Thumbnail for GEGER! INDONESIA KEMBALI MENUJU TRAGEDI 98? - Gema Goeyardi by CERITA UNTUNGS

GEGER! INDONESIA KEMBALI MENUJU TRAGEDI 98? - Gema Goeyardi

CERITA UNTUNGS

25m 36s3,121 words~16 min read
AI audio transcription
Transcript source

AI audio transcription

This transcript was generated from the video's audio because no usable YouTube caption track was available. The transcript below is server-rendered so it can be read, searched, cited, and shared without opening the original YouTube player.

Timestamped outline
Pull quotes
[0:00]Saya percaya bahwa kondisi yang kali ini tuh klimaksnya adalah setelah Pak Purbaya menolak IMF itu adalah klimaks.
[0:00]Kalau kita lihat 98 yang dihantam sama mereka adalah bank kita tuh dianggap tidak likuid, tidak kompeten.
[0:00]Sekarang dia tidak main di bank, MSCI diturunin untuk ngacak-ngacak Bursa Efek Indonesia.
[1:00]Apakah narasi ini yang begitu mengerikan di saat itu terjadi yang namanya quote unquote reformasi, Indonesia berubah total, terjadi kaos di mana-mana, ekonomi bergetar.
Use this transcript
Related transcript hubs

[0:00]Indonesia kembali ke tahun 98. Ini ada keluar narasi Indonesia ini bisa kembali ke tahun 98. Kalau orang bilang apakah sekarang akan menjadi 98? Memang 98 ini menjadi momen trauma buat bangsa ini. Amerika tuh hutangnya paling gede. Kenapa dia ngutang paling gede? Supaya apa? Gua ngutang kemari, gua ngutang sama ini, gua ngutang sama ini. Kalau lu macam-macam gua membangkrutkan diri lu mati semua. Saya percaya bahwa kondisi yang kali ini tuh klimaksnya adalah setelah Pak Purbaya menolak IMF itu adalah klimaks. Kalau kita lihat 98 yang dihantam sama mereka adalah bank kita tuh dianggap tidak likuid, tidak kompeten. Akhirnya dipaksa tutup, kan likuidasi waktu itu ya. Sekarang dia tidak main di bank, MSCI diturunin untuk ngacak-ngacak Bursa Efek Indonesia. Jadi kalau kita ngikutin apa maunya Amerika, kita bakalan aman kok ekonomi. Enggak juga. Kalau ngikut salah, enggak ngikut salah? Iya.

[1:00]Apakah narasi ini yang begitu mengerikan di saat itu terjadi yang namanya quote unquote reformasi, Indonesia berubah total, terjadi kaos di mana-mana, ekonomi bergetar. Nah, ini akan terjadi lagi di Indonesia atau tidak? Dan karena dari banyak obrolan yang semakin panas belakangan ini, ini akankah mengarah ke sana? Oke, sekarang kita akan ngobrol dengan seorang pakar Astronacci.

[1:30]Bro Gema sudah ada di sini lagi. Ini kalau dia ngobrol nih kayaknya apa namanya, nyolek-nyolek folder otak nih kan. PR lu banyak banget gua dikasih tugas menjelaskan. Aduh, soalnya gini, viewer kita ini banyak yang baru kenalan sama lu. Jadi sudut pandang lu tuh bagi mereka tuh mungkin angle-nya beda dari yang biasa didengar. Nah, sekarang ini kan ya lu pasti udah udah ini ya, lu udah udah sempat dengar ya bahwa kepanasan suasana apa sosmed. Gua enggak bilang politik ya dulu ya, karena apa? Kadang-kadang sosmet panas aslinya enggak. Enggak aslinya enggak, betul, setuju. Ini panas banget, bahas ini panas, panas, panas gitu, kita enggak tahu. Takutnya kalau kita panasin lagi ada yang bermain gitu kan. Ini ada keluar narasi, Indonesia ini bisa kembali ke tahun 98 gitu ya. Apalagi yang Indomaret pada ditutup-tutupin begitu segala macam. Kalau pandangan lu gimana? Menarik, menarik karena sebelumnya gua sampai akhirnya bikin konten di Untold Story. Judulnya apa tuh? Itu konten di di Astronaci ya. Untold Story tentang yaitu 98. Apakah kita ini sebenarnya 98 dan gua comparing antara kondisi ekonomi sekarang itu yang disebabkan karena dugaan ya. Dugaan kita semua kan menduga-duga enggak ada yang pasti juga namanya konspirasi ataupun dunia-dunia yang di atas sana kita kan rakyat jelata nih. Tapi ada parallelism, parallelism kita compare, kenapa sih sampai rupiah ini dihancurin kayak begini gitu ya. Sampai Singapura pun jauh lebih bagus dari kita jauh. Nah, waktu di podcast sebelumnya kan kita juga sudah bahas tentang bahwa Singapura itu kayaknya menjadi tempat pembelian besar-besaran. Orang exit dari rupiah belinya Singapura gitu. Karena US dolar sendiri kan sebenarnya indeks DXY-nya enggak naik-naik banget gitu ya. Dan sekarang udah hampir Rp18.000 which is target gua Rp18.220 harusnya mungkin. Rp18.220. Lu lebih ekstrem lagi lo kadang-kadang. Oh yang lain Rp25.000 kan? Bahasannya kan itu lebih lebih pesimis banget gimana negara. Kalau gua kita lihat yang lebih rasionallah. Sekarang Rp17.800 ya. Iya Rp17.800, Rp17.900 itu kurs tengah tapi kan money changer kartu kredit sudah 18 Bro cas-nya kan. Nah, sementara kan kita juga lihat Menteri Keuangan kita optimis banget bulan Juni itu akan satu bulan lah untuk nurunin ke Rp15.000. Dan gua bikin lagi tuh. Rp15.000. Ya, beliau kan compare-nya begitu, tapi gua bikin lagi tentang rupiah bisa enggak Rp15.000 tapi sweet spot rupiah itu di mana itu yang paling penting. Nah, dari situlah kita melihat dari data-data yang ada. Kalau orang bilang apakah sekarang akan menjadi 98? Memang 98 ini menjadi momen trauma buat bangsa ini. Ya kan, sehingga kalau misalnya ada chaos, ada krisis, semuanya itu orang kayak ngerecall 98. Otak mereka tuh enggak pernah ngerecall 2008. Langsung exit semua orang. Semua 98, padahal 2008 itu kalau kita bicara financial crisis itu jauh lebih parah daripada 98.

[4:38]2008? Itu lebih parah dari 98? Lebih parah karena Amerikanya collapse juga. Oh, yang yang perumahan itu dulu ya. Iya, kredit default swap itu. Jadi pertanyaannya kalau orang itu mau bicara tentang apakah ini 98, apa ini 98? Mereka itu enggak even paham sebenarnya apa yang mereka bicarain. Makanya di podcast ini, untung mau tahu gitu kan. Nah, kita luruskan dulu apa yang mau lu compare dengan 98 nih, ekonominya kah, crash-nya atau political crisis-nya nih. Kalau dari sisi ekonomi berarti sebenarnya. Nah, kalau dari sisi ekonomi, kita itu enggak bisa apple to apple dengan 98 karena kondisinya ya totally sudah berubah, GDP-nya berbeda, semuanya berbeda. Walaupun sekarang rupiahnya Rp18.000, dulu misalnya, oh ini lebih tinggi lagi daripada tahun 1998. Tapi kalau kita compare dengan data atau dengan kondisi ekonomi semuanya persis dengan 98 sekarang itu harus di sekitar Rp50.000 rupiahnya baru compare bisa sama apple to apple. Oh. Gitu loh. Ya, jadi secara value sebenarnya enggak bisa apple to apple ya. Enggak bisa, karena ada variabel yang sudah jauh berbeda, gitu loh. Nah, ini yang tidak dipahamin banyak orang. Jadi jangan hanya compare kayak angka ke angka. Namun kalau kita lihat, alasan dugaan kita kok seakan-akan ekonomi kita ini diperes sama asing seperti tahun 98. Nah, itu yang gua bikin di Untold Story bahwa ada kesamaan, ada kemiripan sebagai analis kita perlu membandingkan. Orang bilang wah, si Gema ini cocok logi. Di dunia ini enggak ada penemuan apapun, lampu, iPad yang tidak berdasarkan cocoklog itu enggak ada. Semua riset, semua hipotesis itu lahirnya dari cocoklogi. Menyamakan pola kan sebenarnya. Yes. Jadi hati-hati orang suka komen cocoklogi. Diskusi kita itu menyamakan sesuatu itu cocoklogi sampai akhirnya kita buktikan, terbukti bahwa itu benar kan asalnya cocoklogi. Nah, artinya kalau kita lihat ada parallelism, itu memang ada, di mana waktu zamannya Pak Harto dia di embargo kita waktu itu oleh Amerika. Terus kemudian Pak Harto mulai belok ke porosnya komunis, ke Rusia waktu itu membeli pesawat-pesawat militer dari alat-alat militer dari Rusia. Kemudian pada saat itu Pak Harto tidak setuju dengan skim perjanjian daripada IMF untuk pinjam duit pada saat itu.

[7:09]Nah, akhirnya kita dihantam sama Amerika. Rupiah kita dilemahkan, politiknya disusupin.

[7:22]Terus akhirnya Pak Harto mau tidak mau menaikkan perjanjian utang dengan IMF.

[7:59]Itu sebenarnya ada. Nah, yang dipus-pusan begitu juga. Oh, iya dong gitu. Karena ini semua unsur kepentingan. Jadi negara-negara itu mengikat seseorang dengan utang kan gitu.

[8:16]Nah, di era yang sekarang di mana satu hari setelah Pak Prabowo dilantik, dia langsung menuju kepada meeting untuk BRICS kalau enggak salah. Ya kan. Terus kemudian membuat perjanjian dengan Russia 100 sampai 150 juta barrel pembelian minyak sama mereka. Terus kemudian Alustista belinya sama siapa? Sama Prancis, beli Rafael, beli Airbus. Semua itu kan sama Prancis sedangkan belanja dia terhadap Amerika itu berkurang gitu. Itu mempengaruhi keputusan politik ya, jadi ujungnya politik tuh dari ekonomi berarti ya. Dari ekonomi.

[9:00]Nah, terus kemudian kita ingat bulan April 2026, Pak Purbaya menolak pinjaman IMF ya kan. Tambah-tambah tuh. Orangnya sama kan? Pertanyaannya, Presiden kita itu sebenarnya di tengah semua kekurangannya ya, enggak ada presiden sempurna di alam semesta ini.

[9:25]Tapi yang gua lihat, presiden satu ini mencoba membela kedaulatan negara. Gua bukan. Caranya, caranya gimana?

[9:36]Caranya gini, kalau misalnya gua harus beli minyak dari Amerika itu mahal ya dan dipersulit dan harganya naik, ya gua carilah jalur lain. Itu sih sebenarnya prinsip ekonomi sih gimana-gimana gitu. Iya kan. Berarti kan itu kedaulatan kita dong bebas memilih yang mana yang yang lebih murah kan.

[10:00]Lu jangan ngatain gua penjilat pemerintah kan enggak bisa gitu. Sekarang kalau gua bicara baik dikit sama presiden kan orang akan bilang wah ini penjilat pemerintah. Kita ngomong yang yang rasional aja sama ya. Pemerintah banyak kekurangannya. Tetapi di dalam satu hal ini saya melihat bahwa kenapa mau gabung BRICS? Ketika waktu dulu Pak Prabowo bilang saya mau gabung BRICS, semua orang puji-puji dia. Tapi ada konsekuensi dari BRICS itu. Iya menentang Amerika kan itu de-dolarisasi toh. Waktu Pak Prabowo mau join BRICS semua puji. Begitu ada masalah ketika dia join BRICS semua menghujat. Ini tunjukkin bahwa masyarakat sebenarnya tidak paham dan ini pemerintah juga tidak pernah ngobrol ke masyarakat. Terjadi communication gap yang fatal di sini kan. Pemerintah sibuk sendiri. Sibuk sendiri. Enggak mengkomunikasikan masyarakat, masyarakat asumsi sendiri. Begitu komunikasi blunder semua. Semoga di podcast ini jadi clear, clear gitu. Nah, di posisi ini kita ngelihat bahwa kedaulatan negara itu di dipegang sama beliau. Karena Pak Prabowo itu bagaimanapun jiwa nasionalisnya ada walaupun kadang kalau yang sekarang lagi panas kan oh setiap kali pidato marketnya merah misalnya kayak gitu kan. Ya ya udahlah itu kelemahan beliau lah, tapi kalau kita melihat parallelism-nya beliau ini melakukan sama yang seperti mertuanya lakukan. Tapi bagusnya Pak Prabowo dia tidak satu poros, dia nginjak dua kaki. Itu cukup fair menurut saya, ada yang diambil dari Amerika, ada yang diambil dari negara lain, Eropa misalnya kan. Nah, ya ya udah gitu kan. Waktu dia ngutang ya ngutang sama IMF, kalau beli produk persenjataan military harus ke Amerika ke Israel Gang kan gitu. Nah, memang itulah desainnya gitu. Kalau kita juga ada juga utang ke Cina kan. Ada, itu kan kubu yang beda lagi sebenarnya. Oh, jadi kita ada utang sama siapa aja sih? Amerika. Macam-macam, ada China, ada macam-macam. Di BRICS sendiri? Di BRICS kan kita join untuk masalah de-dolarisasinya sebenarnya supaya memperkuat kita masuk di dalam mata uang BRICS itu supaya tidak ketergantungan kepada Amerika. Tetapi coba lu jadi Amerika misalnya. Oke gua harus tahu ya, lu jadi presiden quote unquote ya tanda kutip, gua kasih blessing deh gitu misalnya. Ya, terus habis itu gua main gila sama situ gitu. Gua bersekongkol ibaratnya nih gua mau masuk di BRICS supaya gua tidak lagi menggunakan mata uang lu, lu sakit hati enggak gitu. Ya kalau dari sisi sudut pandang pengusaha ya kayak kan dia sebenarnya loyal customer. Yes. Kalau misalnya pandangan kayak gitu ya. Kalau gua sebagai pengusaha gua produsernya ini biasanya pembeli gua nih. Oke, lu membeli gua, lu buka cabang misalnya kan lagi buka. Okela diangkat situ gua juga kita ngasih. Kemudian hubungan sama kompetitor. Ya, contohnya produsen ini loyal customer lagi mau cari sumber baru kan gitu. Pasti ini jadi kecewa. Betul. Berarti di sini jelas bahwa Indonesia itu ada ketergantungan besar sama Amerika. Selalu. Dari kapan tuh? Dari dulu, dari zaman merdeka kan. Oh. Yang dulu kita merdeka harus menanggung hutangnya India Belanda itu benar. Ya benar. Oh. Nah, jadi kan sekarang kalau kita bicara perjanjian-perjanjian di bawah meja seperti itu kan kalau orang tahunya buktinya mana ya. Semua itu tidak harus ada hitam putih, kan ada hal-hal yang di luar di luar kita punya level lah, akses kita itu udah tapi kan kebaca polanya gitu loh. Nah, ini yang harus di diperhatikan. Gara-gara itu semua jadi kita jadi. Saya percaya bahwa kondisi yang kali ini tuh klimaksnya adalah setelah Pak Purbaya menolak IMF itu adalah klimaks. Nah, setelah itu, kalau kita lihat 98 yang dihantam sama mereka adalah bank kita tuh dianggap tidak likuid, tidak kompeten. Akhirnya dipaksa tutup kan likuidasi waktu itu ya. Sekarang dia tidak main di bank. MSCI diturunin untuk ngacak-ngacak bursa efek Indonesia. Saham-saham kita dibuang-buangin dari MSCI hancur lebur, semua market bullish, Bro. Market kita doang dihantam. Alasannya apa? Bursa kita tidak transparan, free float-nya rendah, ini market tidak tidak benar dikuasai oleh para penggoreng-penggoreng saham. Sama enggak sama dulu bank Indonesia ini enggak likuid dan seterusnya. Oh, jadi sebenarnya para pakar ekonomi juga ngebaca dong mestinya gini. Jujur, hanya sedikit yang lihat angle di Untold Story, makanya waktu gua publish itu ramai. Karena mereka kejebak di dalam situasi panas. Akhirnya mereka tidak bisa melihat secara objektif. Indonesia banyak kelemahan, pemerintah sekarang juga harus banyak yang diperbaiki. Tetapi kita kan tidak bisa melihat semua sisi jelek. Sisi baiknya apa? Sampai kita diporak-porandakan ya juga mungkin karena keberaniannya Pak Prabowo terang-terangan belok ke BRICS. Jadi kalau kita ngikutin apa maunya Amerika, kita bakalan aman kok ekonomi. Enggak juga. Luar biasanya di situ, ngikut pun kalau ngikut salah, enggak ngikut salah? Iya. Ya itulah negara ketiga. Itulah negara yang enggak bisa memiliki kekuatan tapi punya banyak natural resources. Jadi enggak punya bargaining power dong. Enggak punya bargaining power. Tapi enggak punya bargaining power-nya natural resourcesnya. Iya. Tapi gimana caranya dibikin kacau balau? Kalau kita memang punya kemampuan, tidak tidak dijajah sama VOC selama 3 setengah abad. Memang konspirasi adalah VOC itu sudah membayar, kan dikorupsi. Katanya begitu. Tapi ya whatever itu yang terjadi, Jepang jajah kita, ya kan. Inggris juga ke sini, Portugis juga ke sini. Kenapa? Karena kita kaya tapi kita enggak bisa manage. Karena kita belum ada negaranya dulu. Belum ada negaranya kan terpecah belah kan. Nah, jadi caranya simpel yang dipakai soalnya negara-negara Barat adalah ayo kita pakai politik pecah belah lagi. Itulah kenapa saya selalu menghimbau doakan negara ini, jangan terus menghujat walaupun memang bagi sebagian orang layak dihujat. Tetapi polanya adalah untuk ngancurin Indonesia itu simpel apalagi zaman sosial media. Dibikin isu-isu hoax, isu kebencian, pecah seperti zaman Hindia Belanda dulu, gampang dimasukin. Jadi posisinya sekarang kita lagi enggak baik-baik aja, ditambah dengan kepanasan ini akan memperburuk keadaan ya. Akan memperburuk, justru mestinya kita sama-sama apa berkolaborasi untuk mencari solusi bersama mestinya. Yes, dan juga pemerintah tidak boleh tutup mata, tutup telinga. Kenapa sampai panas? Padahal saya percaya bahwa masyarakat Indonesia ini adalah masyarakat yang manusianya terbaik loh. Masyarakat yang pemaaf, itu orang kita loh. Iyalah. Sampai bisa menjadi apatis dan sangat murka itu karena kekecewaan yang bertumpuk tidak diobati. Itu tidak bisa ditutupi. Karena mungkin enggak mendapatkan kejelasan. Tidak adanya merasa ya, merasa bukan bukan pasti merasa tidak dapat keadilan. Merasa hukum itu tidak bisa menjaga rakyatnya sendiri. Merasa bahwa orang lain hidup enak, gua hidup makin susah walaupun ada yang malas juga gitu. Tetapi kan adanya kekacauan-kekacauan itu sudah terlihat jelas tetapi pemerintah beberapa kali juga nampaknya ignoran. Lalu komunikasi yang diberikan ke masyarakat blunder misalnya. Ini kan menyebabkan orang. Kelihatannya itu yang salah satunya utama nih. Yes, menurut gua salah satu yang utama adalah antar antar apa aparatur sipil negara pun kalau ngomong yang satu ngomong apa, satu ngomong apa. Ini membuat luka hati masyarakat yang tidak diobati. Itu tidak bisa ditutupi. Karena mungkin enggak mendapatkan kejelasan. Tidak adanya merasa ya, merasa bukan bukan pasti merasa tidak dapat keadilan. Merasa hukum itu tidak bisa menjaga rakyatnya sendiri. Merasa bahwa orang lain hidup enak, gua hidup makin susah walaupun ada yang malas juga gitu. Tetapi kan adanya kekacauan-kekacauan itu sudah terlihat jelas, tetapi pemerintah beberapa kali juga nampaknya ignorance. Lalu komunikasi yang diberikan ke masyarakat blunder misalnya. Ini kan menyebabkan orang. Kelihatannya itu yang salah satunya utama nih. Yes, menurut gua salah satu yang utama adalah antar antar apa aparatur sipil negara pun kalau ngomong yang satu ngomong apa, satu ngomong apa. Ini membuat luka hati masyarakat yang tidak diobati. Itu tidak bisa ditutupi. Karena mungkin enggak mendapatkan kejelasan. Tidak adanya merasa ya, merasa bukan bukan pasti merasa tidak dapat keadilan. Merasa hukum itu tidak bisa menjaga rakyatnya sendiri. Merasa bahwa orang lain hidup enak, gua hidup makin susah walaupun ada yang malas juga gitu. Tetapi kan adanya kekacauan-kekacauan itu sudah terlihat jelas tetapi pemerintah beberapa kali juga nampaknya ignorance. Lalu komunikasi yang diberikan ke masyarakat blunder misalnya. Ini kan menyebabkan orang. Kelihatannya itu yang salah satunya utama nih. Yes, menurut gua salah satu yang utama adalah antar antar apa aparatur sipil negara pun kalau ngomong yang satu ngomong apa, satu ngomong apa. Ini membuat luka hati masyarakat yang tidak diobati. Itu tidak bisa ditutupi. Karena mungkin enggak mendapatkan kejelasan. Tidak adanya merasa ya, merasa bukan bukan pasti merasa tidak dapat keadilan. Merasa hukum itu tidak bisa menjaga rakyatnya sendiri. Merasa bahwa orang lain hidup enak, gua hidup makin susah walaupun ada yang malas juga gitu. Tetapi kan adanya kekacauan-kekacauan itu sudah terlihat jelas tetapi pemerintah beberapa kali juga nampaknya ignorance. Lalu komunikasi yang diberikan ke masyarakat blunder misalnya. Ini kan menyebabkan orang. Kelihatannya itu yang salah satunya utama nih. Yes, menurut gua salah satu yang utama adalah antar antar apa aparatur sipil negara pun kalau ngomong yang satu ngomong apa, satu ngomong apa. Ini membuat luka hati masyarakat yang tidak diobati. Itu tidak bisa ditutupi. Karena mungkin enggak mendapatkan kejelasan. Tidak adanya merasa ya, merasa bukan bukan pasti merasa tidak dapat keadilan. Merasa hukum itu tidak bisa menjaga rakyatnya sendiri. Merasa bahwa orang lain hidup enak, gua hidup makin susah walaupun ada yang malas juga gitu. Tetapi kan adanya kekacauan-kekacauan itu sudah terlihat jelas tetapi pemerintah beberapa kali juga nampaknya ignorance. Lalu komunikasi yang diberikan ke masyarakat blunder misalnya. Ini kan menyebabkan orang. Kelihatannya itu yang salah satunya utama nih. Yes, menurut gua salah satu yang utama adalah antar antar apa aparatur sipil negara pun kalau ngomong yang satu ngomong apa, satu ngomong apa. Ini membuat luka hati masyarakat yang tidak diobati. Itu tidak bisa ditutupi. Karena mungkin enggak mendapatkan kejelasan. Tidak adanya merasa ya, merasa bukan bukan pasti merasa tidak dapat keadilan. Merasa hukum itu tidak bisa menjaga rakyatnya sendiri. Merasa bahwa orang lain hidup enak, gua hidup makin susah walaupun ada yang malas juga gitu. Tetapi kan adanya kekacauan-kekacauan itu sudah terlihat jelas tetapi pemerintah beberapa kali juga nampaknya ignorance. Lalu komunikasi yang diberikan ke masyarakat blunder misalnya. Ini kan menyebabkan orang. Kelihatannya itu yang salah satunya utama nih. Yes, menurut gua salah satu yang utama adalah antar antar apa aparatur sipil negara pun kalau ngomong yang satu ngomong apa, satu ngomong apa. Ini membuat luka hati masyarakat yang tidak diobati. Itu tidak bisa ditutupi. Karena mungkin enggak mendapatkan kejelasan. Tidak adanya merasa ya, merasa bukan bukan pasti merasa tidak dapat keadilan. Merasa hukum itu tidak bisa menjaga rakyatnya sendiri. Merasa bahwa orang lain hidup enak, gua hidup makin susah walaupun ada yang malas juga gitu. Tetapi kan adanya kekacauan-kekacauan itu sudah terlihat jelas tetapi pemerintah beberapa kali juga nampaknya ignorance. Lalu komunikasi yang diberikan ke masyarakat blunder misalnya. Ini kan menyebabkan orang. Kelihatannya itu yang salah satunya utama nih. Yes, menurut gua salah satu yang utama adalah antar antar apa aparatur sipil negara pun kalau ngomong yang satu ngomong apa, satu ngomong apa. Ini membuat luka hati masyarakat yang tidak diobati. Itu tidak bisa ditutupi. Karena mungkin enggak mendapatkan kejelasan. Tidak adanya merasa ya, merasa bukan bukan pasti merasa tidak dapat keadilan. Merasa hukum itu tidak bisa menjaga rakyatnya sendiri. Merasa bahwa orang lain hidup enak, gua hidup makin susah walaupun ada yang malas juga gitu. Tetapi kan adanya kekacauan-kekacauan itu sudah terlihat jelas tetapi pemerintah beberapa kali juga nampaknya ignorance. Lalu komunikasi yang diberikan ke masyarakat blunder misalnya. Ini kan menyebabkan orang. Kelihatannya itu yang salah satunya utama nih. Yes, menurut gua salah satu yang utama adalah antar antar apa aparatur sipil negara pun kalau ngomong yang satu ngomong apa, satu ngomong apa. Ini membuat luka hati masyarakat yang tidak diobati.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript