[0:39]Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kami sore ini berada di AGL Kitchen Bakery and Cake dengan saya Eva Putri Nur Oktavia. Saya Rahmita Firdausi, dan saya Dea Adelia. Dan saya Rahmita Firdausi. Kali ini kami ingin mewawancarai owner dari AGL Kitchen Bakery and Cake ini sendiri yaitu dengan Mbak Nisa. Apakah Mbak Nisa bersedia untuk diwawancara? Iya, siap. Terima kasih. Mari kita wawancarai. Boleh enggak ceritain awal mulanya Mbak membuka usaha ini, terus gimana bisa sampai membuka toko ini? Oh, oke, oke. Jadi awalnya itu memang hobi ya. Hobi buat kue, terus kemudian ikut, ikut, ikut kompetisi, kompetisi online. Terus ternyata pas di-upload dan konten-konten itu ramai. Terus di sana ada beberapa juga yang nawarin buat-buat dikasih ke teman-teman. Jadi pada suka dan bilang, "Ayo pre-order, pre-order, pre-order." Nah, awal mulanya itu di tahun 2019 bulan April. Baru pertama itu salak buah. Jadi hari pertama launching salak buah tuh sold 35 box. Kirain oh ya udah hari itu aja, ternyata besok besok besoknya ramai dan alhamdulillah di tahun 2023 bulan Agustus akhirnya bisa buka toko offline Balikpapan. Berarti toko offline-nya memang langsung awalnya di sini ya? Awalnya di rumah dulu. Awalnya di rumah dulu. Jadi memang bikinnya pre-order, tapi alhamdulillah tiap hari kita selalu buat. Jadi memang hari itu sampai sekarang pun produk-produk yang dibuat dari AGL Kitchen ini produk yang fresh dan memang pre-order kata apa gitu. Berarti semacam inspirasi dari pribadi Mbak sendiri. Iya. Iya, kemudian memang kan sekarang Bapak, sekarang tuh sudah banyak-banyak yang virall. Nah, kita diusahakan untuk tetap update tapi enggak semuanya. Jadi memang kita melihat pasar kita dulu Pak. Oh, jadi ngikutin tren-tren baking-nya sekarang gitu ya. Iya. Heeh. Keren banget sih. Ini untuk target pasarnya Mbak, target siapa aja dan target strategi promosinya itu bagaimana, Mbak? Oke, jadi target pasar memang pengunjung 20 tahun ke atas ya. Jadi memang karena awal mulanya itu dari roti-rotian, kemudian salak buah. Nah, sampai ke sini kita udah mulai itu gen Z nih, usia-usia sekitar 15 sampai ke atas. Untuk target marketing atau strategi promosinya, ya kita rajin-rajin upload konten Instagram, TikTok, dan sementara memang online offline. Tapi kita belum meranah ke e-commerce. Itu kemungkinan setelah apa namanya menunggu proses. Pendaftaran, insyaallah kita sudah mulai dari Gojek dan Grab, Shopee. gitu. Untuk selama menjalankan usaha tantangan terbesar yang dihadapi selama dari 20 berapa tadi? 2023, eh 19 sampai sekarang apa ya, Mbak? Iya, jadi sempat COVID ya, masa COVID itu kan 2020 sampai 2022. Hampir setahun awal mulanya itu sudah riset nih bahan, karena masih di rumah agak karena udah ramai ya akhirnya stok nih bahan-bahan. Qadarullah COVID, di 1 bulan sampai 2 bulan pertama itu sepi. Jadi memang enggak bisa buat orderan lagi. Tapi dari situ, alhamdulillah hikmah di setiap ada kesulitan ya. AGL Kitchen itu dimintain tolong sama salah satu perusahaan BUMN untuk nyediain desert sehat setiap hari sekitar 100 sampai 200 pack. Itu untuk teman-teman yang qadarullah sakit COVID. Oh. Heeh. Pasien-pasien yang memang harus dikasih sajian yang manis-manis supaya badannya pulih. meningkatkan daya tubuh. Iya, alhamdulillah kita selama setahun kurang lebih buat itu. Tapi ada waktu liburnya ya. Maksudnya setelah kali akhirnya kalau udah terkenal karena pre-orderan itu, kemudian emfors-emfors COVID itu juga banyak banget hari itu. Jadi akhirnya kita beranikan ini di tahun 2023 buka toko offline gitu. Eh mau tanya Mbak, untuk klien yang saat ini kerja sama sama Mbak itu apakah ada? Ada. Iya, benar ada, ada. Dari salah satu perusahaan BUMN. Salah satu perusahaan BUMN besar ya, di Balikpapan dan memang kita hampir setiap minggu selalu supply ke mereka. Baik snack box maupun kue-kue besar gitu. Dan itu sejak tahun 2020 kami sudah supply sampai sekarang ke mereka. Jadi untuk target-targetnya juga seimbang sama yang offline-nya itu ya, Mbak. Iya. Betul, Mbak. Emang kalau dilihat dari pinggir jalan ini toko kecil gitu ya. Tapi alhamdulillah sejauh ini kami memang ramainya itu di online. Online kami itu hampir setiap hari itu selalu ramai dan memang kita sistemnya kan delivery baik kurir. Jadi teman-teman order lewat WhatsApp ataupun DM Instagram. Nanti kurir yang akan antar gitu. Oh, berarti kalau ini, kira-kira ada surat izin usahanya atau izinnya gitu, Mbak? Iya, alhamdulillah AGL Kitchen ini memang dari tahun 2022 sebelum kita buka toko kita sudah mendaftarkan untuk usaha perizinan diri kita. Kemudian ada sertifikasi halal, terus ada sertifikasi keamanan pangan. Jadi memang di tahun itu pemerintah memang memprogramkan kepada UMKM apa UMKM itu untuk mendaftarkan dirinya secara gratis ya. Jadi memang tanpa biaya dan wajib.
[6:37]Jadi memang kita dibimbing oleh lembaga dinas terkait, kemudian ada pelatihannya. Jadi alhamdulillah AGL Kitchen sampai saat ini sudah memiliki aturan-aturan tersebut. Jadi, untuk teman-teman itu insyaallah tidak khawatir. Apakah bahan pangan kita yang kita gunakan halal, kemudian kebersihan produksi toko itu juga kami jaga karena memang saya juga pribadi sebagai customer untuk orang lain pun sangat aware sama hal itu. Penting enggak sih, Mbak, itu untuk kayak surat izin, surat halal, terus penjaminan itu penting enggak, Mbak? Iya, menurut saya selaku owner itu memang penting ya. Apalagi di zaman era digital sekarang customer itu makin hari makin detail. Kayak tahu pakai bahan yang seperti apa, apakah bahan yang kamu gunakan tuh halal. Terus sistem produksimu gimana? Apakah itu bersih? Apakah itu aman dari hal-hal yang sekiranya mengganggu proses produksi produk kita. Jadi memang itu penting banget sih. Dan memang dari dinas terkait, dari dinas kesehatan, dinas UMKM itu membimbing.
[7:51]Jadi memang mereka berkala ya ke toko ini untuk mengecek apakah produk-produk, bahan-bahannya itu halal, kemudian kebersihannya, kemudian proses alur produksinya bagaimana itu sama dinas terkait pun kita harus jelasin. Untuk proses pembuatan suratnya ini apakah butuh waktu lama gitu, Mbak? Iya, jadi memang kita nanti disuruh daftar di OSS ya, ada website-nya namanya OSS. Kemudian kita disuruh daftar menggunakan nomor KTP. Terus kita disuruh datang langsung ke Dinas UKM kalau enggak salah namanya. Itu nanti kita didaftarkan. Kita dibantu alurnya bagaimana. Menunggu jadi memang harus punya NIB dulu.
[8:37]Setelah NIB-nya jadi bisa mengurus surat sertifikasi halal. Nah, sertifikasi halal pun ada yang berbayar, ada yang free. Nah itu ada apa sih namanya? syarat-syarat tertentu untuk kita bisa dapat yang free ataupun yang berbayar. Makasih, Mbak Nisa, sudah mau kita wawancarai hari ini. Semoga usahanya makin lancar, makin berkembang, dan kue-kuenya juga makin banyak variannya, makin banyak peminatnya. Kita terima kasih banyak karena sudah mau dikunjungi dan diwawancarai. Semoga bisa ketemu di lain waktu, lain hari. Oke, terima kasih. Semoga lancar terus usahanya.
[9:17]Amin. Jangan lupa follow IG dan TikTok-nya AGL Kitchen Balikpapan. Terima kasih.



