[0:00]Saya sudah menikah 10 tahun. Saya mengetahui suami saya suka selingkuh pada saat pernikahan saya sudah 7 tahun, tepatnya tahun 2023. Di situ posisi saya baru melahirkan anak ke-3 dan semua saya kerjakan sendiri tanpa ART. Saya mengakui kesalahan saya yang kurang dalam melayani suami dan mencoba introspeksi diri dan mencari bantuan RT agar waktu saya tidak habis dalam mengurus anak dan rumah. Dari situ terbukalah semua kelakuan suami saya. Bahkan dari sebelum menikah sudah sering dengan perempuan lain, bahkan yang dengan bayaran. Namun saya maafkan dan mencoba menjadi istri yang baik. Namun suami saya mengulangi lagi di tahun 2024 dengan perempuan lain. Dan di tahun 2025 ketahuan suami saya menghamili ART saya. Dari setiap kejadian suami saya sungguh bertaubat dengan banyak ibadah dan saya maafkan. Yang terakhir ini memang saya melihat adanya perbedaan taubat beliau dari taubat-taubat sebelumnya yang terasa lebih serius. Saya masih mau melanjutkan hubungan pernikahan ini tapi masih ada perasaan untuk harus mempersiapkan diri dengan ujian-ujian selanjutnya. Saya bingung dengan semua kejadian ini. Apakah ini hanya ujian atau memang jawaban dari Allah untuk pernikahan saya? Dijelaskan sebagian para ulama kita bahwa dosa zina itu salah satu dosa yang susah untuk ditinggalkan. Maka bagi yang Allah jaga dan enggak pernah jangan pernah coba-coba. Karena ini salah satu contoh. Tapi sebagaimana dalam hadis, man bain baina taubah. Siapa yang bisa mencegah Anda dengan taubat? Kalau benar-benar bertaubat maka Allah akan kasih jalan. Pertanyaan benar enggak bertaubat? Di sini poinnya. Karena kalau enggak bertaubat sebagian ulama mengatakan enggak bisa dilanjutkan. Dan sebagian ulama yang lain mengatakan disunahkan untuk menghentikan. Bahkan kalau istri bisa berdiri sendiri semakin ditekankan lagi untuk mengakhiri. Karena pola ini itu bahaya. Di antaranya bahaya buat kesehatan istri. Karena ini akan menularin macam-macam. Nanti istri kena, anak juga kena. Dan bahaya buat anak. zina kata para ulama zina itu hutang. Bisa dibayar sama anak-anaknya na'udzubillah. Jadi solusinya adalah benar-benar taubat. Dan dalam konteks ini hendaknya kita melihat hadis tadi. Dikatakan siapa yang bisa menghalangi Anda dengan taubat? Kan enggak titik sampai di sana. Tapi disuruh hijrah. Pindah negeri, pindah kota. Dalam maksiat atau dosa-dosa yang susah ditinggalkan. Pentingnya buka lembaran baru dan tinggalkan lingkungan lama dan cari lingkungan yang benar-benar saleh. Dan resiko apapun ditempuh. Apalagi kalau sudah sampai titik na'udzubillah menghamili ART sendiri. Tanpa men-judge siapa pun tapi stadiumnya sudah berbeda. Ahli hikmah mengatakan, "pencuri tidak mencuri di rumah sendiri." Begitu yang dimalingin adalah orang rumah itu peta berubah hadirin. Itu pencurian, bagaimana dengan kehormatan? Jadi kalau ingin melanjutkan syaratnya adalah taubat, taubatan nasuha dan ubah lingkungan. Ini kalau masalah mau selesai kalau enggak berat. Karena berulang, berulang, berulang, berulang, berulang. Pokoknya ini harus berhentilah. Minta pertolongan kepada Allah dan jujur. Kalau enggak rusak semua.

DILEMA ISTRI KETIKA SUAMI SELINGKUH | Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah
Muhammad Nuzul Dzikri
2m 55s450 words~3 min read
Auto-Generated
Watch on YouTube
Share
MORE TRANSCRIPTS


