Thumbnail for Khazanah Islam Trans7 - Dibalik Iluminati by Khazanah Islam Trans7

Khazanah Islam Trans7 - Dibalik Iluminati

Khazanah Islam Trans7

20m 59s2,323 words~12 min read
Auto-Generated

[0:03]Sebuah tatanan baru sedang disiapkan untuk umat manusia di dunia. Sebuah tatanan yang akan kita anut dengan satu persamaan hati, tunduk pada logika, janji nilai kemanusiaan dan keterbukaan informasi tanpa batas. Pada saat itu manusia akan mandiri seutuhnya. Nasib akan bisa ditentukan sendiri, seolah Tuhan tidak lagi diperlukan. Surga dan neraka menjadi cerita dongeng. Pada saat itu agama tidak lagi relevan dengan kehidupan manusia. Sebuah pemikiran akan kemandirian manusia tanpa campur tangan Tuhan yang dijaga oleh kelompok bernama Illuminati. Air, udara, tanah dan api menjadi elemen simbol kelompok ini dengan segitiga dan mata tunggal di tengah sebagai logonya. Sebuah visualisasi yang mengingatkan kita akan satu ciri makhluk akhir zaman bernama Dajjal.

[1:16]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi pemirsa. Khazanah kembali hadir untuk memberikan wawasan dan informasi kepada Anda. Tatanan dunia baru adalah sebuah konsep yang dibuat oleh dua organisasi rahasia yang dianggap paling berpengaruh di dunia, yaitu Free Mason dan Illuminati. Illuminati yang berarti Sang Pencerah adalah sebuah organisasi yang diduga kuat didirikan pada tanggal 1 Mei 1776 oleh Adam Weishaupt. Tujuan utama pembentukan Illuminati adalah membuat manusia sempurna sebagaimana Tuhan tanpa Tuhan. Dalam konteks tatanan dunia baru yang dijalankan oleh manusia yang sempurna hanya ada dua agama, yaitu agama yang berdasarkan penyembahan akal budi atau Worship of Reason. Pendiri Illuminati percaya ketika akal budi menjadi agama manusia, maka permasalahan akan terselesaikan. Sehingga secara sederhana, Illuminati mendefinisikan akal budi sebagai penggunaan pikiran manusia yang tak terkekang untuk memecahkan permasalahan tanpa keterlibatan Tuhan. Tatanan dunia baru yang menghilangkan kuasa Allah Subhanahu Wa Ta'ala atas hidup manusia ini sejatinya menentang kebenaran surat Yunus ayat ke-34. Qulhal min syurakaakum mayibdaulholqo summa yu'iduhu fa annaa tu'fakuun. Kelompok Illuminati merupakan sebuah kelompok rahasia tertua yang telah terbentuk semenjak zaman Babilonia kuno. Di masa itu terdapat sebuah menara Babel yang dibangun oleh Raja Namrud. Pembangunan Menara Babel pada dasarnya adalah sebuah upaya manusia untuk menggapai langit. Sebuah simbol dari upaya manusia untuk meninggikan derajatnya. Islam secara tersirat telah menjelaskan adanya menara Babel dalam surat Al Fajr ayat ke-6 hingga ke-8. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum Ad? (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi.

[3:36]Yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain. Al-Qur'an Surah Al Fajr ayat 6 sampai 8. Kesombongan umat manusia atas kecerdasan dan kemampuan berpikirnya membuat mereka berbuat zalim dan merusak dunia. Pada akhirnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan kuasa-Nya memberikan ganjaran berupa azab seperti yang tersari dalam surat Al-Fajr ayat ke-12 hingga ke-14. Lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu. Karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.

[4:15]Al-Qur'an Surah Al-Fajr ayat 12 hingga 14. Kehancuran menara Babel karena azab dari Allah Sang Maha Kuasa bagi sebagian kecil umat manusia tidaklah menjadi pelajaran. Namun justru memunculkan api dendam dari kelompok kecil umat manusia kepada Tuhan-Nya. Kelompok kecil inilah yang pada akhirnya menjadi akar dari gerakan Illuminati. Illuminati dengan segala rencana dan agendanya berusaha membalaskan dendamnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala sehingga tak ayal berkelakuan sebagai sekelompok orang pemuja setan. Agenda Illuminati pada akhirnya di abad ke-18 semakin nyata seiring terciptanya konsep tatahan dunia baru, New World Order. Salah satu agen Illuminati sesuai dengan buku tulisan Henry Michael adalah Anson Mayor Rothschild. Di tahun 1773, Rothschild yang merupakan seorang Yahudi ortodoks mengadakan pertemuan dengan 12 bankir terkemuka. Salah satu cara Illuminati menguasai dunia adalah dengan menggunakan dominasi ekonomi. Cara-cara Illuminati mewujudkan tujuan besarnya adalah perancang bencana-bencana besar ekonomi seperti yang terjadi di tahun 1933 di Amerika Serikat. Guncangan ekonomi yang dikenal dengan istilah Great Depression tersebut adalah bencana ekonomi karena kehancuran pasar modal. Di abad ke-21, bencana ekonomi muncul kembali seiring dengan krisis ekonomi di Yunani yang menjalar ke negara-negara Eropa termasuk Spanyol dan Italia. Bencana ekonomi di Amerika Serikat kembali menjulang seiring dengan terpilihnya Barack Obama menjadi Presiden negeri Paman Sam yang ke-44. Dan ternyata skema Ponzi yang dirancang oleh para bankir Yahudi meluluhlantakkan sendi-sendi perekonomian sang negeri adidaya. Penguasaan para agen Illuminati atas perekonomian dunia sesuai analisis Henry Macau pada akhirnya mulai menampakkan dirinya. Bahwa menguasai negara atau bangsa cukup dengan menguasai ekonominya. Dengan menguasai uang, maka kekuasaan atas pemerintah dan segala aturannya menjadi mutlak. Bentuk nyata dikdayanya ekonomi terhadap kedaulatan sebuah bangsa adalah belitan hutang dari sebuah negara. Termasuk negeri yang kita cintai Indonesia. Hingga tahun anggaran 2012, Indonesia harus menanggung hutang hingga mendekati angka 2000 triliun rupiah. Dan hingga saat ini anggaran pendapatan dan belanja negara APBN masih mencatatkan angka defisit hingga lebih dari 150 triliun per tahunnya. Yang memaksa para pengelola keuangan negara terus-menerus mengeluarkan surat hutang negara. Akankah sebuah negara mampu berdaulat dan melindungi serta mensejahterakan rakyatnya jika senantiasa dibelit hutang? Dan mengapa Indonesia harus menanggung hutang yang demikian besar? Tak lain adalah dana yang harus dikeluarkan oleh negara untuk melindungi sektor perbankan ketika krisis di tahun 1997 hingga 1998. Sekali lagi inilah bukti nyata betapa sektor ekonomi memiliki peran vital dalam keberlangsungan sebuah negara. Terlebih di negara kita yang merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

