. Dari nilai saya menurun itu semangat belajar saya juga menurun. Nilainya menurun, semangatnya bertambah menurun gitu atau sebaliknya, semangatnya menurun akhirnya nilainya menurun? Iya. Iya, begitu. Terus akibat atau dampak lainnya lagi yang sudah di alamiah gitu ya? E saya juga memikirkan kalau takutnya tidak naik kelas. Takutnya tidak naik kelas gitu. Ketinggalan pelajaran ya, Pak? Ketinggalan materi dan pelajaran juga. Ketinggalan banyak? Iya, Bu. Banyak sekali. Oke. Kalau sekarang nih Mas Mansur apa ya? Merasa bahwa sudah merasakan dampak atau akibat dari membolos yang sudah Mas Mansur alami saat ini. Nah, sekarang Mas Mansur penting enggak sih untuk menghilangkan perilaku membolos itu? Penting. Seberapa penting? Penting sekali. Mengapa kok bisa Mas Mansur mengatakan bahwa itu penting? Karena kita tidak boleh hanya memikirkan saat ini saja. Kita harus memikirkan masa depan kita juga. Jika kita di sini tidak naik kelas dan kita ketinggalan materi, pastinya masa depan juga tidak akan yang seperti kita harapkan. Jadi Mas Mansur merasa ya nanti kalau misalkan apa ya? Saya membolos berkepanjangan terus-terusan gitu. Ya nanti berarti masa depan saya yang menjadi taruhannya gitu ya. Nah, kalau begitu kalau Mas Mansur merasa bahwa penting untuk menghilangkan perilaku membolos,
[15:05]Mari kita tetapkan tujuannya Mas Mansur untuk mengikuti konseling individu ini apa? Kita tetapkan secara bersama. Tujuan Mas Mansur mengikuti kegiatan konseling individu itu apa saja? E agar saya juga lebih disiplin. Disiplin. Terutama berkaitan dengan disiplin pembelajaran ya. Berarti supaya tidak atau mengurangi perilaku membolos lagi. Selain itu juga? E tujuannya mengerjakan tugas tempat waktu. Oh, gitu. mengerjakan tugas tepat waktu sehingga punya kebiasaan positif yang lainnya gitu ya. Itu tadi terkait dengan tujuan yang ingin Mas Mansur capai.
[15:52]Tujuan dari Mas Mansur capai tadi pertama apa? E disiplin. Disiplin dalam belajar. Terus kemudian? E mengumpulkan tugas secara tepat waktu. Mengumpulkan tugas dengan tepat waktu. Terus kemudian ada lagi tujuan yang lainnya? Mungkin. Mempunyai perlu enggak mempunyai kebiasaan positif yang lain? Eh perlu juga. Perlu juga ya. Berarti perlu membiasakan atau melaksanakan kebiasaan baru yang positif gitu ya. Nah, kalau kita sudah sepakat untuk merumuskan tujuan itu tadi, tujuan kita sudah sebutkan tadi, kira-kira nih selama ini Mas Mansur sudah pernah atau sudah apa ya? Mencoba belum.
[16:38]Usaha yang dilakukan untuk mengurangi perilaku membos itu? Belum, Bu. Belum. Belum ya? Kenapa kok belum? Eh, karena belum ada semangat untuk menghilangkan itu juga. Belum semangat. Kemarin-kemarin belum. Tapi kalau saat ini? Mungkin sudah ada karena bimbingan konseling individu ini. Oh, gitu. Jadi memang Mas Mansur ke sini untuk meminta bantuan kepada Bu Dias untuk, heeh, untuk melewati dan menghilangkan perilaku membolos. Untuk melewati dan juga menghilangkan perilaku membolos itu ya. Nah, kira-kira nih Mas Mansur, kalau Mas Mansur belum pernah melangsungkan usaha untuk mengurangi perilaku membolos itu, bayangan saja. Bayangan saja, kira-kira apa yang bisa dilakukan oleh Mas Mansur untuk mengurangi perilaku membolos itu? Apa kira-kira? Ada bayangan belum? E atau masih bingung? Lebih banyak belajar dengan teman yang sering belajar juga, Bu. Lebih banyak belajar dengan teman yang lebih banyak berkumpul. Oh, lebih banyak berkumpul dengan teman yang? Maksudnya aktif dan suka belajar. Oh, gitu. Itu salah satu upaya yang sekiranya apa bisa dilakukan Mas Mansur untuk mengurangi perilaku membolos gitu ya. Berkumpul dengan teman yang sering belajar gitu ya Mas Mansur begitu. Oke, kalau Mas Mansur kampaknya masih merasa bingung, ya kan masih merasa bingung terkait dengan apa sih yang perlu saya rubah, apa saja gitu.
[18:27]Usaha-usaha yang bisa saya lakukan untuk mengurangi perilaku membolos saya itu apa? Nah, di sini Bu Dias ada lembar bantu, kita analisa bersama. Kita analisa bersama terkait dengan apa namanya? Usaha yang akan dilakukan Mas Mansur untuk mengurangi perilaku membolos. Ini kan ada Bu Dias berikan keterangan perilaku contoh perilaku malas aktif ya.
[18:54]Malas aktif itu adalah perilaku yang menyimpang atau perilaku yang kurang sehat sesuai dengan norma yang berlaku di sekitar kita atau aturan kita. Contohnya kalau ini apa ini, Mas? Tidur di kelas, Bu.
[19:08]Tidur di kelas ketika KBM, termasuk perilaku yang baik atau bukan? Bukan, Bu. Pernah melakukan ini juga? Pernah, Bu. Pernah juga karena jenuh, akhirnya tidak memperhatikan guru, tinggal tidur, Mas Mansur. Gampangannya kurang lebihnya adalah ingin mengerjakan tugas tepat waktu, terus kemudian ingin ujian, terus kemudian ingin pelajaran secara penuh. Gitu ya. Itu adalah cara yang akan dilakukan Mas Mansur untuk mengurangi perilaku membolos. Nah, itu bagus sekali Mas Mansur sudah bisa memberikan kesimpulan bahwa saya akan melakukan kegiatan seperti itu Bu untuk mengurangi perilaku membolos. Nah, di dalam proses apa namanya? Mengurangi perilaku membolos itu nanti, Bu Dias tentunya setiap hari akan memantau secara kontinyu perilaku Mas Mansur di masa harian gitu ya. Tentunya saat berada di sekolah dan juga melihat apakah Mas Mansur itu sudah ada progres atau perubahan terkait dengan perilaku membolosnya tadi. Gitu ya.
[29:14]Kemudian ada hal yang perlu diisi lagi oleh Mas Mansur yaitu berkaitan dengan evaluasi konseling individu. Boleh silakan diisi sampai habis ya.
[29:39]Silakan.



