[0:00]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Tetap semangat anak-anak. Pada pertemuan yang lalu, kita sudah membahas tentang manajemen paket atau instalasi paket di Debian 11 dan kita sudah berhasil mempraktikkannya. Baiklah, pada pertemuan kali ini kita akan membahas tentang materi konfigurasi DNS di Debian 11. Yang pada blog saya sebenarnya sudah ada materi tersebut, namun konfigurasinya di Debian 9. Kita cari saja. Jadi, sebenarnya Anda bisa mempraktikkan langkah-langkah konfigurasi DNS server di Debian 11 dengan menggunakan tutorial yang sudah ada ini. Baiklah anak-anak, sebelum kita lanjut ke tahapan instalasi dan konfigurasi, terlebih dahulu perhatikan topologi jaringan yang akan kita gunakan. Di sini saya sudah menyiapkan dua mesin virtual, yang pertama adalah Debian 11 dan yang kedua adalah Windows 10. Yang mana saya kondisikan Windows 10 sebagai klien untuk percobaan seluruh konfigurasi atau layanan yang akan kita buat di Debian server. Koneksi jaringan untuk Windows 10 adalah Internal Network sehingga nanti akan bisa mengakses jaringan internal di virtual machine. Dan settingan network di Debian server adalah adapter pertama adalah NAT, fungsinya agar kita bisa terkoneksi dengan internet dengan mendapatkan IP secara otomatis dari sistem virtual machine. Adapter kedua, kita setting internal network. Fungsinya untuk konektivitas internal antara server dan mesin virtual Windows. Jika sudah settingannya seperti ini, yang pertama adalah konfigurasi IP address untuk server. Kita cek terlebih dahulu ketersediaan ID kartu jaringannya. Dengan menggunakan perintah IPA. Di sini bisa terlihat kita sudah mendapatkan IP secara otomatis dari virtual machine dengan ID-nya adalah IMP0S3. Sedangkan IMP0S8 belum mendapatkan IP. Untuk IMP0S3 ini digunakan untuk koneksi internet yang tadi kita sudah setting adapternya menggunakan tipe NAT. Kemudian IMP0S8 ini, ID kartu jaringan yang akan kita gunakan sebagai IP server secara statis. Silakan konfigurasi ID kartu jaringan IMP0S8 secara statik. Silakan konfigurasikan seperti ini. ID IMP0S3 kita setting secara DHCP yang akan mendapatkan IP address secara otomatis dari sistem virtual machine. Kemudian ID IMP0S8 kita setting menggunakan IP lokal. Di sini saya mencontohkan menggunakan 192.168.40.1. Silakan sesuaikan dengan nomor absen masing-masing dan ubah baik ketiga ini sesuai dengan nomor absen masing-masing. Jika sudah, silakan simpan, kemudian restart layanannya. Cek kembali. Seperti terlihat sudah mendapatkan IP pada kedua ID-nya, maka mesin virtual ini siap digunakan untuk koneksi internet dan koneksi lokalnya. Kita cek konektivitas ke internet. Sudah terkoneksi. Selanjutnya, pastikan kita sudah menentukan mirror server. Silakan update. Selanjutnya, silakan instal paket bin 9. Selanjutnya, silakan membuat konfigurasi forward zone dan reverse zone. Fungsinya adalah forward zone untuk memetakan sebuah domain ke IP address. Sedangkan reverse zone memetakan IP address ke sebuah nama domain. Kita praktikkan. Silakan perhatikan file konfigurasinya adalah name.com.local yang berada di direktori ETC bind.
[5:08]Di sini sudah saya inputkan forward zone dan reverse zone. Silakan sesuaikan dengan contoh dan untuk reverse zone silakan sesuaikan IP address sesuai dengan absen masing-masing. Langkah selanjutnya kita akan membuat file forward zone dan reverse zone. File forward zone saya contohkan menggunakan DB.tekaje.net. Kemudian reverse zone sesuai IP-nya, DB 192 168 40. Namun penamaan ini bisa diganti bebas. Silakan. Perhatikan perintahnya di sini kita akan meng-copy file DB lokal yang sudah disediakan oleh sistem sebagai contoh untuk membuat forward zone dan reverse zone.
[6:01]Kemudian buka file konfigurasinya. Silakan sesuaikan konfigurasinya seperti contoh. Jika sudah selesai, silakan simpan. Langkah selanjutnya adalah copy file forward zone yaitu db.tekaje.net menjadi file reverse zone. Silakan sesuaikan IP-nya. Misalkan yang saya set di sini adalah 192.168.40. Maka copy file DB.tekaje.net menjadi DB 192.168.40. Jika Anda ingin masuk ke direktori bin terlebih dahulu, silakan menggunakan perintah CD. Tapi jika ingin langsung meng-copy, silakan Anda langsung copy saja. Yang direktorinya tetap di Farcash bin.
[7:14]Silakan buka file DB 192.168.40. Kemudian konfigurasikan sesuai contoh. Seperti ini. Ada perubahan di baris yang kedua, yaitu silakan representasikan IP host-nya. Kemudian ganti NS menjadi pointer dan IP diganti menjadi domain. Silakan simpan. Langkah selanjutnya, setelah kita membuat konfigurasi, cek file konfigurasinya agar terlihat sudah benar atau masih ada kesalahan. Dengan menggunakan perintah name check con - Z. Seperti terlihat informasi yang muncul bahwasanya layanan BIN 9 atau name itu sudah aktif. Langkah selanjutnya, silakan ikuti langkah 8 yaitu menambahkan DNS name server di file resort.com. Perintahnya adalah seperti contoh. Kemudian representasikan IP server Anda. Silakan tambahkan name server dan sesuaikan IP-nya dengan server Anda. Silakan simpan. Langkah selanjutnya, silakan restart layanan BIN 9 dengan menggunakan perintah ETC Init d/bin9 restart. Atau bisa menggunakan sistem CTL restart bin 9 service. Langkah selanjutnya, silakan cek status BIN 9. Seperti yang kita lihat bahwasanya layanan BIN 9 atau name itu sudah aktif. Kemudian langkah selanjutnya adalah pengujian DNS server dengan menggunakan perintah Net stat, NS lookup, dan Dick. Anda bisa menggunakan salah satunya atau semua perintah tersebut untuk uji coba.
[10:14]Dengan demikian, konfigurasi DNS server kita sudah benar dan siap digunakan. Untuk pertemuan berikutnya, kita akan membahas bagaimana caranya pengujian DNS server dari client. Contohnya seperti ini. Demikian tadi langkah-langkah instalasi dan konfigurasi DNS di Debian 11. Silakan dicermati, dipahami, dan dipraktikkan. Semoga berhasil. Kurang lebihnya mohon maaf, terima kasih. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.



