[0:00]Segera download Quran Tadabbur. Tafsir dalam genggaman Anda.
[0:13]Bismillahirahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi wa syukuru lahu ala taufiqhi wa. Asyhadu allaaha illallah wahdahu larika lahu takman. wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli alaihi wa alihi wa ashabihi wa ikhwani. Ibu-ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta'ala, pembahasan kita pada kesempatan kali ini adalah tentang kiat-kiat agar bisa istiqomah setelah bulan Ramadhan. Sebagaimana kita ketahui memang bulan Ramadhan adalah bulan yang spesial yang orang semua pada semangat untuk bisa beribadah di bulan tersebut dan itu adalah suatu hal yang sangat wajar. Karena memang Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan banyak janji pada bulan tersebut. Pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, kemudian pahala dilipat gandakan, ampunan Allah Subhanahu wa ta'ala diberikan kepada hamba-hambanya. Gampangannya Allah Subhanahu wa ta'ala di bulan Ramadhan ini mengobral pahala, mengobral ampunan, ya, semuanya Allah berikan. Bahkan Allah mengkondisikan bulan tersebut di mana setan-setan dibelenggu. Sufidatys syayatin, setan-setan dibelenggu. Kemudian selain itu, ada malaikat yang menyeru untuk semangat. Kata Allah Subhanahu wa ta'ala wa yunadi munadin lailah dan setiap malam ada yang menyeru ya bagial khairil akbil, wahai pencari kebaikan semangatlah. Wahai syarri asr, wahai pencari keburukan berhentilah. Jadi ada suara yang menyuruh ke hati kita untuk semangat. Makanya itu Ramadhan kita merasa kalau enggak baca Quran kayaknya sayang, kalau enggak salat malam kayaknya sayang, kalau enggak sedekah kayaknya gimana gitu. Memang ada suara-suara yang menyuruh hati kita untuk semangat. Oleh karenanya para sahabat demikian juga Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam di bulan Ramadhan mereka lebih semangat daripada bulan-bulan yang lainnya ya. Karenanya Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma berkata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ajwanas Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau di puncak-puncak kedermawanan adalah di bulan Ramadhan ya. Terlebih lagi kalau sudah 10 malam terakhir. Aisyah Radhiyallahu Anha berkata karena Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ya tajtahidufi lailaha. Adalah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam semangat di 10 hari terakhir lebih daripada di hari-hari yang lain, lebih daripada hari-hari yang lain. Aisyah juga berkata karena Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam iddakil asr kalau sudah masuk 10 terakhir bulan Ramadhan, syahu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengencangkan ikat pinggangnya. Artinya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak menggauli istri-istrinya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menghidupkan malamnya. Wa ahahu dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam membangunkan istri-istri beliau. Ini semua adalah hal yang wajar karena memang bulan Ramadhan dikondisikan oleh Rabbul Alamin. Maka sungguh celaka orang di bulan Ramadhan kemudian tidak semangat beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Yang jadi pertanyaan atau kalau boleh dikatakan yang menjadi ujian yang sesungguhnya adalah setelah bulan Ramadhan. Apakah nilai-nilai Ramadhan yang telah kita dapatkan nuansa Ramadhan yang telah kita dapatkan masih bisa kita pertahankan setelah bulan Ramadhan sampai 11 bulan. Di mana setan-setan dilepas kembali, setan-setan dilepas kembali, kemudian suara-suara yang menyeru sudah tidak ada lagi ya. Orang-orang sudah mulai bebas bermaksiat, orang-orang mulai bebas melepas pandangan, melepas pendengaran ya. Ini ujian yang sangat berat setelah bulan Ramadhan. Bisakah seorang mempertahankan nilai-nilai Ramadhan atau tidak ya. Dahulu para salaf ya, mencela orang-orang yang hanya beribadah di bulan Ramadhan. Kata mereka lahum illa fi Ramadhan, sungguh buruk suatu kaum yang tidak mengenal Rabb mereka kecuali di bulan Ramadhan. Kemudian juga dalam sebagian perkataan mereka la Ramadanian, janganlah kau hanya menjadi Ramadhan, Ramadhani maksudnya hanya kenal Allah di bulan Ramadhan. Kalau sudah bulan Syawal sudah tidak kenal Allah Subhanahu wa ta'ala. Ini yang mau kita singgung sedikit pada kesempatan kali ini, Ibu-ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta'ala. Yang saya hormati ya, dan saya tahu di depan saya banyak ibu-ibu yang lebih tua dari saya ya. Semoga Allah senantiasa merahmati antuna sekalian, semakin bertambah amal saleh, semakin bertambah ketakwaan menuju Rabbul Alamin. Ya hidup kita tidak tahu sampai kapan ya, sudah banyak orang-orang yang kita cintai mendahului kita. Yang penting kita berdoa kepada Allah agar bisa istiqomah. Semoga kita diberi kesempatan untuk menyambut Ramadhan berikutnya dan berikutnya dan berikutnya. Ibu-ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta'ala, ketika kita membahas tentang istiqomah setelah bulan Ramadhan. Bukanlah maksud saya bahwasanya kita terus beribadah seperti di bulan Ramadhan. Maksudnya tetap baca Quran satu hari bisa dua juz, tiga juz, kemudian sholat malam sampai dua jam ya, kemudian sedekah sekian-sekian. Saya tidak maksudkan demikian ya. Saya katakan tadi di awal pengajian adalah suatu kewajaran seorang bersemangat di bulan Ramadhan, berbeda dengan bulan-bulan yang lainnya. Perbedaan itu ada dan itu yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam di bulan Ramadhan juga semangatnya lebih daripada bulan yang lain, tadi saya sudah katakan. Ibnu Abbas yang melihat hal ini dia mengatakan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam adalah orang yang paling dermawan dan di bulan Ramadhan lebih lagi. Sama di 10 hari terakhir tadi saya sudah saya sampaikan Aisyah membedakan kalau 10 hari terakhir Nabi lebih semangat daripada selain dari 10 hari terakhir ya. Maka bukanlah maksud saya karena orang sering tanya, Ustaz bagaimana kita di bulan Ramadhan bisa kemudian mempertahankan semangat kita. Saya bilang itu adalah hal yang sulit ya dan bukan itu maksud kita ketika kita membahas kita istiqomah setelah Ramadhan. Karena Ramadhan memang sudah dikondisikan setan-setan dibelenggu, suara-suara menyeru. Pengkondisian itu sudah tidak ada lagi setelah bulan Ramadhan. Dan Allah yang menciptakan, dan Allah yang kehendaki, dan Allah memilih yang Allah kehendaki, Allah pilih bulan Ramadhan menjadi bulan spesial terserah Allah Subhanahu wa ta'ala. Tapi maksud kita ketika kita bahas pembahasan ini, bagaimana istiqomah setelah Ramadhan maksudnya nilai-nilai Ramadhan itu tidak hilang secara total. Tapi masih ada sisanya ya, meskipun mungkin tinggal 50%, mungkin tinggal 40%. Jangan sampai setelah Ramadhan tutup, salat malam juga tutup, kemudian baca Quran juga tutup, sedekah juga tutup, itu yang kita tidak inginkan. Kita tidak inginkan, kita ingin setelah Ramadhan berakhir sholat malam masih ada, meskipun tidak semaksimal di bulan Ramadhan. Sedekah masih ada, meskipun tidak semaksimal di bulan Ramadhan. Baca Quran masih ada, meskipun tidak semaksimal di bulan Ramadhan tapi nilai-nilai itu masih, masih terus-terus ada.
[8:10]Ini yang maksud saya, seorang berusaha untuk menjaga nilai-nilai ini meskipun tidak sama seperti bulan Ramadhan. Nah ini yang mau kita bahas, gimana caranya agar nilai-nilai tersebut masih terus ada dalam diri kita. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Yang pertama, Ibu-ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta'ala agar kita bisa istiqomah setelah bulan Ramadhan, jangan lupa berdoa. Doa yang terindah adalah minta diterima pahala kita oleh Allah Subhanahu wa ta'ala, diterima ibadah kita selama bulan Ramadhan. Makanya para salaf dahulu kalau mereka bertemu setelah salat Id, mereka berkata Taqabbalallahu Minna wa Minkum. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan amal ibadah kalian. Ini doa yang paling indah dan inilah yang didoakan diucapkan oleh Nabi Ibrahim Alaihi Sallam dan Ismail ketika mereka membangun Ka'bah. Kata Allah Subhanahu wa ta'ala Ibrahim dan Ismail mengangkat meninggikan pondasi Ka'bah sambil mengangkat batu mereka susun. Mereka berdoa Rabbana takbal Minna innalim ya Rabb kami terimalah amalan kami innalim sesungguhnya Engkau Maha mendengar lagi Maha mengetahui. Mereka sambil beribadah membangun masjid Allah, membangun Masjidil Haram, membangun Ka'bah mereka berdoa. Karena mereka tahu kalau amal sudah diterima maka ini luar biasa. Allah berfirman innama muttaqin sesungguhnya Allah menerima hanyalah menerima dari orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa. Nah kita ingin setelah kita Ramadhan kita diterima amal ibadah kita. Karenanya Ibnu Rajab Al Hambali dalam kitabnya lataiful Maarif dia menyebutkan bahwasanya salaf para salaf orang saleh dahulu mereka berdoa hampir setengah tahun. Berdoa agar amal mereka diterima, mereka berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Minta agar puasanya diterima, kita ini subhanallah, kita puasa enggak tahu puasa kita diterima atau tidak. Ya, kemudian kita enggak tahu ya, Subhanallah kita selama puasa bisa jaga pandangan atau tidak, bisa jaga pendengaran atau tidak. Saya kemarin artinya ya kita berusaha, saya sudah di masjid sudah iktikaf sudah berusaha jaga pandangan terkadang lolos juga. Kemarin teman kirim ada pemberitahuan kabar yang penting saya buka ternyata ya di depannya ada iklan atau apa gitu ya Astagfirullah itu sudah di masjid aja terkadang masih belum bisa menjaga pandangan apalagi kalau di luar ya. Kita enggak tahu puasa kita nilainya apa di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala, kita enggak tahu. Sedekah kita yang ya sedikit masih diliputi dengan rasa pelit diterima oleh Allah atau tidak. Kita tidak tahu tilawah kita yang terburu-buru mengejar target ya, kadang baca tanpa penghayatan entah diterima atau tidak. Wallahu Alam kita tapi kita husnudzon sama Allah, Allah Maha baik, Allah tahu kekurangan kita. Allah adalah Rabb yang sangat sayang kepada hamba-hambanya. Sedikit yang kita lakukan ini yang ya yang mungkin tidak ada artinya tapi mudah-mudahan menjadi besar di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala. Nah kita angkat tangan kita berdoa kepada Allah, Allahumma taqbal Minna ya Allah jadikanlah sedekahku yang sedikit ini ya Allah. Jadikanlah bacaan Quranku yang sedikit ini ya Allah, jadikanlah salat malamku yang tidak khusyuk ini ya Allah.
[11:57]Sedikit ini jadi besar di sisimu, jadi besar di sisimu balaslah dengan sebaik-baiknya ya Allah ya Rabbul Alamin, hari di mana aku bertemu dengan Kau ya Allah jangan Kau hinakan aku. Jangan kau kurangi pahalaku, berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Allah Maha sayang, Allah Maha rahmat kepada hamba-hambanya. Yang kedua kalau kita sudah berdoa kepada Allah agar diterima oleh Allah di antaranya kita berdoa untuk istiqomah, untuk istiqomah. Dan doa yang paling agung dalam hal ini adalah doa yang kita baca setiap hari 17 kali minimal yaitu istiqomah. Ibu-ibu kalau salat renungkan Al Fatihah dengan baik-baik ya. Kita ini kurang renungan kenapa? Karena kita sudah hafal mati begitu kita salat seakan-akan sudah langsung distel Al Fatihah jalan begitu saja sehingga meskipun pikiran kita ke mana-mana kita bisa mengucapkan Al Fatihah. Hafal sudah di luar kepala ya, sehingga kadang penghayatannya kurang. Padahal Al Fatihah ini luar biasa di dalamnya ada suatu doa, doa yang terbaik. Doa yang terbaik sampai-sampai Allah wajibkan orang baca doa itu. Kalau tidak baca doa itu salatnya tidak sah, karena Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda labul kitab. Tidak ada salat kecuali dengan baca Al Fatihah dalam Al Fatihah ada doa tersebut. Kita renungkan Bismillahirahmanirrahim, Alhamdulillahi rabbil alamin, segala puji bagi Allah, segala puji atas segala nikmat yang Allah berikan kepada kita dan segala puji bagi Allah yang Maha sempurna dalam sifat-sifatnya. Alhamdulillahi rabbil alamin, arrahmanirrahim, yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang. Kemudian Maliki yaumiddin yang menguasai hari pembalasan, hari di mana ketika kita dibangkitkan enggak ada yang macam-macam di hari tersebut yang menguasainya Allah. Kata Allah Al Malik, ainakil Ardi, aku adalah raja mana raja-raja dunia enggak ada yang berani membanggakan batang hidungnya enggak ada. Semua yang dulu yang sombong yang congkak di dunia ketika di akhirat tidak bisa berkutik, tidak ada berani ngomong. Tidak ada bisa bicara kecuali diizinkan oleh Allah, tidak ada mendengar kecuali hanya desahan-desahan. Orang enggak berani bicara kuat-kuat, hari yang sangat mengerikan, siapa yang menguasainya? Maliki yaumiddin, raja hari pembalasan Allah Subhanahu wa ta'ala. Setelah itu kita baca iyaka nabudu wa iyaka nasta'in ya Allah hanya kepada Engkaulah kami beribadah. Dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan, ya Allah aku beribadah ini bukan untuk cari perhatian orang, aku beribadah bukan untuk dipuji oleh orang. Aku beribadah bukan untuk dipuji oleh followers atau viewers atau subscribers dan tidak. Aku beribadah karena Engkau ya Allah, aku beribadah karena untuk persiapan aku bertemu dengan Engkau ya Allah. Ya nabudu hanya kepada Engkaulah aku beribadah, aku tidak mau riya ya Allah, aku tidak mau wujud, aku hanya beribadah untuk Engkau ya Allah. Kondisiku sudah semakin lemah, mataku semakin rabun, rambutku semakin putih ya, tubuhku semakin lemah. Kemampuanku semakin terbatas, kekuatanku semakin melemah. Aku beribadah hanya untuk mencari keridhoan Engkau ya Allah. Kita ikrarkan dalam salat kita iyyaaka na'budu hanya kepada Engkaulah kami beribadah. Ya Allah segala keberhasilanku hanyalah darimu. Aku bisa ngaji, aku bisa salat, aku bisa bersedekah, aku bisa berbakti kepada orang tua. Aku bisa patuh kepada suami, aku bisa menahan suaraku tidak kuangkat suaraku di hadapan suamiku, aku bisa sayang kepada anak-anak ya. Dan semuanya aku bisa ramah sama tetangga, aku tidak sombong kepada teman-temanku. Hanya karena pertolongan Engkau ya Allah. iyyaka nasta'in. Semua ini mukadimah, alhamdulillah, Ar-Rahman, Maliki yaumiddin, iyaka na'budu waiyaka nastain. Kita masuk pada intinya istiqomah, tunjukkanlah aku kepada jalan yang lurus. Ini adalah permintaan agar kita istiqomah. Karena ketika kita minta untuk jalan yang lurus maksudnya apa? Ya Allah tunjukkanlah aku jalan yang lurus kalau aku belum tahu, kalau aku sudah di atas jalan lurus tersebut kokohkanlah aku di atas jalan lurus tersebut, itu maksudnya. Jalannya siapa? sirathallazi na'amta alaihim, jalan orang-orang yang Kau beri nikmat kepada mereka. Minannabiyyin dalam ayat yang lain, innalim walabbi washin wasyhada waslihin. Jalan para nabi, jalan syuhada, jalan sidikin, jalan sholihin. Orang-orang saleh, kita minta jalan orang saleh.lmagdubi alaihim waladdin, bukan jalannya orang-orang yang Kau murkai dan juga bukan jalan orang-orang yang Kau sesatkan, yang sesat. Al magdubi alaihim yang dimurkai oleh Allah yaitu Yahudi yang mereka punya ilmu namun mereka tidak amalkan. Ini jalan yang bikin orang tidak istiqomah, punya ilmu belajar sana, belajar sini, ngaji sana, ngaji sini, grup pengajian, grup pengajian. Majelis taklim ini, majelis taklim anu ikut sana ikut sini tapi enggak ada perubahan. Hati-hati Ibu-ibu. Sebagian Ibu-ibu masyaallah bikin majelis taklim ini, majelis taklim ini, ramai-ramai sini ngundang Ustaz ini, bangga ngundang Ustaz anu, bangga. Tapi, tetapi tidak ada perubahan tetap kasar sama suaminya ya, tetap sombong sama teman-temannya. Tetap tidak mau ngalah sama kakak dan adiknya, terus ngaji lama ini buat apa? Hanya buat mengumpulkan hujjah yang akan menyerang dia pada hari kiamat kelak ya. Seperti orang Yahudi, punya ilmu tapi enggak diamalin, dimurkai oleh Allah Subhanahu wa ta'ala itu Yahudi kerjanya seperti itu. Kita jangan seperti Yahudi, ngaji sana, ngaji sini ya, tapi enggak ada perubahan. Tetapi kalau kita sudah ngaji ada perubahan semakin bertakwa kepada hati tidak terikat dengan dunia ya, orientasinya selalu akhirat. Lebih berbakti, lebih berbakti pada orang tua, lebih tunduk kepada suami, lebih sayang kepada anak-anak. Tidak sombong kepada teman-teman, tidak pelit kepada tetangga ya, ini berarti kita ada perubahan. Walalin bukan jalan orang-orang yang sesat, orang yang sesat yang beribadah tanpa ilmu, kita juga tidak ingin orang-orang yang beribadah tanpa ilmu melakukan bid'ah-bid'ah. Semangat tapi semangatnya bid'ah semuanya, tidak diajarkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersafar ke sana kemari, ya ikut hadir sana sini, joget-joget sana sini, bid'ah semua isinya, tidak diajarkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Kita enggak ingin seperti itu, seorang Yahudi yang orang-orang Nasara yang melakukan rahbaniyah, sampai pendeta mereka tidak mau kawin apalah ya, dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah tetapi ternyata adalah kesesatan. Jadi di antara hal yang membuat kita bisa istiqomah, Ibu-ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta'ala adalah berdoa agar kita istiqomah. Di antara doa yang sangat agung iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in istiqomah. Jadi nasihat saya untuk saya pribadi dan untuk Ibu-ibu, mulai sekarang nanti kalau salat asar, baca istiqomah tenang jangan buru-buru. Pelan-pelan alhamdulillahilladzi wa alamin renungkan segala puji bagi Allah, Ar-Rahmanir Rahim yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Maliki yaumiddin yang menguasai hari pembalasan, iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan kami mohon pertolongan, istiqomah ya, istiqomah tunjukkanlah kami jalan yang lurus. Ini jangan dianggap sepele, ini sangat penting. Kalau Allah berkehendak Allah tinggal bilang, jadilah ummu fulan ya, berubah menjadi wanita saleha mudah bagi Allah.
[20:29]Ummu fulan, wanita yang penyabar mudah bagi Allah. Allah menghendaki, jadilah ummu fulan wanita yang dermawan mudah bagi Allah.
[20:43]Jadilah ummu fulan yang sabar di hadapan suaminya mudah bagi Allah. Jadikanlah ummu fulan menjadi wanita yang sabar terhadap anak-anaknya sangat mudah bagi Allah. Tinggal berdoa, minta kepada Allah.
[21:26]Kita masing-masing sadar, sebagian Ibu-ibu sadar betapa dia tidak sabar di hadapan suaminya. Sebagian Ibu-ibu sadar betapa dia tidak sabar di hadapan anak-anaknya ya. Sebagian wanita sadar betapa dia orang yang sesekali berbenar duniawi, inginnya ini, inginnya ini, kalau sudah lihat barang baru ke tas baru ke. Dompet baru apalah ya, sepatu baru berbinar-binar luar biasa ya, berlebih-lebihan.
[22:18]Tayib ini yang yang kedua yang kita perhatikan agar kita bisa istiqomah.
[22:27]Yang ketiga di antara hal yang membuat kita bisa istiqomah setelah Ramadhan adalah mengamalkan amal ibadah yang continue meskipun sedikit.
[22:56]Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling berkesinambungan meskipun sedikit.
[23:18]Ya, Allah punya aturan. Allah punya aturan, mana amalan yang paling Allah cintai? Bukan bukan bukan barometer kita ya, bukan barometer kita tapi Allah punya aturan, aturannya adalah continue meskipun sedikit. Makanya ketika seorang memakai barometer dia, dia lihat tiga orang ketika datang kepada istri Nabi bertanya tentang ibadah Nabi. Mereka melihat ibadah Nabi kayaknya kurang, mereka punya logika. Kalau Nabi sih ibadah segitu wajar karena dia telah diampuni masa lalu dan masa depannya. Dan dia dijamin masuk surga, adapun kita, kita ibadah kita enggak jelas maka akhirnya mereka bertekad. Salah satu berkata ini aku akan sholat malam aku tidak pernah tidur.
[24:08]Satu berkata aku akan senantiasa puasa dan tidak pernah berbuka. Puasa setiap hari, satu berkata aku akan meninggalkan para wanita, aku akan meninggalkan para wanita. Semangat luar biasa, tetapi barometer manusia. Ternyata Nabi tegur, kalian yang mengatakan demikian-demikian. Aku adalah orang yang paling takut kepada Allah, yang paling khusyuk kepada Allah, paling bertakwa, tetapi saya salat, saya tidur. Aku puasa, aku berbuka dan aku menikahi para wanita, siapa yang benci dengan sunahku bukan bagian dari golonganku. Lihatlah Nabi ajarkan bahwasanya ibadah bukan bukan barometer Anda tapi Allah punya barometer. Di antara barometer Allah adalah amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling berkesinambungan meskipun sedikit. Oleh karenanya seorang berusaha beramal yang dia mampu, dia ukur dirinya.
[25:20]Jangan dia lihat kemudian bagaimana misalnya Abu Bakar Radhiyallahu Anhu, Umar yang beribadah seperti itu kemudian ingin tiru padahal dia tidak mampu. Kita kalau mau tiru Abu Bakar, kita enggak mampu Abu Bakar kalau berinfak seluruh hartanya siapa yang mampu? Kita enggak mampu.
[25:56]Saya mampu harta semua kasih Islam, enggak ada yang mampu. Abu Bakar Radhiyallahu Anhu seperti itu. Kenapa dia demikian? Karena dia punya iman sudah naik. Ya kita perlu latihan pelan-pelan. Yang kita mampui, yang kita mampui tapi continue. Makanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan ibadah-ibadah yang yang mungkin dilakukan dengan continue. Contoh kalau setelah apa namanya Ramadhan jangan lupa puasa syawal 6 hari. Enggak sulit 6 hari, 6 hari kita bisa puasa. Siapa yang puasa bulan Ramadhan kemudian mengikut mengikutkannya dengan 6 hari di bulan Syawal seakan-akan dia puasa selama setahun.
[26:50]Hal ini dikarenakan satu kebaikan dilipat gandakan 10 kali lipat. Siapa yang puasa di bulan Ramadhan satu bulan seakan-akan dia puasa 10 bulan. Tinggal 2 bulan karena 1 tahun 12 bulan, 2 bulan dibagi gimana? 2 bulannya dengan berpuasa 6 hari. Siapa yang berpuasa 6 hari seperti puasa 60 hari karena satu kebaikan dilipat gandakan 10. 60 hari seperti 2 bulan, maka lengkaplah dia puasa selama setahun. Silakan puasa syawal alhamdulillah mau diurutkan langsung berturut-turut, mau dipisah-pisahkan enggak ada masalah. Setelah itu kita mulai setelah itu kita mulai dengan puasa yang ibadah-ibadah yang apa namanya. Yang continue meskipun sedikit, contoh Ibu-ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta'ala puasa. Kita setelah Ramadhan masih ada puasa-puasa, kalau bisa puasa Daud yang mampu silakan. Mungkin ada Ibu-ibu sudah sudah enggak ngurus suaminya mungkin sudah meninggal, dia juga enggak banyak kegiatan. Ya daripada nongkrong di rumah mending saya cari pahala puasa Daud. Oke, alhamdulillah dia mampu silakan puasa Daud. Tapi tidak semua Ibu bisa demikian, harus ngurus suami, ngurus anak-anak, capek puasa Daud enggak mampu, ya sudah kalau enggak bisa puasa Daud. Bisa puasa sehari, dua hari berbuka, bisa ini modal puasa juga yang orang kadang-kadang lupa padahal boleh. Puasa sehari, puasa Senin kemudian Selasa Rabu libur, kemudian Kamis puasa lagi, kemudian Jumat Sabtu libur. Minggu puasa lagi, kemudian Senin Selasa libur, jadi begitu puasa sehari, berbuka dua hari, puasa sehari berbuka dua hari ini boleh juga.
[29:05]Kalau tidak mampu ada puasa Senin Kamis, alhamdulillah Senin Kamis, Senin Kamis, Senin Kamis.
[29:40]Alhamdulillah sebulan kita bisa delapan kali puasa, delapan hari pahalanya luar biasa. Kalau tidak mampu Senin Kamis, paling tidak 3 hari sebulan, 3 hari sebulan kalau bisa ayamulbid tanggal 13, 14, 15. Bulan Hijriyah 13, 14, 15 maka itu yang terbaik. Kalau tidak kapan saja yang penting 3 hari.
[30:08]Kapan saja yang penting 3 hari sebagaimana wasiat Nabi kepada seorang sahabat, kekasihku Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam wasiat kepadaku tiga perkara. Di antaranya berpuasa 3 hari dalam sebulan, mau awal bulan, mau tengah bulan, mau berturut-turut mau pisah-pisah terserah. Kenapa 3 hari? Karena tadi kita punya kaidah bahwasanya kebaikan dilipat gandakan 10 kali lipat.
[30:53]Berkenaan dengan misalnya sholat malam, sholat malam jangan kita tinggalkan. Bukan berarti setelah Ramadhan selesai, kemudian kalau Ramadhan sudah selesai berarti salat malam kita buang, kita ceraikan talak tiga. Tidak, Ramadhan memang kita intensitas sholat malam lebih banyak, bisa jadi sejam, bisa jadi dua jam ya. Tapi setelah Ramadhan jangan kita tinggalkan sholat malam bahkan jangan kita tinggalkan meskipun malam Idul Fitri. Kalau kita enggak bisa salat malam panjang-panjang malam Idul Fitri meskipun satu rakaat, meskipun satu rakaat atau tiga rakaat ya, tiga rakaat satu rakaat oke. Yang penting kita berusaha tidak meninggalkan sholat malam ya. Kemudian kita tadi yang penting continue, saya tidak bilang Ibu-ibu harus salat setengah jam ya. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam saja ketika salat malam dia tidak bangunkan Aisyah sejak awal. Karena berat kalau seperti Nabi, Nabi salat sampai tawaqudh qadamah sampai kedua kakinya bengkak. Dalam riwayat sampai kedua kakinya pecah-pecah. Tapi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam salat waktu tarawih kalau sudah mau witir dia bangunkan Aisyah istrinya dia bangunkan untuk salat. Saya tahu Ibu-ibu capek ya, siang hari banyak urusan, ngurus suami, ngurus anak-anak.
[32:31]Ada di antara Ibu-ibu yang juga bekerja masyaallah, sudah letih pulang sudah capek sudah belum lagi banyak urusan lah. Mungkin kalau suruh bangun jam 03.30 salat mungkin berat, enggak apa-apa. Kita di Indonesia Jakarta azan 04.30 lebih dikit. Bangun jam 4.00 salat meskipun 15 menit, continuekan. Itu modal paling utama bertemu dengan Allah Subhanahu wa ta'ala, jangan ujub, jangan sombong ya.
[33:04]Tetap merasa rendah, tetap merasa hina tapi continuekan Ibu-ibu. Saya enggak ingin terlalu banyak teori ya, majelis taklim ini, majelis taklim ini, ngaji sana, ngaji sini tapi enggak ada praktiknya ya.
[33:49]Berusaha setiap malam meskipun 15 menit, meskipun 10 menit, meskipun 5 menit, enggak apa-apa 5 menit. Yang penting continue Ibu-ibu yang belum tidak terbiasa salat malam berusaha kemudian setiap hari meskipun cuma satu rakaat, enggak ada masalah. Yang penting continue, yang penting continue ya. Jangan sampai kemudian salat malam ditinggal sama sekali, salat malam ciri orang saleh. Kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dan kalian salat malam sesungguhnya itu ciri orang-orang saleh sebelum kalian. Baca Quran, kita di bulan Ramadhan alhamdulillah mungkin khatam sekali, ada yang dua kali, yang tiga kali, empat kali, lima kali, enam kali dan sepuluh kali. Tapi ingat, Ramadhan sudah selesai, jangan kemudian kita tidak baca Quran lagi. Ibu-ibu harus punya target, kita ini Ibu-ibu hari-hari habis lihat berita, berita ini, berita anu ya. Apalagi Ibu-ibu yang sosialita yang sudah tahu HP, alhamdulillah kalau ada ada nenek-nenek yang tidak tahu HP, alhamdulillah. Udah tahu HP, lihat berita ini, berita anu, berita artis ini, artis ini ceraikan artis ini, ini ada yang artis ini meninggal ini Allah macam-macam lah. Berita tiada habis-habisnya di di dunia dalam berita ya. Sudahlah itu berhenti deh, sudah saatnya kita berhenti, jangan terlalu lihat berita. Lihat berita yang kita perlu aja yang berkaitan dengan usaha kita, berkaitan dengan dakwah misalnya, berkaitan dengan yang penting-penting aja. Kalau kita mau lihat berita pun ada ada jadwalnya bukan setiap saat kita orang kirim berita kita buka, orang kirim berita kita buka. Kalau orang itu kirim berita terus kita blok aja orang ini, gangguin kita ya, atau kita nasihati jangan kirim-kirim lagi berita ke saya ya. Saya tidak mau umur saya habis untuk lihat berita-berita, nanti kalau dihisab hari kiamat umurnya habis buat lihat berita, aduh. Berita yang enggak tahu ujungnya mungkin isinya bohong, isinya hoax, ya sudah kalau ada cerita sudah selesai, ya diikuti mulu ini bagaimana bagaimana bagaimana bagaimana sampai kapan terus kapan. Penting Ustaz, iya penting tapi mana lebih penting kamu ngaji?
[36:27]Kamu yang ngurus anakmu, ngurus suamimu masih banyak lebih penting daripada lebih penting dari berita-berita seperti itu ya.
[36:39]Continue dalam beribadah. Lah kita baca berita Quran enggak kita baca, hari-hari lewat tidak ada lembaran Quran kita baca, gimana hati enggak keras? Gimana enggak keras sama anak-anak, bagaimana enggak lembut sama suami. Bagaimana mau melembut sama suami sementara Quran enggak pernah kita baca, hati kita membatu isinya cuma berita sana, berita sini.
[37:29]Berita politik maki sana, maki sini, sini kebohongan isinya ini macam-macamlah. Udah Ibu kita udah tua, Ibu-ibu udah tua ya, saya juga sudah tua ya. Sudahlah waktunya kita bukan saya larang maksudnya bolehlah cuma sedikit-sedikit jangan banyak-banyak, jangan banyak-banyak. Umur kita ini sangat-sangat pendek ya. Setiap hari setiap tahun tambah tahun, ulang tahun, ulang tahun berarti umur kita semakin habis bukan senang-senang ulang tahun. Nenek-nenek ulang tahun 60 tahun ambil 60 ditiup ketawa ketiwi Subhanallah sebentar lagi meninggal 60 tahun. Kalau nenek-nenek jangan pakai lilin pakai obor yang banyak. Ya umur kita sudah sedikit semakin bertambah hari semakin kita berkurang, kita semakin mendekat kepada titik pertemuan dengan Allah Subhanahu wa ta'ala. Mau habisin waktu kita nonton-nonton berita, berita-berita artis yang artisnya enggak kenal kita, wong kita lihat beritanya ngapain? Ya, banyak Ibu-ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa ta'ala, sudahlah saatnya kita kembali kepada Allah, kita semua punya kekurangan. Ada istigfar, alhamdulillah kita istigfar kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Jadi jangan tinggalkan Alquran, baca Alquran sehari, ada target se halaman kek, dua halaman kek. Kalau punya waktu lagi sambil ditadabburi dibaca maknanya, artinya dibaca, itu yang nambah iman kita. Itu modal kita ketemu Allah, itu modal kita di alam kubur Ibu-ibu, Ibu-ibu kalau alam kubur bawa tas, bawa gelang, bawa cincin, bawa tas branded, bawa mobil mewah. Enggak, yang dibawa adalah bacaan Qurannya, sedekahnya, bakti sama orang tua, bakti sama suami, amal saleh yang akan dibawa dan itu yang akan menemani dia hari di alam barzah. Menemani Ibu-ibu kalau lagi sendiri di situ dalam kegelapan di alam barzah gelap sendirian.
[39:45]Maka jangan lupa di antara amalan continyu yang bisa kita kerjakan baca Quran dan harus ada target Ibu-ibu. Target ya, kalau kita enggak baca Quran hati kita keras itu sudah kepastian, itu sudah kepastian. Saya sering sampaikan saya tidak berbicara saya bicara tentang diri saya yang bacaan saya rata-rata masalah agama. Tapi saya harus menyisihkan waktu untuk baca Quran padahal saya baca buku tafsir, buku tafsir Alquran juga cuma ya saya harus menyisihkan waktu baca Quran. Baca Quran supaya hati saya bisa saya kontrol lebih baik, hati-hati ini sering berkhianat, sering ingin ini, ingin anu, ingin ini, ingin anu, ingin ini ingin anu. Macam-macam isi hati ini enggak bisa kita kontrol, lu baca Quran paling tidak bisa kita arahkan ya, hati kita yang masih banyak kotoran dalam dalam hati kita. Sedekah jangan lupa, sedekah Ibu-ibu paling tidak sedekah kalau kepada kerabat, jangan pelit sama kakak, jangan pelit sama adik, jangan pelit sama tante, sama Bibi apalagi sama orang tua. Ibu-ibu mungkin sudah banyak orang tua sudah meninggal, kalau orang tuanya sudah meninggal mungkin ada Bibi yang masih hidup. Jangan lupa dikasih tante jangan lupa Om masih ada jangan pelit-pelit sama mereka. Udah ini yang menjaga kita untuk bisa istiqomah.
[41:44]Kemudian jangan lupa teman-teman, kalau punya komunitas teman-teman pengajian, majelis taklim Al Jannah atau yang lainnya, dijaga itu komunitas yang saling bahu-membahu. Karena kalau kita sendirian setan bersama orang yang sendirian. Apabila sesungguhnya serigala itu mengambil kambing yang sendirian. Kalau kambing lagi ramai-ramai dia agak takut tapi kalau kambingnya ujung sendirian itu yang ditangkap oleh serigala. Maka seorang berusaha berteman, cari teman-teman yang ingatkan kepada akhirat, bukan teman-teman ingatkan dunia. Kita punya teman-teman yang ingatkan dunia banyak tapi kita ingin cari teman yang kalau kita lihat dia kita ingat akhirat. Kalau kita lihat dia kita ingat hisab, bukan kalau lihat dia ingat dunia melulu. Lihat artis saja ingat dunia gitu, lihat artis, lihat ini, lihat ingat dunia melulu. Lihat teman yang kau lihat kita dia ingat akhirat, Subhanallah mohon maaf wabillahi taufiq wal Hidayah wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.



