Thumbnail for Peristiwa Rotasi dan Revolusi Bumi | IPA | SayaBisa by SayaBisa

Peristiwa Rotasi dan Revolusi Bumi | IPA | SayaBisa

SayaBisa

2m 38s257 words~2 min read
Auto-Generated

[0:02]Hai Bol, kamu lagi ngapain? Lagi main gasing nih. Lihat deh, mutarnya bagus kan? Wah, jadi ingat yang kita pelajarin di kelas tadi tentang rotasi dan revolusi bumi. Oh, benar juga. Kayak gasing, Bumi berputar pada porosnya, namanya rotasi bumi. Kalau enggak salah, karena Bumi berrotasi, jadi ada siang sama malam. Bagian bumi yang kena sinar matahari mengalami siang, kalau yang enggak kena sinar matahari mengalami malam. Tapi kita enggak bisa lihat rotasi bumi. Yang kita lihat itu namanya gerak semu harian. Oh, maksudmu gerakan yang membuat benda langit kelihatan bergerak ya? Iya, contohnya gerakan matahari terbit dari timur dan terbenam di barat. Makanya kita bisa tahu bumi berotasi dari timur ke barat. Oh iya, ada satu lagi loh akibat dari rotasi bumi yaitu adanya perbedaan waktu. Jadi, ada tiga bagian waktu di Indonesia, Bol. Ada WIB, Wita, dan WIT. Kalau perbedaan waktu di seluruh dunia gimana, Pipol? Bujur 0 derajat di kota Greenwich, Inggris menjadi patokan pembagian waktu di dunia. Contohnya, kalau di Jakarta jam 7.00 pagi, di London masih jam 1.00 malam. Kalau revolusi bumi memerlukan waktu 365 hari untuk satu kali putaran. Revolusi Bumi mempengaruhi perubahan musim di belahan bumi utara dan selatan. Kalau daerah di sekitar garis khatulistiwa enggak terlalu terasa sih perubahan musimnya. Selain musim, ada lagi enggak yang berubah? Ada, Bol. Waktu posisi bumi bagian utara jauh dari matahari, daerah itu mengalami musim dingin. Dan siang harinya kurang dari 12 jam. Sebaliknya, waktu bumi bagian utara dekat dengan matahari, daerah itu mengalami musim panas. Dan siang harinya lebih dari 12 jam.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript