Thumbnail for Manajemen Perubahan by Arasy Alimudin

Manajemen Perubahan

Arasy Alimudin

37m 11s3,486 words~18 min read
Auto-Generated

[0:12]Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil alamin, segala puji bagi Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, Tuhan Yang Maha Pengasih, Tuhan yang Maha Penyayang, Tuhan yang Maha segala-galanya. Patutlah mengawali hari ini kita mengucapkan rasa syukur yang besar kehadirat Allah Subhanahu wa ta'ala. Di mana kita masih diberikan oleh Allah kesempatan untuk hidup, kesempatan bernafas, kesempatan beraktivitas. Dan yang terpenting adalah Allah telah memberikan kesempatan kepada kita untuk tetap belajar, tetap semangat, tetap berkreativitas untuk meraih setiap prestasi demi masa depan kita yang lebih baik. Sobat mahasiswa sekalian, pada pagi hari ini kita masuk pada pertemuan yang ke-12. Pada pertemuan yang ke-12 ini kita akan membahas tentang manajemen perubahan. Di mana topik ini amatlah sangat penting karena nantinya baik Anda, sobat mahasiswa berada pada posisi apapun dalam kehidupan ini, dalam organisasi, di dalam perusahaan, di dalam berkarir, di dalam beraktivitas, di dalam berwirausaha, kita tentunya akan menghadapi yang namanya perubahan. Karena perubahan ini adalah merupakan sebuah keniscayaan ya. Jadi sesuatu yang pasti di dunia ini adalah perubahan. Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa tidak ada satupun yang pasti di dunia ini dan kepastian itu adalah ketidakpastian itu. Sehingga perubahan ini harus benar-benar dipahami, harus benar-benar disikapi, dipelajari, didalami sehingga ketika kita dihadapkan satu kondisi harus berubah, maka kita bisa mengadopsi perubahan tersebut dan kita bisa memanfaatkan untuk kepentingan kemajuan kita, untuk kepentingan kebaikan kita. Karena sebagaimana yang telah disampaikan oleh banyak para ahli, bahwa jika kita menghendaki adanya sebuah perkembangan di dalam kehidupan kita, di dalam peningkatan di dalam kehidupan kita, maka kita harus selalu melakukan yang namanya continuous improvement. Jadi perbaikan berkelanjutan dan perbaikan inilah merupakan bagian dari cara kita untuk mengadaptasi, untuk menghadapi yang namanya perubahan. Baik sobat mahasiswa sekalian, saya akan share materi saya. Di mana materi saya ini juga sudah saya sampaikan di dalam e-learning ya. Nanti silakan dibaca.

[3:39]Dan kalau bisa nanti di dalam topik manajemen perubahan ini, kita akan banyak berdiskusi ya, karena ini penting. Penting artinya dalam artian bahwa nanti sobat mahasiswa sekalian ini ketika pertemuan yang ke-13, itu nanti saya harapkan masing-masing kelompok nanti akan mempresentasikan makalah secara keseluruhan ya. Jadi dari apa yang sudah dikerjakan mulai pertemuan pertama sampai pertemuan yang ke-13 ya, nanti diharapkan itu bisa dijadikan sebagai sebuah makalah kelompok. Dan nantinya para mahasiswa sekalian saya minta secara kelompok untuk mempresentasikan bagaimana melakukan perencanaan tenaga kerja yang baik, yang efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dan tujuan perusahaan bisa tercapai. Untuk itu topik kali ini amatlah penting karena manajemen perubahan ini bagian dari kita untuk bisa melakukan perencanaan dengan baik. Karena apapun itu, karena perubahan adalah sebuah kepastian, sebuah keniscayaan, maka harus diadopsi, harus diikuti, harus diterima dan kemudian diadaptasi ke dalam sesuatu program perencanaan yang lebih baik sehingga kita bisa mengantisipasi setiap perubahan yang ada.

[5:13]Apa sih sebetulnya perubahan itu? Kalau kita ngomong perubahan berarti ya berubah. Ya bisa berubah bentuk, bisa berubah sikap, bisa berubah metode ya.

[5:36]Dan setiap perubahan itu bisa menyangkut manusianya, ya, bisa menyangkut strukturnya atau bisa menyangkut teknologinya jika dihadapkan kepada satu perubahan organisasi atau perusahaan. Sehingga karakteristik daripada perubahan itu sendiri itu adalah konstan ya. Jadi pasti akan berubah periodik ya. Anda pun dari kecil, dari bayi lahir, tumbuh dewasa pasti akan berubah dan tumbuh ya. Cuman pertumbuhannya itu setiap organisasi, setiap orang itu bervariasi ya. Sesuai dengan kondisi latihan, kondisi lingkungan, kondisi manajemen atau orang yang mengelola, orang yang mengarahkan ya, di dalam sebuah organisasi atau di dalam sebuah perusahaan. Dan perubahan itu sendiri menghasilkan sebuah ketidakpastian tapi tidak semua ketidakpastian itu tidak dapat diperkirakan. Jadi ada beberapa ketidakpastian yang bisa diramalkan, bisa diestimasikan ya. Contohnya misalkan sekarang karena ada perubahan iklim ya, perubahan cuaca yang itu membuat terjadinya banyak beberapa bencana di wilayah-wilayah tertentu. Nah itu bisa diramalkan oleh BMKG oleh pemerintah dan harusnya itu bisa diantisipasi dengan baik. Tapi ingat bahwa setiap perubahan itu apapun bentuknya itu pasti akan menciptakan yang namanya peluang ataupun ancaman. Sehingga bagi kita sebagai human capital, sebagai seorang SDM, apapun nanti kedudukan kita di dalam manajemen,

[8:16]apalagi kita menjadi seorang manajer, maka Anda harus mempersiapkan diri untuk mengelola perubahan itu dengan baik, baik untuk diri kita sendiri, diri Anda sendiri maupun untuk organisasi yang dipimpin ya.

[8:41]Untuk itu diperlukan sebuah preparation, kesiapan kita dalam bentuk keterampilan baik hard skill maupun soft skill, supaya kita bisa mengadaptasi ya, dengan setiap perubahan itu dan kita bisa mengelola perubahan itu. Supaya kita tidak kehilangan peluang dari perubahan itu ya, atau supaya kita juga bisa menghadapi setiap tantangan yang ada di dalam perubahan itu dan supaya kehidupan kita, karir kita tidak stack ya, tidak berhenti dan kita tidak mengalami yang namanya demotivasi yang itunya nanti akan berakibat buruk bagi kehidupan kita, bagi karir kita, bagi organisasi yang otomatis itu memiliki konsekuensi terhadap baik itu konsekuensi material maupun non material. Sehingga seorang pemimpin itu harus mampu menyesuaikan dirinya dan organisasinya untuk siap setiap saat berubah ya.

[9:44]Kemudian apa yang mendorong untuk terjadinya perubahan, kekuatan-kekuatan apa yang mendorong terjadinya sebuah perubahan? Kita tahu bahwa apalagi kondisi sekarang ini di mana kekuatan eksternal itu amat amat sangat dominan untuk mendorong kita mau tidak mau harus berubah ya. Adanya marketplace, kemudian adanya regulasi maupun hukum maupun undang-undang, pemerintah maupun dunia yang berubah, adanya perubahan teknologi, adanya perubahan pasar, pasar tenaga kerja dan adanya perubahan perekonomian yang ada, baik di dunia maupun di skala nasional maupun lokal ya. Ini akan mendorong kita, memaksa kita untuk melakukan perubahan. Kalau tidak ya kita akan tergilas ya. Kalau kita enggak berubah, different or die, change or die ya, berubah atau mati.

[11:20]Contohnya sekarang, sekarang ya kita kalau ngomong digitalisasi, kita kalau ngomong IoT, kita kalau ngomong bagaimana kita mengadop berbagai hal yang terkait dengan perkembangan lingkungan digital. Kalau kita tidak mengadaptasi itu, ya kita akan terbuang ya.

[11:48]Dan ini juga akan merubah sikap-sikap kita harus berubah. Kalau tadi kita sudah ngomong bahwa perubahan itu juga bisa menyangkut orang, kalau menyangkut orang berarti menyangkut soft skill, hard skill, sikap kita, attitude kita, mental kita semua harus berubah ya. Dan sebagai seorang manajer, ingat ya Anda ini jurusan manajemen, ketika lulus Anda akan menyandang gelar sarjana manajemen. Sarjana manajemen itu sesuai dengan KKNI, standar kerangka kualifikasi kerja nasional, itu Anda posisinya adalah manajer ya.

[12:29]Dan ingat manajer di sini adalah merupakan sebuah agen perubahan ya. Dan agen perubahan ini bertindak sebagai katalisator yang dia harus bertanggung jawab terhadap adanya proses perubahan dalam organisasi supaya organisasi tetap bisa sustain, supaya organisasi tetap bisa running, supaya organisasi tetap bisa leading dalam setiap perubahan yang ada ya. Dan sebagai agent of change di dalam perubahan ini, seorang manajer itu dia akan bertindak sebagai internal entrepreneur ya. Jadi sekarang jiwa-jiwa kewirausahaan. Jadi wirausaha itu tidak selalu dikonotasikan Anda punya bisnis, tidak ya kan. Tapi ketika Anda mengerjakan profesionalisme Anda di dalam pekerjaan itu sebagaimana Anda memiliki kemandirian, sebagaimana Anda memiliki bisnis, ya itu Anda juga sebagai orang yang memiliki jiwa entrepreneur di dalam profesionalisme yang Anda jalankan ya kan. Kemudian non manajer ya. Ini biasanya terkait dengan perubahan-perubahan yang menyangkut spesialisasi ya. Ya, jadi hal-hal yang bersifat khusus dan ini merupakan satu keunggulan Anda. Jadi Anda tidak selalu harus menjadi seorang pemimpin ya. Ketika Anda memiliki keahlian khusus dan keahlian Anda itu dibutuhkan di dalam perubahan yang ada, biasanya Anda akan diangkat sebagai staff ahli atau fungsional dan lain sebagainya. Bahkan sekarang juga diadopsi oleh pemerintah di mana jabatan-jabatan struktural apa jabatan-jabatan penting itu tidak selalu dalam bentuk jabatan struktural ya. Itu bisa diberikan kepada jabatan fungsional sehingga tidak harus orang yang dalam hierarki karir tertentu bisa dari mana saja, yang penting dia memiliki spesialisasi yang dibutuhkan di dalam posisi tersebut. Nah kemudian outside consultant. Jadi ini biasanya ketika kita menggunakan pihak lain baik di dalam bentuk organisasi maupun dalam bentuk perseorangan untuk bisa mengajarkan ataupun mendelever kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan di dalam perubahan yang ada. Sehingga ini membutuhkan implementasi dari orang-orang yang memang memiliki expert di bidangnya dan itu kita hire biasanya. Nah ini juga sebagai salah satu agent atau agen perubahan ya. Kemudian bagaimana sebetulnya tahapan di dalam melakukan perubahan proses perubahan itu bagaimana ya? Pertama ya mungkin orang ketika ada perubahan anfris ya dia stack ya. Jadi dia karena merasa dirinya sudah nyaman dengan status quo yang ada. Nah cuman pesannya ketika dia nyaman dengan status quo yang ada, berada pada comfort zone, berada pada zona nyaman, Anda tidak mau berubah. ngainten mawon pun eco gini aja sudah enak, Anda tidak mau berubah tapi tiba-tiba kemudian besok iklim climates-nya semakin membesar. Tiba-tiba Anda sudah tidak berada dalam tadious kompetensi Anda dan Anda akan tergilas ya. Nah sehingga orang tidak bisa anfree saja. Organisasi tidak bisa anfree saja nyaman dengan status quo. Dia harus change, harus berubah ya. Nah, change ini perubahan ini adalah tahap awal ketika kita melakukan adaptasi terhadap perubahan-perubahan lingkungan yang ada sampai kemudian kita menemukan bentuk dari perubahan yang akhirnya itu sesuai dengan kondisi lingkungan eksternal maupun lingkungan internal dan menjadikan kita leading di dalam perubahan itu. Baru kemudian menjadi refreshing atau berubah menjadi perubahan yang bersifat permanen di dalam organisasi itu ya. Sehingga ini yang harus digaris bawahi, ketika kita melakukan sebuah proses perubahan, kurangnya stabilitas dan pergerakan lingkungan menghendaki agar manajer dan organisasi terus-menerus beradaptasi. Jadi perubahan ini adalah sesuatu yang siklus yang bersifat continuous improvement, sustain terus-menerus dan tidak bisa stack berhenti pada kondisi permanen ya. permanen yang benar-benar permanen. Jadi ini hasil penelitian menunjukkan bahwa change permanen ini kita sifatnya adalah semi permanen karena sebetulnya ya itu tadi perubahan itu akan berkembang terus, berubah terus untuk selalu meningkat supaya kita bisa tetap continuous improvement, bisa menjadi lebih baik, bisa menjadi lebih inovatif, bisa menjadi lebih kreatif dan kita bisa tetap berada di posisi leading ya. Kemudian apa saja tipe-tipe di dalam perubahan? Ya tadi sudah saya sampaikan di awal, perubahan ini bisa menyangkut struktur, bisa menyangkut teknologi, bisa menyangkut people. Terkait dengan perubahan struktural, berarti di sini adalah perubahan struktur organisasi atau komponen strukturnya. Jadi sebagai salah satu contoh sekarang misalkan di mana industri semua berbasis digital, maka setiap orang harus menguasai digital. Sehingga nanti komponen jabatan dalam struktur organisasi itu jadi berubah ya. Jadi nanti akan beberapa banyak contohnya sekarang di bank akan berpikir sudah menghilangkan telurnya, menghilangkan kasirnya dan lain sebagainya ya. Kemudian teknologi. Adanya perubahan atau peralatan atau perkembangan teknologi baru, ini akhirnya membuat segala sesuatu proses itu harus berubah. Sesuatu yang dulu tidak otomatis atau semi otomatis, sekarang diminta untuk semua serba otomatis. Nah, kalau serba otomatis berarti di sini ada replacing certain task done by people with mesin. Jadi ada pergantian pekerjaan-pekerjaan yang dulu dikerjakan oleh people, dikerjakan oleh orang, manusia, digantikan oleh mesin ya. Kemudian komputerisasi. Kalau ngomong otomatisasi, komputerisasi, sistem informasi manajemen digital ini menjadi sebuah keniscayaan ya. Kalau Anda ingin belajar tentang sistem informasi manajemen digital, ya ini saya sekarang lagi ngajar di semester 3 mata kuliah sistem informasi manajemen digital juga ya. Kemudian workforce ya. Jadi adanya perubahan angkatan kerja, lingkungan kerja dan di sini akan merubah yang namanya perubahan sikap, perubahan harapan, persepsi, kemudian perilaku tenaga kerja ini juga berubah. Nah kemudian juga adanya perkembangan daripada organisasi yang menuntut adanya perubahan teknik, perencanaan kerja, baik itu yang bersifat perencanaan antar manusia maupun perencanaan antar manusia dengan teknologi, dengan mesin ya dan lain-lain. Nah kemudian bagaimana teknik pengembangan pengembangan organisasi dalam rangka mengantisipasi perubahan? Ya biasanya ini kita hasil dari survei, van balid ya, kemudian juga ada sensitivity training. Jadi training-training yang memang dibutuhkan ya dalam setiap perkembangan yang ada. Kemudian ada di sini ada proses konsultasi, kemudian ada tim building yang kita bangun untuk membangun sebuah perubahan tersebut. Kemudian ada intergroup development, ada FGD yang itu nantinya kita akan menentukan bagaimana sih caranya kita dan bentuk kita di dalam mengantisipasi dan menghadapi setiap perubahan yang ada. Kemudian bagaimana kita mengelola orang-orang yang resistant terhadap perubahan? Jadi perubahan itu tidak selalu diterima dengan baik oleh anggota organisasi. Sehingga seorang manajer itu dia harus tahu bagaimana dia caranya menghadapi orang-orang yang resistant terhadap perubahan ini ya. Jadi kenapa ya karena contohnya sekarang, apakah betul kita akan dihadapkan pada dunia yang 100% online. Nah ada yang bilang bahwa ketika nanti pandemi COVID ini berakhir orang akan kembali lagi membutuhkan yang namanya hubungan secara offline. Nah ini ada ambiguitas yang tidak pasti, ini juga akan membuat orang kadang-kadang ya benturan dia ketika menghadapi setiap perubahan yang ada. Kemudian karena kenyamanan ya. Contoh misalkan sudah nyaman, enak dengan status quo yang ada, dengan kerja yang seperti biasanya tiba-tiba dia harus dihadapkan pada kondisi digitalisasi yang di mana reporting-nya harus benar, ininya harus benar, semua harus bisa dipastikan, otomatisasinya. Jadi pekerjaannya dia semakin banyak ya kan karena dia akan meng-handle banyak pekerjaan orang lain. Kemudian kedua dia harus membangun literasi digital di dalam dirinya. Nah ini membuat kadang-kadang orang tidak nyaman, karyawan tidak nyaman menghadapi situasi ini dan dia akan resistant. Ya ketiga adalah setiap perubahan itu pasti ya otomatis kan nanti ada secara struktur kan berubah. Berarti ada jabatan-jabatan yang hilang, orang-orang yang kehilangan jabatan, kehilangan kekuasaan, kehilangan status quo, kehilangan uang. Ini juga dia merasa enggak nyaman dan dia akan resisten terhadap perubahan dan yang terakhir karena persepsi ya. Sehingga persepsi ini juga akan membuat seseorang tidak menerima setiap perubahan yang ada. Lah caranya menghadapinya bagaimana seorang manajer? Ya pertama diedukasi, dilakukan komunikasi ya. Bagaimana kita harus sampaikan ke mereka bahwa perubahan ini keniscayaan, kita harus wajib kalau kita tetap ingin bisa running, kalau kita ingin tetap bisa sustain ya. Kemudian partisipasi melibatkan mereka di dalam aktivitas-aktivitas yang itu menunjukkan adanya sebuah perubahan supaya mereka sadar bahwa perubahan itu adalah sebuah keniscayaan. Kemudian difasilitasi, didukung, dilakukan negosiasi, kemudian dilakukan manipulasi, ya, kerjasama, manipulasi di sini adalah dia dia dilibatkan dalam sebuah rekayasa-rekayasa tertentu sehingga mau tidak mau dia akan mengerjakan perubahan itu. Dan konsen ya. Jadi ini penting untuk dilakukan oleh seorang manajer. Kemudian apa yang dihadapkan di dalam manajemen perubahan itu? isu-isu apa yang mengemuka ketika kita bicara tentang perubahan organisasi dan perubahan budaya organisasi. Ya kalau kita bicara tentang budaya, budaya ini kan boleh jujur lahir dari anggota organisasi, dari pemimpin organisasi. Sehingga at least ketika dihadapkan satu perubahan hakikatnya budaya kerja dari satu organisasi itu akan menolak adanya perubahan itu. Ya, untuk itu maka perlu dilakukan yang namanya analisis budaya ya. Dengan mengidentifikasikan elemen-elemen budaya yang memerlukan perubahan.

[25:52]Jadi contohnya misalkan sekarang kalau kita bicara digitalisasi berarti aktivitas apa yang terkait dengan digitalisasi yang itu memang harus berubah dan siapa yang ditempatkan di sana dilakukan rotasi, dilakukan reframing, dilakukan kemudian di posisi ya. Sehingga nanti setiap karyawan juga harus diberikan satu kondisi berupa baik itu berupa reward maupun punishment. Jika mereka tidak melakukan perubahan ya, kemudian bangun agent of change dengan menunjuk pemimpin-pemimpin baru di setiap divisi-divisi yang ada itu dengan visi yang baru ya kan. Kemudian perkenalkan reorganisasi. Ya kan, kemudian perkenalkan kisah-kisah dan ritual baru untuk menyampaikan visi baru.

[26:47]Ini juga banyak riset-riset yang menunjukkan di bidang SDM bahwa menceritakan kesuksesan-kesuksesan, kisah-kisah ini juga sebagai salah satu dilihat secara berdasarkan hasil riset itu cukup efektif untuk meningkatkan kinerja daripada karyawannya. Kemudian mengubah proses seleksi, sosialisasi, kemudian sistem reward dan punishment, sistem penilaian kinerja, semuanya harus berubah mengikuti perubahan yang ada. Kemudian persoalan yang kedua ketika kita melakukan sebuah perubahan, kita dihadapkan pada karyawan-karyawan yang karena dia resistant biasanya dia akan juga stres menghadapi perubahan itu. Ini seorang manajer harus mampu handling karyawan yang stres ini ya. Jadi ketika adanya perubahan itu akan menciptakan ketegangan fisik dan psikis yang dirasakan oleh seorang karyawan karena adanya tuntutan-tuntutan baru, adanya hambatan-hambatan yang selama ini dia tidak ada tiba-tiba dia ada ya kan. Tapi juga adanya tuntutan dari perusahaan untuk menangkap peluang-peluang yang ada. Nah ini sebagai seorang pemimpin, dia harus bisa mengelola stres ini ya kan. Karena stres itu sebetulnya bagus ketika dalam titik tertentu ya, stres itu justru akan meningkatkan kinerja seorang ya. Sama dalam kehidupan ini kadang-kadang kita juga perlu benturan-benturan yang membuat kita stres yang akhirnya men-trickle kita untuk berubah menjadi lebih baik ya kan. Jadi apa yang hakikatnya di dalam perubahan itu yang intinya bisa membuat seorang karyawan itu stres ya. Yaitu apabila terdapat ketidakpastian atas hasil. Ya dia sudah berubah ya kan misalkan dia harus contohnya misalkan sekarang recruitment nanti untuk menjadi dosen harus S3 ya kan. Ternyata apakah ada jaminan ketika dia itu S3 kemudian dia bisa menjadi dosen? Tidak.Lah ini kan berarti ada sesuatu kondisi faktual bahwa ketika dia berubah juga dia dihadapkan satu kondisi yang tidak pasti ya kan. Tapi ini ini juga harus sebagai seorang manajer kita harus mendorong ya ini sebuah keniscayaan ya. Ya mereka harus lakukan itu, kalau tidak ya mereka malah kehilangan peluang yang ada ya. Jadi stres itu timbul karena adanya personal faktor di dalam dirinya memang ada resisten tadi juga adanya kaitanannya dengan faktor-faktor yang ada hubungannya dengan pekerjaan tadi ya. Sehingga bagaimana caranya kita untuk mereduce stress karena adanya perubahan tadi. Yang pertama adalah kita di dalam melakukan seleksi karyawan, kita harus berubah sesuai dengan rekrutmen perubahan yang ada ya kan. Kemudian kita harus membuat bahwa job-job yang ada itu harus ada kesesuaian ya antara rekrutmen dan lain-lain dengan posisi jabatan yang ada supaya kita bisa mendapatkan the right man in the right place ya. Kemudian lakukan wawancara ya, pekerjaan berdasarkan realitas pekerjaan yang ada supaya menekan ambigu-ambigu tadi itu ya. Supaya orang benar-benar dia dihadapkan pada satu kondisi bahwa ini hal yang mereka lakukan, tidak ada ambiguitas di sini gitu. Kemudian tingkatkan komunikasi organisasi, kembangkan program perencanaan kinerja, gunakan rancang ulang pekerjaan, sediakan program konseling, kemudian tawarkan bantuan time planning management, kemudian berikan sponsor untuk program-program yang meningkatkan kesejahteraan daripada karyawan supaya mereka juga merasa worthed ketika dia melakukan sebuah perubahan.

[30:55]Dan buat setiap karyawan itu menerima perubahan itu dengan cara yang happy ya. Jadi dia harus menjadi manusia-manusia yang kuat ya. manusia-manusia yang kuat, manusia-manusia yang ketika ada perubahan dia hadapi semua itu dengan senyuman, dengan ketenangan. Nah itu harus diciptakan. Maka supaya itu muncul, maka kita menyampaikannya dengan cara yang simpel, dengan cara yang konstan, dengan cara yang jujur ya kan. Kemudian kita mendorong sebanyak mungkin partisipasi karyawan untuk supaya mereka semua sadar dan mereka semua berkomitmen di dalam menghadapi perubahan dan berikan fleksibilitas ya. Jadi berikan kepada mereka tahapan perubahan sesuai dengan kesiapan mereka. Tapi ada timeline yang harus mereka ikutin ya kan. Kemudian upayakan mereka untuk menolak yang menolak terhadap perubahan atau tidak dapat diubah, ya ini kelompokkan tersendiri. Karena ini kalau masih dicampur baur dengan karyawan yang lain ya ini bisa mengganggu stabilitas yang ada. Kemudian seorang manajer juga harus dia bisa menghubungkan antara masa kini dan masa depan. Dia harus menjadi mediasi, bagaimana mentransformasi, bagaimana melakukan migrasi dari kompetensi existing menuju pada perubahan yang baru. Kemudian buat belajar supaya karyawan itu mengerti bahwa inilah hidup, inilah ketika kita berada di dalam lingkungan kerja ya harus seperti ini. Kemudian dukung dan dorong secara aktif perbaikan dan lakukan secara bertahap dan kalau bisa dia day to day. Kemudian buat tim itu beragam ya. Supaya itu tadi ada yang namanya apa istilahnya pertukaran budaya ya kan. Ada yang namanya saling memotivasi, saling mendorong ya kan. Kemudian buat terobosan sesuaikan kondisi teknologinya ya kan. Kemudian bangun kepercayaan melalui training, melalui apa gathering melalui apapun, FGD dan lain-lain. Jadi ini para mahasiswa sekalian yang bisa saya jelaskan pada topik kita kali ini yaitu manajemen perubahan dan manajemen perubahan ini peranannya amat penting di dalam perencanaan tenaga kerja. Karena kita tahu bahwa ketika kita melakukan perencanaan tenaga kerja tujuannya adalah untuk mendapatkan tenaga kerja yang efektif dan efisien, the right man in the right place ya. Tenaga kerja yang betul-betul bisa mendorong pencapaian tujuan perusahaan secara efektif dan efisien. Untuk itu manajemen perubahan adalah sebuah keniscayaan, sesuatu yang wajib dan harus dilakukan di dalam perencanaan tenaga kerja supaya kita bisa merencanakan tenaga kerja itu dengan baik, dengan tepat sesuai dengan kebutuhan, sesuai dengan jabatan yang ada, sesuai dengan waktunya ya. Jadi mendapatkan tenaga kerja yang tepat pada waktu yang tepat, pada posisi yang tepat ya, sehingga kita bisa mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien.

[34:20]Silakan kalau memang ada pertanyaan yang mau didiskusikan, monggo silakan. Silakan.Ada yang mau didiskusikan? Tidak, Pak, jelas Pak, terima kasih. Yang lainnya?

[34:52]Jadi nanti untuk penunjang UAS nanti dimulai pertemuan yang ke-13 nanti masing-masing kelompok harus mempresentasikan ya. Jadi nanti saya akan bikin atem, plate-nya, layout bagaimana menyusun perencanaan tenaga kerja, kemudian Anda isi sesuai dengan pembelajaran yang sudah saya jelaskan pada setiap topiknya ya. Sehingga nanti capaian Anda di dalam mata kuliah ini benar-benar bisa terukur. Sedangkan ujian UAS itu yaitu tadi merupakan review dari diskusi atau presentasi yang sudah Anda sampaikan di dalam kelompok. Kalau masih ada perubahan kelompok monggo silakan, tapi nanti di finish. Kelompok yang dipakai itu sudah harus finish ya. Sekarang kalau misalnya masih ada perubahan, Pak saya anggotanya enggak kemistri, berubah ya monggo silakan enggak apa-apa. Baik. Kalau tidak ada pertanyaan, maka silakan hidupkan kameranya, saya mau absen. Hari ini ada 40 yang hadir. Mas Richard pastikan ya nanti teman-teman untuk mengirimkan anggota kelompoknya di grup ya. Supaya nanti saya bisa membagi timeline-nya.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript