[0:00]Oh, ini adalah Elsiva. Es Dawet. Katanya apa ya? Belakangnya lagu apa itu? Iya. Kebetulan Anda kita baju sama guys. Iya loh, kita pakai baju yang sama ini. Enggak, Bunda memang terkenal untuk tahu kira-kira baju tamunya apa. Oke Bunda, nanti saya dicontohkan dulu. Bunda nanti yang. Oh, ini kayak gini. Tawanannya palsu. Maksimal. Tangannya dibikin sembahyang ini. Oh gini. Enggak pernah duduk. Ya natural, naturalin aja, natural aja. Entar dia begini.
[0:40]Pindahkan tangan kanannya angkat badannya. Ciwi-ciwi kayak gini. Aduh. Ini kapan sih acara beres gua pengen makan, pengen makan. Terus pas makan-makanan yang enggak enak kan kita kita sebagai tuan rumah kan kayaknya. Eh pasti pas pas. Pas itu yang siraman. Pas siraman. Iya iya iya nangis aku juga. Ini badan kekar hati rinto. Tangan raksasa hatinya Petela ya. Badan security hatinya hello kitty. Pokoknya.
[1:26]Hai guys, ketemu lagi di konten Maia Al El Dul TV. Ini pokoknya aku akan bikin rangkuman persiapan-persiapan apa aja yang bakal kita lakukan Technical Meeting acara siramannya El Rumi. Seperti biasa, seperti apa serunya ikuti terus.
[2:02]Kita ini yang sudah datang karena harusnya technical meetingnya jam 10.00. Tapi aku datang jam 11.00 karena tadi malam kerja sampai pagi.
[3:49]Oh, ini adalah Elshiva.
[3:54]Es Dawet. Katanya itu apa ya? Belakangnya lagu apa itu? Iya. Oh, ini adalah logo siraman. Ini buat orang nuker eh iya, buat duit-duit. Buat beli. Buat kembalian. Oh gitu. Iya. Kembaliannya pakai karena souvenir kan. Nah, itu.
[4:40]Dan guys, habis kita technical meeting tentang siraman. Kita food tasting. Kita akan mencoba makanan menu di hari siraman. Sebenarnya aku kemarin harusnya juga ada di hari hari prosesi resepsi.
[4:58]Tapi karena kemarin aku sibuk jadi aku enggak enggak sempat food tasting. Nah, sekarang kebetulan aku sudah lagi lagi bisa menyempatkan waktu. Sekarang akan food testing untuk acara angkat dan siraman. Eh, angkat dan siraman, acara siraman dan pengajian sorry. Kalau yang acara akad dan resepsi aku tadinya enggak. Aku kemarin enggak bisa ikut untuk food testing. Sudah dilihat lagi L kemarin. Mas ini aja ya Bu ya. Ya Allah ya Allah.
[5:54]Nah, dikarenakan L belum pernah sungkem jadi kita latihan sungkem dulu ya. Nakal-nakal enggak bakal sungkem. Enggak. Kebetulan Anda kita baju sama guys. Iya loh, kita pakai baju yang sama ini. Enggak memang Bunda terkenal untuk tahu kira-kira baju tamunya apa. L belum tahu itu. Setiap Bunda mau podcast kadang-kadang Bunda tuh bisa ngemarin bajunya si bintang tamunya. Enggak selalu, cuma setting. Nanti saya dicontohkan dulu Bunda nanti yang. Oh, gini. Ya ini agak rapat. Ini dipangku gini ya.
[6:42]Enggak, bobok aja. Setengah bobok. Ya boleh. Tawanannya palsu. Maksimal. Tangannya dibikin sembahyang ini.
[6:51]Enggak pernah duduk. Ya, naturalin aja, natural aja. Entar dia begini. Didoain. Ya. Nah gitu. Nanti nutup tangan.
[7:08]Ditekuk tangan kanan gini. Iya. Habis itu cium. Kayak-kayak. Cium lututnya ya. Badannya naik. Ayah akan membimbing. Belum dicuci tadi bajunya. Mungkin. Mungkin ada begini Mas. Ayah akan memberkati. Bunda pegang bahu. Pindah tangan angkat badan jadi. Nah, oke angkat badan. Cium pipi kanan. Cium. Masih harus. Setelah ayah ngomong. Iya, setelah ngomong baru sungkem. Iya. Terus turun lagi. Terus baru baca baca doa.
[7:44]Lalu baca doa. Nanti akan dijawab. Terus nanti diambil. Baru yang. Berarti yang sembah awal pun aku juga. Semua akan dipandu. Jadi kalau sebelum ada itu aku jangan dulu berarti. Iya, gua baba semua jadi Bapak sembah turun. Nah. Bapak di awal atau dari awal aja Mas. Itu cerita ngomong dulu. Bla bla bla. Terus Bunda jawab. Eh. Terus akan memberikan balik kasih ya. Makanya gini aja. Harus mendengarkan itu. Nanti Bunda akan menjadi. Maaf, Kak ini gini berarti ya. Diceritakan menerima wejangan. Jadi harus duduknya fokus. Iya. Orat dulu. Terus. Sembah.
[8:32]Sembah lagi. Nanti kan jalannya. Cium lutut kanannya Bunda. Iya. Ibu Bunda pegang bahu. Terus pindahkan tangan kanannya angkat badan. Cium pipi kanan. Cium pipi kanan. Mas M nyamperin. Berarti ini. Nah gitu betul.
[9:50]Pindah tangan, angkat badannya. Ciwi-ciwi kayak gini. Cium pipi kanan. Ya Mas M nyamperin. Oh dia makan. Di situ. Tetep kayak gitu. Jadi kamu harus maju karena kamu kan minta restu kan. Nyamperin pelan-pelan aja. Nggak usah buru-buru. Nanti Abah Mamat nanti embang. Enggak, embang. Enggak apa-apa. Nanti pas sudah beres sih ke mana. Turun. Terus nanti. Ya kalau sudah beres. Man. Oke. Abah Maman sudah beres. Ini ke sana kan. Baru tutup lagi. Oke. Ini Nasi Liwet ya Bu ya. Tapi nanti ayamnya disuir kalau yang pas distallnya jadi enggak utuhan. Ini kan menu ala carte. Itu dan porsinya lebih dikit-dikit. Iya loh he eh. Nah, ini gepuk ngamuknya juga ala carte. Eh, gepuk ngamuknya sih masih nanti kita potong-potong kok. Oke. Dan kita live nanti. Jadi segini-segini kali. Jadi orang enggak terlalu. Jadi ibaratnya dua enggak motongnya biar enggak enggak kesusahan ya. Ya betul. Menarik nih. Menarik guys. Ini enak banget. Favorit. Terus ada apa nanti. Ini enak. He eh. Nanti serve-nya ada nasi, nasinya kita pisah. Jadi nanti tamu bisa ngambil nasi sesuai keinginan masing-masing.
[11:21]Eh, gepuk ngamuknya enak guys. Lah, ini cepat habis ini. Ini gabak ngamuknya enak guys. Lah ini cepat habis ini. Ya, ini semua makan. Iya, ini semua makan. Aku yakin cepat habis. Tapi enggak.
[12:18]Ini semua lagi dia. Ini semua lagi dia. Iya, kan. Ini semua lagi dia. Aku yakin cepat habis. Padahal ini. Ini nasi liwet. Enak nasi. Enak banget. Aku yakin ini cepat habis. Kecampur dong. Kenapa? Ini campur coba. Kecampur. Eh, kenapa datengnya yang kenapa tamunya yang buat buat pengajian. Pengajian berapa? 120. 120. Itu keluarga inti ya. Kenapa venuenya. Bukan, iya. Venuenya yang tempat tempat pengajiannya kecil. Tempat siramannya lebih gede ya. Jadi memang juga orang-orang kadang-kadang pengajian itu kan kadang-kadang juga orang datang itu kayak pengajian itu kayak apalagi kalau ada satu Al-Qur'an ya kadang-kadang ada yang skip, ada yang malas ya kan. Daripada datang cuma duduk main HP kan. Toh juga sebenarnya inti acaranya kan siraman kan.
[13:36]Toh pakem bajunya beda. Kalau bajunya al itu Jogja. Bajunya raja sebenarnya itu ya. Bunga-bunga itu sama. Sojan. Sojan Jogja. Kenapa pakai solo? Karena memang aku sama Ifat sama-sama punya darah. Memang dia juga punya darah Solo. Jadi akadnya juga pakai Solo. Jadi ya biar sekalian Solo-solo semua deh. Karena di luar aku juga punya darah Solo juga. Sebenarnya kamu punya darah Jogja dan Solo sih.
[14:17]Itu juga biar biar di luar kemarin mereka Kakak gua udah Jogja. Oh, iya, gantian sekarang Solo. Ganti Solo. Terus biar kembar sama Ifa juga kali.
[14:27]Kalau Ifa dari Solo. Iya, karena memang aku sama Ifa sama-sama punya darah. Memang dia juga punya darah Solo. Jadi akadnya juga pakai Solo. Jadi ya biar sekalian Solo-solo semua deh. Karena di luar aku juga punya darah Solo juga. Jadi aku. Sebenarnya kamu punya darah Jogja dan Solo sih. Dia juga biar biar di luar kemarin Kakak gua udah Jogja. Oh, iya, gantian sekarang Solo. Ganti Solo. Terus biar kembar sama Ifa juga kali. Karena biar nyiapin bahan itu terus enggak repotlah mereka nyiapin kebaya, kita nyiapin kebaya. Itu dia ini. Kita nyiapin beskap. Kita juga nyiapin beskap. Karena kalau bedakan satu nyiapin beskap, yang satu nyiapin sorjan. Sebenarnya enggak ada. Biar beda aja sih kayaknya. Cuma memang bedanya kalau enggak kalau sorjan itu lebih merakyat sih. Harga kainnya juga lebih murah ya. Kalau kita pakainya harga lis ini sekarang pakai. Lu agak mahal ya saya. Kalau Kakak enggak mau kaget. Mungkin kaget. Memang harus ini mahal ya. Iya memang gini kalau kebaya. Dia cepat kaget ya guys. Bunda. List list baju list itu mahal ya ternyata. Lah, memang kalau mau murah yang kayak Kakak Al itu ya kalau sorjan itu. Kayak maksudnya sebelum. Dipakainya list Perancis ya, bukan list Jawa loh ya. Kalau mau agak lebih tradisional ya pakai list sorjan. Merakyat. Kalau Kakak enggak mau kaget. Merakyat. Nah, gitu. Dan kalian bisa beli di mana pun gampang dapatnya. Paling bedanya juga di komposisi. Mungkin karena karena venue juga ya komposisi kehadiran tuh kalau kemarin Kakak Al kan ramainya yang di pengajian siraman kayaknya secara tempat lebih terbatas. Makanya memang karena menurut acara siramannya itu yang lebih inti. Jadi memang teks siramannya itu yang lebih banyak. Terus paling perbedaannya. Sisanya ya samalah. Secara prosesi mirip-mirip maksudnya. Ada kepede, dencendol dan potong tumpang mirip. Kurang lebih sama. Paling bedanya di outfit sama di komposisi tamu aja sih tadi. sama lokasinya di Dharmawangsa Hotel. Ya. Itu Bu disebut, Bu. Tuh saya sebut. Dharmawangsa Hotel. Eh, ini ya apa nih? Gepuk ngamuknya enak sayang. Sumpah. Recommended. Ini juga enak nasi liwetnya. Iya kali acara L enggak enak ya kita. Dari pada kita ini enggak enak banget nih gitu ya. Karena memang aku juga sebagai tamu setiap datang ke acara orang tuh makanan tuh juga sebagai menjadi sebuah apa ya? Ifa juga waktu di plataran juga gitu kan dia. Kadang-kadang kita kalau jadi tamu di acara orang tuh. Apalagi kalau makanannya habis tuh paling hancur banget sih. Apalagi siraman kan juga maksudnya dari orang-orang pengajian sudah beres makan siang. Pengajian siraman kan mungkin 3 4 jam perut kosong. Kadang-kadang kan ini kapan sih acara beres gua pengen makan, pengen makan. Terus pas makan-makanan yang enggak enak kan kita kita sebagai tuan rumah kan kayaknya kurang enak juga gitu. Kita kita menghindari review review yang bad review. Makanya kita pilih lokasi yang bagus Dharmawangsa Hotel. Wah, disebut lagi Bu. Enggak. Any-any bakal disebut juga sih. Paran yang paling di apa jadi perhatian netizen itu waktu speech. Speech-nya aku. Aku bingung kalau speech-nya dia ini nakal banget soalnya. Itu yang kira-kira bakal ada tetap ada lucu-lucunya. Enggak tahu enggak tahu. Aku juga belum mempersiapkan speech-nya. Kalau kemarin memang urusannya fokusnya ke teknis apalagi juga ngurusin undangan juga repot. Jadi belum ketikkan bikin speech. Mungkin nanti ya kemarin juga lama Ifa aku bikin speech-nya juga H-min H-min 4 H-min 5 lah. Baru mungkin setelah itu bakal ada speech. Tapi bakal lebih, kira-kira bakal lebih melow mana waktu sungkeman speech atau akad nikah. Enggak. Beda beda mellow. Beda kalau. Dia ini pertama ya. Acara sungkeman siram eh apa sungkeman siraman tuh yang pertama. Jadi pasti nangisnya di situ tuh.
[19:03]Kalau Kakak Al dia nangis enggak? Aku yang nangkep. Nangisnya iya pas siraman. Iya iya nangis aku juga. Ini badan kekar hati rinto. Tangan raksasa hatinya Petela ya. Badan security hatinya hello kitty. Pokoknya. Kayak gitu-gitu di luar prediksi lah pasti. Biasanya sih harusnya nangis pas pastinya biasanya nangis. Untuk ungkapannya. Aku juga kemarin jujur sempat lagi di toilet. Lagi buka TikTok terus ada video-video aku sama Bunda kecil, sama ayah kecil juga kayak tiba-tiba ngeluarin air mata sendiri kayak memang tidak bisa diprediksi. Aku tuh kadang-kadang apa ya nangis tiba-tiba nangis, nangis kejer. Semoga aja nanti nangisnya enggak terlalu kejer lah supaya enggak. Enggak apa-apa kan seumur hidup sekali ya. Iya, itu nanti lihatlah. Sekarang mau coba nasi liwet. Nasi liwetnya ya. Dagingnya ya. Enak banget. Bunda nanti ngambil lagi ya, jangan ya. Iya. Enak loh. Nasi liwet. Ada yang mau coba enggak nasi liwet? Eh, monggo loh. Sudah ada di sipat-sipatin.



