[0:00]Mengapa beberapa orang menutup diri ketika mereka sedang kesal? Pernahkah kamu bertemu seseorang yang menjadi diam saat mereka sedang kesal? Bukan bersikap dingin, hanya menjaga jarak. Ini bukan karena mereka tidak peduli. Itu karena diam terasa lebih aman daripada disalahpahami. Ketika emosi mereka pernah diabaikan atau dihukum di masa lalu, pikiran belajar untuk melindungi dirinya sendiri. Jadi, alih-alih berdebat, mereka melatih seluruh percakapan di dalam kepala mereka. Mereka membayangkan balasan yang sempurna, kata-kata yang tepat, kebenaran yang mendalam. Namun, ketika tiba waktunya untuk berbicara, tidak ada yang keluar. Ini bukan sebuah kelemahan. Ini adalah cara bertahan hidup, sebuah respons trauma yang berbalut ketenangan. Mereka telah belajar bahwa lebih mudah untuk tetap diam daripada mengambil risiko diabaikan lagi. Itu disebut emotional withdrawal, dan hal ini mengakar lebih dalam dari yang kamu kira. Ini adalah jenis cara bertahan yang terlihat tenang, tetapi terasa seperti berteriak di dalam hati. Orang-orang ini tidak dingin, mereka hanya lelah karena tidak didengarkan. Mereka tidak butuh seseorang untuk memaksa kata-kata keluar dari mulut mereka. Mereka butuh seseorang yang cukup sabar untuk duduk menemani keheningan tersebut karena bagi mereka merasa aman berarti bisa diam dengan tenang dan pada akhirnya dipahami tanpa harus menjelaskan segalanya.

Ketenangan di luar sering kali adalah teriakan paling keras di dalam.
MR. Psikologi
1m 11s196 words~1 min read
Auto-Generated
Watch on YouTube
Share
MORE TRANSCRIPTS


