Thumbnail for EKSEKUSI SELINGKUHAN DI 2018, 2025 BEBAS PENJARA, 2026 EKSEKUSI ISTERI #Yukkitabahas by Rizka wadiono

EKSEKUSI SELINGKUHAN DI 2018, 2025 BEBAS PENJARA, 2026 EKSEKUSI ISTERI #Yukkitabahas

Rizka wadiono

29m 5s4,861 words~25 min read
Auto-Generated

[0:05]Hai guys, thank you dah klik video ini. Nah, jadi aku mau ajak kalian bahas kasus yang benar-benar miris dan juga naas banget nih. Yang semuanya dilakukan orang ini yang sebagai manajer di sebuah perusahaan properti di Tanjung Pinang Kepulauan Riau yang benar-benar naas soal apa yang dia lakukan di tahun 2018 dan juga di tahun 2026 ini. Yang emang ini orang benar-benar horor banget yang semuanya bermula dari hubungan gelap di kantor sama bawahannya yang sebagai selingkuhannya sampai berakhir naas dan miris banget sih ini. Tapi karena semua yang terjadi pasti ada sebab akibatnya, makanya nih ya kasus ini harus banget kita bahas di sini. Supaya nantinya ada pembelajaran yang bisa kita petik dengan harapan ya kasus-kasus kayak gini jangan sampai terulang lagi di manapun dan kapan pun terutama, terutama nih ya buat kita-kita yang udah menjadikan kasus-kasus kayak gini sebagai pembelajaran. Okela kayak gimana kisah dan kasusnya, langsung aja kita bahas sedetail mungkin yang aku bisa. Tapi kayak biasa, sebelum kita lanjut ya, kita ritual dulu. Jadi siapin minuman dan cemilan kalian. Siapkan juga posisi ternyaman menurut kalian kayak gimana. Jadi kalau udah nyaman, udah santuy. Nah jadi soal kasus ini. Yuk, kita bahas. Jadi semuanya bermula dari orang ini yang bernama Nasrun yang tinggal dengan istri dan anaknya di rumah mereka ini yang ada di Jalan Ganet, wilayah Pinang Kencana, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Nah, buat kalian yang enggak tahu ya, Kota Tanjung Pinang ini ada di sebuah pulau yang ada di sebelah Pulau Batam. Di sana, Nasrun ini kerja di perusahaan bidang properti yang menjabat sebagai manajer operasional di kantornya yang ada di wilayah Tanjung Pinang Timur, Kota Tanjung Pinang yang enggak gitu jauh dari rumahnya yang berjarak kurang lebih sekitar 8 menit perjalanan. Yang biasanya ya Nasrun ini selalu disibukkan pulang pergi kerja dari rumah ke kantornya menggunakan mobilnya Toyota Ras. Di lingkungan tempat tinggalnya, Nasrun ini cukup dikenal dan juga dihormatin sama warga dan tetangganya. Karena Nasrun juga itu cukup bersosial yang emang awalnya dikenal baik. Sedangkan di kantornya, Nasrun pun awalnya menjalin hubungan baik dengan sesama rekan kerjaannya termasuk sama bawahannya.

[2:23]Salah satunya Supartini yang biasa dipanggil Tini, dia ini emang berasal dari Kota Tanjung Pinang yang awalnya tinggal dengan orang tua dan keluarganya di sana. Dan Tini juga udah kerja di perusahaan properti tempat Nasrun kerja itu udah sejak tahun 2003 yang sebagai staf marketing atau pemasaran properti milik perusahaannya. Yang kerja sebagai bawahannya Nasrun yang awalnya ya, semuanya bebek aja enggak ada masalah apapun. Terus setelah 11 tahun kerja di sana, di tahun 2014, ini pun sempat nikah dengan mantan TNI Angkatan Laut yang udah non aktif. Yang saat itu udah kerja sebagai security. Nah setelah nikah, Tini dan suaminya pun mutusin buat tinggal di Kota Batam karena suaminya kerja di sana. Sedangkan Tini yang masih bertahan kerja di Kota Tanjung Pinang, jadinya harus selalu pulang pergi kerja dengan menempuh perjalanan sekitar 2,5 jam perjalanan yang harus nyebrangi pulau dari Pulau Tanjung Pinang ke Pulau Batam. Tapi baru sebentar nikah setelah dikaruniai satu anak, Tini dan suaminya pun cerai yang akhirnya ya, Tini pun ngebawa anaknya buat balik tinggal di Kota Tanjung Pinang. Dengan keadaannya yang masih sibuk kerja di perusahaan properti. Terus baru selesai dengan masalah perceraian, saat itu dengan kondisinya yang udah berstatus sebagai janda beranak satu di kantornya. Tini pun sempat terlibat masalah yang cukup serius sampai Nasrun yang sebagai atasannya selalu membantu masalah demi masalahnya di kantor yang berusaha mempertahankan posisi Tini di kantornya. Karena ini, Tini pun mulai sering curhat mulai dari masalah kantor sampai lama-kelamaan mulai curhat masalah pribadinya. Termasuk soal perceraiannya yang mengharuskan dia menjadi janda yang harus menghidupi satu anaknya. Nah karena sering curhat ya, jadinya mereka pun jadi makin dekat secara personal. Tapi di balik kedekatan mereka, karena Tini yang udah capek dengan banyaknya masalah di kantor, jadinya di tahun 2016, setelah mengabdi selama 13 tahun di kantornya, Tini pun akhirnya mutusin resign. Tapi biarpun Tini udah enggak kerja lagi, tapi kedekatannya dengan Nasrun itu masih berlanjut, bahkan makin menjadi-jadi. Karena mereka yang mulai sering ketemuan berdua di luar, bahkan nginep di Wisma langganan mereka yang ada di wilayah Kota Tanjung Pinang. Karena ini, saat itu yang udah di tahun 2018, ini pun hamil, buah dari hubungan gelapnya dengan Nasrun. Nah karena panik, Tini yang takut dan malu kalau hamil tanpa ada suami, jadinya ya, dia pun ngajak Nasrun ketemu di kafe tempat biasa mereka ketemuan yang enggak jauh dari Wisma langganan mereka. Di sana, Tini pun langsung akuin soal kehamilannya dan minta Nasrun tanggung jawab buat menikahi dia. Nah, sedangkan Nasrun yang udah punya istri dan anak, apalagi dia juga takut kalau masalah ini ketahuan di kantornya yang pasti mengancam posisi bahkan karirnya. Jadinya Nasrun pun nolak dan cuma nyuruh Tini buat menggugurkan kandungannya, bahkan sampai ngasih Tini uang sebesar Rp1,5 juta buat beli obat penggugur kandungan. Awalnya, Tini pun sempat nolak saran Nasrun. Nah, tapi karena mereka yang udah sama-sama kebingungan dan panik ya, jadinya Tini pun setuju yang langsung ngebeli beberapa jenis obat untuk menggugurkan kandungannya. Nah, tapi setelah obatnya diminum dan setelah ditunggu selama seminggu, ternyata enggak ada reaksi apapun. Karena ini, Nasrun yang udah makin khawatir itu langsung turun tangan nyari dan ngebeli obat di toko jamu yang ada di Kota Tanjung Pinang yang dia kasih ke Tini. Yang ternyata ya, hasilnya juga sama yang enggak ada reaksi apapun. Jadinya makin ke sini, Nasrun pun makin resah karena khawatir. Sedangkan Tini yang juga khawatir ya karena kondisi perutnya yang terus membesar, jadinya dia pun nuntut pertanggungjawaban Nasrun lagi buat menikahi dia. Karena dia yang takut dan malu sama keluarganya kalau harus melahirkan tanpa suami sah. Sedangkan Nasrun terus nolak tuntutan Tini, tapi juga berusaha nenangin Tini yang juga makin gelisah. Sembari Nasrun pun terus mikir jalan keluar masalahnya. Tapi karena dia yang udah buntu yang enggak mau mengorbankan rumah tangga dan karirnya, apalagi ngingat kondisi perut Tini yang makin gede dengan terus nuntut dinikahi, sampai akhirnya inilah yang jadi sebab akibat dari semuanya.

[6:10]Jadi, setelah mereka yang sama-sama kebingungan, jadinya mereka pun sempat janjian buat ketemuan lagi. Nah, jadinya saat itu yang udah di tanggal 13 Juli 2018, tepatnya di hari Kamis sore, Nasrun pun langsung pergi menggunakan mobilnya. Nunggu Tini di parkiran kafe tempat biasa mereka ketemu. Sedangkan Tini sebelum pergi, dia pun sempat pamit sama keluarganya di rumah, tapi enggak sebut mau ketemuan sama Nasrun. Nah, jadinya pas hari yang udah gelap ya, Tini pun berangkat nemuin Nasrun menggunakan motor Supra warna hitam milik pamannya. Nyampe di sana, Tini pun markirin motornya di parkiran kafe yang langsung nemuin Nasrun dengan masuk ke mobilnya. Setelah itu ya, Nasrun pun langsung ngebawa Tini muter-muter di sekitaran Kota Tanjung Pinang. Selama di perjalanan, Tini pun terus mengeluhkan soal kondisi kehamilannya dan juga terus nuntut untuk dinikahin. Karena ini ya, mereka pun mulai berdebat bahkan bertengkar di mobil. Karena udah bingung, Nasrun yang mulai merasa kalau Tini adalah masalah di hidupnya, jadinya dia pun mulai berpikir buat melenyapkan Tini. Jadinya ya, Nasrun pun langsung ngebawa Tini ke arah Jalan Ganet yang enggak gitu jauh dari rumahnya. Karena udah kenal wilayah sana, apalagi mertua Nasrun yang punya kebun jengkol di sekitaran Jalan Ganet, jadinya Nasrun pun langsung ngebawa mobilnya masuk ke jalan perkebunan milik mertuanya. Dengan keadaannya yang sepi karena emang udah malam. Sedangkan Tini itu kebingungan dan terus nanya, apa tujuan Nasrun ini ngebawa dia ke sana? Karena ini, mereka pun bertengkar lagi di mobil. Yang mana di situ, Tini terus nuntut dan minta dinikahi, bahkan ngancam Nasrun akan membongkar soal kehamilannya supaya keluarga Nasrun tahu. Bahkan ngancam akan melaporkan Nasrun ini ke perusahaannya kalau Nasrun enggak mau menikahi dia. Karena Nasrun yang enggak menggubris ancamannya, jadinya karena kesal, Tini pun sempat sebut Nasrun pengecut. Nah, karena ini, karena mereka yang udah masuk di jalan sempit dalam perkebunan ya, jadinya Nasrun pun langsung ngeberhentiin mobilnya. Bahkan matiin mesin mobilnya yang langsung keluar dari mobil buat ke rumah kuning yang enggak berpenghuni ini yang ada di kebunnya. Sedangkan Tini, karena mobil dimatiin ya, Tini pun keluar dari mobil. Tapi karena kondisinya yang gelap gulita, Tini pun enggak berani jauh-jauh dari mobil sambil terus manggilin Nasrun. Sedangkan Nasrun yang udah bulat dengan tekadnya ya, itu mulai nyariin alat untuk langsung mengeksekusi Tini di sana. Nah terus setelah nemuin kayu balok di pekarangan rumah kuning ini, Nasrun pun langsung balik nemuin Tini yang sedang kebingungan berdiri di belakang mobil. Tanpa basa-basi, Nasrun pun langsung mengeksekusi Tini dengan mukul bagian belakang kelapanya menggunakan kayu yang ngebuat Tini pun langsung ambruk enggak berdaya. Nah tapi karena Tini yang masih ngeluarin suara ya, Nasrun pun nambah lagi pukulannya secara bertubi-tubi sampai Tini pun berhenti bergerak. Setelah dicek yang ternyata Tini udah enggak bernafas lagi, Nasrun pun balik ke rumah kuning tadi lagi buat nyari karung di kandang ayam yang ada di belakang rumahnya. Setelah nemuin karung bahkan tali, Nasrun pun langsung ngebungkus tubuh Tini yang cuman terbungkus setengah badan mulai dari kepala sampai pinggang karena karungnya yang terlalu kecil. Setelah itu, Nasrun pun sempat kebingungan lagi mikirin gimana dan ke mana ngebuang tubuh Tini supaya tubuhnya enggak akan pernah ditemukan lagi. Terus di ujung kebingungannya, dia pun balik lagi ke rumah kuning tadi buat nyari batu. Yang rencananya akan dijadikan pemberat buat ngebuang dan menenggelamkan tubuh Tini ke sungai yang ada di sana. Terus setelah dia nemuin batu granit yang ada di halaman rumah itu, dia pun langsung masukin batunya ke karung. Setelah itu ngikat karungnya yang udah ngebungkus setengah badan Tini. Setelah itu, dia pun langsung masukin tubuh Tini ke mobil yang diletakkan di bangku belakang mobilnya. Nah setelah itu ya, dia pun langsung pergi keluar dari wilayah perkebunan yang langsung menuju ke Jembatan 3 Dompak, Tanjung Pinang. Di sana, Nasrun pun sempat berhenti mantau kondisi lalu lintas dan juga sempat turun buat ngecek sungai di bawah jembatannya. Nah setelah mastiin aman, Nasrun pun langsung ngeluarin tubuh Tini yang langsung dia lempar ke sungai. Setelah beres, Nasrun pun langsung pulang ke rumahnya yang seolah baru pulang kerja yang langsung bersih-bersih di kamar mandi. Nah setelah itu ya, dia pun langsung istirahat dan besoknya Nasrun pun melanjutkan aktivitasnya kayak biasa yang masuk kerja dan juga sempat hadir di acara pertandingan badminton di Gor Tanjung Pinang dengan teman-teman kantornya.

[10:08]Jadi, setelah 2 hari Nasrun ngebuang tubuh Tini ke jembatan, saat itu yang udah di tanggal 15 Juli 2018 yang udah di hari Sabtu, tepatnya di pagi hari ya. Warga yang melintas di Jembatan 3 Dompak itu mulai mencium aroma enggak sedap yang cukup menyengat pas mereka melintas di jembatannya. Nah, karena aromanya yang mencurigakan, jadinya beberapa warga pun sampai berhenti buat ngelihat sisi bawah jembatannya. Nah, karena mereka ngelihat semacam tubuh yang ngapung di sungai bawah jembatannya ya, jadinya warga yang makin ramai dengan situasinya yang jadi heboh itu rame-rame turun ke bawah jembatannya buat ngecek langsung. Yang ternyata itu emang benar-benar tubuh wanita dengan setengah tubuhnya terbungkus karung yang ngapung di sungai. Karena ini, mereka pun langsung ngelapor ke pihak kepolisian di Polsek Bukit Bestari. Enggak lama kemudian, polisi pun langsung berdatangan yang langsung berusaha mengevakuasi temuan tubuh itu dengan dilarikan ke RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjung Pinang. Untuk diotopsi dan juga menyelidiki identitasnya. Karena saat itu ya, masih belum ada yang tahu siapa sosok wanita yang ditemukan itu. Setelah diotopsi, polisi pun meyakinkan penyebabnya akibat pembunuhan karena adanya luka berat di bagian kepalanya. Dan hasil otopsinya juga menyatakan kalau wanita itu dalam kondisi mengandung. Tapi soal identitasnya awalnya masih belum terungkap. Gimana polisi pun masih terus berusaha menyelidiki identitasnya dan juga menghimbau untuk masyarakat yang kehilangan anggota keluarga untuk mohon mendatangi RSUD untuk memastikan. Di samping itu, kabar ini pun langsung menyebar melalui berita dan juga media sosial di sana. Soal temuan tubuh wanita hamil di bawah Jembatan 3 Dompak. Dan kabar ini pun ya, nyampe ke keluarga Tini yang kebetulan saat itu emang sedang resah dan kebingungan. Karena Tini yang udah hilang kabar yang udah enggak pulang selama 2 hari yang pergi menggunakan motor pamannya. Awalnya, pas keluarganya dengar kabar ini, mereka pun sempat ragu karena kabarnya wanita yang ditemukan itu dalam kondisi hamil. Sedangkan keluarganya emang enggak ada yang tahu soal kehamilan Tini. Tapi karena kabar itu yang benar-benar mengganjal, jadinya mereka pun coba mendatangi rumah sakitnya. Nah, setelah ngelihat langsung bahkan setelah dipastikan, ternyata benar kalau itu adalah Tini. Yang mana ya, mereka pun itu benar-benar kaget dan syok. Bahkan baru tahu ternyata Tini dalam kondisi hamil. Sedangkan penyidik saat itu juga mulai melakukan penyelidikan dan penyidikan dengan memeriksa orang terdekat Tini yaitu keluarganya. Nah, menurut keluarganya, kalau Tini terakhir kali pergi 2 hari yang lalu yang emang sempat pamit mau pergi antar kue pesanan menggunakan motor pamannya. Terus karena saat itu motornya yang masih belum ditemukan, jadinya ya polisi pun menduga mungkin pelakunya yang melarikan motornya. Nah, jadinya ya, polisi pun mulai melacak dan memburu keberadaan motornya yaitu Supra warna hitam dengan nomor plat BP 2470 QW. Dalam hitungan jam, ternyata ada yang melaporkan keberadaan motor yang diburu polisi yang terparkir di depan kafe yang ada di Jalan Batu Bakar Kota Tanjung Pinang. Nah, karena laporan ini ya, polisi pun langsung ke sana yang ternyata benar kalau motor itu adalah motor yang dibawa Tini. Sedangkan pihak kafenya juga enggak tahu siapa pemilik motor itu karena motor itu yang emang udah terparkir di depan kafe itu sejak 2 hari yang lalu. Karena ini, polisi pun langsung ngecek CCTV yang ada di kafenya dan juga CCTV yang ada di beberapa titik jalan untuk melacak pergerakan motornya. Dari rekaman CCTV barulah titik terang pun mulai kelihatan. Karena ternyata yang markirin motor itu emang Tini. Nah, tapi setelah markirin motornya, Tini pun kelihatan masuk ke sebuah mobil Toyota Ras warna silver dengan nomor plat BP 1390 TQ. Karena ini, polisi pun langsung memburu pergerakan mobilnya melalui CCTV dan juga melacak keberadaan mobilnya menggunakan nomor platnya. Yang ternyata mobil itu milik atas nama Nasrun yang lengkap dengan identitas bahkan alamatnya. Jadinya di hari itu juga, polisi pun langsung mendatangi rumah Nasrun buat menanyakan keberadaan mobil atas nama Nasrun yang sedang diburu pihak kepolisian. Sedangkan Nasrun saat itu enggak ada di rumah. Tapi karena istrinya yang ada di rumah ya, istrinya pun kaget dengan datangnya polisi ke rumah mereka yang nanyain mobil. Karena ini ya, istri Nasrun pun jawab kalau mobil itu emang mobil mereka yang sedang dibawa suaminya keluar.

[14:09]Nah, karena ini ya, Nasrun yang saat itu sedang hadir di pertandingan badminton di Gor Tanjung Pinang dengan teman-teman kantornya ya, itu langsung panik enggak karuan. Sampai teman-temannya pun nanya kenapa Nasrun ini tiba-tiba panik. Nasrun pun jawab dan ceritain ke salah satu teman kantornya yang bernama Andi yang ngakuin kalau dia sebenarnya kenal dan punya hubungan dekat dengan Tini. Sosok wanita yang ditemukan di Jembatan 3 Dompak yang saat itu emang sedang menghebohkan seluruh warga di sana. Dan Nasrun pun cerita yang katanya dia dituduh sebagai pelakunya, padahal dia cuma kenal aja yang enggak tahu apapun dengan apa yang terjadi dengan Tini. Pengakuannya kayak gitu. Nah, jadinya ya Andi pun bantu nenangin Nasrun yang bilang enggak perlu khawatir kalau emang Nasrun ini enggak terlibat. Tapi Nasrun yang udah benar-benar panik, diam-diam mulai berencana melarikan diri saat itu juga ke Kalimantan. Nah, tapi karena uang di sakunya yang kurang untuk melarikan diri ya, jadinya karena kebetulan saat itu salah satu teman kerjanya yang bernama Amir yang sempat berhutang ke dia sebesar 1,5 juta. Jadinya saat itu juga, Nasrun pun langsung mendatangi rumah Amir yang ada di wilayah Batu 16 yang udah masuk di wilayah Kabupaten Bintan. Di sana, Nasrun pun langsung nagih hutangnya. Setelah Amir ngebayar, Nasrun dengan keadaan panik dan terburu-buru ya, itu langsung minta tolong anterin dia nyariin kapal di Pelabuhan Kijang yang ada di wilayah Bintan buat nyebrang ke Riau. Dengan alasan kalau dia mau ngelihat orang tuanya yang sedang sakit di Kalimantan. Karena rencananya setelah nyebrang ke Riau, dia mau terbang ke Kalimantan. Tapi karena Amir yang enggak bisa nganterin dia ke pelabuhan, jadinya Amir pun sempat menghubungi temannya yang ada di pelabuhan nanya apakah di hari itu ada kapal berangkat ke Riau. Nah ternyata kata temannya di hari itu enggak ada kapal yang berangkat ke Riau, baru ada 3 hari lagi. Karena ini, Nasrun pun minta nginep di rumah Amir buat nunggu kapalnya. Nah, Amir yang enggak tahu apapun yaitu ngizinin. Nah, setelah itu, Amir pun keluar buat ngopi sama teman-temannya. Sedangkan Nasrun yang udah enggak berani keluar rumah ya, itu cuman tinggal dan tiduran di rumah Amir. Sedangkan di sisi lain, karena Nasrun yang enggak kunjung pulang ke rumahnya, jadinya polisi yang nunggu pun ya, itu langsung melakukan pemburuan dengan memeriksa kantor bahkan teman-teman kerjanya termasuk Andi. Dengan polisi, Andi pun langsung ngakuin kalau tadi dia emang sempat ketemu dengan Nasrun pas mereka hadir di acara pertandingan badminton. Dan Andi pun ngakuin tuh, kalau Nasrun emang kelihatan panik karena ngaku dituduh menghabisi Tini karena Nasrun ini emang punya hubungan dekat dengan Tini. Karena ini, di hadapan polisi, Andi pun langsung menghubungi Nasrun nanya di mana keberadaannya dan nyaranin Nasrun buat lebih baik menyerahkan diri aja kalau emang enggak terlibat. Nah, tapi ya, Nasrun pun nolak yang ngakuin kalau dia belum siap dan takut diperiksa polisi. Tapi karena Nasrun yang sempat sebut saat itu keberadaannya yang sedang di rumah Amir yang ada di wilayah Batu 16 sudah masuk Kabupaten Bintan, jadinya ya saat itu juga, polisi pun langsung melakukan pengejaran ke sana. Yang akhirnya saat itu yang udah di tengah malam ya, berkat kerja keras pihak kepolisian, Nasrun pun akhirnya berhasil ditangkap yang langsung dibawa ke Polresta Tanjung Pinang untuk diperiksa dan juga diinterogasi. Gitu juga mobilnya yang langsung diamankan untuk menyelidiki jejak aksinya secara forensik. Sedangkan Nasrun pas diinterogasi, awalnya dia pun enggak mengakui aksinya. Tapi setelah mobilnya diperiksa ya, polisi pun nemuin adanya bercak merah di kursi bagian belakang mobilnya. Yang ternyata setelah dipastikan melalui forensik, kalau itu cocok dengan darahnya Tini. Karena ini barulah Nasrun pun akhirnya baru mengakui perbuatannya yang udah menghabisi Tini, tapi yang diakuin secara spontan. Karena panik Tini yang nuntut pertanggungjawaban dan juga kesal karena Tini yang sempat sebut dia sebagai pengecut. Yang diakuin kalau aksinya dilakukan secara spontan, bukan dasar rencana supaya terbebas dari jeratan pembunuhan berencana yang emang dia tahu kalau hukumannya jauh lebih berat. Tapi karena dinilai adanya rencana di balik aksinya ya, karena adanya jeda sebelum melakukan aksinya, karena Nasrun yang ngebawa Tini ke dalam wilayah perkebunan. Jadinya dia pun tetap dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana yang diancam dengan hukuman mati, penjara seumur hidup dan penjara 20 tahun. Terus setelah semuanya terungkap, Nasrun pun mulai menjalani persidangannya di Pengadilan Negeri Tanjung Pinang yang dihadiri pihak keluarga korban dan juga istri Nasrun yang bernama Harsalena juga hadir di persidangannya. Yang mana di sana, Harsalena pun memaafkan Nasrun dengan apa yang udah dia lakukan. Bahkan di pengadilan ya, Harsalena pun sampai nangis memohon ke Majelis Hakim untuk menjatuhkan hukuman ringan untuk suaminya. Sedangkan pihak keluarga Tini sebaliknya. Yang mana mereka pun minta keadilan dengan memohon ke hakim untuk menjatuhkan hukuman mati untuk Nasrun yang dinilai sangat keji. Tapi sayangnya di pengadilan ya, Nasrun pun cuman dituntut hukuman 20 tahun penjara. Tapi ini masih dituntut bukan divonis. Tapi itu pun udah ngebuat pihak keluarga korban murka yang nolak tuntutannya yang cuman 20 tahun. Yang dianggap enggak sebanding karena Tini dan juga bayi dikandungannya udah kehilangan nyawa. Apalagi anak Tini yang saat itu masih balita juga harus kehilangan ibu kandung untuk selama-lamanya. Jadinya ya, keluarga pun nuntut keadilan dengan memohon ke hakim untuk menjatuhkan hukuman mati buat Nasrun. Tapi sayangnya yang sangat-sangat disayangkan ya, di persidangan akhir di tanggal 27 Februari yang udah di tahun 2019. Nasrun yang sebelumnya dituntut 20 tahun penjara, akhirnya hukumannya pun divonis yang cuman 15 tahun penjara. Karena ada dua alasan yang meringankan hukumannya yang pertama, karena Nasrun belum pernah dipenjara. Yang kedua, karena Nasrun yang udah berusia lanjut. Karena ini, keluarga Tini yang dengar langsung vonisnya yang bahkan lebih ringan dari tuntutan sebelumnya ya, itu sampai nangis histeris di pengadilan. Bahkan kakaknya Tini ya, sampai pingsan di pengadilan karena sangking enggak kuatnya dengar vonis hukuman Nasrun yang cuman 15 tahun penjara. Sedangkan Nasrun setelah itu, sejak tahun 2019, dia pun mulai menjalani masa tahanannya di Lapas Kelas 2A Tanjung Pinang. Nah, tapi semuanya belum berakhir. Karena setelah ini ya, Nasrun ini lagi-lagi dapat keringanan hukum yang berujung kasus kedua pun terjadi lagi. Jadi setelah Nasrun dipenjara selama beberapa tahun yang saat itu yang udah di tahun 2025, tepatnya di bulan Agustus, Nasrun yang saat itu udah berusia 67 tahun dengan keadaan fisiknya yang udah menua dengan jalan yang udah bungkuk. Akhirnya diperbolehkan pulang setelah mendapatkan pembebasan bersyarat. Setelah divonis di tahun 2019 dan diperbolehkan pulang di tahun 2025. Tapi buat kalian mungkin ada yang belum tahu. Jadi aku jelasin sekilas nih soal pembebasan bersyarat atau program PB. Nah jadi narapidana yang udah menjalani masa tahanan paling sedikit 2/3 dari total masa hukumannya, emang berhak menjalani program PB dengan diperbolehkan pulang ke rumah dan dikembalikan ke masyarakat. Tapi biarpun diperbolehkan pulang, bukan berarti bebas kayak gitu aja. Karena narapidana masih wajib lapor, enggak boleh melanggar hukum atau mengulangi tindak pidananya selama menjalani program PB dan juga harus berkelakuan baik selama menjalani program PB. Karena kalau narapidana melanggar, program PB-nya akan dicabut dan wajib balik menjalani sisa pidana di Lapas. Jadi gitu ya. Biar kita sama-sama tahu supaya enggak kaget-kaget banget kalau ada narapidana kayak gini tiba-tiba bebas. Oke, kita balik lagi ke cerita. Nah, jadi sejak Nasrun diperbolehkan pulang, jadinya sejak Agustus tahun 2025, dia pun akhirnya balik tinggal ke rumahnya yang balik tinggal dengan istri dan anaknya. Yang mana anaknya cewek yang saat itu udah kerja yang juga tinggal di rumah mereka. Terus di lingkungan tempat tinggalnya, sejak Nasrun keluar dari penjara, dia pun udah jarang bersosial dengan warga dan tetangganya. Karena sejak ini ya, Nasrun ini udah mulai dikenal sebagai bapak-bapak yang pendiam dan tertutup di lingkungan tempat tinggalnya. Sedangkan di rumah, sejak baliknya Nasrun, kehadirannya pun enggak begitu disambut sama anak dan istrinya. Yang sebenarnya juga kecewa dengan apa yang udah dia lakukan. Sampai karena ini, lama-kelamaan karena Nasrun yang merasa enggak dihargain sebagai suami dan juga ayah, itu mulai sakit hati sampai ini pun mulai jadi alasan seringnya Nasrun dan istrinya bertengkar di rumah. Yang sampai kedengaran sama tetangga sebelah rumahnya. Terus karena masalah ini yang terus berlarut-larut, jadinya beberapa bulan kemudian yang saat itu udah di tanggal 25 Februari 2026 yang mana ini hari yang benar-benar naas. Yang saat itu masih di minggu pertama bulan Ramadan 2026, tepatnya di hari Rabu sore. Nasrun yang cuma berdua sama istrinya di rumah karena saat itu anaknya sedang kerja di luar, di sore itu puncak pertengkaran Nasrun dan istrinya pun terjadi. Sampai istrinya pun yaitu sempat sebut kalimat yang ngebuat Nasrun ini benar-benar tersinggung. Sedangkan Nasrun yang udah emosi, itu langsung ke depan ngambil sepotong kayu di pot bunga yang ada di teras depan rumahnya. Setelah itu dia pun langsung masuk ke dalam lagi yang langsung mukul kelapa istrinya sekuat tenaganya. Sampai istrinya pun terjatuh yang terus dia pukul bertubi-tubi ya sampai akhirnya istrinya pun enggak bergerak lagi. Setelah tersadar dengan apa yang udah dia lakukan, Nasrun yang mulai panik yaitu langsung ngecek yang ternyata istrinya udah enggak bernafas lagi. Karena ini ya, Nasrun pun sempat kebingungan. Nah, tapi karena merasa aksinya enggak ada yang ngelihat, apalagi sebelum anaknya pulang kerja, jadinya secara terburu-buru dia pun berencana mau langsung ngebuang tubuh istrinya keluar yang dibawa menggunakan motor. Nah, tapi karena dia yang enggak sanggup ngangkat tubuh istrinya dan juga sulit ngebawa tubuh istrinya secara utuh menggunakan motor. Jadinya dia pun langsung ngambil pisau dapur, golok dan juga gergaji yang ada di rumahnya. Yang langsung misahin bagian kakinya yang dia bungkus menggunakan kain sarung. Nah, sedangkan sisa tubuh lainnya ya, itu dia bungkus menggunakan karung yang langsung dia seret ke bagian gudang rumahnya untuk disembunyikan sementara. Karena niatnya dia mau ngebuang bagian kakinya dulu. Setelah itu ya, niatnya mau misahin bagian lain lagi untuk dibuang satu per satu dengan cara bertahap. Niatnya kayak gitu. Setelah itu dia pun langsung ngebawa bungkusan yang berisi kaki yang dia letakkan di motor. Nah, terus karena banyak tetesan merah di lantai ya, jadi sebelum pergi dia pun sempat ngelap lantainya dulu. Terus pas Nasrun yang sedang ngelap lantai, saat itu yang udah di jam 06.30 malam setelah selesai jam berbuka puasa, anaknya pun baru pulang kerja yang kayak biasa. Yang langsung masuk ke rumah yang mana di rumah cuma ada Nasrun yang sedang ngebersihin lantai. Nah, karena curiga ngelihat pergerakan Nasrun, apalagi di rumah ibunya enggak ada ya. Jadinya dia pun sempat keluar nanya ke tetangganya. Setelah itu dia pun balik lagi ke rumah dan nanya ke Nasrun. Karena ini, Nasrun yang udah bingung dan panik itu langsung ngakuin kalau ibunya udah dia habisin. Nah, karena kaget ya, anaknya pun sempat teriak. Nasrun yang makin panik, itu langsung ngambil kayu buat ngancam anaknya supaya berhenti teriak dan melarang anaknya melapor ke siapapun. Tapi karena ada beberapa tetangga mereka yang mau berangkat salat tarawih yang sempat dengar suara teriakan anak Nasrun ya, jadinya para tetangga pun langsung ngecek rumah Nasrun. Yang mana di sana, mereka pun ngelihat Nasrun yang sedang megang kayu ke arah anaknya.

[24:52]Astaghfirullah, tega banget suaminya. Babin, Babinsa. Mamah udah enggak ada. Dibunuh bapak. Mamah.

[25:12]Setelah Nasrun kabur, anaknya yang masih histeris itu langsung masuk ke rumah yang ditemani beberapa warga. Sampai akhirnya ya, mereka pun nemuin tubuh istri Nasrun di gudang yang ada di dalam rumahnya dengan keadaannya yang udah terbungkus. Karena ini, situasi di sana pun makin heboh ya, dan para tetangga dan warga di sana pun itu langsung melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian di Polresta Tanjung Pinang melalui layanan 110. Enggak lama kemudian, polisi pun mulai berdatangan yang langsung mengamankan rumah Nasrun yang sebagai TKP. Dan juga melakukan penyelidikan awal termasuk melarikan tubuh istri Nasrun yang saat itu kondisinya udah tanpa satu kaki yang dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi. Dan malam itu juga, polisi pun langsung melakukan penyidikan dengan memeriksa beberapa saksi di TKP. Nah, karena pengakuan saksi kalau kemungkinan kuat pelakunya adalah Nasrun yang sebagai suami korban yang udah melarikan diri menggunakan motor. Jadi ya malam itu juga, polisi pun langsung melakukan pengejaran. Sedangkan Nasrun, setelah sempat kerekam melarikan diri dari rumahnya yang udah ngebawa satu bungkusan berisi kaki, dia pun langsung menuju ke rumah kosong milik keluarga istrinya yang ada di Jalan Sultan Sulaiman Kampung Bulang yang masih ada di Kota Tanjung Pinang. Di sana, Nasrun pun sempat ngubur bungkusan kaki istrinya di area rumah kosong. Setelah itu dia pun langsung tancap gas kabur melalui jalan lintas menuju Kabupaten Bintan. Yang rencananya mau nyebrang ke Batam buat melanjutkan pelarianannya. Tapi di tengah jalan saat Nasrun yang udah memasuki Jalan Seri Beni yang udah masuk di wilayah Kabupaten Bintan, pergerakannya yang sebenarnya udah terlacak pihak kepolisian, akhirnya ya Nasrun pun langsung dihadang dan berhasil ditangkap di jam 9.00 malamnya. Yang berhasil ditangkap itu 3 jam setelah dia kabur dari rumahnya tadi. Setelah itu Nasrun pun langsung dibawa ke Polresta Tanjung Pinang dengan keadaannya yang udah jalan bungkuk. Dengan wajahnya yang ditutupi kain. Nah di sana ya, Nasrun pun langsung diperiksa dan juga diinterogasi. Karena udah enggak berkutik dengan wajah melasnya ya, Nasrun pun langsung mengakui semuanya yang tega dan nekat menghabisi istrinya karena kesal istrinya yang sebut dia gendut dan jelek. Setelah ini Nasrun pun mulai ditetapkan sebagai tersangka yang terancam hukuman yang cukup berat. Karena ngingat statusnya yang sebenarnya masih menjalani program PB atau pembebasan bersyarat. Jadinya status PB-nya pun langsung dicabut yang artinya Nasrun ini harus menjalani sisa masa hukuman penjara di kasus pertamanya. Dan ditambah dengan kasus yang baru dia lakukan. Sedangkan di kasus keduanya, Nasrun ini dijerat pasal pembuhan berencana yang terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup. Nah, tapi itu pun masih terancam karena sampai sekarang ya hukumannya masih belum vonis karena masih menjalani proses penyelidikan dan persidangan. Ya semoga kali ini Nasrun ini bisa dihukum seberat-beratnya dan seadil-adilnya. Karena dengan apa yang udah dia lakukan, terutama di kasus keduanya ini ya, secara enggak langsung Nasrun ini sebenarnya udah membuktikan kalau narapidana pembunuhan apalagi berencana, harusnya dijatuhi hukuman mati. Atau setidaknya jangan pernah dikembalikan lagi ke masyarakat sebelum jatuhnya korban selanjutnya. Karena secara psikologis ya, biasanya pelaku yang udah pernah menghabisi orang lain, itu lebih mudah melakukan aksi keduanya, ketiga, keempat dan seterusnya. Karena kalau aja di kasus pertamanya dia dijatuhi hukuman berat, hukuman yang kayak diminta keluarga Tini yaitu hukuman mati ya, mungkin kasus kedua ini enggak akan terjadi. Dan istri Nasrun pun harusnya selamat. Yang padahal di tahun 2019 lalu, istrinya udah ngebela dia di pengadilan, bahkan sampai nangis memohon ke hakim untuk menjatuhkan hukuman ringan untuk Nasrun. Tapi ya, semuanya berakhir kayak gini. Makanya nih ya, buat kita semua, semoga dari kasus ini ada pembelajaran yang bisa kita petik dengan harapan ya, kasus-kasus kayak gini jangan sampai terulang lagi di manapun dan kapan pun itu. Terutama, terutama nih ya buat kita-kita yang udah menjadikan kasus-kasus kayak gini sebagai pembelajaran. Okela sampai sini aja pembahasan kita soal kasus ini. Sampai ketemu di kasus selanjutnya karena aku udah siapkan beberapa kasus yang kayaknya harus kita bahas juga di sini. Oke, aku Rizky Adio. Bye bye.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript