[0:02]Alhamdulillahilladzi arsala Rasulullah bil huda wa dinil haq. Lihi walau karihal musyriku. Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarikalah. Wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasuluhu la nabiya ba'dah. Allahumma sholli wa sallim wa barik ala sayyidina wa habibina wa maulana Muhammadin. Wa ala alihi wa ashabihi ajmain amma ba'du. Faya ayyuhal muslimun ittaqullaha haqqa tuqatih wala tamutun illa wa antum muslimun. Qala Allah taala fil Quranil Karim, auzubillahiminasyaitonirojim. Kullu nafsin zaikatul maut. Wa innama tufuna ujurukum yaumal qiyamah. Faman zuhziha anin naril wa udhilal jannata faqad faz. Wa mal hayatut dunya illa mataul gurur. Hadirin kaum muslimin rahimakumullah.
[1:31]Allah Subhanahu wa ta'ala menggambarkan ucapan orang-orang yang telah mendapatkan surga, Allah Subhanahu wa ta'ala. Mereka senantiasa berkata, Alhamdulillahilladzi hadana lihadza. Wa kunna linahtadi laula an hadanallah. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita hidayah.
[2:10]Surga inilah hasil daripada hidayah Allah. Wa kunna linahtadi laula an hadanallah. Tentu kita tidak akan memperoleh petunjuk dan hidayah kalau bukan karena petunjuk dan hidayah Allah Subhanahu wa ta'ala. Kita bisa melaksanakan shalat Jumat menanggalkan kesibukan dunia sejenak. Ini bukan karena kekayaan kita. Karena makin banyak orang kaya makin lupa terhadap ibadah, makin susah melaksanakan kakinya untuk melaksanakan salat berjamaah. Kita bisa melaksanakan panggilan Allah, shalat Jumat berjamaah sekaligus kebutuhan kita. Bukan karena jabatan kita. Karena makin banyak orang yang dikasih oleh Allah jabatan, justru makin susah melaksanakan ibadah, makin sulit melaksanakan kekhusyukan, kenikmatan ketika melaksanakan ibadah kepada Allah. Hadirnya kita di sini bukan karena ilmu kita, bukan karena pengetahuan kita. Makin banyak orang menjadi sarjana, orang-orang menjadi pintar, tapi tidak bisa melaksanakan ibadah dengan baik sebaik-baiknya sesuai dengan tuntutan Allah dan rasul-Nya. Alhamdulillah. Kita dikasih hidayah oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Suatu hari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menemui para sahabat, ada di antara sahabat yang berdoa kepada Allah. Alhamdulillahilladzi hadani lil Islam wa ja'alani min umati Muhammadin Shallallahu Alaihi Wasallam. Sahabat itu berdoa, Ya Allah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan hidayah kepada saya sehingga saya menjadi orang yang Islam. Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan saya sebagai umat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyatakan, syakarta'zima. Kamu telah mensyukuri nikmat yang paling agung. Kita tidak pernah meminta kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, kita ingin menjadi orang yang beriman kepada Allah. Tapi pada hari ini Allah sudah takdirkan kita menjadi orang yang beriman. Padahal betapa susahnya para rasul-rasul menanamkan iman kepada umatnya. Nabi Nuh Alaihissalam berjuang ratusan tahun menanamkan iman kepada umatnya, anaknya tidak beriman. Nabi Ibrahim Alaihissalam bertahun-tahun memperjuangkan iman, bapaknya tidak beriman. Nabi Luth Alaihissalam setiap hari menanamkan iman kepada umatnya, istrinya durhaka, ia tidak beriman. Nabi Musa Alaihissalam berjuang tiap hari tiap malam dari mulai dengan perkataan yang lemah lembut sampai perkataan yang kasar dengan tantangan berperang, Firaun tidak beriman. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam hadirin, tiap hari rasul mengunjungi umat, tiap hari rasul berdakwah. Diketuknya satu persatu rumah demi rumah, pamannya Abu Lahab tidak beriman. Dalam satu tafsir disebutkan, surat Al-Quran yang jarang dibaca oleh rasul adalah Al Lahab. Dan para sahabat pun tidak berani membaca surat Al Lahab di hadapan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Karena rasul bersedih, pamannya sendiri, uwaknya sendiri tidak beriman.
[6:38]Hadirin, ada berita yang sangat-sangat menarik buat orang-orang yang beriman. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyatakan bahwa orang yang paling pintar di antara orang-orang yang mukmin adalah aksaruhum zikran lil maut, yaitu adalah orang-orang beriman yang paling sering mengingat kematian.
[7:04]Wa asyaddu isti'dadan lil maut. Dan mereka adalah orang-orang yang paling banyak mempersiapkan kematian. Hadirin rahimakumullah. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman, ayat yang saya bacakan di pembukaan tadi. Auzubillahiminasyaitonirojim. Kullu nafsin zaiqatul maut. Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan yang namanya mati.
[7:43]Ini berita yang tidak bisa dipungkiri. Dan kita orang-orang yang beragama, orang-orang yang beriman sangat yakin seyakin-yakinnya bahwa kehidupan yang sesungguhnya adalah kehidupan setelah kematian.
[8:03]Berita tentang adanya hidup setelah mati, adanya pembalasan baik dan jelek, surga dan neraka, ini bukan impian, ini bukan ramalan. Sekarang kita berkata bahwa dunia adalah kenyataan. Akhirat adalah cerita. Sebentar lagi hadirin, kita akan berkata, dunia hanya cerita, akhirat yang jadi nyata.
[8:40]Hadirin rahimakumullah, kehidupan sesungguhnya adalah setelah kematian. Mati adalah hidup. Karena kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menyatakan bahwa setiap orang mati itu tahu
[9:03]siapa yang memandikannya, siapa yang mengkapankannya, siapa yang membawanya nanti ia ke alam kubur atau ke kubur.
[9:18]Ketika mayat itu diletakkan, kata Nabi hadirin, ini berita dari Nabi. Mayat itu akan mendengar suara sandalnya orang yang mengantarkannya. Orang mati itu hidup. Ketika hadirin, orang mati yang akan kita alami, semuanya kita akan memasukinya pintu kematian itu. Kalau ia baik, maka semua amal kebaikannya akan menjadi nyata. Dan fisik yang kita gunakan nanti adalah bukan fisik yang sekarang ini. Tapi fisik casing dan body yang dibentuk oleh Allah dari amalan kita. Sekarang boleh ada orang yang bertanya, buat apa kita shalat, buat apa kita zikir, buat apa kita puasa, buat apa kita beribadah dan beribadah. Sekarang kita tidak bisa menjawabnya. Seperti halnya katanya, seorang bayi bertanya ketika ia berada di perutnya, buat apa mata? Kalau pun dikasih tahu mata buat melihat, ia akan mengatakan melihat apa di dalam kegelapan perut. Ketika diterangkan, ini adalah tangan-tangan untuk bekerja, ini adalah kaki-kaki untuk berjalan. Apa mengertinya anak yang ada di perut ibu. Tapi ketika mereka keluar dari alam rahim menuju alam dunia ini,
[11:07]baru tahu manfaatnya mata, baru tahu manfaatnya kaki dan tangan gratis dari Allah Subhanahu wa ta'ala.
[11:17]Kita bertanya, apa sekarang manfaatnya kita berkumpul? Apa manfaatnya kita salat? Jawabannya bukan di sini hadirin. Ketika kita nanti sudah keluar dari alam dunia ini, menuju alam akhirat yang diawali dengan alam kubur hadirin. Baru kita akan tahu apa sesungguhnya artinya salat, artinya baca Quran, artinya zikir dan lain-lain sebagainya. Bagi orang yang beriman hadirin, banyak kesempatan rahmat Allah Subhanahu wa ta'ala yang Allah kasihkan kepada kita. Kita tidak tahu di mana dan kapan kita akan mati. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memberikan kabar gembira hadirin. Katanya tidak ada seorang mukmin yang kalau ia meninggal pada hari Jumat atau pada malam Jumat, illa waqahu Allah fitnah Al-Qabri, kecuali Allah akan jauhkan dia daripada siksa kubur. Bisakah kita meninggal pada hari Jumat atau pada malam Jumat? Tidak ada yang tahu.
[12:33]Makanya hadirin rahimakumullah, Allah Subhanahu wa ta'ala mempersilakan kepada seluruh manusia, silakan kalian wahai hamba-hambaku, kalian mau tidak mau beribadah kepadaku. Kalian mau maksiat kepadaku, silakan asal kalian jangan hidup di bumiku. Di mana kita akan tinggal kalau tidak di mobil Allah. Silakan kalian mau maksiat, silakan kalian tidak mau ibadah kepadaku, jangan kalian memanfaatkan apa yang telah Aku sediakan. Air manusia tidak bisa menciptakan, api manusia tidak bisa membuat, udara manusia tidak bisa mencipta. Silakan kata Allah, kalian maksiat, jangan menggunakan airku, jangan menggunakan apiku.
[13:23]Bisakah kita hidup tanpa air, tanpa udara?
[13:29]Kata Allah, silakan kalian kalau memang mau maksiat, silakan maksiat. Tapi kalau mati nanti baca Lailahaillallah. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, siapa saja orangnya kalau di akhir hayatnya membaca Lailahaillallah, masuk surga. Wa inzala wa in serakah, walaupun dia berzina, walaupun dia pencuri. Bisakah kita menjamin ketika kita di akhir hayatnya kita membaca Lailahaillallah? Tidak ada hadirin. Kecuali dengan hidayah Allah Subhanahu wa ta'ala, kecuali dengan rahmat dan anugerah Allah Subhanahu wa ta'ala. Betapa bahagianya kata Nabi, tidak ada seorang mukmin, Ma min muslimin yamutu fa yusolli alaihi salah satu suupufin minal muslimin, minal muslimin, illa aujabah. Tidak ada seorang mukmin pun yang meninggal dunia, kemudian disalatkan oleh tiga barisan orang yang salat, aujabah. Kata Nabi aujabah, pasti ia akan mendapatkan surga Allah Subhanahu wa ta'ala. Kita pun tidak tahu siapa yang akan menyolatkan kita nanti. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, ma min rojulilin muslimin yamut fayuqumu alaa janazatihi arba'una rojulan la yusrikuna billahi syaian illa syafa'ahullahu fihi. Kalau ada orang muslim meninggal dunia hadirin, terus disalatkan oleh 40 orang yang tidak musyrik kepada Allah, yang betul-betul mukmin, bukan munafik, bukan musyrik, maka ia akan memberikan syafaat untuk orang yang meninggal itu. Siapa yang akan menyolatkan kita? Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, ma min muslimin yamut faya'ahadu lahu salah satu ahli abyat, qad qobilna alaikum, qad qobilna ilmukum fihi wa gofartu lahu ma la ta'lamun. Kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, kalau ada orang mukmin meninggal, kemudian disaksikan, diucapkan, diberitakan, diobrolkan oleh keluarganya, oleh tetangganya, kebaikannya, kebaikannya, kebaikannya, maka pasti Allah akan mengampuninya dalam satu riwayat, aud wajabat, wajabat, wajabat. Sahabat bertanya, ya Rasul apa itu wajabat? Surga. Surga hadirin. Kita tidak tahu itu semua. Bagaimana kata Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam hadirin, banyak ratusan ribuan mungkin jutaan orang hadirin. Orang-orang mukmin yang meninggal dunia kemudian disiksa di alam kuburnya, tetapi oleh Allah dibebaskan siksa alam kuburnya, dimasukkan ia ke dalam ampunannya, diberikan rahmat oleh Allah Subhanahu wa ta'ala dengan istighfarnya dan doanya orang-orang yang hidup yang seiman, yang seagama hadirin.
[16:47]Jutaan orang itu. Apalagi kalau seorang ibu, seorang bapak meninggal dunia hadirin. Orang yang meninggal dunia kalau ibu dan bapaknya sementara ia punya anak, bakal ia sedih sesedihnya kalau anaknya tidak mau mendoakan dan tidak mau membebaskan ibu bapaknya dari alam, dari siksa alam kubur hadirin. Kenapa? Karena doanya diajarkan oleh Allah, sampainya dan bisa membebaskan daripada siksa kuburnya disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Betapa ruginya kalau kita punya anak, kita sekolahkan, kita urus, kita kuliahkan sampai tinggi-tinggi. Kita mati disiksa oleh Allah di alam kubur. Anak tidak mampu membebaskan kita dengan doanya, dengan ibadahnya, dengan amal salehnya. Rugi kita rugi hadirin. Rugi kita rugi. Nasehat ini untuk saya khususnya dan juga untuk kita semua hadirin. Terakhir saya sampaikan ada kaum ulama yang mengatakan ada dua kerugian yang sangat-sangat akan dirasakan, rugi oleh kita semua. Yang pertama adalah lelaki yang tidak pernah salat ke masjid. Ketika hidupnya, tapi pas matinya ia masuk ke dalam masjid untuk disalatkan, sedih sesedihnya. Yang ke-2, para wanita yang tidak pernah menutup aurat ketika hidupnya. Ketika matinya ia menutup aurat dengan sempurna, dengan kain kafannya. Ini kesedihan dan kesedihan hadirin. Allahumma a'inna ala zikrika wa syukrika wa husni ibadatik. Ya Allah, bantu kami semuanya agar kami bisa betul-betul melaksanakan ingat dan ibadah kepadamu sebaik-baiknya. Bantu kami, tolong kami ya Allah agar kami bisa bersyukur kepadamu dengan sebaik-baiknya. Barakallahulakum bil ayati wa zikril hakim. Watqabal minni wa minkum tilawatahu innahu wa samiul alim. walhamdulillahirabbil alamin.



