Thumbnail for Shihab & Shihab Part 2 - Jihad Dalam Islam: Radikalisme Tanda Kebodohan by Najwa Shihab

Shihab & Shihab Part 2 - Jihad Dalam Islam: Radikalisme Tanda Kebodohan

Najwa Shihab

9m 13s1,021 words~6 min read
AI audio transcription
Transcript source

AI audio transcription

This transcript was generated from the video's audio because no usable YouTube caption track was available. The transcript below is server-rendered so it can be read, searched, cited, and shared without opening the original YouTube player.

Pull quotes
[0:05]Tidak harus dalam bentuk mengirim orang-orang untuk saya pernah baca dari kalangan orang-orang Palestina berkata, kami tidak perlu uh manusia yang datang, kami cukup untuk itu, kami perlu senjata.
[0:33]apakah kalau kemudian konteksnya di Palestina yang dihujani bom dan sebagainya, kedudukan jihadnya di sana berarti itu wajib.
[0:33]Mereka punya negara, direbut oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, mereka berkewajiban membela negaranya sampai batas bahwa kalau perlu mengorbankan nyawanya.
[0:33]Dan konteksnya kalau kita di Indonesia ingin membantu berarti ke sana berperang juga mengorbankan nyawa, itu juga jihad bagi kita?
Use this transcript
Related transcript hubs

[0:05]eh bangunlah rumah sakit. eh eh kirimlah dana. Tidak harus dalam bentuk mengirim orang-orang untuk saya pernah baca dari kalangan orang-orang Palestina berkata, kami tidak perlu uh manusia yang datang, kami cukup untuk itu, kami perlu senjata. Kami perlu dana, kami perlu ini. Itu cara untuk membantu mereka.

[0:33]Oke ini kemudian ada pertanyaan dari netizen. dari Nurliana Ana. apakah kalau kemudian konteksnya di Palestina yang dihujani bom dan sebagainya, kedudukan jihadnya di sana berarti itu wajib. Mereka punya negara, direbut oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, mereka berkewajiban membela negaranya sampai batas bahwa kalau perlu mengorbankan nyawanya. Dan konteksnya kalau kita di Indonesia ingin membantu berarti ke sana berperang juga mengorbankan nyawa, itu juga jihad bagi kita? Ya, tapi kita harus lihat. Apakah mereka memerlukan orang untuk mengorbankan nyawanya ataukah ada hal-hal lain yang dapat kita bantu buat mereka? Eh, bangunlah rumah sakit. Eh eh kirimlah dana. Tidak harus dalam bentuk mengirim orang-orang untuk itu saya pernah baca dari kalangan orang-orang Palestina berkata, kami tidak perlu uh manusia yang datang, kami cukup untuk itu, kami perlu senjata. Kami perlu dana, kami perlu ini, itu cara untuk membantu mereka. Karena sekali lagi, ada banyak cara untuk berbuat kebaikan, berjihad. Banyak yang ada bencana untuk berjihad. Oke. Abi ada yang bertanya Arfan Kurniawan Prakasa. Asalamualaikum Abi Quraish dan Mbak Nana, Waalaikumussalam. Saya ingin bertanya dari perspektif tafsir Al-Qur'an, adakah ulama ahli tafsir yang diakui ilmunya yang menafsirkan bahwa jihad di dalam Al-Qur'an itu mengarah kepada peperangan atau memerangi non muslim sehingga itu menjadi rujukan bagi orang-orang berpaham radikal? Kata jihad dalam Al-Qur'an mempunyai banyak makna. Salah satu kata jihad yang paling dini disebut dalam Al-Qur'an adalah berjihad dengan Al-Qur'an. Wajahidhum bihi jihadan kabira. Gunakanlah Al-Qur'an, gunakanlah argumentasi-argumentasi Al-Qur'an untuk memberantas, untuk meluruskan kesalahan orang-orang. Jadi tidak selalu jihad dalam Al-Qur'an berarti perang, berarti mengangkat senjata. Namun kita tidak bisa mengingkari bahwa ada kata-kata jihad dalam Al-Qur'an yang mengarah pada peperangan. Satu hal lagi yang ingin kita garis bawahi bahwa peperangan itu mengorbankan nyawa itu adalah jalan terakhir. Karena Islam ini damai, sebelum berperang diajak untuk berdamai, mereka menunjukkan tanda-tanda ingin berdamai, harus disambut dan lain sebagainya. Jadi jalan terakhir. Jalan terakhir. Kalau tadi konteksnya untuk memerangi non muslim, apakah kemudian ada terjemahan atau penafsiran Al-Qur'an yang memungkinkan orang Sebenarnya tidak ada istilah memerangi non muslim yang diistilahkan oleh Al-Qur'an itu adalah memerangi orang-orang yang memerangi kamu. Ya toh, tidak tidak tidak dikatakan non muslim. Bisa saja sesama muslim memerangi. Ya bisa saja sesama muslim, itu diistilahkan oleh Al-Qur'an iktatalu. Apabila ada dua kelompok dari orang-orang muslim yang bertengkar bagaikan berperang, maka perbaikilah hubungan antara mereka, damaikan mereka. Kalau ada yang tidak mau damai, maka kamu boleh memerangi mereka. Memerangi di sini tidak harus mengangkat senjata. Kamu boleh menindak mereka sampai mereka kembali kepada ketetapan Tuhan. Oke. ini soal macam-macam jihad, Abi. Nana pernah baca juga buku Abi ada jihad kecil, ada jihad besar. Betul, betul. Bedanya jadi di mana? Nabi suatu ketika pernah bersabda setelah kembali dari pertempuran. Kita baru saja kembali dari jihad kecil ke jihad yang besar. Jihad kecil itu mengangkat senjata. Jihad yang besar itu melawan hawa nafsu. melawan setan yang ada di luar. Itu jauh lebih sulit daripada mengangkat senjata. Ah, jadi itu dinamai jihad besar. Kita dalam hidup ini mengalami sekian banyak keburukan. Bisa jadi bersumber dari diri kita, bisa jadi bersumber dari orang lain. Kita harus mengunakan daya kita sekuat kemampuan kita untuk membendung keburukan itu. Karena keburukan selalu ada dalam kehidupan ini. Dia selalu berdampingan dengan kebaikan. Nah, kita ingin memihak kepada kebaikan, memberantas keburukan-keburukan itu, itulah jihad. Oke. Ada ada perumpamaan yang sempat Abi cerita soal yang hak dan yang batil, bagaimana kemudian antara dua kekuatan ini. Iya, iya, iya. Jadi kebatilan, keburukan dan kebaikan itu selalu berdampingan selama hayat masih dikandung badan. Selama dunia ini masih ada. Dia bergandengan berdampingan. Keburukan berkata, aku lebih tinggi kepalaku darimu. Hak menjawab, tapi kakiku lebih mantap dari kakimu. Kebaikan berkata eh keburukan berkata eh orang kaya, orang kuat bersamaku. Kebaikan, kebaikan, orang yang bijak itu bersamaku. Eh yang batil berkata eh

[6:17]wujudku akan lebih lebih lama dari wujudmu. Kebaikan berkata, wujudku berlanjut hingga setelah dunia ini eh eh apa namanya? Sudah dunia kiamat, ya toh. Eh Hak kebatilan berkata, qulunuhnya engkau. Apa jawab Hak? Aku mempunyai 1000 nyawa, jika engkau membunuhku, anak cucuku akan membunuhmu. Hmm. itu, jadi pada akhirnya boleh jadi hak itu tidak terlihat di permukaan, meninggi ini kebatilan, tapi dia sebenarnya ada dan pasti satu ketika akan muncul. Karena kakinya lebih kuat kebaikan. Walaupun misalnya kebatilan lebih tinggi, tapi kakinya lebih kuat. Iya lebih kuat. Kaki lebih kuat. Kekuatan, kekuatan kebaikan. Pertanyaan dari Aisye Novitasari. Asalamualaikum Abi Quraish dan Mbak Nana. Saya mau bertanya, apa saja yang harus dilakukan oleh kita sebagai seorang muslim agar tidak terpengaruh oleh paham paham radikalisme yang dapat memecah belah persatuan bangsa Indonesia? Terima kasih. Eh paham-paham yang sesat, paham-paham radikalisme itu adalah salah satu penyebab utamanya adalah kebodohan. Jadi kita harus banyak mempelajari agama kita, kita harus mempelajari situasi yang kita hadapi, sehingga paham-paham tersebut tidak mempengaruhi kita. Ya yang dipengaruhi itu orang bodoh, yang dipengaruhi itu orang yang tidak mengenal agama ini. Agama agama ini agama yang penuh dengan kedamaian. Tidak mungkin dia mengajak kepada keburukan, tidak mungkin Nabi bersabda, tidak ada sesuatu yang disertai dengan kelemah lembutan kecuali baik. Tidak ada sesuatu yang disertai dengan kekerasan, kekejaman kecuali buruk. Agama ini menghendaki damai. Nah, itu kita harus paham. Jangan lantas berkata, ucapkan kebenaran. walau sakit, walau tidak serta-merta seperti itu. Kita harus melihat situasi, kita harus melihat tempat, kita harus harus melihat konteks baru kita melakukan tindakan, bukan terburu-buru untuk itu. Jadi kalau mau menghindar, pelajari agama ini. Dan pelajarilah dari sumber yang memang pelajari dari sumber yang paham. Ya kan? Sekarang problemnya banyak orang yang mengaku paham, Abib. ada orang mengaku tahu padahal dia tidak tahu bahwa dia tidak tahu. Oh, itu yang lebih parah. Yang lebih bahaya adalah orang yang tidak sadar bahwa dia sebetulnya tidak tahu. Sehingga akhirnya menjadi sotoy. Naudzubillahiminza. pelaku teror terkadang menggunakan alasan ketika ia melakukan bom bunuh diri atau melakukan aksinya berharap mendapat ganjaran 72 bidadari di surga, Abi.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript