[0:00]Walhamdulillah wala ilaha illallah. Allahu Akbar. Subhanallah walhamdulillah. Wala ilaha illallah Allahu Akbar. Subhanallah walhamdulillah.
[0:49]Wala ilaha illallah Allahu Akbar. Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Alhamdulillah, alhamdulillahi binikmatihi tatimmu sohalihat. Wabifadlihi tanazulul barokat, wabitaufikihi tazulul aqbat. Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarikalah. Wa asyhadu anna sayyidina Muhammadan abduhu wa rasuluh la nabiya ba'dah. Allahumma sholli wa sallim ala sayyidina Muhammad wa ala alihi wa sahbihi ajmain. Amma ba'du. Al mukarromun, para alim, para guru, para ustaz, para hujaj. Jemaah salat subuh Masjid Vila Rizki Ilhami yang mudah-mudahan senantiasa diberikan kemudahan oleh Allah subhanahu wa taala. Diberikan rezeki yang lapang, diberikan hati yang tenang, diberikan kemudahan segala urusan. Amin ya rabbal alamin. Dan mudah-mudahan kita semuanya senantiasa diberikan kemudahan untuk pergi ke Baitullah untuk haji dan umrah berkali-kali. Amin ya rabbal alamin. Dan selalu berharap mudah-mudahan sebagaimana Allah kumpulkan di masjid ini, kelak juga kita dikumpulkan bersama Baginda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam di surga-Nya. Amin ya rabbal alamin.
[2:47]Pertama, marilah kita sama-sama memanjatkan puji syukur kepada Allah zat yang tak henti-hentinya memberikan nikmat kepada kita. Nikmat iman, nikmat Islam, nikmat kesehatan sehingga pada kesempatan pagi hari ini Allah masih perkenankan kita untuk men-charge iman kita, menambah daya keimanan kita. Yang salah satunya adalah dengan cara kita sama-sama mengkaji ayat-ayat Allah subhanahu wa taala. Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan ilmu yang barokah yang bisa bermanfaat dan semakin mendekatkan diri kita kepada Allah subhanahu wa taala. Selawat dan salam juga tak lupa pula kita sampaikan kepada Baginda Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam kepada keluarganya, kepada para sahabatnya dan para seluruh umatnya. Bapak Ibu jemaah sekalian yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala, insyaallah pagi hari ini kita akan membahas terkait dengan fikih rezeki.
[4:06]Fikih rezeki. Kalau ibaratnya anak-anak muda sekarang bahasanya fikih cuan gitu ya. Cuan harta ya. Walaupun sesungguhnya kalau dalam Islam ya, perspektif rezeki itu tidak selalu dengan dengan harta. Semua pemberian dari Allah subhanahu wa taala, itu adalah bagian daripada rezeki. Sehingga sesungguhnya kita harus merasa bahwa ini kita ini adalah orang kaya. Karena sudah terlalu banyak yang Allah berikan kepada kita. Tapi terkadang kita merasa ah saya belum punya dua mobil ya. Saya belum punya dua rumah gitu ya. Saya belum punya aset di mana-mana gitu. Kita udah mikir nanti warisan saya apa gitu kan. Sehingga yang seharusnya kita merasa bahwa kita ini adalah orang kaya, kemudian merasa bahwa kita masih sedikit yang diberikan oleh Allah subhanahu wa taala.
[5:27]Ada seorang ulama yang mengibaratkan rezeki itu ibaratnya adalah seperti buku ya. Jadi dia mengibaratkan seperti buku. Yang terdiri dari lembaran-lembaran. Nah kira-kira covernya ya atau pintu utama rezeki itu apa kira-kira.
[6:04]Pertama kali itu rezeki itu apa kira-kira. Ada yang bilang sehat gitu ya. Ada yang bilang uang, Ustaz katanya. Atau ada yang bilang juga umur panjang gitu ya. Nah, cover daripada rezeki ini adalah yang disebut dengan nikmatul hayah. Nikmat hidup ya kan. Coba kita pikirin sudah berapa kali kita ini bersyukur Allah ciptakan kita. Nikmatul hayat. Nikmat hidup. Coba kita pikirkan selama hidup kita ini mungkin ada yang sudah 30 tahun, 40 tahun, 50 tahun. Berapa kali kita ingat Allah berikan kita ini nikmat hidup. Jarangnya kita bersyukur, kadang gitu ya. Jarang. Padahal ini adalah nikmat yang luar biasa yang diberikan oleh Allah subhanahu wa taala kepada kita.
[7:20]Gimana kita mau dapat nikmat sehat, nikmat uang ya kan, nikmat iman, nikmat Islam gitu kan. Toh nikmat pembukanya, covernya belum dikasih. Nah, ini kita Allah berikan dari sekian makhluk yang Allah ciptakan, salah satunya adalah kita. Salah satunya adalah kita. Ini baru nikmat hidup.
[7:54]Belum kalau kita mau perdalam lagi ya, Allah ciptakan kita sebagai manusia ya. Bukan hanya kita diciptakan tapi kita diciptakan sebagai manusia. Masyaallah. Ya Allah. Coba kalau ya walaupun semuanya adalah baik, ciptaan Allah itu baik ya. Cuma ini sebagian daripada betapa nikmat kita diciptakan Allah sebagai manusia luar biasa. Kalau Allah ciptakan misalnya kita jadi lalat dipetes sekali. Walaupun itu tetap baik, itu adalah nikmat Allah. Atau mohon maaf kita diciptakan oleh Allah makhluk-makhluk yang lain yang barangkali fungsinya tidak sebesar kita sebagai manusia. Ya nikmatul hayah diciptakan sebagai manusia dengan kesempurnaan yang luar biasa diberikan akal. Yang laki-laki dikasih muka yang ganteng ya kan. Dikasih gagah, yang perempuan dikasih muka yang cantik ya. Dikasih akal kemudian kita bisa belajar dan lain sebagainya. Ini adalah nikmat yang luar biasa. Ya kalau mau perdalam lagi misalnya ya Allah kita hidup di negara Indonesia yang aman, sentosa ya. Kenapa Allah nggak, Allah ciptakan kita saat kita barangkali berjuang melawan Belanda gitu kan. Walaupun semuanya adalah kenikmatan yang nggak bisa dibanding-bandingkan. Tetapi ini adalah bagian daripada betapa Allah menciptakan kita di saat kondisi yang terbaik, keadaan yang terbaik gitu. Jadi nggak ada istilah kita itu tidak diberikan nikmat oleh Allah. Makanya kan walaupun kita sering setiap saat kita bersyukur, kayaknya nggak ada bandingannya dengan nikmat Allah yang lebih besar diberikan kepada kita.
[10:06]Kemudian kalau mau kita perdalam lagi, apa esensi daripada nikmat Allah? Setelah ada nikmat pembuka, kalau kita mau perdalam kepada isinya, apa nikmat Allah dalam isinya? Yaitu adalah nikmat iman dan nikmat Islam. Nah ini juga lebih lebih luar biasa. Jadi setelah nikmat kehidupan, ternyata Allah bukan hanya memberikan kehidupan kita. Karena sebagian manusia Allah berikan hidup gitu. Tapi tidak berikan hidayah ya, tidak diberikan iman, tidak diberikan Islam. Bahkan sebagian orang harus berkelana dulu ya. Supaya dia bisa mendapatkan nikmat hidup. Ada seorang peneliti dari Perancis ahli bedah ya kan. Beliau biasanya selalu meriset sebagai peneliti ya, sering melakukan riset di sana. Pernah mendapatkan perintah untuk meriset mumi. Mumi di Perancis. Eh mumi di Mesir. Ini orang Perancis dia disuruh melakukan riset di Perancis mumi ya. Ternyata hasil risetnya ya, mumi Firaun itu banyak sekali garam-garamnya.
[11:38]Sampai kemudian hasilnya, kesimpulannya, oh berarti Firaun ini meninggalnya dalam keadaan tenggelam di laut. Luar biasa. Setelah beberapa tahun beliau pernah ikut sebuah konferensi di Arab Saudi.
[12:03]Nah, ternyata di situ ada surat ya, ayat yang dibaca oleh salah satu narasumbernya itu terkait dengan cerita Firaun. Dan bagi kaum muslimin cerita ini sudah biasa. Iya, memang Firaun itu meninggalnya di laut ya, karena jelas sudah diabadikan di dalam Alquran. Wayyamunajika bibadanika li takuna ayatal liman khalfaka. Supaya jadi tanda ya. Nah dia kaget, masyaallah. Saya bertahun-tahun meriset tentang mumi Firaun. Ternyata Allah sudah jelaskan di dalam Alquran. Nah setelah dia tahu betapa luar biasanya Alquran, dia baru masuk Islam.
[12:56]Nah alhamdulillah kita rata-rata lahir sudah dalam keadaan muslim, beriman. Nah ini nikmat. Baru yang lain ya, nikmat iman, nikmat selain nikmat iman dan Islam, kesehatan, umur yang panjang ya. Kemudian bisa bisa bekerja, mendapatkan rezeki dalam bentuk uang ya, dalam bentuk cuan dan lain sebagainya. Itu nikmat-nikmat yang ya, barangkali belakangan ya, istilahnya terakhir-terakhir lah. Setelah nikmat-nikmat yang Allah berikan berupa nikmat-nikmat besar. Bapak Ibu jemaah salat subuh yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala ini gambaran betapa nikmat Allah itu sangat luas ya dan sangat besar. Nah kita juga berharap ya. Kita tidak hanya mendapatkan kenikmatan di akhirat tetapi juga kenikmatan di dunia ya. Apalagi sekarang kita sebagian mungkin masyarakat memahami wah adanya perang Irak, Iran ya. Iran sama Israel Amerika ini wah siap-siap. Siap-siap mau terjadi krisis gitu kan. Ada harga minyak sudah naik ya. Dan biasanya itu pengaruhnya ke yang lain-lain ya. Makanan naik ya, kendaraan naik dan lain sebagainya. Nah gimana caranya ya.
[14:48]Ini kita coba akan bedah ya, ayat-ayat Allah subhanahu wa taala yang memberikan kita keluasan rezeki. Yang pertama, awalan taqwallahu taala. Nah ini kuncinya ya. Kunci yang pertama kalau kita ingin mendapatkan keluasan rezeki dari Allah, merasa cukup dengan rezeki Allah subhanahu wa taala, rumusnya yang pertama adalah takwa. Ya rumusnya adalah takwa. Nah ini jelas sekali Allah subhanahu wa taala di dalam surat At-Talaq ayat 4. Nanti Bapak Ibu kalau baca Quran dalam surat At-Talaq ayat 4, garis bawahi Pak, stabilo.
[15:47]Ini supaya cuannya tambah banyak ya. Waman yataqillaha ya'allah min amrihi yusro.
[16:09]Ya ini kalau yang ini bukan surat At-Talaq ya. Ayat At-Talaq ayat 4. Waman yataqillaha ya'allah min amrihi yusro. Barang siapa yang bertakwa kepada Allah. Istiqomah menjalankan perintah Allah, berusaha menjauhi segala maksiat kepada Allah subhanahu wa taala, maka ya'allah min amrihi yusro. Maka Allah akan berikan kemudahan dalam segala urusannya. Ya ini rumus, Pak. Jadi kalau kita takwa ya. Kita benar-benar berusaha taat kepada Allah, istiqomah salatnya, istiqomah puasanya, istiqomah tilawahnya, istiqomah zikirnya gitu. Ya'allah min semua urusan kita. Ya. Jadi apalagi di dalam katanya ini amar, amarnya nggak menggunakan al.
[17:21]Amar artinya apa? Berarti dia nakirah. Kalau nakirah berarti ini adalah umum semua urusan akan diberikan kemudahan oleh Allah subhanahu wa taala. Makanya kalau kita misalnya aduh ini kok kayaknya urusan susah gitu ya, ribet gitu, nggak selesai-selesai gitu ya. Ingat ayat ini, Pak. Perbanyak zikirnya, perbanyak ngaji apa? Tilawahnya ya. Jadi yang biasanya kalau misalnya besok saya mau ngurus urusan yang berat tuh ya. Ya yang kayaknya butuh effort yang tinggi, malamnya Pak perbanyak tilawah satu juz misalnya. Zikir sekian kali ya. Apa salat tahajudnya tambahin yang biasanya 2 rakaat tambah 4 rakaat tambah 6 rakaat. Munajatnya diperpanjang lagi yang biasanya seperempat jam tambah setengah jam satu jam. Karena ini rumus dari Allah. Ya rumus dari Allah. Bahkan beberapa almarhum misalnya kalau Syekh Jabir itu salah satu yang beliau dawamkan itu Pak. Pokoknya sebelum beraktivitas malam yaitu itu selesai Al-Baqarah. Surat Al-Baqarah. Ya wiridnya itu surat Al-Baqarah. Nah Bapak juga Bapak Ibu harus punya Pak wirid khusus ya. Boleh ya Al-Baqarah ya, boleh Ali Imran atau istigfar 1000 kali ya. Apa tasbih 1000 kali ya. Karena ini yang memudahkan. Rasakan ketika malamnya seperti itu, masyaallah. Allah bantu gitu. Yang kayaknya sesuatu yang nggak nggak mudah gitu. Ternyata ya Allah lancar gitu. Ada yang bantuin, tiba-tiba ngurusin dan lain sebagainya. Karena ini rumusan dari Allah subhanahu wa taala.
[19:39]Bahkan lebih spesifik lagi misalnya dalam surat At-Talaq, masih dalam surat At-Talaq. Waman yataqillaha ya'allah makhraja. Ini sebagai penguat Pak. Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, Allah kasih jalannya. Kalau tadi Allah mudahkan, yang kedua Allah kasih jalannya gitu. Bapak ada urusan mentok, ini mentok, ini mentok, aduh besok pagi sudah harus bayar cicilan misalnya gitu ya. Udah Pak banyak zikir, tilawah, minta kepada Allah subhanahu wa taala. Ya'allah makhraja. Allah akan berikan jalan keluarnya. Coba masyaallah. Ini kan rumusan yang luar biasa dari Allah gitu.
[20:39]Bahkan bukan hanya dikasih jalan keluar. Wayarzuqu min hais la ya'allah. Bahkan Allah tambahkan, sempurnakan jalan keluar itu dengan apa? Allah berikan rezeki dari cara-cara yang tidak pernah kita kira.
[21:01]Ya biasanya kita usaha dapat. Alhamdulillah 100 ribu, 200 ribu. Oh ini ada yang ngasih gitu ya. Oh ini ada yang masyaallah. Gaji misalnya kita 5 juta aduh sekarang buat anak 5 dan lain sebagainya. Mana cukup gitu ya. Buat pendidikan aja udah belum buat makan dan lain sebagainya. Tapi kalau kita ya takwa kuncinya itu Allah akan berikan rezeki ya. Tiba-tiba anak kita dapat beasiswa ya kan. Ini kan rezeki itu. Kalau orang misalnya bayar semester atau bayar UKT yang ada yang 10 juta, 15 juta. Anak kita nggak bayar dapat beasiswa. Masyaallah. Ada anak tukang becak itu ya di Qatar. Masyaallah bisa sampai kuliah. Ternyata dia punya amalan, Pak. Apa amalan rahasianya? Saya pernah baca kisahnya itu. Jadi beliau itu ketika jadi tukang becak tidak semuanya dibisniskan, Pak. Jadi dari sekian apa, apa rute ya. Jadi itu ada yang dia gratiskan gitu. Coba bayangkan ternyata setiap uang apapun kita bisa berbuat baik. Nah tukang becak itu begitu. Misalnya dari 10 kali dia ngantar orang, itu satu atau duanya itu ya dia gratiskan. Dia begitu saya niatkan untuk sedekah. Coba bayangkan, masyaallah. Ya dia yakin ketika kita takwa ini kan bagian daripada takwa ya. Bersedekah mendekatkan diri kita kepada Allah, Allah berikan kemudahan rezeki dari cara-cara yang tidak kira. Apa rezeki la ya'alamin wajhin la yakhturu bibalihi. Jadi ke arah yang tidak pernah kita pikirkan gitu ya.
[23:17]Kalau rezeki apa kalau gaji kan biasanya payrol ya Pak ya. Keluar itu sudah kita pikirin entar biasanya saya dapat gaji sekian sekian sekian. Itu kan payrol biasanya otomatis keluar. Kalau ini rezekinya itu nggak kita duga-duga. Tiba-tiba masyaallah ada yang nawar tanahnya gitu kan. Hanya laku dan lain sebagainya. Nah itu la ya'allah.
[23:48]Wala yakunufi hisabih. Dan bukan dalam perhitungannya. Jadi udah nggak kepikiran di otaknya bahwa dia akan dapat rezeki itu dan dia nggak pernah dalam perhitungannya gitu. Kalau saya ini usaha ini ya saya keuntungannya sekian, sekian, sekian. Tapi ini.
[24:10]Tiba-tiba ada perhitungan-perhitungan yang di luar dari perhitungan perhitungan kita sebagai manusia. Karena sesungguhnya Allah subhanahu wa taala itu sesungguhnya hadir di setiap transaksi bisnis kita. Kata Rasulullah kan ketika menjelaskan orang yang sedang bertransaksi bisnis itu, Anas salisu. Ya saya adalah pihak ketiga, kata Allah. Ketika orang bertransaksi bisnis apapun. Tapi selama apa? Selama dia dalam sepakat.
[24:54]Dia tidak pernah mengkhianati. Tapi ketika orang bersepakat dalam sebuah usaha, dalam sebuah bisnis dan kemudian salah satu berkhianat Allah akan lepas. Allah tidak akan hadir di dalam di dalam kesepakatannya. Makanya bab khianat di dalam bisnis itu jangan sekali-kali, apapun. Khianat janji, khianat komitmen ya. Ya karena ini ini jelas ya Rasulullah sudah mengingatkan kita. Ketika kita kesepakatan kita jelas nggak apa. Allah hadir, keberkahan hadir, untung banyak dan lain sebagainya. Kadang-kadang orang ketika merasa misalnya ah saya kalau sama dia ini kan untungnya dibagi gitu ya Pak ya. Saya kerja sama sama dia ya dapat untung misalnya sejuta kan dibagi itu 500-500. Tapi itu berkah karena kita semangat bareng-bareng, komitmen bareng-bareng. Nah setan itu kadang suka masuk tuh. Eh ngapain kamu berdua. Ya kan. Udah bikin sendiri. Saingan dengan dia kan begitu tuh. Akhirnya pecah ya. Pecah bikin masing-masing sudah tahu caranya dan lain sebagainya. Allah lari dari bisnis kita, Allah tidak hadir. Ya Anas salisu. Jadi Allah ini adalah pihak ketiga bagi orang-orang yang sedang sepakat selama mereka dalam dalam kesepakatan yang disepakati.
[26:35]Apa yang dimaksud makhraja? Imam Abu Aliyah mengatakan makhraja min kulli sya in dho'an naas. Jadi jalan keluar yang dimaksud dengan jalan keluar di sini adalah segala sesuatu yang menyulitkan manusia.
[26:58]Yang menyulitkan manusia. Bahkan kalau dalam riwayat Ibnu Abbas, yunjijihi min kulli qurobin fiddunya wal akhirah. Kalau Imam Ibnu Abbas menjelaskan yang dimaksud dengan makhraj di sini, kita diselamatkan dari kesulitan di dunia dan kesulitan di akhirat. Masyaallah. Ya. Memang nanti di akhirat sulit, sulit ya. Nanti kita dikumpulkan di Padang Mahsyar gitu kan. Semuanya dalam keadaan sulit. Gimana nggak sulit ya. Kita dikumpulin di Padang Mahsyar, jarak matahari dengan kita hanya beberapa jengkal ya. Panasnya luar biasa, nggak ada AC, nggak ada kipas angin, nggak ada pohon rindang ya kan. Gambaran di Padang Mahsyar. Yang menyelamatkan kita apa? Yang menenangkan kita di antaranya adalah ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wa taala. Nah, ini ada cerita lain. Riwayat yang lain supaya kita makin mantap. Kalau kita lagi pengin punya rezeki kita makin kuat ya.
[28:46]Ini riwayat dari Abi Zar. Qal ja'ala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yatlu hal ayat. Jadi Rasulullah membaca ayat ini. Waman yataqillaha ya'allah makhraja wa yarzuqu min haisu la ya'allah. Faja'ala yuridduha hatta na'allah. Ini juga ayat ini, Pak. Bisa kita jadikan sebagai zikir gitu. Ya waman yataqillaha ya'allah makhraja wa yarzuqu min haisu la ya'allah. Terus kita baca. Waman yataqillaha ya'allah makhraja wa yarzuqu min haisu la ya'allah. Terus diulang-ulang gitu. Kemudian kata Rasulullah ya, Abi Zar, la annaahum akhahum la kafahum. Kalau orang semua manusia mengambil ayat ini berulang-ulang kali dibaca Allah akan cukupkan urusan dunianya. Urusan dunia. Waqatalu ila akhihi yaqul, usika bitawallah fa innaha min akra wa ajyan ma'arrak. Makanya pesan termasuk pesan kita. Kalau kita pesan orang mau haji, orang mau bepergian, orang mau haji. Pesannya apa? Ittaqallah. Takwa kepada Allah. Ya. Jadi selain kita ngasih uang, ngasih amplop, nanti ada orang berangkat haji, berat umroh, pesan juga ittaqallah. Takwa pada Allah. Namanya di Makkah ya, di Madinah ini kan banyak kejadian, Pak. Ya mungkin yang pernah melakukan haji, umroh itu kejadian. Perasaan saya ini kayak tadi pintu masuk masjid. Masjid Masjidil Haram di sini ya. Kok saya nyari-nyari pintu nggak ketemu-ketemu. Muter-muter gitu. Nah itu pesannya itu, ittaqallah istigfar. Nanti Allah akan berikan kemudahan.
[31:11]Tiba-tiba ada satu rombongan satu hilang ya, ribut itu. Udah langsung ittaqallah. Ya. Banyak istigfar, minta kepada Allah subhanahu wa taala. Tiba-tiba ya Allah ini tempat tinggal saya di sini, ternyata ya Allah ternyata dekat banget gitu. Itu adalah cara-cara Allah. Makanya pesannya termasuk anak-anak kita yang mau kuliah, ittaqallah. Anak-anak yang mau berangkat pesantren, ittaqallah. Udah Bapak nggak bisa ngontrol kamu-kamu di pesantren. Udah ittaqallah, ittaqallah pesannya. Cukup Allah subhanahu wa taala nanti yang ngontrol yang menjaga anak-anak anak-anak kita.
[32:04]Ya. Dan ini pesan ya yang banyak sekali diberikan oleh para Salafus Saleh, ulama-ulama ketika dia ingin menyampaikan pesannya kepada orang lain. Jadi takwa ya. Jadi pertama kalau kita ingin rezekinya dilancarkan oleh Allah, diluaskan oleh Allah adalah takwa, iman, petunjuk ya, kebaikan ya.
[32:41]Amal saleh ya. Ini adalah kuncinya adalah takwa. Kita semakin mendekatkan diri kita kepada Allah ya. Ya Pak Haji sudah membuktikan ya pengalaman hidupnya ya luar biasa modalnya lagi-lagi takwa. Nah kira-kira doa apa ya yang barangkali bisa kita dawamkan juga kita istiqomahkan ya. Jadi ada namanya sayyidul istigfar, Pak. Ya ini sayyidul istigfar. Jadi ada istigfar, ada sayyidul istigfar. Sayyidul istigfar ini adalah apa tuannya istigfar. Jadi ketika kita baca istigfar aja luar biasa ya, manfaatnya. Apalagi kalau kita baca sayyidul istigfar. Kalau bisa jangan lepas kita. Ya tiap pagi tiap sore. Allahumma anta Rabbi la ilaha illa anta. Khalaqtani wa ana abduka wa ana ala ahdika wa wa'dika mastat'tu. A'uzu bika min syarri ma'na. Abuu binimatika alaya wa abuu bilzanbi fagfirli fa innahu la yafiruz zunuba illa anta. Ini tiap pagi dibaca tiga kali, sore dibaca tiga kali. Tapi upayakan Pak ketika kita baca kita bisa paham artinya. Itu akan lebih terasa. Ya kita baca terjemahnya itu banyak sekarang ya. Kita buka di Google sayyidul istigfar dan terjemahnya.
[34:42]Baik Bapak Ibu sekalian kita cukupkan pertemuan kita pada pagi hari ini ya. Mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala berikan kita kemudahan ya dan dalam kita bertakwa kepada Allah subhanahu wa taala. Jazakumullahu khairon.



