[0:01]Ah, halo. Saya akan mencoba membahas terkait materi perkusi 1 yang materinya sudah teman-teman lihat di YouTube ya. Di mana perkusi latihan perkusi tersebut adalah latihan dasar atau basic dari kita bermain perkusi. kita akan awali dengan, karena memang konsepnya adalah untuk perkusi, kita nanti, saya harapkan teman-teman dalam memainkannya menggunakan stik. Dalam penggunaan stik ini saya juga berharap Anda menggunakan stik yang standar ya, dalam arti memang benar-benar alat bantu pukul untuk bermain musik. Kalau dari mana sumbernya, mau bikin ataupun mau beli, itu enggak apa-apa, tapi yang pasti harusnya bentuknya mendekati lah. Nah, kalau bisa sih sebisa mungkin menggunakan alat yang memang peruntukannya jelas gitu ya. Jadi jangan sampai misalnya Anda menggunakan tongkat simapur misalnya, itu kan enggak sesuai karena memang tongkat simapur itu dari bahan bakunya bukan didesain untuk digunakan sebagai alat bantu pukul.
[1:35]Nanti takutnya kalau dia patah itu pasti akan berakibat bisa berakibat fatal. Oke. Nah, di sini di latihan perkusi yang pertama ini seperti seperti sudah Anda lihat videonya ada note 4 ketuk, ada note 2 ketuk, ada note setengah ketuk, ada seperempat, seperdelapan, seperenambelas. Kita akan mulai mengulang atau membahas satu persatu. Kenapa kita perlu melatih note empat ketuk? Itu kan pukulannya cuma sekali, berikutnya kan nunggu. Nah, di sini konsep musik di mana dalam pembelajaran baik untuk orang dewasa ataupun anak-anak ada yang namanya konsep melatih kesabaran. Nah, di mana satu birama hanya berisi satu pukulan dan itu ditunggu sampai dengan empat ketukan. Jadi seperti ini: satu, dua, tiga, empat. Mungkin sebagai mahasiswa Anda pasti paham ya. Setelah Anda bisa melakukan, berikutnya melatih kesabaran ataupun menunggu giliran itu juga menjadi salah satu konsep pembelajaran yang bisa dikatakan di Indonesia sudah mulai banyak hal yang mengkhawatirkan suruh ngantri susah ataupun istilahnya suruh nunggu enggak mau dan sebagainya. Bahkan salah satu konsep kegiatan yang paling membosankan yaitu menunggu, kan? Nah, ini pastinya akan sangat berpengaruh pada anak-anak, di mana kita melatih kesabaran pada anak. Kapan dia harus memukul dan kapan dia tidak boleh memukul. Hanya satu pukulan, berikutnya Anda harus menunggu sampai empat hitungan. Itu note empat ketukan. Terus berikutnya adalah note dua ketuk. Di sini sudah ada kombinasi antara harus bersabar sama harus tepat karena memang waktunya cuma dua ketukan. Setelah itu kita harus melakukan pukulan berikutnya. Jadi dalam satu birama yang terdiri dari empat ketukan, itu ada dua pukulan. Nah, saya berharap Anda juga memukulnya walaupun bisa dilakukan pakai satu tangan, tapi lakukanlah pakai dua tangan. Karena memang konsep bermain musik di perkusi ini selain untuk menghasilkan musik juga untuk menstimulasi hal-hal lain, misalnya untuk melatih kemampuan tangan kanan sama tangan kiri. Itu pasti akan berpengaruh pada kemampuan otak kanan sama otak kiri. Karena secara teorinya apabila tangan kita bergerak otomatis otak kiri kita yang bekerja atau berfungsi. Sebaliknya, kalau tangan kiri kita bergerak otak kanan kita yang berfungsi. Jadi jangan lakukan pakai satu tangan, tapi lakukan pakai dua tangan ya. Jadi satu, dua, tiga, empat. Seperti itu. Itu untuk note dua ketukan. Berikutnya adalah note satu ketuk. Note satu ketuk di mana dalam satu ketuk terdiri dari satu pukulan. Di sini konsepnya sudah beralih ke fokus atau konsentrasi. Di kenapa fokus atau konsentrasi? Karena pukulannya harus sama dari mulai musik itu dimainkan sampai selesai satu birama. Misalnya hitungannya satu, dua, tiga, empat, berarti Anda harus memukulnya sama persis. Satu, dua, tiga, empat. Artinya tidak boleh tiba-tiba pelan ataupun tiba-tiba cepat, misalnya seperti ini. Satu, dua, tiga, empat. Nah, tidak beraturan seperti ini. Seperti itu. Tapi harus sama ya. Satu, dua, tiga, empat.
[6:35]Itu adalah konsep untuk note satu ketuk. Berikutnya note setengah ketuk.
[6:48]Nah, di sini note setengah ketuk yang kita latih atau kita stimulasi adalah selain motorik tangan ya, juga kemampuan fokus dan konsentrasi. Oke.
[7:06]Karena apa? Karena satu ketuknya harus dibagi rata. Yang tadinya satu ketuk satu pukulan, sekarang satu ketuk isinya dua pukulan, seperti ini: Tu, wa, ga, pat. Oke, tidak boleh Anda memukulnya seperti ini: tu, wa, ga, pat. Tidak. Karena memang yang dimintanya dibaginya sama persis. Jadi seperti ini: Tu, wa, ga, pat. Oke. Terus berikutnya note setengah yang berikutnya yang kita mainkan adalah note seperempat. Note note seperempat itu nama lainnya kalau kalau empat kalau satu ketuk itu penuh, kalau dua ketuk itu setengah, kalau satu ketuk itu seperempat, kalau setengah itu seperdelapan, nama lainnya adalah note seperenambelas. Di mana satu ketukan isinya empat pukulan. Satu ketukan diisi empat pukulan, seperti ini: Tu, wa, ga, pat. Nah, tadi saya juga melihat di videonya ada yang belum selesai dimainkan. Artinya seperti apa? belum selesai dimainkan itu di hitungan keempat belum empat pukulan tapi sudah berhenti. Contohnya seperti ini: Tu, wa, ga, pat. Nah, tidak. Karena yang diminta adalah note seperenambelas atau dalam satu ketuk isinya empat pukulan rata gitu ya. Jadi sebanyak empat ketukan itu masing-masing isinya empat pukulan semuanya. Nah, saya ulang ya. Bentuknya seperti ini: Tu, wa, ga, pat. Nah, kalau teman-teman susah, susah untuk melakukannya, kita hitung dengan cara terbalik. Terbalik seperti apa? jumlah pukulannya yang gitu. Jadi kalau tadi saya mencontohkannya: tu, wa, ga, pat, tu, wa, ga, pat, tu, wa, ga, pat, tu, wa, ga, pat. Nanti dengan berjalannya waktu atau Anda terbiasa dengan syarat latihan, Anda harus bisa melakukan sesuai dengan tempo standar ya, seperti ini: Tu, wa, ga, pat, tu, wa, ga, pat. Nah, terus yang perlu teman-teman ingat, bermain musik itu caranya ada dua. Yang pertama latihan, yang kedua ikuti cara yang pertama. Jadi semakin sering Anda latihan, maka Anda akan terbiasa. Kalau target Anda hanya oh, setelah saya bisa menyelesaikan video saya upload terus selesai, ya sudah. Berarti ya ini akan lewat saja. Tapi kalau memang mungkin Anda punya keinginan untuk bisa memiliki keterampilan ini, ya jangan hanya sekedar setelah videonya selesai terus Anda berhenti, tapi Anda lakukan terus setiap hari sampai Anda merasa bisa. Nah, terus berikutnya mungkin Anda ada yang bertanya kenapa perkusi yang pertama diajarkan? Karena memang perkusi itu dasar, ritmis itu dasar dari latihan musik. Nah, selain itu juga nanti kalau misalnya Anda menerapkan di PAUD alatnya itu yang paling mudah didapat. Artinya karena ini belum menggunakan nada, Anda masih bisa menggunakan ember bekas ataupun kaleng bekas ataupun alat-alat yang lainnya yang bisa dipukul untuk pembelajaran. Dan di sini saya yakin karena memang istilahnya apa ya secara naluri anak pasti akan senang apabila dia melakukan permainan ini karena secara psikologis juga apabila kita memukul-mukul sesuatu itu akan tersalurkan ataupun apa emosi kita bisa tersalurkan di situ dan itu bisa membuat suasana puas ataupun nyaman.
[13:51]Begitu video kali ini. Silakan teman-teman bisa mencermati dan mempelajari lagi, nanti jika ada kendala bisa ditanyakan melalui WhatsApp grup. Terima kasih.



