Thumbnail for KELAS 10 BAB 3 || UNIT 4. PERTUKARAN BUDAYA DI PENTAS GLOBAL - Pendidikan Pancasila by Indra Edu

KELAS 10 BAB 3 || UNIT 4. PERTUKARAN BUDAYA DI PENTAS GLOBAL - Pendidikan Pancasila

Indra Edu

8m 36s785 words~4 min read
Auto-Generated

[0:09]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Untuk pertemuan kali ini kita akan membahas unit 4 pertukaran budaya di pentas global, materi pendidikan Pancasila kelas 10 SMA, MA sederajat. Adapun tujuan pembelajaran pada unit ini, peserta didik diharapkan mampu mengidentifikasi tradisi, kearifan, serta kebudayaan masyarakat di negara lain. Selain itu pula peserta didik itu diharapkan mampu menampilkan atau mempromosikan budaya, tradisi atau nilai-nilai yang dimiliki oleh bangsa Indonesia ke masyarakat dunia. Nah, mengenali kearifan masyarakat dunia kalian akan belajar mengenai nilainya, kearifannya, tradisinya serta kebudayaan pada masyarakat di negara-negara lain. Adapun yang akan yang akan Bapak angkat pada pertemuan kali ini terkait dengan mengenali kearifan atau tradisinya itu adalah negara Jepang ya, terkait dengan negara Jepang. Nah, menang atau kalah tetap pungut sampah. Ini ceritanya adalah mengenang atau kalah tetap pungut sampah. Nah, para pendukung Jepang berada di ambang mimpi yaitu ketika menyaksikan tim nasional mereka itu lolos ke perempat final dunia untuk pertama kali. Sensasi itu mereka rasakan usai Takashinu menggandakan keunggulan Jepang atas Belgia dalam pertandingan 16 besar Piala Dunia 2018. Namun Eforia itu pelan-pelan kembali memudar gitu ya.

[2:00]Yaitu ketika Vani sukses membuat kedudukan kembali imbang lewat gol yang mereka cetak ke gawang Aiji Kawashima. Dan ketika Nasir jadi memastikan kemenangan Belgia lewat golnya di penghujung laga, harapan itu benar-benar kandas. Nah, Jepang seketika kalah secara mengejutkan secara menyakitkan. Bulir-bulir air mata mulai turun membasahi pipi para pendukung Jepang yang berada di tribun penonton. Banyak wajah yang ditutupi oleh kedua telapak tangan. Sebagian yang lain tampak diam terpaku membisu seakan tak percaya dengan apa yang baru saja disaksikan.

[2:46]Nah, coba kita amati yang ada di gambar ini ya. Akan tetapi kekalahan menyakitkan itu tak membuat mereka berhenti melakukan suatu kebiasaan baik.

[3:00]Membuat mereka tidak berhenti untuk melakukan suatu kebiasaan baik. Membuat mereka tidak berhenti yaitu membersihkan sampah-sampah yang terje terje di tribun stadion. Meskipun rasa sakit yang mereka dapatkan akan tetapi mereka tetap berbuat baik yaitu tetap membersihkan sampah-sampah yang ter yang tercecer di tribun stadion tersebut. Menang atau kalah tetap pungut sampah. Nah, dengan mata yang masih sembab usai menangis, satu persatu dari mereka mulai menyisir tribun penonton Rostov Arena sambil menenteng kantong plastik berwarna biru. Nah, ini kantong plastik yang berwarna biru ya. Nah, sampah-sampah yang terserak yang terserakan atau berserakan mereka kumpulkan dalam kantong tersebut. Tidak hanya pendukungnya, squad tim nasional Jepang pun sama halnya. Kendati baru saja menelan kekalahan menyakitkan, mereka enggan meninggalkan ruang ganti yang mereka pakai dalam keadaan kotor dan berantakan.

[4:07]Sebuah foto yang beredar di media sosial menunjukkan bagaimana rapi dan bersihnya ruang ganti Samurai Biru selepas pertandingan.

[4:35]Oke, kita lihat dari media sosialnya. Nah, ini adalah salah satu dari Instagram ya. Budaya yang memiliki sejarah panjang. Sikap terpuji supporter dan pemain Jepang yang selalu ingin memastikan tempat yang disinggahi mereka tetap bersih, tidak lahir secara tiba-tiba. Sikap itu dibentuk oleh sebuah budaya dalam masyarakat Jepang itu sendiri. Sebuah budaya dalam suatu masyarakat tidak mungkin berdiri sendiri selalu ada unsur-unsur yang membentuknya yang melatarinya dan yang membentuk budaya bersih masyarakat Jepang salah satunya berkat ajaran dari kepercayaan yang mereka anut.

[5:20]Melansir dari ini ya, melansir dari The Economis, dalam ajaran Stoicisme maupun Buddisme yaitu dua agama yang dianut oleh mayoritas masyarakat Jepang. Kegiatan mandi atau membersihkan badan adalah kegiatan yang sangat penting untuk dilakukan. Menurut dua ajaran tersebut yaitu kekotoran mencerminkan kejahatan sedangkan kebersihan mencerminkan kebaikan.

[5:52]Nah, itu ini adalah gambar nyata yang yang dilakukan dalam kebudayaan Jepang. Meskipun mereka menelan kepahitan dalam kekalahan tapi mereka tetap tidak berhenti untuk selalu berbuat baik. Nah, bukan pertama kali. Nah, jadi bukan pertama kali di sini adalah pertandingan melawan Belgia bukanlah yang pertama. Para pendukung Jepang sudah melakukan aksi pungut sampah di pertandingan-pertandingan sebelumnya ketika Samudra Biru bertanding melawan Senegal di fase grup. Usai pertandingan suporter Jepang dan Senegal bahu-membahu memungut sampah yang berserakan di Tribun Mordovia Arena.

[6:43]Lalu yang selanjutnya, dengan demikian aksi pungut sampah yang kemarin ditunjukkan oleh mereka selepas pertandingan kontra Belgia, adalah aksi yang kesekian kalinya mereka lakukan di Piala Dunia. Apapun hasil yang diraih Jepang tak akan membuat mereka berhenti melakukan kebiasaan baik tersebut.

[7:29]Jepang mungkin belum bisa menciptakan sejarah dengan lolos ke perempat final Piala Dunia. Namun dunia akan tetap mengingat nama mereka dengan baik yaitu berkat kebiasaan terpuji tadi yang selalu mereka tunjukkan usai pertandingan.

[7:48]Nah, sikap terpuji di sini adalah tadi memungut sampah ya, memungut sampah atau membersihkan semuanya atau sesuatu yang terlihat kotor.

[8:06]Jadi tidak boleh ada tempat atau ruangan itu ya, yang terlihat kotor karena itu budaya tersebut itu ada latar belakangnya. Jadi berdasarkan dari kepercayaan yang mereka anut tadi gitu ya seperti itu atau dari agama yang mereka anut. Baik untuk pertemuan kali ini dicukupkan sampai di sini terlebih dahulu. Bapak akhiri sampai jumpa di pembahasan selanjutnya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript