Thumbnail for EKSKLUSIF! Sinergi ASEAN-PBB Atasi Tantangan Global by CNN Indonesia

EKSKLUSIF! Sinergi ASEAN-PBB Atasi Tantangan Global

CNN Indonesia

26m 1s2,954 words~15 min read
YouTube auto captions
Transcript source

YouTube auto captions

This transcript was extracted from YouTube's auto-generated caption track. The transcript below is server-rendered so it can be read, searched, cited, and shared without opening the original YouTube player.

Timestamped outline
Pull quotes
[0:13]Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan bilateral dengan Sekjen PBB Antonio Guterres di sela-sela KTT ke-43 ASEAN 7 September 2023.
[0:13]Jokowi menyatakan kerja sama ASEAN dan PBB diperlukan untuk menjaga perdamaian dan mengatasi masalah, termasuk masalah di Myanmar.
[0:13]Saya sangat prihatin dengan situasi global saat ini sehingga merupakan harapan bagi kami agar PBB makin bersemangat untuk menciptakan perdamaian dunia.
[0:47]Sekjen PBB Antonio Guterres mengapresiasi Indonesia dalam penyelenggaraan KTT ASEAN dan KTT G20.
Use this transcript
Related transcript hubs

[0:13]Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan bilateral dengan Sekjen PBB Antonio Guterres di sela-sela KTT ke-43 ASEAN 7 September 2023. Jokowi menyatakan kerja sama ASEAN dan PBB diperlukan untuk menjaga perdamaian dan mengatasi masalah, termasuk masalah di Myanmar. Saya sangat prihatin dengan situasi global saat ini sehingga merupakan harapan bagi kami agar PBB makin bersemangat untuk menciptakan perdamaian dunia.

[0:47]Sekjen PBB Antonio Guterres mengapresiasi Indonesia dalam penyelenggaraan KTT ASEAN dan KTT G20. Antonio menilai Indonesia sebagai mitra PBB yang berperan dalam pembangunan berkelanjutan, aksi iklim dan HAM. Tuan Presiden, pertama-tama, saya mengucapkan selamat kepada Indonesia, dan saya memberi selamat kepada Anda secara pribadi. Apa yang telah terjadi selama ini memang menjadi upaya diplomatik yang luar biasa dari Indonesia yang tentunya tidak hanya akan memengaruhi kerangka kerja ASEAN, tetapi juga global. Melalui hubungan yang dekat Anda contohkan sebagai pemegang Presidensi ASEAN dan sebagai Presiden G20 merupakan contoh luar biasa dari kombinasi diplomasi yang sangat terampil dengan bidang yang mengarah pada prinsip-prinsip, termasuk Piagam PBB. Antonio Guterres juga bertekad mengembangkan kerja sama antara PBB dan Indonesia serta negara ASEAN lainnya. PBB mengajak ASEAN memiliki moto seperti Indonesia, yakni Bineka Tunggal Ika agar memiliki kesepahaman dan solidaritas.

[2:10]Insight with Desi Anwar kali ini dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Sekjen PBB Antonio Guterres yang berada di Jakarta untuk menghadiri KTT ASEAN. Bapak Sekretaris Jenderal, terima kasih telah meluangkan waktu. Dengan senang hati. Ini merupakan wawancara eksklusif. Anda tidak banyak melakukan wawancara seperti ini, jadi ini merupakan sebuah kehormatan. Ini satu-satunya wawancara eksklusif yang saya lakukan di Jakarta. Ini sungguh sebuah kehormatan bagi saya.

[2:35]Sekarang Anda menghadiri KTT ASEAN-PBB, dan sekilas saja, apa makna KTT ini bagi Anda serta apa hasil yang Anda harapkan dari KTT ASEAN ini? Terkait ASEAN, ada dua hal yang sangat penting bagi saya. Tentunya, ada banyak poin terkait kegiatan ASEAN untuk menghadapi kesejahteraan dan keamanan wanita serta anak, berbagai kerja sama internasional dalam berbagai bidang, kontribusi dalam menjaga perdamaian, banyak hal lain yang bisa saya sebutkan terkait kerja sama ASEAN dengan PBB. Namun menurut saya ada dua hal yang sangat penting. Yang pertama, kita berada di dunia yang terpecah belah, dan perpecahan geopolitik ini memengaruhi kemampuan kita untuk merespons tantangan yang kita hadapi ini. Ada peperangan yang sedang terjadi di Ukraina, lalu perubahan iklim yang semakin tidak terkendali. ASEAN memiliki budaya berdialog yang memungkinkannya jadi penghubung, dengan membangun jembatan yang menghubungkan Timur dengan Barat. Dan peran ini sangat penting untuk menghindari keretakan hebat yang bisa membelah dunia, dan tentunya akan berdampak buruk pada perekonomian dunia dan beresiko besar secara keamanan. Dan poin kedua sangat dekat dengan isu terberat yang ada dalam ASEAN itu sendiri, yaitu Myanmar. Dan kami sangat mendukung lima konsensus ASEAN soal Myanmar serta kepemimpinan Indonesia untuk memastikan adanya jalan untuk segera menuju kondisi semula untuk membebaskan tahanan, serta mengembalikan pemerintahan demokrasi di Myanmar, dan di saat yang sama, memberi respons yang efektif terhadap berbagai bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Myanmar. Tapi seberapa efektif, atau bagaimana? Apa yang bisa ditingkatkan oleh ASEAN dalam menangani tantangan global ini seperti dunia yang multipolar, pelanggaran HAM di Myanmar, karena tantangan-tantangan tersebut sudah berlangsung sejak lama. Menurut saya ASEAN memiliki peran yang penting dalam hal itu. Saya berikan contoh, salah satu negara ASEAN, yaitu Singapura, yang memimpin diskusi PBB terkait keamanan siber, yang telah menghasilkan kemajuan dalam bidang yang sangat sering diperdebatkan. Jadi inisiatif dan kemampuan ASEAN untuk memengaruhi, serta kapasitasnya untuk menyatukan. Ada banyak konferensi tinggi selama KTT ini berlangsung. Banyak sekali konferensi, serta dialog. Konferensi tinggi dengan negara-negara yang berkepentingan. Jadi ASEAN memiliki kemampuan untuk mempersatukan pihak-pihak yang berselisih karena berbagai alasan baik dalam hal ideologi, politik, maupun ekonomi. ASEAN sudah memiliki peran yang penting, maka jangan meremehkan peran yang dipegang. Di sisi lain, terkait berbagai krisis yang sedang berlangsung. Sejujurnya, krisis di Myanmar bukanlah sesuatu yang baru, namun sudah berlangsung selama beberapa dekade. Masalah tersebut sangat berat dan rumit, namun saya pikir ASEAN mengambil langkah yang benar dan kami sepenuhnya mendukung upaya yang telah dilakukan ASEAN. Tapi apa peran PBB dalam semua ini, terutama terkait pelanggaran HAM? Tidak hanya di Myanmar, kita juga lihat masalah ini terus meningkat secara global. Seperti yang Anda ketahui, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia sangat aktif tidak hanya dalam mengecam pelanggaran HAM yang terjadi di seluruh dunia, namun juga bekerja sama dengan pemerintah setempat, kami bisa bantu meningkatkan hak asasi manusia, dan kami juga memiliki Dewan Hak Asasi Manusia yang juga berperan penting. Lihatlah dua wilayah yang saya yakin sangat diprihatinkan oleh rakyat Indonesia, baik Myanmar maupun Palestina, Dewan Hak Asasi Manusia sangatlah tegas akan pentingnya perlindungan hak asasi manusia bagi rakyat yang menjadi korban dari berbagai bentuk penindasan. Tapi Bapak Sekretaris Jenderal, seperti yang telah Anda singgung, berbagai tantangan dunia mampu memecah belah. Banyak sekali konflik, seperti di Ukraina, lalu pasca Covid-19, resesi ekonomi di negara-negara maju, lalu juga ancaman seperti kecerdasan artifisial, kejahatan siber, dan lain-lain. Menurut Anda, bagaimana kekuatan dan kemampuan PBB dalam menangani tantangan global tersebut? Kami mengambil inisiatif dalam semua itu, baik dalam pertemuan majelis umum berikutnya, maupun konferensi-konferensi yang berkaitan dengan pertemuan majelis umum, serta konferensi terkait keberlangsungan dunia, perkembangan keuangan, dan juga iklim. Lalu juga dalam agenda bersama dan persiapan konferensi Summit of the Future. Kami mendorong Global Compact PBB dalam teknologi informatika dan kecerdasan artifisial.

[7:27]Kami baru menetapkan Dewan Penasihat Ilmiah, dan nantinya juga akan menetapkan Dewan Penasihat khusus kecerdasan artifisial untuk menyediakan gagasan dan anjuran dalam pengendalian dan tata kelola di bidang tersebut untuk komunitas dunia. Dalam menangani iklim, kami sudah mendesak rencana dunia terkait iklim (Global Climate Agenda) dari berbagai sisi. Kami telah menawarkan reformasi terhadap lembaga keuangan internasional. Lembaga tersebut didirikan pasca Perang Dunia II sesuai dengan keadaan dunia di masa itu, namun sekarang dunia sudah berubah. Ya, benar sekali. Jadi kita perlu mengangkat suara negara-negara berkembang dan juga pengaruh yang mereka miliki dalam lembaga tersebut. Kami telah mengajukan anjuran nyata untuk reformasi dan juga berjuang selama persiapan KTT ini dan juga KTT G20 untuk memastikan komunitas global membahasnya dalam diskusi mereka. Di saat yang sama, kami juga mendorong keringanan utang bagi negara berkembang yang mengalami kesulitan utang. Kami mengajukan dan berharap bisa membahasnya dalam dialog KTT G20, untuk menciptakan ketentuan melalui berbagai langkah untuk mengerahkan tambahan 500 miliar dolar tiap tahunnya guna menopang kemampuan negara berkembang dalam mengimplementasi langkah korperasi yang berkelanjutan.

[8:58]Jadi kami mengambil berbagai tindakan dalam berbagai bidang. Ada dua hal yang tidak kami miliki, kekuatan dan uang, jadi kami menggunakan suara kami untuk mengangkat dan membela keadilan dan kebenaran serta mendorong adanya dialog. Dan dengan kemampuannya untuk bersidang, PBB telah berhasil menyelesaikan masalah di berbagai bidang, seperti meresmikan "Black Sea Initiative". Sebagai contoh, ada berbagai kapal pengangkut minyak dan sulfur dan tidak ada yang bisa menyelesaikan permasalahannya, maka PBB mengambil alih. Jadi minyak yang awalnya ada di kapal-kapal tersebut, jika sewaktu-waktu hancur, akan sangat berbahaya bagi Laut Merah, sekarang berada di kapal baru yang lebih kokoh dan berisiko rendah dalam menampungnya. Jadi PBB berperan aktif, tidak hanya dalam mendorong untuk dunia yang lebih baik, namun juga dalam menyelesaikan masalah yang sulit diselesaikan pihak lain. Saya juga sangat yakin bahwa peran Indonesia yang terus bertambah dalam hubungan internasional akan menjadi unsur tercapainya perdamaian, stabilitas, dan juga keadilan dalam perkembangan semua pihak.

[10:24]Tapi apakah menurut Anda PBB sudah cukup berkembang untuk menghadapi tantangan dunia di zaman ini? Seperti dunia yang multipolar, krisis iklim, ketegangan antara Amerika dan Tiongkok, dan tentunya juga pengambilan keputusan oleh Dewan Keamanan PBB. Apakah hal-hal ini perlu ditangani dalam skala global? PBB telah berkembang dalam berbagai bidang, tapi kami masih memiliki Dewan Keamanan yang merepresentasikan dunia pasca Perang Dunia II dan sangat tidak efektif sekarang. Benar, sekarang sudah kuno.

[12:05]Maka mari kita mereformasi Dewan Keamanan, namun mari juga mengambil buah hasil dari hal lain yang dimiliki dan telah dilakukan PBB. Tapi bagi Anda, perjuangan untuk mereformasi Dewan Keamanan merupakan sebuah prioritas? Betul, Dewan Keamanan, dan juga sistem dunia yang lebih baik dan juga lembaga lain yang bersifat multilateral. Kita tinggal di dunia yang terus menjadi multipolar, seperti yang bisa dilihat di sini. Namun multipolaritas tidak bisa menyelesaikan masalah perdamaian dan keamanan. Sebelum Perang Dunia, Eropa juga bersifat multipolar. Ada Britania Raya, Prancis, Rusia, Jerman, Ada kerajaan-kerajaan dan penjajah lama. Namun tidak ada sistem tata kelola yang multilateral, maka akhirnya terjadi Perang Dunia I. Kita memerlukan lembaga multilateral yang kuat untuk membangun dunia multipolar yang menciptakan kerja sama internasional bukan perseteruan internasional.

