[0:00]Cara jitu untuk bisa lulus uji kompetensi pengawas operasional yang pertama.
[0:15]Selamat siang teman-teman, para sahabat Dunia Tambang Kita. Kita ketemu kembali di pertemuan yang ketiga tentang cara jitu untuk bisa lulus uji kompetensi pengawas operasional yang pertama. Di pertemuan sebelumnya kita sudah membahas tentang kewajiban atau tugas dan tanggung jawab pengawas operasional yang kedua, yaitu inspeksi, melakukan inspeksi, pemeriksaan dan pengujian. Saat ini kita akan membahas kewajiban yang ketiga, yaitu bertanggung jawab kepada kepala teknik tambang atas keselamatan, kesehatan, kesejahteraan semua orang yang ditugaskan kepadanya. Nah, pertanyaan yang sering muncul di sini adalah seolah-olah ini seperti berulang kewajiban yang pertama. Ya, kewajiban yang pertama adalah bertanggung jawab atas keselamatan anak buah. Nah, di sini, apa bedanya? Apa bedanya? Nah, di sini yang pertama objeknya adalah bukan anak buah, tapi semua orang yang ditugaskan kepadanya. Yang pasti semua orang yang ditugaskan kepadanya itu bukan anak buah, bukan anak buah. Karena kalau anak buah berarti sudah tercakup di yang pertama tadi. Nah, bukan anak buah. Jadi siapa ini? Nah, ini bisa saja visitor misalnya, atau bahkan inspektur tambang sedang melakukan inspeksi. Atau misalnya, aparat dari instansi pemerintah yang sedang melakukan inspeksi. Atau bahkan karyawan orang lain yang sedang bertugas di wilayah kerja kita. Sebagaimana kita ketahui bahwa di pertambangan mineral dan batubara kita menganut konsep area owner responsibility. Area owner responsibility, artinya adalah kita bertanggung jawab atas area yang menjadi wewenang kita. Kalau di pertandingan sepak bola ini seolah-olah sama dengan zone marking, zone marking, bukan man to man. Zone marking, misalnya kita ditugaskan sebagai pemain belakang, siapa pun pemain lawan yang masuk area kita, maka tanggung jawab kitalah untuk menjegal kakinya, seolah-olah seperti itu. Nah, konsep yang sama kita terapkan di pertambangan. Kita menjadi orang yang bertanggung jawab di area yang menjadi tanggung jawab kita, di area yang menjadi wewenang kita. Misalnya seorang pengawas area loading, area loading. Loading menggunakan ekskavator misalnya. Nah, tiba-tiba ekskavator ini rusak atau track-show-nya lepas, misalkan. Tentu sebuah ekskavator, walaupun hanya sekedar PC200, tidak bisa di dikirim atau di ditenteng langsung ke workshop. Maka tentunya mekanik yang datang ke lapangan untuk memperbaiki track show tadi. Si mekanik yang datang, yang dikirim dari workshop itu adalah anak buahnya pengawas di workshop. Akan tetapi sedang bekerja di loading area. Maka pada saat bekerja di loading area yang bertanggung jawab atas keselamatan, kesehatan, kesejahteraannya adalah pengawas loading area tersebut. Pengawas loading area tersebut. Nah, itulah konsep area owner responsibility. Nah, pertanyaan kedua yang sering muncul adalah, kenapa kalau anak buah yang diperhatikan hanya kesehatan? Tapi apabila orang yang ditugaskan kepadanya, selain kesehatan, selain keselamatan juga diperhatikan kesehatan dan kesejahteraannya. Nah, kalau anak buah, Bapak Ibu, pasti sudah diperhatikanlah semuanya itu, baik keselamatan, kesehatan, kesejahteraan, walaupun hanya yang disebutkan hanya satu. Justru yang sering terabaikan adalah yang bukan anak buah di lapangan. Nah, itulah kenapa ditekankan khusus untuk yang ditugaskan kepadanya atau yang bukan anak buah, kenapa ditekankan selain keselamatan, tapi juga ditekankan kesehatan dan juga kesejahteraan. Nah, kesejahteraan di sini maksudnya, ini juga menjadi suatu pertanyaan. Apa maksudnya kesejahteraan? Apakah gaji tinggi atau bonus yang tinggi? Dan ternyata bukan, teman-teman. Kesejahteraan itu artinya adalah apabila dia membutuhkan sesuatu dalam melaksanakan pekerjaannya, maka yang bertanggung jawab untuk menyediakan adalah pengawas area tersebut. Dalam hal ini tadi pengawas di loading area. Misalnya, dia butuh APD misalnya, maka disiapkan APD-nya. Walaupun dengan cara bukan bukan hanya, bukan harus dia yang menyediakan, tapi dia bisa menyediakan dengan mengontak pengawasnya di plan atau di workshop. Misalnya kemudian kesejahteraan juga bisa berarti saatnya makan siang. Ternyata pekerjaan belum selesai. Maka si mekanik belum kembali ke workshop. Nah, pertanyaannya siapa yang bertanggung jawab menyediakan makan siangnya? Nah, yang bertanggung jawab untuk memastikan makan siangnya adalah pengawas di loading area. Lagi-lagi bukan bukan berarti makanannya dia yang harus dia bagi. Dia bisa saja memastikan bahwa mekanik tadi memiliki makan siang dengan cara mengontak pengawasnya di plan atau workshop. Nah, intinya dia harus memastikan bahwa mekanik tadi harus dapat makan siang. Nah, kira-kira itulah yang kewajiban pengawas operasional yang ketiga, yaitu bertanggung jawab kepada kepala teknik tambang atas keselamatan, kesehatan, kesejahteraan semua orang yang ditugaskan kepadanya. Nah, terkait dengan kewajiban yang keempat, membuat dan menandatangani laporan inspeksi, pemeriksaan dan pengujian akan kita bahas di pertemuan yang keempat. Stay tuned, ikuti terus dan kita sangat menantikan saran, pendapat, dan juga pertanyaan dari teman-teman semua. Atau atau bahkan kalau ada yang mau sharing, silakan tuliskan di kolom komentar. Sampai di sini pertemuan kita, akan kita teruskan ke pertemuan yang keempat. Sampai jumpa dan terima kasih atas perhatiannya. Selamat siang.



