[0:00]fafa. Sesungguhnya Allah tabaraka wa taala akan mendekatkan seorang mukmin. pada saat hari berhisab di mana semua hadir yang pernah hidup didunia hadir, malaikat-malaikat Allah hadir.
[0:26]dan Rabbmu datang malaikat sudah berbaris-baris. Pada hari itu dipanggil satu persatu, satu persatu dipanggil. menghadap Allah, ini dia makna menghadap Allah. Untuk dihisab oleh Allah. Nabi mengatakan, Allah mendekatkan orang mukmin. dan meletakkan penutupnya, tirai pembatas yang akan menutup mukmin itu. Sehingga hanya ada dia dan Rabb-nya. Apa yang Allah katakan kepada mukmin penduduk mahsyar tidak ada yang tahu. Apa jawaban mukmin kepada Allah? Penduduk mahsyar tidak ada yang tahu karena Allah telah menurunkan Kanafah, menurunkan penutupnya. Apa maknanya di sini yang bisa kita ambil? Yang maknanya kita ambil di sini, hanya kita dan Allah. Maka latihanlah untuk hanya ada antum dan Allah, hanya antum dan Allah. Latihan, latihan untuk mencari waktu untuk beribadah yang ada hanya antum dan Allah. Rajinlah sembunyikan amal shaleh. Rajinlah shalat tahajud dimalam hari karena ketika antum tahajud hanya ada antum dan Allah. Dimana semua manusia tidak tahu apa yang antum kerjakan. Rajin baca Al-Qur'an dikasendirian. Semangat membaca Al-Qur'an ketika sendiri. Ketika antum sendiri, hanya antum dan Allah. Ada saatnya nanti diakhirat hanya antum dan Allah. Maka latihan, latihan didunia saudaraku. Jangan kita hanya beramal ketika ada orang. Setelah orang tidak ada kitapun tinggalkan amal itu. Kalau toh pun kita kerjakan amal disana orang tidak ada, kitapun bermalas-malasan. Tidak seperti semangat kita ketika ada orang lain. Latihanlah. Perbanyaklah amalan yang hanya anda dan Allah agar ketika nanti dipanggil menghadap Allah Allah turunkan Kanafah. Karena kita sudah rajin didunia menghadapnya sendiri. Maka ia panggil kita pun sendiri.
[3:14]Kemudian Allah berkata kepadanya, apakah engkau tahu dosamu yang ini? Apakah kamu tahu dosamu yang ini? Apakah kamu tahu dosamu yang ini? Allah sebut dosa-dosa kita saudaraku. Allah yang menyebutnya kepada kita. Tidak menunggu laporan malaikat. Apakah kamu pernah melakukan ini? Apakah kamu masih ingat dosa yang ini, dosa yang ini, dosa yang ini, dan berapa dosa kita? Berapa kita sudah melakukan maksiat kepada Allah? Ketika itu dia, seorang mukmin mengatakan, benar wahai Rabb-ku, benar wahai Rabb-ku, benar wahai Rabb-ku. Setiap Allah mengatakan, bukankah engkau melakukan dosa ini? Orang mukmin menjawab, benar wahai Rabb-ku, benar wahai Rabb-ku. Sehingga dia ketika dia telah menyampaikannya dan mengakui dosa-dosanya dan dia sudah yakin dan merasa di dalam dirinya, dia akan hancur dan binasa.
[4:31]Kenapa? Karena sudah terlalu banyak dosa yang Allah sebutkan kepadanya. Terlalu banyak dosa kita yang disebut oleh Allah kalau ini adalah nasib kita. Maka orang mukmin merasa dirinya sudah hancur. Disaat dia sudah merasa hancur karena terlalu banyak dosa yang Allah sebutkan kepadanya. Allah berkata, aku telah menutup dosa-dosamu itu dari pandangan manusia di dunia sehingga orang lain tidak tahu atas dosa yang kamu lakukan. Aku tutup dosamu itu didunia dan aku ampuni dosa-dosamu itu. Ya akh saudara. Kita berbuat maksiat, kita berbuat maksiat. Orang tidak tahu bukan karena kita pandai menyimpannya. Namun murni karena Allah menutupnya. Kalau Allah membukanya dengan sekejap mata Allah bisa lakukan apapun untuk membuka aib kita. Demi Allah, demi Allah, demi Allah. Kalau aib kita dibuka oleh Allah, kita akan diludahi manusia. Begitulah kita dengan dosa kita yang terlalu banyak. Demi Allah, tidak akan ada orang menghargai kita kalau orang tahu apa yang kita lakukan. Namun Allah pengasih dan penyayang. Yang menyayangi kita dengan menutup aib-aib kita. Maka jangan pernah merasa menjadi manusia suci. Jujurlah kepada diri Anda dan jujurlah kepada Allah apa yang telah Anda lakukan. Jujur kepada diri sendiri apa yang telah kita lakukan. Dan bagaimana kalau yang kita lakukan itu orang tahu. Allah bukakan. Demi Allah kita tidak tahu dimana mata kita ini harus, kemana wajah kita harus kita sembunyikan. Karenanya di akhirat kelak, orang yang selalu menghadap Allah di kesendirian dan minta ampun, minta maaf kepada Rabb-nya. Merekalah yang akan mendapatkan apa yang dikatakan Rasulullah shollallahu 'alaihi wassalam dalam hadist yang shohih riwayat Imam Bukhari dan Muslim ini. Allah panggil menghadap. Allah turunkan penutup hanya dia dan Rabb-nya, hanya dia dan Rabb-nya. Wahai saudaraku rajin-rajinlah Anda melakukan amalan hanya Anda dan Rabb-Anda. Yang lain tidak ada. Istri tidak ada, anak tidak ada, saudara tidak ada, sahabat tidak ada, tak ada manusia kecuali hanya Anda dan Allah. Supaya di akhirat benar-benar ketika minta maaf kepada Allah, Allah maafkan dosa dan kesalahan kita. Nabi melanjutkan, adapun orang kafir dan orang-orang munafik. Berkata saksi-saksi, mereka tidak diturunkan penutup. Dikatakan saksi-saksi, mereka orang-orang yang telah mendustakan Rabb mereka. Ketahuilah bahwa laknat Allah untuk orang-orang yang dholim.
[8:05]Orang dholim, orang musyrik, orang kafir, orang munafik yang benar-benar munafik tidak diturunkan penutup. Allah menyampaikan kepadanya dosa-dosanya dihadapan orang ramai. Dan bukan orang ramai seramai ini. Dari mulai manusia pertama Nabi Adam sampai manusia terakhir yang mati dengan datangnya hari kiamat. Mau Anda letakkan, mau kita letakkan dimana wajah kita ketika itu kalau kita yang mengalami, kami berlindung kepada Allah dari hal demikian itu. Maka lakukanlah di dunia. Lakukan di dunia. Sebelum saatnya kita ingin melakukan, namun tidak ada kesempatan untuk melakukannya.



