[0:00]Pernah lihat pupuk urea yang di karungnya selalu ada tulisan 46% nitrogen? Lalu muncul pertanyaan sederhana.
[0:06]Kalau udara yang kita hirup itu isinya 78% nitrogen, terus kenapa tanaman masih butuh tambahan pupuk nitrogen?
[0:12]Ya, masalahnya bukan jumlahnya, tapi bentuknya.
[0:16]Di mana nitrogen di udara berbentuk N2, artinya dua atom nitrogen yang terikat sangat kuat dengan ikatan rangkap tiga.
[0:22]Sehingga tanaman kesulitan untuk memecah ikatan sekuat itu secara langsung.
[0:26]Itu sebabnya, tanaman butuh bakteri seperti Rhizobium untuk membantu mengikat nitrogen dari udara dan mengubahnya menjadi amonia.
[0:33]Tapi jumlahnya ini terbatas, sedangkan kebutuhan pangan dunia modern saat ini jauh melampaui kemampuan kapasitas alam untuk bekerja sendiri.
[0:40]Dan di sinilah manusia mulai turun tangan.
[0:43]Di mana pada awal abad ke-20, Fritz Haber menemukan cara untuk memaksa nitrogen bereaksi dengan hidrogen membentuk amonia.
[0:50]Dan proses ini kemudian disempurnakan secara industri oleh Carl Bosch.
[0:53]Sehingga kita mengenalnya sebagai proses Haber Bosch.
[0:56]Tapi reaksi ini tidak mudah karena kita butuh tiga hal ekstrem.
[0:59]Yang pertama, tekanan tinggi di mana gas nitrogen dan hidrogen ditekan hingga tekanan 300 bar.
[1:05]Tujuannya untuk mendorong reaksi ke arah pembentukan amonia.
[1:08]Lalu kita butuh suhu sekitar 500 derajat Celsius untuk mempercepat laju reaksinya.
[1:12]Dan yang terakhir, kita butuh katalis seperti besi untuk melemahkan ikatan gas nitrogennya.
[1:17]Sehingga atom hidrogen dan nitrogen lebih mudah untuk membentuk amonia.
[1:20]Dan hasilnya, amonia dalam skala jutaan ton per tahunnya.
[1:24]Tapi amonia yang dihasilkan ini tidak langsung digunakan sebagai pupuk.
[1:28]Kenapa? Karena amonia bukan pupuk yang ideal. Karena ia sulit didistribusikan ke berbagai kalangan.
[1:33]Itulah sebabnya, amonia direaksikan dengan CO2 sehingga terbentuklah senyawa Ammonium Carbamate.
[1:39]Lalu senyawa ini terurai menjadi carbamide serta air.
[1:42]Dan inilah yang kita sebut sebagai pupuk urea.
[1:45]Di mana dalam satu molekulnya ada satu karbon, satu oksigen, dua nitrogen, empat hidrogen.
[1:50]Sehingga total massa molekulnya sama dengan 60. Di mana nitrogen sendiri menyumbang 28 dari 60.
[1:57]Dan jika 28 dibagi 60 dikali 100 maka hasilnya adalah 46,7.
[2:03]Dan inilah asal angka 46% nitrogen pada karung pupuk urea.



