Thumbnail for UJI EFEKTIVITAS ANTISEPIK by Ubaya Learning Space

UJI EFEKTIVITAS ANTISEPIK

Ubaya Learning Space

6m 15s689 words~4 min read
AI audio transcription
Transcript source

AI audio transcription

This transcript was generated from the video's audio because no usable YouTube caption track was available. The transcript below is server-rendered so it can be read, searched, cited, and shared without opening the original YouTube player.

Timestamped outline
Pull quotes
[0:09]Jadi, pernahkah Anda bertanya hand sanitizer yang Anda pakai apakah benar-benar efektif atau tidak untuk membunuh kuman?
[0:23]Jadi, yang akan kita lakukan adalah kita punya produk yang mau kita uji dan kita siapkan media pengujian.
[0:23]Media pengujian yang kita pakai adalah nutrien agar yang sudah kita siapkan dalam cawan petri.
[0:37]Jadi, kita membandingkan kuman di tangan kita sebelum dan sesudah menggunakan hand sanitizer.
Use this transcript
Related transcript hubs

[0:09]Materi praktikum kali ini adalah pengujian efektivitas dari antiseptik. Jadi, pernahkah Anda bertanya hand sanitizer yang Anda pakai apakah benar-benar efektif atau tidak untuk membunuh kuman?

[0:23]Jadi, yang akan kita lakukan adalah kita punya produk yang mau kita uji dan kita siapkan media pengujian. Media pengujian yang kita pakai adalah nutrien agar yang sudah kita siapkan dalam cawan petri.

[0:37]Lalu, kita akan melakukan pengujian dengan cara pre dan post. Jadi, kita membandingkan kuman di tangan kita sebelum dan sesudah menggunakan hand sanitizer.

[0:50]Yang kita lakukan adalah kita cuci tangan terlebih dahulu tanpa menggunakan sabun, hanya dibilas dengan air lalu kita masukkan ke pengujian pre.

[1:00]Setelah itu, kita bilas lagi dengan air, lalu kita masuk ke pengujian post. Nanti setelah diinkubasi, kita akan menemukan hasil atau jumlah kuman yang ada di cawan petri.

[1:12]Jumlah kuman tersebut yang akan kita bandingkan. Apakah terjadi reduksi atau pengurangan antara pre dan post?

[1:21]Itu yang akan menunjukkan hand sanitizer atau produk antiseptik kita efektif atau tidak. Kita ikuti prosedurnya setelah ini.

[1:28]Proses pengerjaan di lab mikrobiologi diawali dengan teknik aseptik yaitu membersihkan area kerja dengan cara dilakukan penyemprotan menyeluruh dengan alkohol kepada seluruh permukaan meja.

[1:41]Kemudian dilakukan pengelapan searah. Jadi dengan tisu, tisunya diangkat, kemudian dilakukan lap searah, dibersihkan seluruh permukaan meja kerjanya.

[1:58]Kita akan melakukan pengujian antiseptik, pengujian efektivitas dari suatu antiseptik di mana kita akan menggunakan hand sanitizer.

[2:08]Salah satu produk dari hand sanitizer yang beredar di pasaran. Kita menguji dengan cara siapkan dulu media ujinya.

[2:15]Media ujinya adalah media nutrien agar yang sudah kita siapkan dalam cawan petri. Dan kita berikan kode pre dan post.

[2:23]Pre ini adalah pengujian untuk sebelum menggunakan antiseptik dan post adalah sesudah menggunakan antiseptik.

[2:34]Yang akan kita lihat adalah berapa banyak jumlah kuman yang akan berkurang antara pre dan post. Caranya, kita gunakan tangan kita sendiri.

[2:43]Kita homogenkan dulu kuman yang ada di tangan dengan cara digosok-gosokkan. Jadi supaya tersebarnya merata.

[2:50]Lalu, kita gunakan jempol atau ibu jari untuk kita jadikan pengujiannya. Jadi, jempol ini akan kita goreskan atau kita sentuhkan ke atas media agar.

[3:04]Kenapa menggunakan jempol atau ibu jari? Karena ibu jari merupakan jari dengan permukaan yang paling luas dibandingkan keempat jari lainnya.

[3:13]Kemudian, kita flaming dulu. Lalu tinggal kita buka media agar dan kita sentuhkan ibu jari kita secara zigzag ke atas media.

[3:28]Dan selesai.

[3:32]Setelah pengujian pre atau sebelum mencuci tangan dengan hand sanitizer, maka selanjutnya kita masuk ke post.

[3:40]Sebelumnya, Anda bisa mencuci tangan Anda terlebih dahulu dengan air. Ya, jadi pastikan Anda tadi setelah dari pre, Anda bilas dulu tangan Anda dengan air tanpa menggunakan sabun.

[3:53]Setelah itu, baru kita gunakan hand sanitizer.

[3:56]Hand sanitizer digunakan dengan cara yang standar, ya. Jadi digunakan dengan cara yang standar, diratakan di tangan kurang lebih 20 detik untuk membiarkan bahan aktifnya bekerja.

[4:12]Setelah itu, Anda lakukan penggoresan yang sama dengan menggunakan jempol.

[4:19]Digoreskan zigzag. Setelah itu, cawan petrinya siap untuk diinkubasi. Anda dibungkus lagi dengan koran, kemudian akan kita masukkan ke dalam inkubator.

[4:36]Jangan lupa untuk selalu memberi label pada bungkus yang Anda gunakan.

[4:42]SS, setelah itu hand sanitizer pada dan diberikan tanggal.

[5:04]Oke, setelah selesai praktikum, maka yang harus dilakukan adalah desinfeksi kembali area kerja Anda. Jadi, diawali dengan matikan lampu spiritusnya dan pindahkan dulu alat dan bahan yang tidak lagi diperlukan.

[5:20]Atau Anda bisa sisihkan. Lalu area yang lain Anda semprotkan dulu dengan alkohol.

[5:27]Disemprot merata. Oke, kita bagi dua karena di sebelah sana masih ada alat bahannya. Kita lap searah.

[5:36]Kemudian kita ganti tisunya, kita pindahkan alat dan bahan dari sisi yang lain, dan kita lakukan desinfeksi di sisi sebelahnya.

[5:46]Kita semprot lagi meja sisi sebelahnya.

[5:54]Lalu kita bersihkan, gunakan tisu yang baru ya. Kita gunakan tisu yang baru.

[6:00]Ambil lagi dari sisi tengah, lalu dilah ke arah samping.

[6:05]Rapikan alat dan bahan yang tertinggal di meja. Setelah itu, kita bisa meninggalkan laboratorium dengan mencuci tangan terlebih dahulu.

[6:14]Demikian prosedur praktikum yang sudah ditayangkan. Semoga apa yang telah ditayangkan ini bermanfaat untuk Anda dalam membantu Anda memahami materi mikrobiologi farmasi dan dapat menjadi bekal bagi Anda yang kelak akan menjadi apoteker dalam menerapkan pengujian-pengujian mikrobiologi di tempat Anda bekerja nantinya. Terima kasih atas perhatiannya, selamat belajar dan semoga selalu sehat.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript