Thumbnail for KH ANWAR ZAHID TERBARU 2021 SPESIAL KHUTBAH HARI RAYA IDUL ADHA 1442 H by Anza Channel KH. Anwar Zahid

KH ANWAR ZAHID TERBARU 2021 SPESIAL KHUTBAH HARI RAYA IDUL ADHA 1442 H

Anza Channel KH. Anwar Zahid

25m 1s1,871 words~10 min read
Auto-Generated

[0:00]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

[0:08]Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar. Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar. Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar. Kabi walhamdulillah subhanallahi wa. Lailahaillallah wallahu Akbar. Allahu Akbar walillahilhamd. Alhamdulillah. Alhamdulillahi hamdan kamanar.

[0:49]Nahmaduhu subhanahu wa taala Ibrahima imaman lil basyar. Asyhadu alla illaha illallah wahdahu larika lahu. Almalikul Jabbar wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Albasa walizar. min syaitani wa hum minbin. Allahumma sholli wa sallim wa barik ala Nuril Anwar. wasril asrar. Wa miftahi babilyasar sayyidina wa maulana Muhammadinil mukhtar. Wa alihi washabihi Akhyar. Amma ba'd. Fayyuhannas. Ittaqullah Robbal alamin. Faqwa wasiatullahi lil walrin. Ittaqullahal muttaqun. ittaqullah wala tamutunna illa wa Antum muslimun. Q taala kitabil karim. fil albab.

[2:12]Had wala wa wa.

[2:22]Maal muslimin wal muslimat jemaah salat Idul Adha rahimakumullah. Lewat mimbar khotbah dan melalui kesempatan yang sangat baik ini. Saya berwasiat kepada diri saya pribadi khususnya dan kepada para jemaah umumnya. Mari kita senantiasa meningkatkan kualitas dan kapasitas ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wa taala. Dengan cara berikhtiar maksimal menjalankan segala perintah-perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-larangan-Nya. Karena hanya dengan takwa Allah kita bisa meraih saadah haqiqiah wa saadah abadiyah. Kebahagiaan sejati kebahagiaan abadi fiddini waddunya wal akhirah. Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar walillahilhamd. Pagi ini kita sama-sama memasuki suasana hari mulia. Yaitu Idul Adha. Oleh karena itu, mari kita sambut dengan kemat takbir dan tahmid. Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar walillahilhamd. Mari kita syukuri kedatangan hari mulia ini. Sebab hakikat keagungan dan kemuliaan hari ini. Merupakan cerminan persatuan umat. Sedang persatuan umat merupakan ajaran Islam yang harus kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai puncak pertemuan besar umat Islam dari segenap penjuru dunia. ialah pada bulan Dzulhijjah seperti sekarang ini. Berkumpulnya umat Islam dari seluruh penjuru dunia di tanah suci Makkah Al Mukarramah. Merupakan satu bukti ajaran persatuan dalam Islam tanpa mengenal bangsa dan perbedaan kulit, bahasa dan adat istiadat. Semua kumpul serentak memenuhi panggilan Allah, bersimpuh bersujud di hadapan Allah subhanahu wa taala. Meskipun di tahun ini karena dunia sedang dilanda wabah. Virus COVID-19 sehingga untuk pelaksanaan ibadah haji oleh pemerintah Kerajaan Saudi Arabia sangat dibatasi. Kita doakan saudara-saudara kita kaum muslimin dan muslimat yang menepatkan kesempatan untuk menjalankan ibadah haji dan umrah di tahun ini diberikan kesehatan zahir batin diberikan keselamatan diberikan kelancaran dan semuanya dijadikan hajjah mabur dan umra. Amin ya rabbal alamin. Maasyiral Muslimin wal Muslimat jemaah Idul Adha rahimakumullah. Hari ini para jemaah haji sedang melaksanakan inti daripada pelaksanaan ibadah haji bahkan udah memasuki tahap-tahap akhir dari seluruh manasik haji. Sekali lagi kita doakan Allahumma ja'al hajjah hajjah mabrurah wa umrah maqbulah. Amin ya rabbal alamin. Jamaah Adha rahimakumullah. Ibadah haji memang merupakan kewajiban dan panggilan Allah bagi umat Islam yang sudah mampu. Al walillahi hijjul baiti man ih. Ibadah haji juga merupakan cermin rasa syukur atas nikmat Allah. Pemapapan ibadah serta kehendak dan kemauan untuk berkorban. Ibadah haji dengan semua ketentuan syarat rukunnya dilaksanakan serentak oleh umat Islam dari seluruh penjuru dunia tanpa perbedaan tingkat dan derajat kedudukan dan jabatan. Ini semua merupakan kesatuan gerak yang dilandasi ukhuwah islamiah dan ittihatul ummah. Persaudaraan seagama Islam, persaudaraan seiman dan persatuan umat. Hadirin hadirat rahimakumullah. Kemudian sebagai sambutan spontan Islam mensyariatkan bagi umat yang belum berkesempatan dan belum diberi kemampuan untuk pergi ke tanah haram melaksanakan ibadah haji. Agar supaya melaksanakan salat Idul Adha di tempat masing-masing dan yang mempunyai kelebihan harta diperintahkan untuk menyembelih kurban.

[7:40]Semua itu merupakan gambaran betapa besar dan agungnya jiwa umat Islam yang bertakwa kepada Allah subhanahu wa taala. Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar seperti pagi ini semua umat Islam bersimpuh dengan penuh kekhusyukan dengan penuh khidmat menjalankan salat Idul Adha yang baru saja kita laksanakan.

[8:06]Mudah-mudahan salat Idul Adha bersama gema tahlil tahmid takbir yang kita kumandangkan menjadi amal yang diterima oleh Allah subhanahu wa taala. Serta bisa memberi kesan yang sangat mendalam untuk ketentraman jiwa dan kekuatan iman di dalam mengarungi lautan perjuangan yang penuh gelombang dan rintangan demi kejayaan agama Islam. Demi kejayaan agama Allah Nusa, bangsa dan negara kita yang sedang dalam situasi berat seperti saat ini sedang dilanda krisis di berbagai aspek. Mudah-mudahan segera diangkat dan diperbaiki oleh Allah subhanahu wa taala. Terutama wabah virus yang meresahkan masyarakat ini. Mudah-mudahan segera dihilangkan oleh Allah subhanahu wa taala. Kita juga doakan saudara-saudara kita yang diuji oleh Allah dengan sakit apapun penyakitnya. Mudah-mudahan diberikan syifa, diberikan kesembuhan oleh Allah subhanahu wa taala. Maal Muslimin wal Muslimat jemaah Idul Adha rahimakumullah. Setelah kita mengerjakan salat Idul Adha, kita yang punya kemampuan diperintah Allah subhanahu wa taala untuk menyembelih kurban. Kurban itu asal mulanya dari syariat Nabi Ibrahim Al Khalilullah yang berpuncak pada kerelaan dan keikhlasan serta ujian cinta. Merupakan manifestasi dari ketakwaan, tunduk dan patuh pada perintah Allah. Ketika diuji supaya melakukan penyembelihan terhadap putra tercinta Nabiullah Ismail alaihissalam. Nabi Ibrahim dihadapkan pada pilihan yang sangat berat. Apakah cinta dan sayangnya terhadap anaknya melebihi cinta dan imannya kepada Allah subhanahu wa taala, zat yang disembah. Sehingga bertempurlah antara perasaan cinta yang berdasarkan sayang dengan cinta yang berdasarkan iman. Di dalam hati Nabiullah Ibrahim alaihissalam. Akhirnya cinta yang berdasarkan iman inilah yang mendapatkan posisi yang kuat dan menang. Bisa mengalahkan rasa cinta yang berdasarkan kasih sayang. Sehingga Nabi Ismail menjawab dengan penuh keyakinan.

[11:47]Wahai Ayahku, kerjakanlah apa yang telah diperintahkan Allah kepadamu. Aku siap disembelih sebagai kurban. Insyaallah engkau akan mendapati aku termasuk orang-orang yang bersabar. Maka para jemaah rahimakumullah, terjadi peristiwa yang sangat mengerikan, mendebarkan jantung manusia yang pagi ini kita memperingati bersama seluruh umat Islam sedunia. Karena akan mengalir darah manusia yang tidak bersalah, tidak berdosa, tidak melanggar norma-norma agama dari tangan suci Nabiullah Ibrahim alaihissalam sebagai bapak tercinta. Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar walillahilhamd. Maasyiral Muslimin wal Muslimat jemaah Idul Adha rahimakumullah.

[13:26]Kemudian penyembelihan kurban menjadi syariat Islam yang abadi ila yaumil kiamat. Kurban itu secara bahasa artinya dekat. Sarana untuk mendekat kepada Allah subhanahu wa taala. Sedang secara fikih secara istilah, kurban bermakna hewan yang disembelih karena ibadah kepada Allah pada hari raya Idul Adha dan 3 hari sesudah Idul Adha. Tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah yang kita kenal dengan Ayyaamut Tasyrif. Kurban sebenarnya merupakan lembaga dalam semua agama. Agama Hindu misalnya, menganggap kurban sebagai pokok ibadahnya. Agama Kristen menganggap kurban sebagai penebus dosa. Jadi tujuan kurban menurut ghairul Islam, menurut selain agama Islam pada umumnya merupakan pernyataan penyesalan penebus dosa dan menyenangkan kepada Tuhannya, dewa-dewanya dan sesembahan-sesembahannya. Jadi kurban hanya diartikan dalam bentuk lahirnya saja. Darahnya, dagingnya, tubuh binatang itu yang dipersembahkan kepada Tuhannya, kepada sesembahannya, kepada dewa-dewanya. Akan tetapi agama Islam mengartikan kurban tidak demikian. Islam tidak mengartikan kurban dalam bentuk lahirnya saja. Bukan hewannya, bukan darahnya, bukan dagingnya yang diterima Allah. Akan tetapi ketakwaan dari orang yang berkurban itulah yang diterima oleh Allah subhanahu wa taala. Dan ketakwaan itulah yang merupakan inti dari kurban sebagaimana disebutkan dalam firman Allah. La wala wala takwa minkum. Tidaklah sekali-kali sampai kepada Allah daging-daging kurban, tidak pula sampai kepada Allah darah-darah binatang kurban itu.

[16:17]Akan tetapi yang bisa sampai kepada Allah adalah ketakwaan dari orang yang berkurban yang merupakan bukti kepatuhan sehingga mau menjalankan ibadah kurban. Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar walillahilhamd. Maasyiral Muslimin wal Muslimat jemaah Idul Adha rahimakumullah. Masalah keutamaan berkurban di antaranya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Uhi bihasanatun.

[16:51]Binatang yang disembelih sebagai kurban itu setiap satu helai bulunya menjadi amal kebaikan bagi orang yang melaksanakan ibadah kurban. Hadis ini memberikan gambaran betapa besar betapa banyak pahala amal berkurban. Oleh karena itu, kalau kita diberikan kelonggaran rezeki oleh Allah subhanahu wa taala, diberikan kelebihan harta oleh Allah subhanahu wa taala. Jangan lupa untuk melaksanakan ibadah kurban minimal seumur hidup sekali. Jangan sampai tidak berkurban. Jemaah Idul Adha rahimakumullah. Riwayat Nabiullah Ibrahim dan Ismail alaihissalam alaihissalam ini. Mari kita jadikan sebagai iktibar. Terlebih pada saat-saat seperti sekarang ini. La al albab. had wala. Kerelaan berkurban yang sudah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim tadi. Harus kita terapkan dalam praktik kehidupan sehari-hari. Kita harus berani mengorbankan kepentingan pribadi, mengorbankan kepentingan keluarga, kepentingan golongan demi kepentingan agama. Li kalimatillah demi perjuangan agama. Kepentingan Nusa dan bangsa. Tanpa kesediaan berkurban jangan diharapkan terwujudnya kejayaan dan kemenangan. Tanpa kesediaan berkurban jangan diharapkan agama akan bisa syiar dan berkembang. Tanpa pengorbanan juga jangan diharapkan terwujudnya keadilan dan kemakmuran. Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar walillahilhamd. Sesungguhnya kurban menyembelih binatang ternak ini hanya kurban kecil. Sebab nilainya hanya sebagian kecil dari kekayaan kita. Taruhlah kalau nominal saat ini. Untuk kambing satu ekor rata-rata harganya Rp3 juta sampai Rp4 juta. Sapi yang bisa digunakan untuk 7 orang. Rata-rata harganya 20 sampai 25 juta. Hanya sebagian kecil dari nilai kekayaan kita. Ini merupakan tangga pertama dari didikan kurban untuk selanjutnya yaitu mengorbankan seluruh kehidupan kita di jalan Allah. Mencurahkan waktu, tenaga, pikiran, jiwa, raga kita di jalan Allah subhanahu wa taala. Nah, jamaah rahimakumullah. Dipandang dari makna lain, kurban binatang ini hanya merupakan simbol dan perlambang. Sebab manusia itu mempunyai beberapa sifat. Ada sifat Malaki, sifat malaikat, ada sifat syaitani, sifat-sifat setan. Ada juga sifat hayawani, sifat kebinatangan. Dengan menyembelih binatang dalam tindakan lahir. Ini mengingatkan kepada manusia adanya kepentingan untuk membunuh sifat kebinatangan yang ada dalam jiwanya sebagai pengaruh sifat hayawani dalam diri manusia. Karena kalau manusia masih dihinggapi oleh sifat hayawani, sifat kebinatangan, tidak mungkin bisa menjadi manusia yang baik dan diridhoi Allah subhanahu wa taala. Hadirin hadirat jemaah Idul Adha rahimakumullah. Mari dengan mengambil pelajaran. Peristiwa Idul Adha ini kita tinggalkan praktik kehidupan yang tidak sesuai dengan ketentuan agama Allah. Seperti misalnya, ingin menang sendiri. Kilap pangkat, jabatan dan kedudukan. Merasa paling benar. Memaksakan kehendak. Bakhil. Tidak mau menginfakkan hartanya untuk perjuangan agama Allah. Terlebih mengambil kesempatan dan keuntungan dari sesuatu yang berlabelkan perjuangan. Nauzubillah minzalik. Sebaliknya mari kita tingkatkan amal-amal kebaikan antar warga masyarakat, antar sesama. Saling percaya bukan saling curiga. Mengobati bukan menyakiti. Merangkul bukan memukul. Saling amanah bukan saling khianat, saling mengajak bukan saling mengejek, saling hormat bukan saling hujat. Semua itu demi kepentingan masyarakat Nusa, bangsa dan tentu saja agama Allah subhanahu wa taala. Terlebih dalam situasi yang sangat memprihatinkan seperti sekarang ini. Mari kita bahu-membahu, mari kita menolong saudara-saudara kita yang sedang diuji oleh Allah subhanahu wa taala dengan berbagai kesulitan ekonomi. Diuji dengan penyakit yang sedang mewabah. Fainsyaallah dengan kebersamaan. Dengan jiwa saling menyayangi dengan jiwa mau berkorban, mau membantu tentu saja didukung kuat dengan ikhtiar doa dan riyadah. Insyaallah Allah subhanahu wa taala akan segera memberikan pertolongan-Nya. Ini semua penting sebagai bukti peningkatan iman dan takwa kita kepada Allah. Dengan demikian, kita sudah berusaha untuk melakukan perbaikan pada diri sendiri, melakukan perbaikan pada keluarga, melakukan perbaikan pada masyarakat dan tentu. Kita berusaha untuk mempunyai peran positif demi memperbaiki masyarakat, bangsa, negara yang sangat kita cintai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mudah-mudahan bisa menjadi negara seperti yang terbingkai dalam firman Allah. Amin ya rabbal alamin. Sebagai akhir dari khotbah ini. Mari kita berdoa. Memohon kepada Allah subhanahu wa taala. Mudah-mudahan seluruh amal kebaikan kita diterima oleh Allah subhanahu wa taala. Seluruh kesalahan dan dosa-dosa kita diampuni oleh Allah subhanahu wa taala. Mudah-mudahan kita semua, keluarga kita, masyarakat muslim seluruh dunia diberikan keselamatan. Wa fiddini waddunya wal akhirah. Mari kita doa nabiallah Ibrahim alaihissalam Al-Khalil. Rabbij'al Rabbij'al Rabbij'al Rabbij'al Rabbij'al wa wa wa. Innallaha la ya Innam wa. Rabbij'al salati wa rabbana wa doa.

[24:50]Amin. Allahumma sholli ala Muhammad. Allahumma sholli ala Muhammad.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript