[1:29]bulan Ramadhan sudah separuh jalan, tersisa beberapa minggu lagi. inilah saat dimana kita mulai kehabisan bahan bakar dan kehabisan motivasi saat dimana kita mulai melaksanakan sekedarnya saja kita mulai menghitung tersisa berapa hari lagi bukannya berapa hari lagi yang seharusnya kita harapkan saya ingin didedikasikan khutbah ini sebagai pengingat tentang bulan Ramadhan karena saya sering merasakan ini sebagai seorang guru di separuh terakhir semester, para murid kehilangan motivasi kamu harus ingatkan, apa yang sebenarnya mereka sedang lakukan mengapa mereka melakukannya karena dalam segala hal di hidup ini jika tidak punya motivasi, kamu tidak akan mendapatkan hasil yang sangat baik kamu pasti tidak bisa melakukan yang terbaik motivasi adalah bahan bakar tak terlihat dari setiap kesuksesan orang yang termotivasi bisa meraih banyak hal yang tidak punya motivasi, tidak akan meraih apapun ada tujuan yang harus kita raih di bulan Ramadhan untuk diri kita kita tidak memiliki tujuan yang sama apapun tujuan yang kita punya tidak akan kita raih jika tidak ada motivasi motivasi bukanlah sesuatu yang bisa kamu pegang inilah mengapa Allah memberitahu kita Fa dzakkir in nafa'atidz-dzikraa ( Surat Al-Ala ayat 9 ) berikan peringatan, karena peringatan itu bermanfaat jika kamu mengingatkan seseorang, kamu tidak memberi sesuatu yang baru mereka sudah tahu tapi mereka perlu mendengarnya lagi karena terkadang itu terasa seperti baru pertama kali mendengarnya hal pertama yang ingin saya ingatkan untuk diri saya dan anda semua tentang dua tujuan utama dari bulan Ramadhan dua tujuan itu saya kutip dari ayat tentang Ramadhan itu sendiri bagian dari surat Al-Baqarah ada kata la'alla pada bagian akhir ayat tentang Ramadan kata la'alla itu artinya 'supaya' atau 'semoga' jadi Allah memberi kita bulan Ramadhan supaya ... ada percakapan panjang tentang Ramadhan dan dibagian akhirnya, Allah berfirman supaya ... apa tujuannya? La'allakum tasykurun ( Surat Al-Baqarah ayat 185 ) supaya kamu bersyukur jika kamu ingin mengambil inti dari seluruh kegiatan Ramadan kamu seharusnya jadi seperti apa satu tujuannya adalah agar kita menjadi orang yang lebih bersyukur kepada Allah itu hal yang luar biasa untuk dipikirkan kamu bersyukur pada saat Ramadhan sudah berakhir kamu sedang duduk makan siang " tunggu dulu, apa saya boleh makan? " " oh ya, Alhamdulillah sudah berakhir " " saya bersyukur bisa makan " bukan bersyukur yang seperti itu yang saya maksud adalah yang lebih dari itu apakah kita sungguh bersyukur telah diberi karunia wahyu ini? diberikan Al-Quran apakah kita sungguh mengapresiasinya? seperti halnya kita mengapresiasi makanan yang bisa kita makan kapanpun setelah Ramadhan kebutuhan tubuhmu telah terpenuhi ada hal lain dalam dirimu yang juga memiliki kebutuhan dan kebutuhan itu seharusnya terpenuhi di Ramadhan ini Allah memberikan cahaya di dalam diri setiap manusia ada ruh di dalam diri kita dan cahaya itu tidaklah sempurna dan hanya bisa disempurnakan melalui cahaya yang diturunkan Allah inilah yang Dia sebut Nuurun 'alaa nuur ( QS 24:35 ) cahaya diatas cahaya Allah menurunkan cahaya itu (Quran) untuk menyempurnakan kebaikan di dalam diri kita (ruh) kita seharusnya bersyukur atas hal itu itulah sesungguhnya tujuan dari Ramadhan agar kita menjadi orang yang bersyukur karena Allah telah memberikan Al-Quran pada kita hal lain tentang ayat Ramadhan bahwa Allah memberitahu agar kita berdoa Wa idzaa sa-alaka 'ibaadii 'annii fa innii qariib ( Surat Al-Baqarah ayat 186 ) Ujiibu da'watad daa'i idzaa da'aan ( Surat Al-Baqarah ayat 186 ) Allah akan merespon doa apapun yang kita panjatkan ini saatnya kita banyak berbicara kepada Allah Al-Quran adalah Allah bicara pada kita Doa adalah kita bicara pada Allah percakapannya menjadi sempurna ada yang bicara padamu, kamu balik bicara padanya Allah bicara kepada kita, itulah Al-Quran itulah mengapa kita membaca, mendengarkan dan terlibat dengan Quran itu adalah Allah bicara pada kita dan kemudian kita berdoa kepada Allah kita meminta berbagai macam hal kepada Allah dan itu adalah kita bicara pada Allah maka hubungan kita dengan Allah jadi kuat. Allah bilang, " mintalah apapun kepadaKu " " mintalah kapanpun dan siapapun dirimu " " dan Aku akan merespon segera " Tapi di bagian akhirnya, Allah mengatakan sesuatu Falyastajiibuu lii. ( Surat Al-Baqarah ayat 186 ) " Mereka harus merespon Aku juga. " saya berdoa pada Allah, Dia merespon. Allah berkata, " Aku akan merespon ... " tapi Aku minta, kamu harus merespon Aku juga " Falyastajiibuu lii walyuminubi ( Surat Al-Baqarah ayat 186 ) " setidaknya mereka mencoba merespon " persoalannya sangat sederhana jika kamu tidak mengerti apa yang sedang saya katakan kepadamu dan saya meminta sesuatu dengan menggunakan bahasa asing maka kamu tidak akan bisa merespon saya jika saya meminta air, jika saya meminta bantuan kepadamu dengan bahasa yang asing bagimu maka tidak mungkin kamu akan merespon saya maka ketika Allah mengatakan, mereka harus mencoba meresponKu itu artinya saya pun harus berusaha untuk memahami apa yang Allah minta saya tahu persis apa yang saya minta kepada Allah saya tahu apa masalah yang harus saya selesaikan saya tahu keinginan saya yang harus terpenuhi saya tahu apa tujuan saya dan ingin dibantu Allah saya tahu persis yang saya inginkan tapi apakah saya tahu apa yang Allah inginkan? dan jika tidak yakin itulah sebabnya mengapa Dia memberi kita Al-Quran agar kita tahu apa yang Dia inginkan dan Dia meminta .... " kamu meminta kepadaKu " " tapi Aku pun meminta sesuatu darimu " " Aku menuntut sesuatu darimu juga " " apakah kamu akan meresponKu? " Falyastajiibuu lii walyuminubi ( Surat Al-Baqarah ayat 186 ) jika percakapan itu bisa terjadi jika kamu bisa mulai meminta kepada Allah sesuatu yang kamu butuhkan dan kamu mulai mendengarkan apa yang Allah inginkan darimu maka Allah berkata la'alahum yarsudun ( QS 2:86 ) agar mereka berada dalam kebenaran bagaimana saya bisa menjadi orang yang lebih baik? ayat inilah solusinya bagaimana kamu bisa mendapatkan kehidupan yang lurus? yarsudun itu berarti .... saya akan terjemahkan sebagai ungkapan kiasan sehingga mereka dapat meluruskan hidup mereka supaya mereka bisa tegak, bisa jadi orang baik bagaimana saya bisa jadi baik? jika percakapan itu bisa sungguh terjadi antara saya dengan Allah itulah seharusnya tujuan dari bulan Ramadhan tapi sekarang tersisa beberapa minggu lagi saya ingin menekankan bahwa kita bukanlah umat pertama yang diberikan kitab ketika Allah menurunkan wahyu seharusnya itu menjadi sebuah percakapan antara Tuhan dan hamba-Nya. itulah tujuan dari wahyu tapi seiring berjalannya waktu, tujuan itu mulai hilang umat yang menerima kitab sebelum kita mereka kehilangan tujuan itu maka Kitab itu menjadi sesuatu yang lain kitab ini menjadi sesuatu yang sekedar dibaca dengan suara indah. kitab ini menjadi hanya dipahami oleh segelintir orang mereka terlihat seperti pemuka agama mereka tahu banyak, tapi kita semuanya tidak perlu tahu apapun dan jika ada pertanyaan, kita bisa tanya mereka kitab ini bukan untuk kita, hanya untuk pemuka agama untuk para ulama, untuk para syeikh mereka memahami kitab ini sementara kita, cukup hidup seperti biasa saja cukup beritahu kapan kita boleh berbuka, kapan waktunya Idul Fitri itu saja yang perlu kita tahu Allah menggambarkan fenomena ini Alam ya'ni lilladziina aamanuu an takh-sya'a quluubuhum ( Surat Al Hadid ayat 16 ) lidzikrillaahi wa maa nazala minal haqq ( Surat Al Hadid ayat 16 ) tolong dengarkan ayat ini baik-baik, ini salah satu ayat paling mengerikan di Al-Quran yang menjelaskan rasa takut yang seharusnya kita miliki tentang penyakit yang menyerang umat sebelum kita mereka diberi kitab, namun mereka melakukan kesalahan Allah berkata, kalian jangan berbuat kesalahan seperti mereka bagaimana cara Allah mengatakannya? Dia bertanya " Bukankah sudah tiba waktunya, sekarang " Alam ya'ni lilladziina aamanuu ( Surat Al Hadid ayat 16 ) ya'ni berasal dari kata al-an al-an dalam bahasa Arab itu berarti 'sekarang' " Bukankah sudah tiba waktunya, sekarang " " untuk mereka yang mengklaim bahwa mereka beriman " an takh-sya'a quluubuhum lidzikrillaah ( Surat Al Hadid ayat 16 ) " bahwa hati mereka seharusnya dipenuhi dengan kekaguman " hati mereka seharusnya diliputi perasaan kemahakuasaan Allah karena mengingat Allah. Allah bertanya, "Belum tibakah saatnya, bahwa hatimu merasakan sesuatu? ketika kamu mendengarkan atau membaca sebuah pesan pikiran kita memprosesnya kamu memahami apa yang dikatakan Allah berkata, itu tidak cukup Allah ingin agar hatimu merasakan sesuatu hati kita merasakan kekuatan dahsyat karena mengingat Allah. mengingat Allah yang seperti apa? Allah sendiri yang menjelaskan Wa maa nazala minal-haqq ( Surat Al Hadid ayat 16 ) artinya, " apakah hati mereka diliputi kekaguman " " karena merasakan kekuatan dahsyat dari kebenaran ayat-ayat yang diturunkan-Nya " " Belum tibakah saatnya, bahwa hatimu merasakan sesuatu " " karena Al-Quran yang biasa kamu dengar " " mengapa itu belum terjadi? " Allah menanyakan pertanyaan yang menakutkan ini. Alam ya'ni lilladziina aamanuu an takh-sya'a quluubuhum lidzikrillaah ( QS 57 : 16 ) Al-Quran yang sama yang kita dengar saat shalat yang kita dengar pada saat shalat Tarawih mungkin di bulan ini kamu sedang merasa sangat Islami kamu menyalakan lantunan Al-Quran saat sedang menyetir tapi tidak terjadi apapun pada hati saya, saya tidak merasakan apapun air mata tidak terjatuh dari mata saya saya tidak merasakan apa-apa jika ada yang memberi saya kabar baik ada yang menelpon, " hei saya lulus " kamu diliputi kegembiraan ketika ada yang berkata, " saya kecelakaan " kamu diliputi ketakutan ada perasaan ini saat seseorang memberi kabar baik atau buruk tapi ketika Allah yang memberi kabar baik dan buruk ketika Allah memberikan nasihat, hatimu tidak merasakan apapun hati saya tetap tidak berubah Al-Quran sekedar bunyi-bunyian saja dan bagi sebagian orang Al-Quran sedang dibacakan kamu menekan tombol play di dalam mobil kamu ngobrol dan Al-Quran cuma sebagai musik pelengkap Wa idzaa quri-al qur-aanu ( QS 7: 204 ) Allah Azza Wa Jalla berfirman fastami'uu lahuu wa an-shituu ( Surat Al-A'raf ayat 204 ) dengarkan Al-Quran baik-baik dan diamlah ! Al-Quran sedang dibacakan ini Firman Allah yang sedang dibacakan saat itu dibacakan dalam bentuk MP3 atau dalam aplikasi atau dalam bentuk apapun itu bukan sekedar file yang sedang diputar, itu adalah firman Allah kamu seharusnya kagum " Ssssttttt ..... Allah sedang berbicara " kalau kamu memang ingin mengobrol matikan dulu, lalu silahkan ngobrol terkadang kalau ke restoran saat Ramadhan biasanya mereka menyalakan musik tapi saat Ramadhan, mereka menyalakan Al-Quran dan setiap saya ke restoran dan ada Al-Quran saya dengan sopan meminta " bisa tolong dimatikan? " " kamu kan berjenggot, harusnya kan kamu minta agar dinyalakan? " orang-orang itu mengobrol di restoran orang-orang saling bersosialisasi kok mereka bisa bersosialisasi, sementara Al-Quran jadi suara pelengkap saja? ini adalah kalimatullahi hiyal 'ulyaa ( QS 9:40 ) firman Allah di tempat yang tertinggi jika tidak bisa memberi hormat seperti itu, maka jangan dengarkan kalau mau mendengarkan, maka hentikan yang lainnya hentikan semuanya, berdiamlah Rendahkan dirimu terhadap tingginya kata-kata Allah. dan jika kita tidak bisa merasakan itu maka bagaimana mungkin kata-kata Allah bisa menyentuh hati kita pertama, kita harus menghormati Al-Quran harus memahami betapa agungnya Al-Quran ini kita tidak pantas untuk menerima Al-Quran umat manusia tidak pantas mendapatkannya ini adalah karunia Qul bi fadhlillaahi wa birohmatihi ( Surat Yusuf ayat 58 ) Katakan pada mereka, ini karunia luar biasa dari Allah ini datang dengan kasih sayang-Nya kita sebenarnya tidak layak Fabidzaalika falyafrohuu ( Surat Yusuf ayat 58 ) mereka seharusnya bergembira karena Al-Quran Huwa khoyrun mimmaa yajma'uun ( Surat Yusuf ayat 58 ) lebih baik dari apapun yang mereka kumpulkan kekayaan apapun tidak bisa dibandingkan dengan Al-Quran beginilah seharusnya sikap saya terhadap Al-Quran dan di surat Al-Hadid ini Allah berfirman " mengapa hatimu belum tergerak? " " mengapa kamu belum merasakan sesuatu saat mendengar FirmanKu? " an takh-sya'a quluubuhum wa maa nazala minal-haqq ( QS 57 : 16 ) Allah berkata, " ini bukanlah yang pertama terjadi " Al-Quran, kitab paling agung telah turun namun sebelumnya sudah ada Taurat dan ada kitab lainnya Wa laa yakuunuu kalladziina uutul kitaaba min qablu ( Surat Al Hadid ayat 16 ) Jangan sampai mereka menjadi seperti orang-orang yang telah menerima kitab terdahulu jauh di masa lalu Fathaala 'alayhimul amadu ( Surat Al Hadid ayat 16 ) kemudian mereka melewati berbagai generasi.
[14:10]sudah berlalu ribuan tahun, dan menjadi agama yang tua sama seperti Islam, sudah 1500 tahun Fathaala 'alayhimul amadu ( Surat Al Hadid ayat 16 ) lalu apa yang Allah jelaskan apa yang terjadi setelah waktu berlalu awalnya kamu takjub dengan kitab ini kamu kagum dengan kitab ini tapi setelah masa yang panjang berlalu kitab ini kemudian menjadi bagian budaya, jadi hal yang biasa dilakukan tidak lagi menjadi sesuatu yang menggerakan hatimu Fathaala 'alayhimul amad faqaasat quluubuhum ( Surat Al Hadid ayat 16 ) dan hati mereka menjadi keras hati mereka tidak bisa merasakan apapun mereka berada di bulan Al-Quran dan yang mereka pikirkan adalah " apa menu buka puasa nanti? " " siapa yang mengundang kita? " " mereka punya 4 menu buka puasa " " maka kita harus punya 5 menu " " apa yang akan kita pakai saat Idul Fitri? sudah punya pakaiannya belum? " " sudah belanja belum? " " nanti pasarnya akan ramai banget, kita sebaiknya belanja sekarang! " " sebaiknya pesan online sekarang! " " ya ampun, ukurannya salah " inikah yang ada di dalam kepala kita? " ohh saya harus beli ayam, beli ini dan beli itu " seperti sudah masuk waktu Ashar kita dalam kondisi darurat karena masakannya belum siap lalu kamu diperintahkan untuk mendapatkan berbagai barang di berbagai toko cuma ini saja yang ada di dalam kepala kita dengarlah apa yang Allah katakan di surat yang sama hati menjadi keras apa yang kemudian Dia katakan manusia menjadi lalai karena Dunia I'lamuu annamal hayaatudduunyaa ( Surat Al-Hadid ayat 20 ) la'ibun wa lahvun wa ziinatun wa tafaakhurun baynakum ( Surat Al-Hadid ayat 20 ) di surat yang sama kehidupan dunia ini .... apa sesungguhnya kehidupan dunia ini? Dunia ini hanyalah permainan belaka bagaimana kamu menghabiskan waktu? beberapa anak yang berpuasa " sekolah kan sedang libur, diluar juga panas " " jadi saya main PS4 saja " beginilah waktu sorenya dihabiskan dengan bermain memangnya mau ngapain lagi? kehidupan dunia, yang kamu inginkan hanyalah bermain seperti anak-anak yang ingin bermain kalau tidak bermain, mungkin kamu agak dewasa wa lahvun, hiburan " saya selesaikan season dua dari film seri ini " " karena masih ada 45 menit sebelum Maghrib " " saya 'berdzikir' melalui satu episode ini "
[16:28]Allah berkata, kehidupan dunia bagi manusia itu hanyalah permainan dan hiburan untuk orang lain hidup mereka hanya beralih dari hiburan satu ke hiburan yang lain dari satu permainan ke permaianan yang lain kamu memberi anakmu iPhone, lalu mereka bermain " ahhh saya mau main yang lain " lalu balik lagi, lalu cari yang lain lagi " kami boleh nonton gak? boleh minta hiburan? " kehidupan jadi seperti ini saya butuh bermain atau saya butuh hiburan ada yang berkata " tidak, saya tidak seperti itu. Alhamdulillah " " saya tidak menonton TV dan tidak menonton Netflix, saya tidak menonton apapun " " dan saya tidak bermain " mungkin kamu terkena virus berikutnya wa tafaakhurun baynakum ( Surat Al-Hadid ayat 20 ) suka pamer ke orang lain " kamu membuat apa untuk buka puasa? " " mau kemana? pakai baju apa? " bagi sebagian orang, itu yang dipikirkannya. untuk pamer agar bisa berkata, "kamu tahu apa yang saya masak hari ini? " " kamu tahu berapa orang yang saya undang? saya undang semuanya! " lalu ada yang berkata, " kapan kamu mengundang lagi? " itu saja yang dipikirkannya boleh saja memberi makan untuk orang yang butuh bantuan untuk bersikap ramah pada orang lain tapi jika seluruh Ramadan hanya diisi hal seperti ini maka hati menjadi keras kita menjadi lalai Kita menjadi lebih duniawi di bulan yang seharusnya kita menjauhkan diri dari hal-hal itu bulan di mana kita seharusnya memberi makan jiwa kita bulan untuk melepaskan ambisi duniawi. Allah melatih kita untuk merasakan kelaparan sepanjang hari lalu apa yang kita lakukan? kita makan lebih banyak dari biasanya pada saat berbuka meja makan harus penuh sekali-kali cobalah bereksperimen ibu-ibu disini yang memasak buka puasa sekali-kali untuk berbuka puasa cuma sediakan kurma dan air jangan taruh apa-apa lagi di meja makan lalu lihatlah wajah keluargamu " apa ini? "
[18:24]" serius nih? " karena yang sudah saya pikirkan sepanjang hari satu-satunya dzikir yang saya lakukan yakni 'dzikir' mengingat gorengan satu-satunya 'dzikir' yang saya lakukan adalah mau makan apa nanti mata saya hanya ke makanan ada dua jenis 'dzikir' sebelum buka puasa " dia atau saya yang lebih dahulu mendapatkan paha ayam itu? " kamu melihat jam, 36 detik ... 28 detik ... 26 detik ... jadi seperti ini itu adalah indikasi bahwa hati sudah menjadi keras dan jika kamu biarkan hatimu menjadi keras lalu apa yang Allah katakan? Faqaasat quluubuhum, wa katsiirun minhum faasiquun. ( Surat Al-Hadid ayat 16 ) kebanyakan di antara mereka menjadi orang yang fasik ketika hati menjadi keras kemudian menjadi tempat bermainnya setan kemudian terjadi ketidaktaatan kepada Allah semua hal terburuk dimana manusia seharusnya tidak lakukan setan masuk dan kemudian memegang kendali ini adalah bulan dimana hati seharusnya menjadi lembut karena setan sudah dirantai mereka tidak akan mengganggu kita jika kita membantu pekerjaan mereka mempersiapkan hati kita untuk tetap menjadi keras maka kita gagal paham mereka akan kembali dengan kekuatan penuh Ramadhan seperti tidak pernah ada dimana seharusnya imanmu meningkat, hatimu jadi terhubung dengan Allah itu tidak pernah terjadi maka Allah berkata Faqaasat quluubuhum, wa katsiirun minhum faasiquun. ( Surat Al-Hadid ayat 16 ) ada hal mengerikan dari umat sebelum kita yang mengidap penyakit yang sama hukum Allah tidak berubah hukum gravitasi akan tetap seperti itu api akan selalu membakar ini adalah hukum Allah Dia yang menciptakan ini sama halnya dengan hati kita jika kamu melakukan hal yang sama, maka hasilnya akan sama kita tidak akan jadi lebih baik, rumusnya akan tetap sama lalu apa yang Allah katakan? I'lamuu annallaaha yuhyil-ardha ba'da mawtihaa. ( Surat Al-Hadid ayat 17 ) " Ketahuilah, Allah menghidupkan kembali Bumi yang telah mati " kalimat yang sangat dalam mungkin kamu merasa bahwa hatimu telah mati " kamu benar, saya tidak merasakan apapun " " saya tidak terhubung dengan Allah " " rasanya hati saya memang mati " Allah berkata, " tidak apa-apa, " jika kamu merasa hatimu mati " " maka ada satu lagi sunnahnya Allah " Allah menghidupkan kembali Bumi yang telah mati maka hatimu yang mati tidak apa-apa, Allah bisa hidupkan lagi masih ada harapan karena Allah bisa menghidupkan yang mati I'lamuu annallaaha yuhyil-ardha ba'da mawtihaa. ( Surat Al-Hadid ayat 17 ) Qod bayyannaa lakumul aayaati la'allakum ta'qiluun ( Surat Al-Hadid ayat 17 ) " kami menjelaskan ayat-ayat ini kepadamu " " Kami memperjelas ini untuk kamu, supaya kamu bisa berpikir " Allah memperjelas ini untukmu Aku bukan sekedar berkata " Bumi bisa menjadi hijau lagi " tidak, Aku mengatakan ini untukmu supaya kamu paham bahwa Aku sedang membahas dirimu dan hatimu yang kering seperti tanah yang tandus tapi tidak apa-apa, bisa dihidupkan lagi tapi bagaimana caranya Allah menghidupkan kembali Bumi? itu pertanyaannya kan? bagaimana cara Allah menghidupkan kembali Bumi? ketika hujan berhenti dan tidak ada air, maka Bumi akan mati ketika hujan, maka kehidupan pun kembali dan hujan itu turun dari langit seperti halnya Firman Allah yang turun dari langit inilah sebabnya Allah sering menyamakan Al-Quran dengan air Allah membandingkan Al-Quran dan air yang turun dari langit maka apa makna tersirat dari ayat ini? Dia memberitahu kita bahwa kamu harus sungguh merespon perintah Allah, ketika Allah berbicara di dalam Al-Quran ada yang tidak paham Al-Quran dan ada juga yang sangat paham tidak jadi masalah karena orang yang tidak paham Quran dan orang yang sangat paham itu setara ketika mengingat Allah karena bukan pikiran yang diisi tapi hati dan hati ini harus selalu diisi Sekarang, pikirkan tentang air tidak mungkin berkata, " kemarin saya sudah minum, sekarang tidak perlu " air adalah kebutuhan yang terus menerus dibutuhkan kamu perlu minum lagi, lagi dan lagi jika tidak, maka tubuhmu akan mulai lemah sama halnya dengan Al-Quran yang harus kamu teguk lagi, lagi dan lagi meskipun kamu sudah tahu, tapi tetap kamu masukan lagi, lagi dan lagi dan setiap yang masuk itu akan memperbaiki dirimu membersihkan dirimu mengeluarkan racun dari dirimu untuk pikiran dan hatimu, untuk apa yang kamu pikirkan dan rasakan mungkin kamu sedang melakukan kesalahan tapi kamu tidak mampu keluar Al-Quran akan memberi kekuatan akan memberi kekuatan sehingga kamu mampu keluar dari kesalahan kekuatan itu akan datang dari Allah jika kamu memupuknya kamu belum pernah memberi kesempatan pada Al-Quran tersisa beberapa minggu lagi ini adalah hari-hari Al-Quran habiskan waktu luangmu .... minta kepada Allah untuk membimbingmu minta ke Allah ... " ya Allah aku akan mendatangi ayat-ayatMu " " aku selalu meminta kepadaMu " " sekarang aku ingin cari tahu apa yang Engkau minta dariku " bukalah Al-Quran buka surat apapun di Al-Quran mulai baca jika tidak paham, coba baca lagi atau tanya seseorang jika kamu ingin bertanya tentang Al-Quran saya terbuka untuk ditanya saya pun masih belajar, saya tidak tahu semuanya tapi jika ada pertanyaan, saya ada disini setiap siang setiap jam satu siang setiap hari kamu bisa datang dan bertanya tentang apapun kalian yang di sosial media, silahkan posting pertanyaannya apa sih yang Allah minta dari saya? apa yang Allah minta saat kamu membaca ayat ini Allah sedang berbicara denganmu melalui Quran Biarkan percakapan itu terjadi di hari-hari ini inilah yang harus kita lakukan kenapa harus kita lakukan? supaya kita bersyukur mungkin kita belum pernah pernahkah kamu sungguh-sungguh bertanya ini pertanyaan yang sulit apakah kamu pernah sungguh-sungguh bersyukur sudah diberi Al-Quran? pernahkah kamu merasa, " saya harus bersyukur sudah dikasih Al-Quran " " Al-Quran ini sungguh membantu saya " " Al-Quran membuat hidup saya lebih baik " " saya butuh Al-Quran seperti halnya saya butuh air " " bersyukur seperti meneguk air saat berbuka puasa " " seperti itulah rasa syukur saya " jika kita belum pernah seperti itu, maka kita gagal memahami bulan Ramadhan kita gagal memahami semuanya diawali dengan, Syahru ramadhaanaladzii unzila fiihil qur'aan diakhir dengan, la'allakum tasykuruun supaya kamu bersyukur, supaya kamu bisa menghargainya Bagaimana kita bisa menghargai sesuatu kalo kita tidak tahu? ada yang bilang, "mobil ini luar biasa " " ahh saya tidak tahu " setelah kamu coba, " yaaa memang mobil ini luar biasa " silahkan coba Al-Quran beri Al-Quran kesempatan apapun terjemahan yang kamu punya bertanyalah " bagaimana kalau terjemahannya salah? " jangan khawatirkan itu, Allah akan bimbing jika kamu meminta petunjuk Allah dan kamu membuka Al-Quran untuk mencari jawaban maka jika ada pertanyaan, kamu akan dipertemukan dengan seseorang lalu kamu bisa bertanya tapi perjalanan ini tidak akan dimulai sebelum kamu mulai mencari kamu mulai bertanya pada Allah apa yang Engkau inginkan dariku? dan Demi Allah, ini adalah berjalan paling manis yang pernah kamu miliki saya akhiri dengan ini pembahasannya panjang, tapi ... ketika Nabi Isa diberikan kitab Injil
[26:07]dan ketika Nabi Isa pergi selama enam abad tidak ada lagi wahyu yang turun oke tidak ada lagi wahyu yang turun ke Bumi dan Dunia berada dalam kegelapan, maka manusia pun dalam kegelapan
[26:31]lalu datanglah Al-Quran Wash-shubh-hi idzaa asfar innahaa la-ihdal kubar ( Surat Al-Muddatstsir ayat 34-35 ) pagi telah tiba dan cahaya pun muncul Ini salah satu peristiwa terbesar yang pernah terjadi Allah mengatakan bahwa Al-Quran adalah peristiwa terbesar yang pernah terjadi ihdal kubar ( QS 74: 35 ) peristiwa terbesar itu ada di rumah saya, tapi saya tidak tahu Ini adalah berita terbesar, peristiwa terbesar yang manusia pernah mengalaminya. Semoga Allah mengizinkan kita terhubung dengan Al-Quran di sisa bulan Ramadhan ini membacanya dengan cara Quran sepatutnya dibaca untuk memikirkannya, untuk bertanya tentangnya dengan cara yang pantas dan penuh penghormatan Semoga Allah menjaga kelembutan hati kita saat kita bersama Quran dan memohon petunjuk dari Allah ketika kita membacanya Semoga Allah memberkati kita dengan air mata yang tulus karena bersyukur air mata kerendahan hati atas kemahakuasaan-Nya. semoga Allah beri air mata itu di saat kita sendiri dan tidak ada yang lihat hanya diri kita dan Allah yang melihat semoga Allah memberikan itu di bulan ini dan semoga itu menjadi sarana pengampunan dosa kita dan menjadikan hidup kita lebih baik nantinya



