[0:02]Batur aksi, kalau saya bilang batur aksi jawabannya Ruhai. Siap? Siap. Batur aksi, Ruhai. Sip, mantap. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahilladzi kholaqul kauna biqudratillah, wa'ala likullin ajalan wanhaya. Wasalatu wassalamu ala Rasulillah. Dewan juri yang saya takdmi. Batur aksi, Ruhai. Fisikawan Belgia bernama George Lemaître, mengusulkan teori bahwa alam semesta ini awalnya satu titik yang padat dan panas kemudian meledak dan mengembang. Ini dinamakan dengan teori Big Bang, seperti ibaratnya balon ini, dan titik-titiknya merupakan galaksi yang tersebar. Padahal isyarat ilmiah ini telah dijelaskan dalam Al-Qur'an jauh sebelum teleskop modern ditemukan. Firman Allah dalam surah Al-Anbiya ayat 30. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Awalam yaralladzin kafaru annas samawati wal ardh kanat ratqan fafataqnahuma. Al-Ayah. Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirul Qur'anil Azim menjelaskan.
[1:58]Maksudnya seluruhnya dahulu adalah satu kesatuan yang padu dan melekat. Lalu Allah memisahkan antara langit dan bumi sehingga dijadikannya langit sebagai langit dan bumi sebagai bumi. Ini adalah kekuasaan penciptaan, bukan sebuah kebetulan. Jika ada awal, maka logis kita asumsikan adanya akhir. Betul Ustaz Wijayanto?
[2:26]Maka fisikawan memprediksi bahwa alam semesta ini akan menyusut kembali, dinamakan dengan Big Crunch. Isyarat ilmiah ini juga dijelaskan dalam Al-Qur'an, Surah Al-Anbiya ayat 104. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Kama bada'na awwal kholqin nu'iduh. Al-Ayah. Sebagaimana kami memulai penciptaan pertama, begitulah kami akan mengulanginya. Batur aksi, Ruhai. Alam semesta yang sebesar ini saja ada masa habisnya. Bintang-bintang di langit ada umurnya, apalagi kita sebagai manusia. Maka ini adalah peringatan bagi kita bahwa dunia hanya tempat singgah sementara. Jangan jadikan dunia tujuan utama, tapi jadikan dunia sebagai sarana untuk mencapai rida Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dengan cara apa? Yang pertama menggunakan waktu di dunia dengan sebaik-baiknya. Dalam kitab Qiyamat Zaman Indal Ulama, karya Syekh Abdul Fatah Abu Gudah menekankan perlunya menghargai waktu untuk belajar dan beribadah. Para ulama dulu sudah mencontohkan kepada kita bagaimana membagi waktu untuk belajar, beribadah dan berkhidmat. Jangan jauh-jauh, kita contoh saja guru-guru di hadapan kita ini membagi waktu untuk keluarga, juga berkhidmat untuk ummah. Setuju? Setuju. Maka Al-Qur'an mengingatkan kepada kita dalam surah Al-Asr ayat 1 sampai 3. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Wal asri innal insana lafi khusrin illa. Illalladzina amanu wa'amilush sholihati wattawashau bil haqqi wattawashau bis sabr. Ayat ini menjelaskan bahwa rugi bagi seseorang kecuali orang yang menggunakan waktunya untuk beriman dan beramal saleh. Maka sesibuk apapun kita, jadikan waktu sebagai ladang utama. Yang kedua, menjadikan diri sebagai seorang pengembara atau musafir. Dari Ibnu Umar radiallahu anhu, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam memegang pundaku lalu berkata, jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau musafir. Hadis riwayat Bukhari. Lamun ceuk orang Sunda teh, jadikan kehidupan di alam dunia kaya-kaya kerngumbara. Leres, Mama? Betul. Maka dari itu gunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya karena dunia sementara. Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.



