[0:00]Hai, saya Rafika dan pada kesempatan kali ini kita akan belajar mengenai sel pada sistem imun. Jadi sel-sel apa yang bertanggung jawab pada sistem kekebalan tubuh kita? Pada video kali ini kita akan melihat silsilah keluarga dari sel-sel yang bertanggung jawab pada sistem imun. Jadi kita akan belajar untuk mengetahui dari mana sel itu berasal, terus bagaimana perubahan bentuk menjadi bentuk yang berbeda-beda dan bagaimana hubungan antara sel-sel ini. Sehingga nanti akan dapat mudah memahami sistem imun secara lebih detail. Jadi pembentukan sel imun itu terjadi di sumsum tulang. Nah, awalnya dari sel yang sama yang disebut dengan pluripotent Hematopoietic Stem Cell. Nah, Pluri artinya plural atau jamak, Potent artinya potensial. Hematopoietic artinya darah kreatif. Kemudian Stem Cell adalah sel yang tidak berdiferensiasi. Jadi sel ini potensial untuk membuat banyak sel darah yang berbeda-beda. Nah, sel ini distimulasi oleh yang namanya differentiation inducer. Nah, sel differentiation inducer ini akan menstimulasi pluripotent Hematopoietic Stem Cell dan mengubah menjadi lebih khusus atau mengkhususkan diri menjadi beberapa tipe yang berbeda. Ada dua tipe, yang pertama adalah Myeloid Stem Cell. Yang kedua adalah Lymphoid Stem Cell. Oke kita bahas satu-satu, yang pertama adalah Myeloid Stem Cell. Myeloid Stem Cell ini bertanggung jawab nantinya akan membuat platelet, red blood cell begitu ya. Myeloid ini artinya sumsum tulang. Oke, dari Myeloid Stem Cell ini akan menghasilkan atau berubah menjadi yang pertama adalah Megakaryocyte. Mega artinya besar, karyo itu berarti punya nukleus dan cyte artinya sel. Jadi dia ada sel yang besar dan punya nukleus, nukleusnya juga besar. Ini nantinya akan menjadi platelet dan fungsinya adalah bertanggung jawab pada pembekuan darah atau clotting. Oke, ini megakaryocyte. Yang kedua akan berubah menjadi reticulocyte. Nah, reticulocyte ini adalah immature red blood cell. Jadi reticulo artinya seperti jaring dan cyte artinya sel. Nah, sel ini kehilangan nukleus ya. Myeloid Stem Cell ini kehilangan nukleus dan punya material RNA yang bentuknya seperti jaring, makanya disebut dengan reticulocyte. Nah, reticulocyte ini akan dilepas oleh sumsum tulang ke peredaran darah ketika sel ini sudah secara bertahap kehilangan retikulumnya. Kemudian berubah bentuk menjadi seperti donat yang tidak bolong ya, bentuknya red blood cell, cekung di bagian tengah. Kemudian akan menjadi red blood cell yang akhirnya bersirkulasi di peredaran darah. Nah, red blood cell ini di peredaran darah dapat bertahan selama 3 bulan dan di dalamnya mengandung protein yang disebut hemoglobin yang berfungsi untuk mengikat oksigen. Oke, kemudian Myeloid Stem Cell ini ketika akan berubah menjadi Myeloblast. Nah, Myelo artinya sumsum, blast artinya sel yang imatur. Nah, si Myeloblast ini yang nantinya akan menjadi sel-sel yang bertanggung jawab pada sistem imun. Jadi ini adalah cikal bakal dari sel-sel imun. Nah, Myeloblast ini nanti akan berubah menjadi yang pertama adalah monosit. Mono artinya satu, cyte artinya sel. Dia nantinya akan menjadi makrofag. Makrofag ditemukan di kebanyakan jaringan di tubuh dan makrofag ini dia menunggu di jaringan dan menunggu jaringannya itu diserang oleh tentara patogen. Makrofag adalah pertahanan lini pertama ketika patogen masuk ke dalam tubuh. Makrofag ini punya reseptor ya, punya reseptor yaitu Toll-Like Receptor atau TLR. Nah, reseptor ini dapat mengenali molekul unik yang ada di patogen. Nah, molekul uniknya ini disebut dengan pathogen-associated molecular pattern atau PAMP. Jadi TLR akan mengenali PAMP ini yang ada di patogen. Nah, ketika patogen atau sel abnormal itu itu dikenali oleh makrofag, kemudian makrofag ini akan menghancurkan menghancurkan si patogen atau sel abnormal ini melalui suatu proses yang disebut dengan fagositosis. Nah, fagositosis ini adalah proses memakan, ya, memakan patogen dan mencerna di dalam sel. Sel makrofag maksudnya. Makrofag juga dapat mengeluarkan yang namanya sitokin. Sitokin ini adalah tanda mulainya respon inflamasi. Nah, ketika sitokin ini dirilis oleh makrofag, berarti muncul tanda untuk seluruh sistem imun harus mulai berespon seperti itu. Nah, saat patogen baru ya, baru masuk, innate immune system ini berrespon dan memberi tanda kepada pasukan yang lain. Nah, tandanya ini melalui sitokin yang dirilis oleh makrofag. Kemudian Myeloblast juga dapat menjadi Neutrophil. Nah, ini secara umum dia tertarik pada patogen dan merupakan general attack cell di innate immune system. Nah, si neutrophil ini bersirkulasi di peredaran darah. Kemudian dia bisa berpindah ke area inflamasi sebagai respon dari sinyal yang dikeluarkan makrofag. Makrofag memberikan sinyal, kemudian neutrophil yang ada di peredaran darah, dia berpindah ke area yang terinfeksi. Nah, kemudian neutrophil ini dapat menghancurkan patogen atau sel abnormal dengan mekanisme yang sama yaitu fagositosis.
[8:52]Fagositosis. Kemudian myeloblast yang ketiga dapat berubah menjadi eosinophil. Nah, eosinophil ini, eosin artinya merah. Merah ini karena terdapat granula sitoplasmik yang yang memberi warna merah pada sel eosinophil ini. Nah, eosinophil ini bekerja jika patogen yang masuk itu terlalu besar. Jadi bukan bakteri, bukan virus tapi parasit misalnya. Fungsinya adalah fagositosis. Fagositosis pada patogen yang besar. Nah, misalnya pada infeksi parasit seperti itu. Si eosinophil ini, dia menunggu di jaringan sampai diaktivasi oleh sitokin atau ada patogen yang ukurannya besar tadi. Nah, eosinophil ini punya granula yang mengandung pro-inflammatory sitokin. Nah, dan bahan kimia yang secara langsung toksik untuk patogen. Seperti contohnya major basic protein yaitu enzim yang dapat mencerna parasit. Nah, bahan kimia ini dapat dikeluarkan pada proses yang disebut degranulasi. Apa itu degranulasi? Keadaan di mana granula yang ada di eosinophil ini melebur dengan membran sel dan granulanya dilepas di area sekitarnya dan dapat menghancurkan patogen yang dekat dengan area itu. Eosinophil juga dapat melakukan fagositosis, sama. Oke, ini yang ketiga ya, eosinophil. Kemudian yang keempat atau yang selanjutnya dapat menjadi mast cell dan basophil. Mast cell dan basophil ini keduanya mirip dan punya granula di sitoplasmanya. yang punya berbagai sitokin di dalamnya. Dan dapat dikeluarkan sebagai respon terhadap patogen dengan degranulasi. Sama, mereka bisa melakukan degranulasi seperti halnya eosinophil. Lalu apa perbedaannya mast cell dengan basophil? Nah, perbedaannya kalau mast cell itu berada tetap di jaringan, di jaringan dan jika basophil dia ada di peredaran darah. Oke, jadi sel-sel tadi yang dari Myeloblast termasuk monosit, kemudian neutrophil, kemudian eosinophil, mast cell dan basophil ini adalah sel-sel yang bertanggung jawab pada innate immune system atau pertahanan lini pertama. Yaitu mekanismenya general, dia mengenali dan menghancurkan patogen. Selanjutnya pada specific immune system. Oke kita cari tempat di sini ya. Lymphoid Stem Cell ini yang tadi pertama berubah menjadi Myeloid Stem Cell.
[13:02]Yang kedua menjadi Lymphoid Stem Cell. Nah, ini bertanggung jawab pada specific immune system. Jadi asalnya dari Lymphoid Stem Cell, nanti dia melalui menjadi Lymphoblast di sini. Lymphoblast. Jadi yang udah bentuk belum maturnya. Nanti dari Lymphoblast ini akan berubah menjadi tiga tipe sel. Oke, yang pertama ada Limfosit B atau sel B. Nah, sel B ini matang di sumsum tulang atau bone marrow. Disebut sel B karena dia matang di bone marrow dan dia mempunyai antibodi, punya antibodi yang disebut imunoglobulin. Nah, ini letaknya dia punya antibodi yang disebut imunoglobulin tadi yang letaknya ada di permukaan selnya. Jadi antibodi ini nanti akan cocok dengan antigen yang ada pada patogen. Antigen, ini pada limfosit B, yang ini pada patogen. Nah, jadi setiap satu limfosit punya antibodi spesifik yang cocok dengan satu antigennya. Jadi artinya ada berjuta-juta antibodi yang berbeda, makanya ada juga berjuta-juta limfosit B yang spesifik. Nah, setiap limfosit B hanya mampu mengenali patogen yang spesifik dengan antigen yang cocok, ya. Jadi peran limfosit B nanti jika sudah diaktivasi oleh antigen spesifik, dia akan bertambah banyak dan menjadi dua tipe sel. Yang pertama menjadi sel plasma. Sel plasma ini membentuk antibodi yang banyak untuk melawan, melawan. Kemudian yang kedua menjadi sel B memori. Dia bertugas untuk merekam ya, membuat memori dari patogen yang masuk tadi dan menunggu infeksi selanjutnya dari patogen yang sama. Selanjutnya yang kedua, limfosit juga dapat menjadi sel yang disebut dengan Limfosit T. Kenapa disebut dengan Limfosit T? Karena limfoblast ini meninggalkan sumsum tulang pada saat belum matang ya, jadi namanya limfoblast, dia meninggalkan sumsum tulang, dia menuju ke kelenjar thymus. T kelenjar thymus. Nah, kemudian setelah sampai di kelenjar thymus, si limfoblast ini matang di sana, makanya disebut dengan sel T. Sel T ini punya reseptor sel T di permukaannya yang spesifik yang sama dengan antibodi yang ada di sel B tadi, limfosit B. Sehingga sel T spesifik terhadap patogen dan akan diaktivasi nanti kalau ada infeksi atau ada patogen yang masuk. Sel T ini dibagi menjadi dua. Yang pertama ada sel T yang menunjukkan CD4. CD4 di permukaannya. Jadi ada reseptor yang ditunjukkan di permukaan limfosit T. Yang pertama itu CD4. Jadi dia mendisplay mempresent CD4 di selnya. Dan yang kedua itu adalah CD8. Dan yang penting diingat bahwa CD4 ini dia berespon terhadap reseptor MHC class 2. Dan CD8 berespon terhadap reseptor MHC class 1. Nah, baik kelas 2 ataupun kelas 1, reseptor ini ada di sel lain, di di tubuh kita ya. Nah, sel CD4 ini. CD4 ini nantinya akan berubah menjadi sel T helper. Setelah diaktivasi. Banyak sel di sistem imun yang bergantung pada si T helper ini. T helper ini fungsinya menyediakan sinyal untuk mengaktifkan sel-sel pada sistem imun termasuk nanti mengaktifkan CD8. Jadi dengan bantuan T helper, ya, CD8 akan diaktivasi ketika reseptor sel T cocok dengan patogen. Dan ini akan bertambah banyak secara cepat si CD8 ini akan bertambah banyak secara cepat dan mengubah dirinya menjadi sitotoxic T cell atau sel T sitotoksik. Nah, sitotoxic T cell ini dapat menghancurkan sel yang terinfeksi virus, menghancurkan sel dengan dua cara. Dia jadi menghancurkan sel yang bermasalah seperti sel yang terinfeksi virus, kemudian sel kanker tumor seperti itu ya. Dihancurkan dengan dua cara. Yang pertama dengan menempelkan dirinya ke sel dan mengeluarkan protein yang destruktif. ke membran sel. Akhirnya sel yang terinfeksi virus tadi akan rusak. Kemudian yang kedua, mekanismenya menghasilkan sel dengan cell lysis atau mengaktifkan FAS. FAS pathway atau self-destructing process. Jadi ini menyebabkan sel menghancurkan dirinya sendiri melalui mekanisme yang disebut dengan apoptosis.
[20:51]Kemudian selanjutnya yang ketiga adalah natural killer cells. Natural killer cell ini diaktivasi oleh sitokin yang dikeluarkan oleh makrofag. Dan oleh interferon gamma yang dapat mengaktifkan makrofag. Jadi prosesnya akan membuat siklus seperti itu ya. Jadi dengan makrofag mengeluarkan sitokin, kemudian mengaktivasi natural killer cell yang kemudian dia mengeluarkan interferon gamma. Dan kemudian mengaktivasi makrofag kembali dan ini akan membentuk siklus umpan balik positif dan meningkatkan respon inflamasi setelah kontak dengan patogen. Oke, jadi ini yang dihasilkan dari lymphoid Stem Cell. Ada satu lagi sel yang perlu dibahas ya, sel ketiga yaitu Sel Dendritik. Ini berperan di sistem imun juga. Jadi termasuk sel yang bertanggung jawab pada sistem imun. Jadi ada banyak tipe sel dendritik ini dan berasal dari banyak prekursor yang berbeda, tapi sebenarnya mempunyai fungsi yang sama. Nah, misalnya sel dendritik spesialis yang ada di kulit disebut dengan sel Langerhans, gitu ya. Jadi sel dendritik ini punya MHC tipe 1 dan kelas 1 dan 2. Sehingga dapat menghadirkan tadi CD4 dan CD8. Jadi tugasnya sel dendritik ini mirip dengan postman, tukang pos ya. Postman yang menghantarkan pesan bahwa ada patogen spesifik yang telah menginvasi ke jaringan di suatu tempat di tubuh. Nah, sel dendritik ini nanti mengambil antigen pada jaringan yang terinfeksi tadi dan berjalan melalui sistem limfatik, kemudian mengantarkan antigen ke CD4 dan CD8. Jadi fungsinya sebagai inisiator dari specific immune system. Oke, jadi itu semua adalah sel yang terlibat pada sistem imun kita. Sekian video pada kesempatan kali ini, jika ada pertanyaan, silakan disampaikan pada kolom komentar. Terima kasih.



