Thumbnail for Sejarah Singkat PGRI by Edukasi News Channel

Sejarah Singkat PGRI

Edukasi News Channel

6m 38s625 words~4 min read
YouTube auto captions
Transcript source

YouTube auto captions

This transcript was extracted from YouTube's auto-generated caption track. The transcript below is server-rendered so it can be read, searched, cited, and shared without opening the original YouTube player.

Pull quotes
[0:27]Semangat kebangsaan Indonesia telah lama tumbuh di kalangan guru-guru bangsa Indonesia.
[0:27]Organisasi perjuangan guru-guru pribumi pada zaman Belanda berdiri pada tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda atau PGHB.
[0:27]Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan penilik sekolah.
[0:27]Dengan latar pendidikan yang berbeda-beda, mereka umumnya bertugas di sekolah desa dan sekolah rakyat angka dua.
Use this transcript
Related transcript hubs

[0:27]Semangat kebangsaan Indonesia telah lama tumbuh di kalangan guru-guru bangsa Indonesia. Organisasi perjuangan guru-guru pribumi pada zaman Belanda berdiri pada tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda atau PGHB. Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan penilik sekolah. Dengan latar pendidikan yang berbeda-beda, mereka umumnya bertugas di sekolah desa dan sekolah rakyat angka dua. Tidak mudah bagi PGB memperjuangkan nasib para anggotanya yang memiliki pangkat, status sosial, dan latar belakang pendidikan yang berbeda. Sejalan dengan keadaan itu, maka di samping PKHB berkembang pula organisasi guru baru, antara lain PGB, PGD, PGAS, PNS, HKSB, di samping organisasi guru yang bercorak keagamaan, kebangsaan atau lainnya, seperti COV, KOB, VM, NIOG yang beranggotakan semua guru tanpa membedakan golongan agama.

[1:44]Kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan yang sejak lama tumbuh mendorong para guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda. Hasilnya antara lain adalah Kepala HIS yang dulu selalu dijabat oleh orang Belanda satu persatu pindah ke tangan orang Indonesia. Semangat perjuangan ini makin berkobar dan memuncak pada kesadaran dan cita-cita kemerdekaan. Perjuangan guru tidak lagi perjuangan perbaikan nasib, tidak lagi perjuangan kesamaan hak dan posisi dengan Belanda tetapi telah memuncak menjadi perjuangan nasional dengan teriak Merdeka. Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda atau PGHB diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia atau PGI. Perubahan nama ini mengejutkan pemerintah Belanda karena kata Indonesia yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya kata Indonesia ini sangat didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia. Pada zaman pendudukan Jepang, segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, Persatuan Guru Indonesia atau PGI tidak dapat lagi melakukan aktivitas. Semangat proklamasi 17 Agustus 1945 menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24 sampai 25 November 1945 di Surakarta. Melalui kongres ini, segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan guru yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk. Mereka bersatu untuk negara Kesatuan Republik Indonesia. Di dalam kongres inilah pada tanggal 25 November 1945, 100 hari setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI didirikan. Dengan semangat merdeka yang bertalu-talu di tengah bau misi pemboman oleh tentara Inggris atas studio RRI Surakarta, mereka serentak bersatu untuk mengisi kemerdekaan dengan tiga tujuan. Mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia, mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan, membela hak dan nasib buruh umumnya, guru pada khususnya. Sejak Kongres Guru Indonesia itu, semua guru Indonesia menyatakan dirinya bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI. Jiwa pengabdian, tekad perjuangan dan semangat persatuan dan kesatuan PGRI yang dimiliki secara historis terus dipupuk dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam rona dan dinamika politik yang sangat dinamis, Persatuan Guru Republik Indonesia tetap setia dalam pengabdiannya sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi ketenagakerjaan yang bersifat unitaristik dan independen. Untuk itulah, sebagai penghormatan kepada guru, Pemerintah Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 menetapkan Hari lahir PGRI tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional dan diperingati setiap tahun.

[5:39]Keputusan Presiden Republik Indonesia memperlihatkan bahwa guru memiliki peranan penting di Indonesia. Peringatan tersebut menjadi sebuah kesempatan bagi masyarakat untuk menghargai serta memberikan apresiasi terhadap perjuangan yang diberikan seluruh guru di Indonesia. Para guru telah membimbing banyak calon penerus bangsa di negeri ini. Walau bukan merupakan hari libur nasional, kita sebagai warga negara yang baik perlu ikut serta dalam peringatan Hari Guru Nasional. Guru memiliki kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Sehingga tanggal 25 November selain hari peringatan hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia juga sebagai upaya untuk mewujudkan penghormatan kepada guru. Semoga PGRI, guru dan bangsa Indonesia tetap jaya dalam wadah negara Kesatuan Republik Indonesia.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript