[0:00]Hai viewers, kita jumpa kembali di Kata Eci dan di episode yang ke-35 kali ini. Dari Fasaka Bali kembali saya akan share untuk pengalaman saya selama ini di dunia per-MC-an. Nah, kali ini saya mau ngajarin cara untuk membuat script MC. Wah, ini pertanyaan yang soale paling banyak ada di kolom komen yang nanyain satu per satu untuk berbagai macam acara yang ada. Kak, gimana cara MC acara A, gimana cara MC acara B, padahal sebenarnya ditanyain adalah gimana cara untuk mengucapkan kata-kata atau skrip dari acara tersebut. Iya kan? Itu kan yang kalian tanyain. Ya udah, saya akan ajarin ya gimana cara untuk membuat naskah MC tersebut, tapi harus subscribe dulu dong. Like juga dan jangan lupa nanti di-share ya ke teman-teman yang lain yang juga membutuhkan, oke. Yuk, kita sama-sama belajar gimana caranya untuk membuat script MC.
[1:11]Oke, sudah ready? Kita sama-sama ya untuk belajar menulis script MC sendiri. Nah, yang pertama, biasa kalau ada susunan acara yang tertera itu adalah opening MC, betul? Dan suka bingung opening MC biasanya ngomong apa aja ya? Oke, ini dia ya, kita break down satu-satu. Opening MC itu yang pertama adalah kita harus mengucapkan salam. Nah, salam itu seperti apa? Ya, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Om Swastiastu, salam sejahtera yang seperti itu ya. Jadi mau acara formal ataupun acara nonformal, salam itu sebaiknya diucapkan. Cuman mungkin nanti akan beda untuk intonasi, cara pembawaannya, ya. Kemudian selanjutnya adalah setelah salam itu undangan VIP. Undangan VIP siapa sajakah yang harus kita sebutkan? Dan saya ingatin sekali lagi untuk undangan VIP, itu yang terhormat cuma ada satu ya. Saya sudah pernah dibahas di episode sebelumnya, yang terhormat cuma ada satu, sisanya penyebutannya adalah yang kami hormati. Yang terhormat diikuti dengan penyebutan jabatan dari undangan dengan jabatan tertinggi. Oke, misalnya, yang terhormat Menteri PUPR Republik Indonesia Bapak Basuki Hadi Mulyono, gitu ya. Jadi, yang terhormat diikuti dengan jabatan, baru kemudian disusul dengan nama yang bersangkutan. Kalau mau menyebutkan nama, kalau hanya menyebutkan jabatan saja, boleh. Karena kalau untuk menyebutkan yang terhormat diikuti jabatan dan nama, itu ke bawah mesti sama seperti itu. Mesti jabatan dan nama. Jadi kalau misalnya di bawah kalian ada yang enggak tahu nih nama lengkap atau nama yang sesungguhnya dari pejabat tersebut siapa takut salah, ya udah mending dari yang terhormat sampai yang ke bawah itu cuma diikuti dengan jabatan saja. Setelah yang terhormat diikuti dengan yang kami hormati. Oke. Yang kami hormati ini boleh banyak ke bawah. Yang kami hormati Kepala Dinas bla bla bla, yang kami hormati Kepala Divisi bla bla bla. Boleh silakan. Cuman, saya sih mau saranin aja, kadang karena banyak nih yang kami hormatinya ke bawah, MC itu menyebutkannya berulang-ulang dan menyebabkan menjadi monoton untuk kata yang kami hormatinya. Jadi ada baiknya, untuk yang kami hormatinya enggak harus setiap kali penyebutan jabatan yang kami hormati terus dilanjutkan dengan nama, tapi seperti ini misalnya. Yang kami hormati Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten bla bla, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Lalah gitu ya. Jadi yang kami hormati enggak diulang disebutkan, tapi langsung aja lanjut dengan pejabat-pejabat lain yang hadir. Nanti mungkin sudah penyebutan tiga pejabat baru ulang lagi isi yang kami hormati, silakan seperti itu. Oke.
[4:47]Nah, selesai nih penyebutan nama undangan VIP, yang terakhir pasti biasanya adalah serta seluruh Bapak Ibu tamu undangan yang kami hormati. Nah, lanjut penyebutan nama acara. Nama acara, kemudian tempat acara di mana berlangsungnya acara tersebut, diikuti dengan tanggal acara, ya. Kemudian kalau memang ada tema kegiatan itu boleh juga disebutkan pada saat opening MC. Oke, misalnya seperti ini. Selamat pagi Bapak Ibu para peserta yang kami hormati, selamat datang dalam acara Seminar Nasional Pembangunan Infrastruktur Indonesia bertempat di BNDCC Nusa Dua Bali pada hari ini Rabu 4 Oktober 2023. Oke. Nah, itu adalah penyebutan untuk nama acara, tempat dan tanggal kegiatan, oke. Kemudian dilanjutkan. Dilanjutkan dengan menyampaikan mungkin tema dari seminar nasional tersebut atau tujuan dari diadakannya kegiatan seminar nasional tersebut, ya pendek aja satu atau dua kalimat gitu ya. Untuk bisa mengetahui sedikit dari knowledge acara tersebut, misalnya.
[6:37]Seminar Nasional ini bertujuan untuk mengetahui seberapa pesat pembangunan infrastruktur di Indonesia sejak rentang tahun 2022 hingga 2023. Misalnya seperti itu, boleh aja. Jadi disesuaikan ya dengan tema kegiatan acara tersebut, oke. selesai pengucapan tema atau tujuan dari kegiatan tersebut, kemudian jika memang ada sponsorship yang harus diucapkan terima kasih atas supportnya untuk kegiatan ini, boleh juga disampaikan di awal. Misalnya. Dan pada kesempatan ini izinkan pula kami ingin menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada para sponsor yang telah mendukung acara ini. Terima kasih kami kepada sponsor A, sponsor B, sponsor C, dan seterusnya. Oke. Jadi kurang lebih itulah isi dari opening acara, ya. Yang biasanya dituliskan kalau di susunan acara cuma opening MC, tapi ternyata setelah di-break down ke bawah banyak ya poin-poin yang harus disampaikan. Nah, kalau lupa apa aja poin-poinnya boleh di-rewind lagi apa saja yang sudah saya jelaskan sebelumnya untuk opening MC. Oke, next, kita lanjut ke acara berikutnya yang biasanya ada di susunan acara nih, kalau acara formal, apalagi acara kementerian atau acara pemerintahan, itu adalah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Nah, kadang tuh saya sering mendengar beberapa MC untuk penyebutannya kurang lengkap. Jadi penyebutan yang benar adalah Selanjutnya, undangan kami mohon untuk berdiri menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Jadi dilengkapi dengan kata kebangsaan ya, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya seperti itu. Oke. Jangan cuma menyanyikan lagu Indonesia Raya, atau marilah kita bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya seperti itu. Boleh ya. Sesudah itu, sesudah menyanyikan lagu Indonesia Raya, biasanya lagi nih akan diikuti dengan pembacaan doa. Bagaimana cara menyampaikannya untuk pembacaan doa tersebut? Cukup seperti ini aja. Hadirin, untuk selanjutnya marilah kita bersama-sama memanjatkan doa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing, agar acara pada hari ini dapat berjalan dengan lancar. Berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing dimulai. Itu dengan catatan kalau MC yang pimpin doa. Tapi kalau misalnya ada petugas pembaca doa, ya kita sebutkan nama petugas yang membacakan doa. Misalnya, Selanjutnya marilah kita memanjatkan doa yang pada kesempatan ini akan dipimpin oleh Bapak bla bla bla bla. Kepada Bapak bla bla bla bla, kami persilakan. Seperti itu, ya. Jadi, kalau ada yang membacakan doanya, ya udah kita panggil namanya, tapi kalau enggak, MC yang memimpin seperti kalimat yang saya contohkan tadi. Oke. Ya, kita lanjut ke acara berikutnya. Nah, ini juga sering ditanyain sama saya, Kak Eci pakai kalimat apa ya untuk penyambung dari satu acara ke acara lain selain selanjutnya? Oke, kita variasikan aja kalau tadi udah pakai selanjutnya, kemudian kita bisa gunakan kata sambung berikutnya adalah Baik Bapak Ibu yang kami hormati, berikutnya kita akan dengarkan laporan dari Ketua Panitia acara. Dengan hormat Bapak Aris Suditomo, kami persilakan. Nah, misalnya seperti itu. Jadi untuk pemanggilan dari nama yang akan menyampaikan laporan atau sambutan, itu sebutkan dulu jabatan, kemudian diikuti dengan namanya, seperti yang saya contohkan tadi.
[11:22]Dan selanjutnya kita akan mendengarkan sambutan dari Menteri PUPR Republik Indonesia yang terhormat Bapak Basuki Hadi Mulyono disilakan. Ya. Jadi penyebutan jabatan beliau, kemudian diikuti dengan nama beliau. Oke. Nah, biasanya kalau sudah disampaikan sambutan oleh pejabat tertinggi yang hadir dalam suatu acara, beliau akan juga dilanjutkan membuka acara secara resmi. Entah ditandai dengan pemukulan gong, ditandai dengan membunyikan angklung atau penekanan tombol sirene dan lain sebagainya. Jadi bagaimana kata-kata yang harus diucapkan oleh MC selanjutnya? Kata-katanya seperti ini. Jadi ceritanya ini, eh menteri sudah selesai ya menyampaikan sambutan beliau. Kemudian kita sebagai MC harus menahan beliau agar tetap di atas panggung. Jangan turun dulu karena beliau harus meresmikan dengan cara pemukulan gong. Kalimatnya seperti ini. Terima kasih Bapak atas sambutan yang telah disampaikan, kami mohon untuk tetap di atas panggung dilanjutkan dengan prosesi pembukaan acara Seminar Nasional ditandai dengan pemukulan gong. Dengan hormat kami mengundang untuk dapat mendampingi prosesi pemukulan gong, Ketua Panitia Pelaksana Seminar Nasional, Kepala Dinas PUPR Provinsi A, Kepala Dinas PUPR Kota B, kami mohon untuk dapat naik ke atas panggung. Nah, seperti itu ya. Jadi biasanya kalau prosesi pemukulan gong atau peresmiannya itu ada yang mendampingi selain pejabat tertinggi yang hadir pada kesempatan hari itu. Nah, setelah semua berkumpul di atas panggung, ya. Kemudian akan dilanjutkan dengan prosesi peresmiannya, entah dengan pemukulan gong, pemencetan sirene atau membunyikan angklung dan lain sebagainya. Setelah semua selesai, kemudian dipersilakan untuk diabadikan terlebih dulu dalam foto bersama, ya biasanya mereka foto bersama dulu. Nah, ini juga tentatif kalau misalnya ada dilanjutkan dengan pemberian cenderamata, silakan. Tapi kalau tidak, ya udah setelah peresmian tersebut beliau semua dipersilakan untuk duduk kembali. Kalau ada pemberian cenderamata seperti apa kalimatnya, Kak? Oke, seperti ini. Terima kasih dan selanjutnya kami mohon untuk masih tetap tinggal di atas panggung, akan ada penyerahan tanda mata yang akan diserahkan oleh Ketua Panitia Seminar Nasional kepada Menteri PUPR Republik Indonesia. Misalnya seperti itu, ya. Kemudian serah-serahan di atas panggung, ketika sudah selesai, kita ucapkan terima kasih, kami persilakan kembali ke tempat seperti itu. Oke. Jadi udah selesai nih untuk acara seremonialnya pada saat untuk pembukaan seminar. Ya, pembukaan seminar nasional ini contoh, kalau misalnya ada acara yang lain, ya silakan digunakan gitu ya. Nah, jadi kalau untuk acara seremonial itu kurang lebihnya seperti yang saya sampaikan tadi. Entah itu untuk pembukaan suatu acara, peresmian suatu tempat, ataupun untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat formal ya. Jadi kurang lebih ada gongnya untuk pembukaan acara tersebut oleh seorang pejabat tertinggi yang hadir. Setelah itu ya udah deh, selesai tinggal closingnya aja. Seperti apa? Seperti ini. Baik Bapak Ibu sekalian, demikianlah tadi acara pembukaan untuk Seminar Nasional Pembangunan Infrastruktur Indonesia 2023. Sekali lagi kami ucapkan banyak terima kasih kepada Menteri PUPR Republik Indonesia yang telah membuka secara resmi. Kepada Bapak Ibu para peserta lainnya kami mohon untuk tetap tinggal di tempat karena acara masih akan kami lanjutkan dengan penyampaian materi dari para narasumber yang telah hadir pada kesempatan pagi hari ini. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas kehadirannya dan kami persilakan kepada Menteri Republik Indonesia untuk dapat melanjutkan dengan kegiatan berikutnya. Selanjutnya untuk closing acara. Kalau misalnya setelah acara seremonial itu enggak ada lagi ya kegiatan berikutnya, langsung benar-benar ditutup oleh MC, contohnya seperti ini. Baik Bapak Ibu para peserta yang kami hormati, demikianlah rangkaian acara Seminar Nasional pada hari ini. Terima kasih sekali lagi kami ucapkan atas kehadiran Bapak Ibu sekalian yang telah hadir mengikuti kegiatan pada hari ini dan semoga apa yang telah kita ikuti bersama dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. Kami mewakili panitia mengucapkan mohon maaf jika ada kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan hari ini. Akhirnya saya Putu Dessy Fridayanthi mengucapkan terima kasih, selamat siang dan kami akhiri dengan wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Om Shanti Shanti Shanti Om. Udah deh, selesai. Kurang lebihnya seperti itu, oke. Jadi kalau selama ini kalian banyak yang nanya nih di kolom komen, Kak, gimana sih kalau ng-MC acara ulang tahun sekolah, Kak, gimana sih caranya untuk ng-MC acara peringatan 17 Agustus dan lain sebagainya. Sebenarnya yang kalian tanyakan itu bukan bagaimana cara membawakan acaranya, tapi pastinya lebih kepada Kak, gimana sih script MC-nya untuk membawakan acara-acara tersebut kan? Nah, ini saya sudah kasih tahu nih guideline-nya, template-nya ya secara general untuk acara-acara formal khususnya. Tapi kalau kalian memang ada pertanyaan untuk cara membuat script MC acara yang lain, boleh tulis di kolom komen untuk susunan acara yang dimaksud. Jadi jangan general keseluruhan ya, misalnya, Kak, ini ada penyerahan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi. Gimana ya, Kak, kata-katanya? Kayak gitu tuh kalau buat pertanyaan. Jadi saya ngejawabnya juga bisa per segmen. Kalau ngasih susunan acara lengkap dari awal sampai akhir itu kepanjangan. Kalian bisa tiru aja dari template yang sudah saya sampaikan dari awal episode kali ini. Oke. Semoga berguna dan selamat belajar untuk membuat script MC. Pasti bisa kalau ngikutin urutan-urutan yang udah saya jelasin tadi. Tapi kalau masih bingung, tanya aja di bawah ini. Terima kasih sudah menyaksikan Kata Eci episode 35. Jangan lupa untuk like, subscribe pastinya dan juga share ke teman-temannya kalau memang dirasa konten ini berguna. Sampai jumpa di episode selanjutnya. Bye.
[20:17]Ya udah, saya akan Apa, Mas? kita akan Ulang-ulang. Ya udah, saya akan share ya gimana caranya.
[20:38]Selamat pagi, Bapak Ibu para peserta. Yang pertama adalah salam. Salam apa? Kayak macem, Om Swastiastu, Assalamualaikum, salam sejahtera.
[21:05]Oke, setelah tadi mengucapkan puji syukur dan lain sebagainya sebagai bridging, sebagai bridging, sebagai bridging.