[7:52]Salah satu orang yang menulis mengenai agenda besar The New World Order adalah Constance Cumley. Dalam bukunya yang berjudul The Hidden Dangers of the Rainbow, The New World Order adalah sebuah tatanan yang dibentuk berdasarkan sebuah pemahaman akan satu kesamaan agama baru dan agama itu adalah New World Order. Sebuah pemahaman akan satu aturan baru yang mampu melibatkan seluruh manusia di bumi tanpa batas warna kulit, suku, bangsa dengan satu prinsip dasar yaitu kemanusiaan. Internet dan kartu kredit dengan berbagai kemudahan dan manfaatnya disadari telah menjelma menjadi sebuah sistem keuangan baru. Siapapun, dimanapun ia berada bisa dengan mudah mendapatkan barang apapun yang disediakan dari seluruh penjuru dunia. Transaksi tawar-menawar dilakukan tanpa kehadiran dan identitas adalah kredibilitas seseorang di dunia maya tanpa perlu tatap muka dan asal-usul asli. Pilar lain penopang tatanan dunia baru adalah badan otoritas pangan dunia. Banyak pemimpin seakan dihantui oleh satu isu universal ini dengan pertanyaan mendasarnya adalah, cukupkah bumi dan seisinya menjamin kehidupan seluruh manusia nanti? Rasionalkah isu ini dalam kajian agama Islam, agama yang diturunkan kepada sang Nabi terakhir Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam? Mari kita simak firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan konsep rezeki, sumber kehidupan makhluk di bumi dalam surah Hud ayat ke-6. Wamaa min daabbatin fil ardi illa alallahi rizquha waya'lamu mustaqorraha wa mustawda'aha kullun fii kitabin mubiin. Jika menyimak sari tilawah surah tersebut jelaslah sudah bahwa seluruh manusia dan makhluk dijamin rezekinya di dunia. Tapi entah mengapa, konsep ini tak menjadi pijakan bagi para pengambil keputusan. Kuasa otoritas pangan dunia tampaknya semakin kuat seiring dengan slogan One World One Earth. Slogan ini seakan mengaburkan kedaulatan dan batas-batas negara dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan manusia di bumi. Indonesia, sebuah bangsa dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta jiwa merupakan salah satu negara dengan kebutuhan pangan yang terbesar di dunia. Namun, menurut Badan Pangan Dunia FAO, Indonesia adalah salah satu negeri agraris yang tak kunjung mampu menyediakan jumlah pangannya secara mandiri. Ketidakmandirian pemenuhan pangan dalam negeri bisa diukur dari tiadanya anugerah FAO dalam hal bidang swasembada. Kegagalan pembangunan pertanian di negeri dengan tanah yang subur makmur berimbas pada kebijakan pemenuhan kebutuhan pangan. Dan ternyata, kekuatan dunia seakan mendominasi seiring dengan kebijakan pemerintah saat ini untuk beternak sapi di tanah Australia. Kebijakan pemerintah ini seakan mengaburkan identitas bangsa kita. Benarkah 230 juta jiwa manusia Indonesia tak lagi mampu beternak sapi di negerinya sendiri? Dan ternyata tanah Australia di masa depan nanti tak hanya menjadi lahan beternak sapi-sapi Indonesia. Cina, negeri tirai bambu dengan jumlah penduduk lebih dari 1 miliar jiwa telah mendapatkan lahan khusus untuk menjamin keberlangsungan peternakannya. Prinsip One World One Earth inilah yang menjelaskan semakin dekatnya kita pada era tatanan dunia baru. Karena pilar selanjutnya dalam pembangunan The New World Order adalah sebuah pemerintahan dunia yang berkuasa penuh atas seluruh penduduk bumi. Di masa depan nanti ada sebuah bentuk pemerintahan yang Maha Kuasa sehingga semua harus tunduk dalam sebuah undang-undang universal. Peraturan tata kehidupan yang berlaku tersebut akan meleburkan batas teritori kedaulatan bangsa dan negara. Dan sekali lagi kita harus membuka mata bahwa peradaban dunia semakin mendekat ke arah sana. Simak saja kuasa Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa. Dalam sebuah forum yang beranggotakan lima anggota tetap dan 10 anggota tidak tetap itu, seluruh dunia seakan tunduk terhadap sebuah peraturan baku. Negara yang dianggap sebagai musuh bersama akan mendapat sanksi tegas. Dan biasanya dalam bentuk embargo dan terjunnya pasukan perdamaian yang seringkali berujung pada tergulingnya pemerintahan. Indonesia bukanlah sebuah negara yang tak pernah lepas dari pengaruh kuasa Dewan Keamanan. Banyak sekali alat dan sistem pertahanan utama negeri ini yang harus teronggok dan terbengkalai karena embargo Amerika Serikat akibat kasus disintegrasi Timor Timur di penghujung era 90-an. Peraturan universal tak hanya dalam bentuk sistem pertahanan dan keamanan dunia. Perdagangan antar bangsa seakan dikendalikan oleh sebuah pasar besar yang dikelola oleh World Trade Organization WTO. Lembaga yang juga berafiliasi dengan PBB ini memiliki kuku yang tajam dan kuat dalam mengatur perdagangan antar negara. Sebuah negara seakan tak memiliki kuasa penuh dalam hal menjual dan membeli barang dan komoditi. WTO seringkali memperingatkan bahkan memberikan sanksi kepada negara yang tak tunduk dan terkesan bandel dalam menetapkan bea masuk terhadap sebuah komoditas internasional. Sekali lagi Indonesia adalah sasaran empuk produk-produk dunia terkait dengan besarnya jumlah penduduk dan kebutuhan rakyatnya. Di negeri yang membentang dari Sabang sampai Merauke ini produk impor seakan mendominasi pasar barang dan jasa. Mulai pakaian, sepatu, buah, gula hingga beras. Jika pemerintah tak membatasi peredaran barang-barang impor, maka bersiaplah seluruh komponen bangsa menghadapi sidang WTO. WTO juga menjadi momok bagi pelaku usaha lokal seiring komandonya untuk menerapkan sistem perdagangan bebas. Inikah bentuk-bentuk semakin nyatanya pembangunan pilar penopang tatanan dunia baru, The New World Order. Tatanan dunia baru seperti kajian Ralph Epperson akan dipimpin seorang yang adil dan bijaksana. Sang pemimpin ini disebutkan dengan banyak nama di banyak agama. Penganut Kristiani menyebutnya sebagai Kristus, bangsa Yahudi memanggilnya Mesaya. Umat Buddha mengenalnya sebagai Buddha kelima. Pemeluk Hindu mempercayainya sebagai Krisna dan kaum muslim meyakininya sebagai Imam Mahdi. Tapi janganlah terlebih dahulu mempercayai konsep ini karena dalam tatanan dunia baru tak ada nama-nama itu. Penggagas dan perancang dunia baru yang beragamakan New Age telah menetapkannya sebagai Lord Maitreya. Dalam The New World Order, Lord Maitreya dipercaya sebagai seorang anak yang lahir di tanggal 5 Februari 1962. Lord Maitreya inilah yang memimpin dunia baru dalam sebuah tatanan baru. Lord Maitreya adalah sebuah pemimpin dengan kuasa mutlak, termasuk sebagai pemimpin agama baru. Agama New Age adalah sebuah agama yang menghapuskan semua agama dunia. New Age adalah sebuah agama yang diklaim menyempurnakan manusia layaknya Tuhan. Konsep kedatangan Lord Maitreya sebagai pemimpin Maha Kuasa atas segala sesuatu di dunia ini jelaslah sulit diterima ajaran Islam. Islam agama panutan ini telah menggariskan panduan tauhid pada umatnya dalam Al-Qur'an. Kitab suci yang terjaga dan terpelihara kesuciannya hingga hari akhir tiba. Dalam Islam tak ada satupun makhluk yang Maha Baik yang memiliki kemampuan untuk mengatur segala sesuatu. Dan hal ini telah tersirat dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat ke-148. Wa likullin wijhatun huwa muwalliihaa fa'ainamaa takuunuu ya'ti bikumullahu jamii'an innallaha 'alaa kulli syai'in qadiir.

[16:43]Imam Mahdi, seperti disebut dalam beberapa hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam disebutkan akan muncul di akhir zaman untuk membawa seluruh manusia kembali Islam. Bila tidak tersisa dari dunia kecuali satu hari, niscaya Allah akan panjangkan hari tersebut, sehingga Allah utus padanya seorang lelaki dariku atau dari keluargaku. Namanya sesuai dengan namaku, dan nama ayahnya seperti nama ayahku. Ia memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan kedzaliman dan keculasan. Hadis riwayat Abu Daud. Selama masa kepemimpinan Imam Mahdi, maka kaum muslimin akan hidup dengan bertabur nikmat dan rezeki dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Munculnya Imam Mahdi akan membawa sebuah keadilan seperti yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi kezaliman. Kedatangan Imam Mahdi pada dasarnya akan mempersatukan kaum muslimin yang terpecah dan berkelompok-kelompok. Dan setelah mampu mempersatukan kaum muslimin, maka Imam Mahdi akan mampu menegakkan negara Islam dalam satu bendera di bawah panji Islam, agama terakhir dan penyempurna. Salah satu tugas besar Imam Mahdi di hari akhir adalah membunuh Dajjal. Dan diyakini Imam Mahdi dan Nabi Isa Alaihissalam akan membunuh Dajjal di daerah Bab Luth, Palestina. Wallahu A'lam Bissawab. Terkait dengan Dajjal, ada beberapa pendapat tentang sosoknya. Salah satu pendapat sesuai dengan hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah sebuah makhluk dengan mata satu. Namun secara spirit ada juga yang menafsirkan Dajjal adalah sebuah sistem atau negara yang ciri dan sifatnya seperti yang menempel pada Dajjal. Beberapa pendapat tersebut mengarah kepada Amerika Serikat. Salah satunya terdapat dalam lambang negara Amerika Serikat di bagian belakang. Terdapat sebuah kalimat dalam bahasa Latin yang berbunyi Novus Ordo Seclorum. Dan jika diartikan, kalimat Latin tersebut berbunyi tatanan dunia baru The New World Order. Bukti mengarah semakin kuat ketika terdapat sebuah simbol sebuah mata yang terletak dalam sebuah piramida terputus. Piramida terkait dengan Mesir dan Lord Maitreya sejatinya merupakan anak dewa matahari yang dikenal di peradaban Mesir Kuno. Akhirnya, benarkah Dajjal adalah Lord Maitreya? Seorang pemimpin yang nantinya merupakan musuh yang akan dibunuh oleh Imam Mahdi. Wallahu A'lam Bissawab.

[19:29]Pemirsa, agenda Illuminati yang mengusung konsep New World Order adalah cita-cita dan agenda manusia. Tetapi bukankah manusia adalah sebuah hamba yang lemah dengan segala kekurangan yang senantiasa diatur oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Apapun agenda rencana dan tujuan umat manusia pastilah membutuhkan kuasa Tuhan agar mampu terlaksana di dunia. Rencana manusia tidak akan berjalan tanpa kesesuaian dengan rencana Allah Ta'ala. Wamakarū wamakarallāh wallāhu khairul-mākirīn. Mereka merancang, Allah juga merancang. Sesungguhnya Allah sebaik-baik perancang. Mungkin Illuminati hanyalah sebuah teori konspirasi saat ini. Sebuah hal tak berbentuk dan tak terlihat dan bisa jadi sebuah penyangkalan. Namun gerakan sejenis yang senafas toh nyata-nyata hadir di tengah kita. Sebuah ajaran anti Tuhan yang sering kita dengar dengan sebutan Ateis atau pemikiran liberal yang masuk dalam tatanan masyarakat Islam yang justru mempertanyakan ajaran murni Rasulullah. Keputusasaan manusia lemah iman adalah target termudah dari ajaran Illuminati ini. Karena Allah dikatakan tidak berpihak kepada yang lemah dan miskin dan menciptakan perbedaan serta ketidakadilan lewat garis rezeki, jodoh dan kematian. Itulah sebuah bukti tanda akhir zaman dan hanya kepada Allah kita mendekatkan diri.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript