Thumbnail for TRADING UNTUK PEMULA - Finance Insight Talk 2025 by Emir Parengkuan

TRADING UNTUK PEMULA - Finance Insight Talk 2025

Emir Parengkuan

8m 13s942 words~5 min read
YouTube auto captions
Transcript source

YouTube auto captions

This transcript was extracted from YouTube's auto-generated caption track. The transcript below is server-rendered so it can be read, searched, cited, and shared without opening the original YouTube player.

Pull quotes
[0:00]Kalau misalnya kita hold cash doang, buying power kita itu dimakan sama inflasi.
[0:00]Untuk kita protect against inflation, kita minimal banget itu harus beli gold lah.
[0:00]Menurut aku sendiri, saham ini adalah salah satu aset yang wajib punya ya, apalagi untuk anak-anak muda seperti kita semua.
[0:33]Itu waktu itu lagi di pucuk Covid dan waktu itu kerjaan aku pertama adalah di Sekuritas sebagai financial edukator.
Use this transcript
Related transcript hubs

[0:00]kenapa kita harus invest. Intisarinya adalah buying power. Kalau misalnya kita hold cash doang, buying power kita itu dimakan sama inflasi. Untuk kita protect against inflation, kita minimal banget itu harus beli gold lah. Menurut aku sendiri, saham ini adalah salah satu aset yang wajib punya ya, apalagi untuk anak-anak muda seperti kita semua. I suggest you start now because the right time to invest is always now.

[0:33]aku Emran. mulai nyemplung di capital market itu dari 2021 akhir. Itu waktu itu lagi di pucuk Covid dan waktu itu kerjaan aku pertama adalah di Sekuritas sebagai financial edukator. Jujur enggak tahu juga kenapa dipanggil financial edukator ya, padahal aku juga baru belajar gitu kan, mau edukasiin siapa. Aku juga masih belajar gitu kan. Habis itu mulai di 2022 pindah ke Indopremier sebagai investment specialist. Dan di situ juga belajar gimana caranya untuk nge-drive transaction retail gitu, retail transaction di Indopremier. Dan eventually mulai transisi ke relationship manager di Indopremier juga awalnya dan sekarang itu yang terakhir di Mandiri Sekuritas. sedikit fun fact dulu aku itu memang background-nya udah finance gitu kan. Pas hari, eh hari lagi, pas tahun 2021 aku itu kuliah di London ngambil jurusannya Investment and Financial Risk Management. Kayaknya wah banget gitu kan kedengarannya. Dan that's exactly why kenapa aku ambil cuma gara-gara keren aja kedengarannya. Waktu itu aku sebenarnya passion-nya enggak di situ dan waktu itu planning-nya sebenarnya aku pengen em, justru arahnya ke konservasi, konservasi alam. Karena aku cinta diving, aku cinta laut, cinta alam. Jadi itulah yang pengen aku dalamin, tapi tiba-tiba dapat opportunity dari Sekuritas dan tiba-tiba nyemplung dan kecanduan dengan pasar saham. Jadi ya untuk teman-teman mungkin di umur-umur sekarang yang juga masih bingung ya untuk mau ngapain, arahnya mau ke mana. Cobain aja dulu semuanya, mungkin karena you never know until you try. Menurut aku begitu. Kalau misalnya ditanya ya, kenapa kita harus invest? Pasti teman-teman sudah tahu lah ya, kayaknya ini udah udah enggak perlu aku dalamin lagi lah untuk materinya. Kenapa kita harus invest? Intisarinya adalah buying power. Kalau misalnya kita hold cash doang, buying power itu, buying power kita itu dimakan sama inflasi. Jadi kalau misalnya inflasi kita ada di 5 sampai 6% per tahunnya, itu artinya kita akan misalnya kita punya 100.000. Kita punya Rp100.000 dan kita bisa beli mangga satu buah itu harganya Rp1.000. Artinya kita bisa beli 100 mangga gitu kan. Dengan inflasi 5% lah kita ambil, dengan inflasi 5%, artinya next year mangga ini tuh harganya ada di 1050 perak, udah bukan 1.000 lagi. Jadi tadinya kita bisa beli 100 mangga, next year kita cuma bisa beli berapa tuh? 95 mangga kira-kira. Jadi dengan kita do nothing itu kita sudah rugi gitu. Jadi hidup itu udah rugi kalau kita enggak ngapa-ngapain ya, kita cuma cash saja udah rugi. Minimal banget, minimal banget nih ya, kalau teman-teman untuk kita protect against inflation, kita minimal banget itu harus beli gold lah minimal. Gold itu ada di biasanya 56% dan ini sering dianggap sebagai safe haven aset. Dulu biasanya, biasanya gold sama US dolar lah ya, karena mereka itu value-nya selalu appreciating, mereka enggak hampir enggak pernah appreciating. Kecuali untuk sekarang mungkin yang US dolar lebih sedikit melemah gitu dibanding gold. Sedangkan kalau kita bandingin sama return rata-rata IHSG per tahunnya ada di 12%. Ini maksudnya kalau kita nganggap kita beli portofolio, kita beli, kita bikin portofolio dengan saham-saham yang ada di IHSG, blue chip-blue chip dengan waiting yang sama, kita bobotnya sama dan kita kumpulkan jadi satu sebuah satu portofolio. Itu biasanya pertumbuhannya on average annual-nya itu di 12%. Jadi kalau kita forecast ke depannya ke 10 tahun ke depan dengan kita hold cash, itu kita udah pasti boncos. Dengan kita hold gold itu apalagi kalau kayak sekarang ya, justru sekarang mah kalau kita hold gold kita cuan-cuan berat gitu, kaya raya kita. Tapi kalau untuk stock sendiri justru tapi masih ke depannya itu on average masih jauh lebih tinggi dibanding kalau kita megang emas. That's why menurut aku sendiri saham ini adalah salah satu aset yang wajib punya ya, kalau misalnya apalagi untuk anak-anak muda seperti kita semua. Aku pun juga belum tua-tua banget ya, aku aku cuma 25 tahun. Jadi untuk teman-teman yang belum mulai investing, I suggest you start now because the right time to invest is always now. Karena bukan cuma duitnya aja, ilmunya ke depannya adalah bekal kamu itu experience kamu udah berapa lama di market. Kalau misalnya kamu start sekarang, 10 tahun lagi ke depannya kamu akan ada bekal experience 10 tahun yang itu menurut aku lebih valuable dari ilmu apapun yang didapatin misalnya kamu beli kelas. David Noah, Andre Hakim, siapa Timoti Ronald. I think 10 years experience is a lot more valuable than that and itu yang sesuatu money can't buy gitu kan. Dan next-nya kita harus pikirin juga aset kelas apa sih yang paling cocok untuk kita invest gitu kan. Ini kalau untuk aset kelasnya sendiri sebenarnya enggak bisa one size fits all. Ini harus mempertimbangkan kondisi finansial teman-teman semua. Kalau misalnya teman-teman punya safety net kayak aku, aku ini kan keluarga aku yang mendirikan Selendra Capital, salah satu aset manajemen terbesar di Indonesia. Dan ini adalah privilege aku, safety net gitu. Karena aku punya safety net, aku itu bisa gagal. Aku bisa gagal 10 kali pun aku bakal tetap hidup gitu.

[7:49]Jadi kalau teman-teman yang enggak punya safety net, mereka itu cuma punya satu kesempatan. Ketika mereka gagal, mereka jatuh, habis itu udah pincang selamanya, enggak bisa, enggak bisa bangun lagi. Sedangkan kalau teman-teman punya safety net, kita bisa jatuh, kita bangun lagi, kita belajar, kita jatuh lagi, udah ulang-ulang aja terus eventually you're destined for success. Gitu.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript