[0:31]Melanjutkan pembahasan sebelumnya di mana setelah Su Qing mendapatkan informasi keberadaan si manusia ikan. Dia pun segera bergerak cepat untuk membunuh Pangeran Duyung tersebut. Scene lalu berpindah ke sebuah reruntuhan, terlihat si manusia ikan kini tengah memasuki tempat tersebut untuk melancarkan aksinya yang selama ini dia rahasiakan. Tanpa disadari Su Qing sudah mengintai dari balik kegelapan dan mengawasi situasi di sekitar tempat ini. Sesampainya di dalam reruntuhan, si manusia ikan pun menghampiri seorang murid yang sudah diborgol dan tak bisa melakukan perlawanan. Ternyata selama ini dia selalu mencari korban dari kalangan manusia untuk dijadikan pelampiasan atas kekesalan yang dia rasakan. Tanpa belas kasihan sedikitpun, Pangeran Duyung ini terus menyiksa murid tersebut sampai akhirnya nyawanya benar-benar tak tertolong lagi. salahkan karena kau manusia! Aku hanya orang biasa! Lalu kenapa? Yang Mulia Kedua.
[1:34]Setelah puas melampiaskan amarahnya, si manusia ikan pun seketika teringat dengan Su Qing dan sudah tak sabar untuk menyiksanya sampai mati. Namun hal yang tak terduga terjadi di mana orang yang dia targetkan tiba-tiba saja muncul dari balik bayang-bayang dan langsung memberikannya salam olahraga.
[1:54]Pukulan telak itu sontak mematahkan tulang hidung si manusia ikan dan membuatnya semakin dipenuhi amarah yang membara. Dikarenakan Su Qing sudah datang dengan sukarela, maka hari ini dia akan mengerahkan seluruh kekuatan dan bertarung sampai titik darah penghabisan.
[2:29]Setelah terkena senjata beracun milik Su Qing, si manusia ikan pun sempat merasa angkuh dan mengatakan, kalau suku duyung miliknya sangat kebal terhadap segala jenis racun. Namun siapa sangka kebanggaan ini seketika runtuh di mana Pangeran Duyung tersebut tiba-tiba merasakan sakit luar biasa akibat racun dari serangan sebelumnya. Su Qing pun memberitahu bahwa racun ini telah dia siapkan secara khusus untuk membunuhnya dan tak ada satupun obat penawar yang mampu menyembuhkan racun mematikan ini. Mendengar hal tersebut, si manusia ikan pun masih tetap keras kepala. Meski hari ini dia mati sekalipun, tetapi dia akan membawa Su Qing untuk mati bersamanya. Dengan segenap kekuatan yang tersisa, si manusia ikan lantas mengaktifkan jurus bawahan miliknya dan berniat untuk menghabisi Su Qing.
[3:23]kau pasti mati!
[3:27]Namun sayang usaha terakhirnya ini tak membuahkan hasil di mana Su Qing akhirnya menunjukkan teknik naga laut terlarang miliknya dan berhasil mematahkan teknik bawahan tersebut. Ini Forbidden Sea Dragon Whale!
[3:48]tepat sebelum pangeran duyung meminta bantuan kepada klannya. Su Qing pun dengan cepat melepaskan bayangan hitam misterius untuk mengunci pergerakannya dan melancarkan serangan penghabisan.
[4:06]Setelah menghabisi manusia ikan, Su Qing lantas mengambil harta benda yang tersisa dan pergi meninggalkan tempat tersebut. Kematian Pangeran Duyung ini dengan cepat diketahui oleh anggota suku lainnya. Hamba lalai, mohon Putri hukumi! Salah satu Putri Duyung pun yakin kalau pembunuh saudaranya pasti masih meninggalkan jejak aura di dalam tubuhnya. Oleh sebab itu, dia memerintahkan untuk mencari ke setiap sudut Puncak ketujuh dalam waktu setengah bulan. Selain mencari pelakunya, mereka juga harus menemukan harta yang sebelumnya diambil oleh Su Qing. Sepertinya benda ini sangatlah berharga dan memiliki rahasia tersembunyi. Benda itu sangat penting, tidak boleh jatuh ke tangan orang lain! Tidak sampai di situ, Putri Duyung juga meminta bantuan Pangeran ketiga untuk memblokir setiap akses keluar masuk di Puncak ketujuh dan melarang siapapun untuk pergi berlayar. Gerakan besar yang dilakukan suku duyung ini secara alami membuat seluruh warga merasa waspada. Gali tanah tiga kaki pun Su Qing yang mengamati dari kejauhan pun tak menyangka suku duyung akan bergerak secepat ini dan memutuskan untuk pergi sementara waktu. Kalian ikut aku ke pelabuhan! Namun sesampainya di pelabuhan, para penjaga sudah menerima instruksi untuk memblokir jalan keluar dari sisi manapun. Bahkan meski Su Qing sudah menunjukkan lencana divisi pembunuh, para penjaga masih tetap berdiri tegak dan tak memberikannya jalan. Di saat yang bersamaan, Putri Duyung dan pasukannya tampak semakin mendekat ke arah pelabuhan dan membuat situasi perlahan menegang. Dari kejauhan, Putri Duyung mulai merasakan kecurigaan terhadap Su Qing dan bergegas untuk menghampirinya.
[5:49]Namun siapa sangka begitu diperiksa, Su Qing sudah berganti dengan orang lain dan membuatnya merasa sedikit tertipu. Aura terputus! Bahkan aura pembunuhan yang mereka rasakan sebelumnya kini telah lenyap sepenuhnya. Ternyata sebelumnya Su Qing berhasil lolos berkat bantuan dari murid baru yang pernah memberikan ramuan obat kepadanya. Hal ini membuat Su Qing merasa berhutang budi untuk yang kedua kalinya. Setelah berhasil lolos, Su Qing lantas membuka peta laut dan berniat untuk pergi ke Pulau Kadal dan mencari bahan langka yang disebutkan Senior Zhang sebelumnya. Di sini, Su Qing lantas membuka kantong harta yang dimiliki Pangeran Duyung dan menemukan sebuah kotak yang sama persis dengan benda yang dibawa oleh Masi. Selain itu, Su Qing juga menemukan jimat suku duyung yang kemungkinan akan berguna dalam perjalanan ke depannya. Tak lama kemudian, gelombang aneh tiba-tiba saja terjadi dari bawah laut. Diikuti dengan kemunculan tanaman hidup yang terkenal mampu melahap energi spiritual dan menembus formasi pertahanan apapun. Ini Soul-Devouring Vine yang disebutkan Catatan Laut sekte, melahap energi spiritual. Namun benda ini sangat membenci zat asing sehingga Su Qing berhasil memanfaatkan kesempatan ini dan bisa melanjutkan perjalanan dengan tenang. Di lain sisi, sebuah kapal sakti tingkat tinggi juga mengalami serangan yang sama dan mulai terkikis sedikit demi sedikit. Pemilik kapal ini ternyata adalah Zhang Zhaohao yang sebelumnya membuat keributan dengan divisi air. Kakak, hati-hati!
[7:24]Kali ini dia pergi bersama kakak seniornya dan tak sengaja mengambil jalur yang salah dan terjebak dalam bencana tersebut. Di tengah kekacauan itu, kapal Su Qing tiba-tiba saja melintas dengan tenang tanpa adanya gangguan sedikitpun dan membuat mereka terkejut bukan main. Zhang Zhaohao pun perlahan teringat kalau pemuda ini adalah orang yang ikut terlibat dalam keributan sebelumnya. Di lain sisi, kakak senior justru terpikat dengan wajah tampan Su Qing dan langsung menunjukkan ketertarikannya. Pemuda tampan sekali! Sekaligus bertanya dengan nada lembut cara apa yang Su Qing gunakan untuk bisa mengusir tanaman hidup tersebut. Namun di sini Su Qing hanya bersikap acuh tak acuh dan mengabaikan mereka berdua. Karena merasa tak terima, Zhang Zhaohao pun langsung mengaktifkan teknik miliknya dan mencoba untuk menyerang Su Qing.
[8:15]Mengondensasi Forbidden Sea Dragon Whale,
[8:21]Kakak senior yang sudah dibutakan oleh ketampanan Su Qing pun sontak meminta maaf atas tindakan Zhaohao barusan dan meminta bantuan kepada Su Qing untuk membawanya pergi dari tempat ini dengan syarat apapun. Mendengar hal tersebut, Su Qing pun akhirnya bersedia membantu dengan bayaran 20 batu spiritual. Sedangkan untuk Zhaohao, Su Qing memberikannya harga sebanyak 100 batu spiritual. Setelah membuat kesepakatan, Su Qing pun mempersilakan kakak senior untuk naik ke atas kapalnya. Namun di sini dia membayar terlalu banyak bahkan setara dengan 200 batu spiritual. Kakak senior lantas menjelaskan kalau bayaran tersebut dia berikan sebagai ongkos jalan sampai ke Pulau Sisang Barat. Berhubung pulau ini satu arah dengan tempat tujuan Su Qing, dia pun akhirnya setuju dan melanjutkan perjalanan. Sementara itu Zhaohao masih tetap bersikeras untuk tetap tinggal di kapal sakti miliknya. Namun begitu Soul Devouring Vine kembali menyerang, dia pun tak kuasa menahan takut dan akhirnya bersedia untuk membayar 100 batu spiritual dan pergi bersama mereka. Selama perjalanan, kakak senior pun akhirnya memperkenalkan diri sebagai Dingsu dan menanyakan nama Su Qing. Setelah perkenalan, dia terus-menerus memperhatikan Su Qing dan siap membantu apapun yang dia butuhkan. Sepertinya ketampanan Su Qing sudah membuat Dingsu tergila-gila dan sepenuhnya mengabaikan keberadaan Zhang Zhaohao. Untuk mengisi kebosanan, Zhaohao pun memancing di bagian samping kapal dan berhasil mendapatkan seekor ikan yang cukup besar. Namun di sini Dingsu sama sekali tak tertarik dan justru meminta Zhaohao untuk diam agar tidak mengganggu kultivasi Su Qing. Zhaohao yang merasa kesal karena semua perhatian tertuju pada Su Qing, tiba-tiba saja teringat pada pil penyegar pikiran miliknya. Dan berniat untuk memberikan pil tersebut kepada Senior Dingsu untuk menarik perhatiannya. Begitu Senior Dingsu menerima pil tersebut, Zhaohao pun seketika dipenuhi kegembiraan yang tak terbatas. Namun sayang, kebahagiaan ini tak berlangsung lama. Di mana pil tersebut justru diberikan kepada Su Qing dan membuat semua harapan Zhaohao seketika runtuh. Kakak!
[10:35]Singkat cerita, setelah berlayar cukup lama, kapal Su Qing tiba-tiba saja memasuki area laut yang sangat aneh. Fenomena yang terjadi di tempat ini terlihat cukup familiar dan membuat Su Qing teringat dengan keanehan yang muncul di wilayah terlarang.
[10:56]Saat ini, seluruh permukaan laut benar-benar telah berubah dan dipenuhi oleh makhluk-makhluk yang sangat mengerikan. Ternyata fenomena ini disebut sebagai Hundred Sounds Become Yin yang sangat terkenal di seluruh benua Nanhuang. Ini Hundred Sounds Become Yin!
[11:19]Menurut catatan sekte, laut terlarang memiliki musik ajaib yang tidak boleh didengar oleh manusia biasa. Jika murid sekte sampai bertemu dengan fenomena ini, mereka dilarang keras untuk melakukan gerakan, mendengar suara apalagi sampai melawan balik. Di tengah fenomena tersebut, Su Qing tiba-tiba saja melihat bayangan seekor burung Phoenix yang memancarkan aura luar biasa. Namun di sini Su Qing tak bisa memastikan apakah penglihatannya ini nyata atau hanya sebatas ilusi belaka. Pada saat yang bersamaan, Su Qing dan yang lain kembali dibuat terkejut ketika melihat seluruh monster yang muncul di lautan tampak bersujud ke satu arah. Di mana jauh di dasar laut ini menyimpan sebuah keberadaan yang belum pernah Su Qing temui sebelumnya.