[13:02]Berkaitan dengan perang dunia, apakah ada ancaman akan terjadinya perang dunia ke depannya? Mengingat adanya konflik seperti perang di Ukraina, dan juga krisis iklim yang juga sangat mengkhawatirkan dan mampu memicu perselisihan. Menurut saya kita berada jauh dari pecahnya Perang Dunia III, namun kita menghadapi berbagai bahaya dalam keamanan global dan juga perpecahan geopolitik, lemahnya kemampuan kita untuk menangani perubahan iklim yang Anda sebutkan, serta keamanan di berbagai wilayah, dan juga menghadapi pendekatan yang tepat dalam meregulasi kecerdasan artifisial dan berbagai hal lain yang dapat menciptakan keuntungan dan juga bahaya besar.

[14:05]Jadi menangani perpecahan geopolitik merupakan prioritas kami dan ASEAN merupakan rekan yang ideal dalam hal itu. Dari segi ancaman terbesar. Tentunya, kita menghadapi beberapa ancaman, tapi menurut Anda apa ancaman terbesar yang harus ditangani sekarang? Sebelumnya kita menghadapi pandemi, dan sekarang ya. Masalah terbesar yang kita hadapi sekarang adalah perubahan iklim, dan juga perkembangan teknologi yang tidak mempunyai sistem tata kelola saat ini. Yang mungkin saja menciptakan masalah eksistensial secara global, semoga saja tidak. Namun sekarang pun sudah membuat beberapa isu seperti ujaran kebencian, misinformasi dalam berbagai bidang, yang tentunya Anda, sebagai seorang wartawan, juga menjadi korban dari hal-hal berikut.

[15:04]Di saat yang sama, ada juga kekhawatiran akan perdamaian dan keamanan global. Krisis iklim, tentunya perang di Ukraina dan juga ketegangan dan konflik antara Amerika dan Tiongkok tidak membantu. Apakah cara terbaik untuk mengatasinya, Bapak Sekretaris Jenderal, karena tadi kita sudah sempat menyinggung masalah eksistensial, dan kita telah mengalami krisis iklim. Cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan menyadarkan semua pihak, dan memahami bahwa tidak ada perselisihan apa pun yang bisa menjadi alasan untuk tidak bekerja sama dalam hal ini. Tapi apakah menurut Anda banyak negara-negara yang mulai sadar? Ya. Kita bisa melihat berbagai bentuk kerja sama, contohnya Indonesia dan Vietnam. Mereka menjalin kerja sama dalam bentuk Kerja Sama Transisi Energi yang akan membantu kedua negara tersebut untuk mengurangi emisi. Apakah Anda merasa optimis tentang hal itu? Ini merupakan dua contoh yang bisa dilakukan. Kami telah menyampaikan kepada mereka untuk berhenti menyalahkan satu sama lain dan memahami bahwa negara maju dan negara berkembang harus bekerja sama, mengumpulkan sumber daya mereka, dan tentunya untuk negara maju yang memiliki sumber daya teknologi dan keuangan harus mengerahkan semua itu sepenuhnya, tapi put together resources dan bekerja sama dalam mengurangi emisi. Bahwa mereka harus berhenti bergerak menuju bencana seperti yang selama ini terjadi beberapa tahun terakhir. Saya tahu Anda tidak banyak maka, secara singkat, tujuan pembangunan berkelanjutan. Apakah Anda optimis kita bisa mencapai tujuan-tujuan tersebut, yang sangat ambisius dan juga penting. Tujuan yang sangat ambisius. Namun jika kita tidak mencapainya, tujuan tersebut bisa menjadi arah tujuan kita ke depannya dan juga sangat berguna bagi pemerintah dalam membentuk kebijakan publik yang sesuai dengan tujuan berkelanjutan pemerintah, dan kami sangat senang melihat peran yang Indonesia miliki dalam hal ini. Namun harus ditekankan juga, jika kita tidak memiliki lembaga keuangan internasional yang bisa memberikan kebutuhan bagi negara berkembang, maka kita tidak akan bisa mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan tersebut. Jadi dari segi lembaga keuangan internasional dan juga reformasi dalam pemerintahan negara untuk memerangi korupsi dan memfasilitasi pergerakan sumber daya negara untuk kesejahteraan rakyatnya juga tidak kalah penting. Upaya dalam tingkat negara itu penting, namun kita juga memerlukan dunia yang lebih adil, terutama dalam akses penyaluran sumber daya keuangan bagi negara-negara berkembang. Tentu saja, uang sangatlah penting dalam memenuhi hal-hal tersebut. Secara singkat lagi, peran Indonesia dalam kepemimpinan, apa pendapat atau komentar Anda? Terutama terkait performa Presiden Jokowi di skala global? Indonesia menyelenggarakan KTT G20 di masa yang sulit, namun juga sangat sukses dalam menyelenggarakannya. Indonesia berhasil meraih kesepakatan selama KTT G20 walaupun banyak perselisihan yang terjadi secara internal. Jadi Indonesia di skala ASEAN ini juga sangat efektif. Saya yakin saat ini, Indonesia merupakan penghubung dan perantara yang penting dalam hubungan internasional, dan saya juga sangat yakin bahwa peran Indonesia yang terus bertambah dalam hubungan internasional akan menjadi unsur tercapainya perdamaian, stabilitas, dan juga keadilan dalam perkembangan semua pihak.

[18:38]Baiklah, dengan itu, Bapak Sekretaris Jenderal, terima kasih akan waktu Anda. Semoga kunjungan Anda ke Indonesia dan perjalanan Anda pulang menyenangkan, dan semoga Anda terus sukses ke depannya. Terima kasih, saya juga harapkan yang terbaik untuk CNN Indonesia. Terima kasih banyak. Thank you.

[19:29]Inside with Desi Anwar kali ini bersama Special Envoy for Southeast Asia Nicholas Moore. Nicholas Moore baru-baru ini telah mempublikasikan sebuah buku yang berjudul Australia's Southeast Asia Economic Strategy to 2040. Nicholas, terima kasih sudah hadir bersama kami di sini. Tentu saja, Anda sudah tidak asing lagi dengan Indonesia, bukan? Tentu saja. Anda ada di sini untuk KTT ASEAN. Anda hadir di sini bersama Perdana Menteri Australia dan Menteri Luar Negeri Australia. Menurut Anda, mengapa begitu penting bagi Australia untuk terlibat dan hadir di sini untuk KTT ASEAN? ASEAN merupakan jantung dari wilayah yang Australia menjadi bagian di dalamnya. Kemakmuran dan kesejahteraan ASEAN sangat terikat dengan kemakmuran dan kesejahteraan Australia.

[20:19]Ada hubungan yang dekat antara Australia dan Indonesia, serta wilayah yang lebih luas, selama bertahun-tahun. Dari sudut pandang pemerintah ke pemerintah, hubungan yang sangat kuat telah terbentuk. Dari sudut pandang perdagangan dan investasi, tahun lalu pemerintah kami beranggapan hubungan perdagangan kami masih sangat kurang. Kita seharusnya bisa melakukan lebih banyak perdagangan dan lebih banyak investasi antara ASEAN dan Australia. Pada KTT ASEAN sebelumnya di Phnom Penh, saya ditunjuk sebagai Utusan Khusus yang berfokus dalam pengembangan strategi untuk keterlibatan ASEAN dan Australia hingga tahun 2040. Waktunya masih cukup lama, berarti ada 17 tahun di mana kita bisa meningkatkan perdagangan dan investasi antara ASEAN dan Australia. Mengapa tahun 2040? Itu hanya tahun yang dipilih pemerintah. Kunci utama strategi yang kami siapkan.

[21:17]Saat kami membuat strategi tersebut, pertama-tama kami melihat beberapa indikator untuk melihat sejarah perdagangan dan investasi yang mendasarinya. Yang kedua dan yang bisa dibilang lebih penting lagi, kami mendatangi berbagai bisnis di Indonesia serta di negara-negara ASEAN lainnya, kecuali Myanmar, serta berbagai bisnis di Australia, yang memiliki rencana untuk berinvestasi di Australia atau di ASEAN. Jadi ada banyak diskusi yang dilakukan. Kami bertanya pada mereka, "Seberapa optimis Anda terhadap bisnis Anda dan terhadap perdagangan?" Mereka menjawab bahwa mereka sangat optimis. Lalu pertanyaan kedua adalah apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk meningkatkan perdagangan dan investasi? Dari tanggapan mereka, kami bisa menyaring dan menyulingnya untuk membuat 75 rekomendasi yang berbeda untuk diberikan kepada pemerintah dalam bentuk langkah-langkah yang menurut kami bisa diambil pemerintah bersama pemerintah negara-negara ASEAN untuk meningkatkan perdagangan dua arah dan investasi. Kuncinya adalah perdagangan dua arah dan investasi. Kerangka acuan kami bukan hanya meningkatkan ekspor Australia ke ASEAN, tapi juga meningkatkan impor dari ASEAN ke Australia. Apakah ada target peningkatan yang ingin didapatkan pada tahun 2040? Kami punya angkanya di sini. Kita tahu bahwa perdagangan dua arah akan meningkat. Pertanyaannya adalah seberapa cepat perdagangan akan meningkat? Perdagangan dua arah telah meningkat dalam beberapa tahun belakangan. Tapi menurut kami peningkatan ini belum sesuai dengan pertumbuhan di wilayah ini. Jadi pertanyaannya adalah tingkat pertumbuhannya. Kami sangat ambisius. Kabar baiknya adalah kami sangat ambisius dan optimis. Tema dari KTT ini adalah "ASEAN Matters: Epicentrum of Growth". Kalau kita melihat dunia secara global, ASEAN memang merupakan episentrum pertumbuhan. Kita melihat Eropa dan Amerika Serikat mengalami resesi ekonomi, serta perang di Ukraina, dll. tapi kita masih melihat ada pertumbuhan di sini. Bisakah kita fokus sedikit kepada Indonesia, karena kami ada di Indonesia, karena Indonesia memegang Keketuaan ASEAN. Dalam beberapa tahun belakangan, hubungan antara Indonesia dan Australia cukup mengalami fluktuasi, naik dan turun. Ada perasaan bahwa mungkin Australia cenderung lebih fokus pada mitra tradisional mereka seperti Eropa, Amerika Serikat, dan mungkin Tiongkok. Apa perbedaan strategi saat ini dengan strategi yang dulu dalam hal perdagangan dan investasi? Apa yang akan berubah secara signifikan?

[23:51]Menurut saya, hubungan antara pemerintahan kedua negara ini sangat kuat. Salah satu fakta penting adalah salah satu kedutaan besar Australia yang paling besar ada di Indonesia. Bila Anda melihat jumlah staf di lapangan, kami memiliki lebih banyak staf di Jakarta dibandingkan di kota lain di dunia. Tapi Indonesia adalah tetangga terdekat Anda, bila Anda lihat di peta. Dan yang paling penting, bila kita lihat dari sudut pandang kedutaan besar. Menurut saya hal itu sangat signifikan. Perihal hubungan kedua negara, berdasarkan pengalaman pribadi saya saat melakukan bisnis di Indonesia, sejak pertengahan tahun 1980-an, hampir 40 tahun yang lalu, ketika saya datang ke sini untuk mengulas perusahaan teknik yang merupakan perusahaan Australia yang bekerja dengan pemerintah untuk membangun jembatan, ada 8 proyek di seluruh Indonesia. Ada sejarah yang panjang, hubungan yang kuat antara Indonesia dan Australia yang dibangun di atas berbagai macam hal, termasuk pembangunan. Menurut saya hal ini sangat penting. Dan melihat program-program yang berjalan saat ini seperti Prospera, memperkuat hubungan yang sudah ada.

[24:58]Tapi seperti yang Anda katakan, kita juga ingin melihat tidak hanya dari sudut pandang hubungan antar pemerintahan yang kuat, tapi juga kuat dari sudut pandang perdagangan. Seperti yang saya katakan, kami sangat ambisius menginginkan hubungan yang lebih kuat dari sudut pandang perdagangan, khususnya kami ingin melihat lebih banyak investasi. Investasi asing langsung antara Australia dan Indonesia serta antara Australia dan ASEAN masih sangat kurang. Jadi kami ingin melihat bagaimana rekomendasi kami bisa meningkatkan tingkat investasi ke wilayah ini. Mereka sangat berkomitmen untuk meningkatkan perdagangan ekonomi dan investasi dua arah, antara Australia dan ASEAN. Oke Nicholas, terima kasih banyak atas waktu Anda. Thank you. Semoga berhasil. Saya rasa Anda akan mendistribusikan buku ini ke semua orang. Tentu saja. Ini akan mencapai penjualan terbaik. Terima kasih banyak atas waktu Anda. Thank you so much, Nicholas. Thank you. Demikian Inside with Desi Anwar bersama Special Envoy to Southeast Asia Nicholas Moore.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript