[0:03]Oke, yuk kita mulai aja live malam hari ini. Selamat malam yang di YT, yang di TikTok, dan yang di Igoy. Nama saya Elon May. Tumben enggak pakai Bando. Enggak, enggak lagi enggak bad hair day. Lagi habis keramas soalnya. Oke ya. Eh, saya di pasar saham dari tahun 2007. Trading macam-macam instrumen dan investing juga dan udah ngalamin naik turunnya market, penyebabnya juga macam-macam. Tapi memang kali ini yang paling unik sebenarnya. Oke ya. Hmm, Evendy udah dapat dividen Big Bangs. Mantap. Siapa yang hari ini dapat dividen BCA cair nih dividennya? Cek dulu dong rekeningmu. Cek dulu rekeningmu. Hari ini kabar baik terasa naik dan Sejati Futsy, eh bagus, saham naik, Trump minum obat, katanya salah dosis dikit. IHSG dan bursa lain pun hijau menawan. Oke. Mantap mantap mantap. Oke ya, saya izin matikan komen teman-teman semuanya. Kita mulai live malam hari ini. Start dari IHSG dulu, terus kemudian aku mau bahas kondisi makro gimana, ya. Jadi perangnya agak tertahan. Futsy kalian tahu gimana, ya. Eh, nanti aku akan bahas lengkapnya. Start dari IHSG dulu. Akhirnya perdagangan hari ini mencapai angka 20 triliun lagi. 20,9 triliun rupiah didominasi saham Bumi Rp 1,7 triliun. Kemarin ada yang panik Buminya merah. Hari ini hijau guys, ya. Jadi merah cuma 5% doang dan porsinya juga 5% doang. Hari ini hijau guys gitu. Jadi jangan mudah panik dengan pergerakan jangka pendek tapi lebih ke ngelihat cycle di dalam jangka menengahnya juga, ya, bukan cuma kayak sehari-sehari gitu. Terus hari ini perdagangan juga didominasi oleh saham BBRI Rp 1,3 triliun, eh di pasar reguler. Kemudian diikutin saham cuan, Rp 1,2 triliun, ya. Jadi saham cuan Rp 1,2 triliun, tapi tren besarnya masih turun gitu. Di pasar negosiasi ada saham Tkim yang transaksinya Rp 336 miliar dan patternnya mulai ada tanda mau untuk mau naik. Eh, cuma kita masih watch. Di pasar negosiasi ada juga saham BBRI dan SMMA, totalnya Rp 1,8 triliun. Terus hari ini asing net buy Rp 573 miliar di pasar reguler yang di net buy asing saham Big Bangs BBRI yang kalian kemarin sempat pusing-pusing, turun, ya, gitu. Terus still a good investment untuk Four Big Bangs seperti yang saya bilang dari kemarin-kemarin. Kemudian AADI ini juga di net buy asing Rp 142 miliar meskipun hari ini ada genjatan senjata yang membuat harga sahamnya turun. Kemudian BRMS hari ini ada di net buy asing Rp 96 miliar dan bentuknya ada breakout kayak gini, tapi kita nitipnya di grup bumbum itu kita nitip sendalnya di saham Bumi, ya, Bumi Resources gitu. Jadi ini satu sentimen dari Futsy itu merupakan satu sentimen yang positif buat BRMS juga ya guys gitu. Kemudian ada saham Dewa Rp 93 miliar net buy. Jadi saham-saham Bakri hari ini mulai bergerak naik unyu-unyu gitu. Eh, Bumi enggak bisa dibilang unyu-unyu sih, transaksinya lumayan gede Rp 1,7 T. Kemudian saham BBCA. Saham BBCA ya, hari ini ada net buy Rp 92 miliar. Nah, pertanyaannya, ini naiknya beneran enggak sih semua ini? Dan bahkan enggak cuma saham-saham ini, tapi juga saham-saham dari sektor lain, sektor yang udah lama stagnan karena kondisi geopolitik juga, seperti contohnya sektor properti, itu mulai gerak dan beberapa sektor yang lainnya, sektor non komoditas. Dan pertanyaan yang sama sebenarnya kamu juga harus tanyain, apakah ini akhir dari tren bullish sektor komoditas energi? Jadi temanya hari ini yang banyak kamu tanyain adalah ini naiknya beneran enggak sih sektor perbankan dan si lala selain energi ini naik beneran, ini awal dari bullish kayak tanggal 8 April 2025 yang lalu, jadi bottoming gitu. Atau justru ini, dan di saat yang sama, apakah ini juga akhir dari bull run atau tren naik, ya. Kalau bahasanya orang Kripto bull run, atau tren naik di sektor komoditas energi. Yuk, kita bahas di live malam hari ini 8 April 2026. Siapin catatanmu, bukan camilanmu. Mau nyemil juga boleh sih. Nah, jadi berita besarnya ada dua. Yang pertama soal Amerika, dua soal Indonesia. Mau yang mana dulu nih? Ya, yang Indonesia dulu ya. Jadi aku mau bahas dulu soal Futsy. Jadi Futsy itu seperti yang kita sudah nanti-nanti, ini berita bagusnya keluar bareng. Eh baru aja mengumumkan update klasifikasi negara dengan hasil Indonesia tetap di Secondary Emerging Market. Di mana kastanya tuh nomor satu Develop Market, Advanced Emerging, Secondary Emerging dan Frontier Market. Nah, Futsy menegaskan bahwa Indonesia itu enggak turun kasta ke Frontier Market, tapi juga enggak masuk Watch List. Watch list itu apa sih? Watch list adalah daftar negara yang dipertimbangkan untuk naik ataupun turun kelas. Kabar bagusnya enggak dipertimbangkan turun kelas, tapi kabar enggak bagusnya enggak dipertimbangkan untuk naik juga. Jadi masih adem-adem diam-diam di situ gitu ya. Nah, jadi posisi Indonesia itu sementara ini masih dalam posisi wait and see di Futsy gitu ya. Meskipun belum naik kelas, tapi setidaknya tidak turun kasta gitu. Nah, kenapa Indonesia enggak dimasukin ke watch list-nya Futsy? Karena ya lagi wait and see rapi-rapi di BEI Bursa Efek Indonesia dan OJK ini, apakah pelaksanaannya bisa berjalan dengan konsisten atau enggak. Nah, jadi sekarang Indonesia tuh masih dalam tahap pembuktian baik ke Futsy maupun ke MSCI. Apa yang membuat menarik dalam pengumuman Futsy hari ini? Sedikit memberikan napas lega bahwa nanti kemungkinan besar MSCI juga akan mengikuti langkah yang sama. Tidak akan menurunkan Indonesia ke Frontier Market merespon apa? Ada beberapa kebijakan baru seperti pembukaan data pemegang saham 1%, memperluas kategori investor dari 9 menjadi 39 subkategori. Menetapkan masa batas jadi lebih jelas di sini, lebih ada clarity investornya siapa aja. Menetapkan batas minimum free float 15% dan memperkuat sistem pengawasan pasar. Nah, update selanjutnya itu bakalan dikasih sebelum review indeks Juni 2026. Tanggal penting berikutnya yang perlu dipantau adalah 12 Mei 2026, itu adalah rebalancing indeks MSCI dan 22 Mei 2026 adalah rebalancing indeks Futsy. Jadi pertengahan Mei ini jadi gongnya banget gitu ya. Nah, pertanyaannya, gimana hasil country review Futsy buat negara lain? Ada satu yang menarik selain Nigeria, Vietnam, selain Nigeria, Yunani, Mesir, Oman, dan juga Korea Selatan yang paling menarik itu Vietnam. Vietnam itu naik kasta dari Frontier Market, naik kasta ke Secondary Emerging Market sama kayak Indonesia. Jadi ngajar posisinya Indonesia di Futsy sebagai Secondary Emerging Market. Pertanyaannya, kenapa sih Vietnam ini bisa di-upgrade? Karena akses investornya, akses investor asing tuh makin mudah karena sistem trading dan broker global itu diperbaiki. Kemudian masalah lama seperti kewajiban kewajiban setor dana di awal itu mulai dibenahi. Infrastruktur pasar makin siap dengan sistem yang lebih modern dan juga dengan koordinasi yang lebih rapi gitu. Nah, terus OJK juga menyiapkan aturan baru RBB untuk nge-dorong bank membiayai program prioritas pemerintah ya. Jadi ada kabar lagi dari OJK gitu. Cuman sebentar, kita bahas dulu yang Futsy tadi deh. Ada yang kelupaan yang sebelum saya ngebahas tentang berita dari OJK ini gitu ya. Jadi kabar bagusnya Indonesia enggak didowngrade, kabar kurang bagusnya Indonesia enggak di-upgrade, tapi Vietnam mulai ngejar Indonesia. Mulai, eh naik kasta gitu ya. Nah, hal ini juga berpotensi nanti di MSCI 12 Mei, itu pengumumannya sekitaran bulan Mei itu. Kemungkinan hasilnya juga akan seperti ini gitu ya. Emm, saya jadi terpikir kalau MSCI seandainya menaikkan kasta Vietnam juga ya. Eh, berarti ada tanggal-tanggal tertentu di MSCI ini yang perlu diperhatikan.
[9:54]Dan aliran uang investor asing ke pasar modal MSCI ini bakalan mengalir deras ya. Jadi bakalan mengalir deras ke pasar modal di Vietnam. ralat salah ngomong tadi. Pasar modal Vietnam, bukan pasar modal MSCI. Gitu. Jadi investor asing bakalan masuk ke sana karena dia naik kasta gitu. Pertanyaannya, kamu mau investasi di pasar modal Vietnam? Hmm, gimana caranya ya? Saya juga, saya juga penasaran gitu. Udah, fokus di Indonesia dulu aja. Kenapa? Karena Indonesia kalau udah bersih-bersih, udah rapi-rapi, nanti harapannya setelah bulan Mei juga akan jadi lebih bagus. Teman-teman kita di OJK dan IDX lagi kerja keras. Bagaimana dengan pasar saham global saat ini? Eh, pasar saham global pastinya juga akan merespon positif apa yang terjadi di Amerika dan Iran yang saya akan bahas setelah ini. Nah, jadi itu berita utamanya dari Futsy yang langsung, langsung hari ini, eh value transaksi bursa naik kencang. Apakah karena sentimen positif dari genjatan senjata atau dari Futsynya dari pengumuman Futsy? Saya rasa kedua-duanya sangat berpengaruh sekali. Karena Trump kemarin kan nakutin banget ya.
[11:21]Mau, mau ngebombardir, mau menyerang Israel. Itu juga menyeret harga saham Big Bangs turun juga kemarin. Jadi penyebabnya tuh macam-macam, saham Big Bangsnya turun gitu. Termasuk kepercayaan investor asing terhadap Indonesia, termasuk juga kondisi geopolitik, dan juga wait and see terhadap pengumuman Futsy dan MSCI. Nah, terus tadi aku sempat mention dikit. OJK tuh lagi nyiapin aturan baru RBB buat nge-dorong bank untuk membiayai program prioritas pemerintah. Jadi tujuannya supaya bank-bank terutama Himbara itu lebih sat-set dalam ngedukung program-program besar pemerintah, seperti MBG, Koperasi Merah Putih, dan Program 3 Juta Rumah per tahun. Pertanyaannya, ini bagus atau tidak bagus? Ya, ini bukan berarti bank itu dipaksa buat ngasih pinjaman sih gitu. Penyaluran kredit ini sifatnya enggak wajib. Jadi putus saya tetap ada di tangan masing-masing Bank Himbara, karena mereka harus tetap mengelola manajemen resikonya. Nah, tapi ini juga yang dimaksud oleh Moodys dan Futs, terutama Futs ya. Kalau Futs dia enggak nurunin BCA, eh kalau Moodys dia juga ikutan nurunin, dia juga nurunin outlook BCA selain bank-bank Himbara. Semoga enggak ketukar, kalau ketukar aku dikoreksi, setahu aku gitu.
[12:37]Oke gitu ya. Nah, jadi kenapa waktu itu Futs nurunin outlook Bank Himbara juga dan juga Moodys sempat nurunin outlook saham-saham perbankan setelah nurunin outlook ekonomi Indonesia karena alasan sovereignty atau keterkaitan dengan kebijakan pemerintah. Contohnya kayak gini tadi, ya. Nah, apakah ini positif atau negatif? Silakan dinilai masing-masing saja. Jadi di pasar saham saat ini ada beberapa sentimen positif dan ada beberapa sentimen negatif. Kita sudah mulai melalui satu demi satu urusan urusan Futsy. Bentar lagi urusan MSCI terlewati, semoga di semester dua pasar sahamnya bisa lebih positif gitu. Sekarang kita ke Global yuk. Ya, oh ya benar nih dikonfirmasi sama tim aku. Moodys yang nurutin rating BCA juga.
[13:36]Oke terus kemudian, eh Amerika dan Iran ini menyepakati genjatan senjata dua minggu.
[13:47]Yang menarik, genjatan senjata ini dilakukan terjadi satu setengah jam setelah Amerika itu, eh mau setelah setelah Amerika ngumumin mau nyerang Iran, ya. Jadi sebelum deadline serangan Amerika gitu. Nah, yang nengahin siapa sih? Yang nengahin itu Pakistan. PM-nya atau Perdana Menterinya, Shebas Sharif, ya, berhasil menjembatani antara Amerika dan Iran. Jadi jembatan penyebrangan, jembatan kepercayaan. Karena punya hubungan baik dengan Amerika, Iran, Arab Saudi, dan juga China. Sebenarnya Pakistan tuh posisinya kayak kita dan kayak negara lain juga sih. Pusing, Selat Hormus tuh ditutup, harga energi melonjak, tekanan ekonominya ke domestik, harga barang-barang naik, ya. Karena itu mereka mendorong negosiasi lanjutan di Islamabad gitu loh. Jadi teman-teman pengusaha, ya, teman-teman pengusaha, pengusaha plastik teman-teman saya, itu bilang, wah harganya naik semua, agak susah barangnya. Apakah saya tanya, apakah dengan adanya Selat Hormus dibuka lagi saat ini hasilnya bisa lebih bagus? Harganya bisa turun? Enggak langsung, masih harus nunggu. Mungkin nanti yang tengah tahun baru bisa turun itu pun harus nunggu lagi barangnya kayak gitu. Dan bahkan sampai ke Mbak, ya, pembantu rumah tangga saya, asisten rumah tangga saya pun dari tadi dia sempat ngeluh juga, ya ampun, semua harga barang naik. Mungkin mau minta naik gaji kali ya. Gitu, dia bilang gitu. Semua-mua naik, dia bilang gitu. Gara-gara, aduh, gara-gara, enggak usah saya sebut dia. Gara-gara dia enggak ngikutin, tapi dia gara-gara itu gitu kan. Oh gitu. Saya tanya, apa aja sih Mbak yang naik gitu? Itu di rumah tuh anaknya dia bilang laporan, telur naik, harga bayam pun naik. Apa naik, ini naik, itu naik. Di sini saya mulai melihat di lapangan, oh benar juga ya. Pertanyaannya, apakah semua ini akan langsung turun? Jawabannya belum tentu, ya. Nah, jadi yang menarik kesepakatan genjatan senjata ini hanya untuk dua minggu. Keputusan ini tuh diambil setelah Trump menunda rencana serangan besar terhadap Iran. Pakistan berperan sebagai moderator ya. Jadi, em, Iran itu setuju ngebuka kembali Selat Hormusnya, ngejamin keamanan kapal selama masa genjatan senjata, tapi banyak banget kapal di sana yang mau antri lewat kayak gitu. Jadi memang enggak bisa langsung turun ya. Sekarang harga minyak sudah turun, harga CPO batubara juga turun, tapi masih tetap lebih tinggi dari masa sebelum perang. Nanti aku akan kasih lihat gitu loh, akan aku akan kasih lihat gitu ya. Nah, jadi dampak langsung ke pasar, eh seperti yang tadi saya bilang, ya, harga minyak brand turun, terus kemudian supply chain global itu belum pulih. 2000 kapal itu masih ngantri di Teluk Persia. Dan bahkan tiga perusahaan energi besar itu dalam status siaga seperti Qatar Energy, Kwait Petroleum Company, Kapko Energies gitu. Dan selain itu, kita juga melihat bahwa Saudi Aramco itu baru aja naikin harga jual resmi OSP, eh oil selling price gitu, harga jual resmi minyak mentah ke Asia sebesar 19,5 dolar per barel untuk pengiriman bulan Mei 2026. Angka ini tuh dua kali lebih tinggi daripada rekor terparah pas kenaikan minyak 2022 yang lalu. Saudi Aramco ini perusahaan minyak dan gas terbesar di dunia dengan produksi lebih dari 10 juta barel setara dengan 10% pasokan minyak dunia. Nah, jadi teman-teman, kalau teman-teman nanya, bagaimana situasi sekarang, apakah ini sudah happy ending? Kondisinya belum aman. Kenjatan senjata ini cuma pausing sementara dua minggu. Jadi masih wait and see, bukan solusi final gitu ya. Nah, tuntutan Iran itu ada sanksi ekonomi dicabut, perang program nuklir diakui, pasukan Amerika keluar dari kawasan, dan yang paling gong banget itu dia tetap pengen ngontrol Selat Hormus di mana itu sebelumnya enggak ada ketika sebelum perang terjadi. Nah, jadi sebenarnya kalau aku ngelihat posisinya sekarang tuh Iran lebih menang posisi gitu ya. Lebih orang menang posisi. Belum ada kesepakatan final gitu. Eh, tapi menang posisi dia gitu ya. Nah, jadi gap kepentingannya tuh masih gede. Resiko konflik lanjut itu masih tinggi gitu. Sehingga krisis energi global itu belum selesai kalau teman-teman tanya. Eh, harga komoditas masih berpotensi untuk volatile. Hari ini turut tajam, mungkin kalau Trump-nya merasa menang posisi lagi atau pas lupa minum obat, ya nanti lanjut perang lagi. Bisa loh model Trump itu dua sebelum dua minggu genjatan senjata, dia bisa nyerang lagi kayak gitu, bisa bisa kayak gitu dia. Ya, jadi PBB aja dia enggak, enggak respek gitu ya.
[19:04]Nah, jadi bahkan kalaupun konflik mereda, kalaupun berakhir dengan baik dan damai, itu belum masih butuh berbulan-bulan untuk normalisasi penuh, tapi situasinya sudah jadi enggak berbahaya lagi gitu ya. Kesimpulannya, genjatan senjata di Amerika dan juga Iran ini memberikan waktu buat negosiasi, tapi bukan berarti perangnya selesai. Resiko terbesarnya kalau negosiasi gagal, konflik itu bisa kembali tereskalasi gitu. Dampaknya langsung ke harga minyak, inflasi global, stabilitas dan. Apalagi? Minum dulu. Stabilitas pasar keuangan.
[19:48]Dan juga stabilitas pasar keuangan. Oke, sekarang waktunya tebak-tebakan. Siapa yang nebak perang bakalan berakhir setelah dua minggu ini kasih smile? Siapa yang nebak? Oh, perang lagi nih.
[20:17]Yang nebak perang berakhir, smile. Tebak-tebakan lucu-lucuan ya, ini bukan analisis saham, ini bukan analisis pasar, lucu-lucuan aja tebak aja. Ada yang nangis? Nangisnya banyak yang nangis nih. Ketawa, mulai ada yang ketawa. Oke, banyak yang nangis lagi sekarang di Igoy.
[20:56]Oke, kalau aku gimana? Ini lucu-lucuan, jangan dianggap sebagai analisa ya. Jangan dianggap sebagai analisa dan arah pasar. Kalau aku nebaknya bakalan damai. Sebelum nanti, mungkin beberapa bulan lagi, Trump bikin keributan lagi. Kenapa? Posisinya Trump sekarang kalah. Posisinya Amerika sekarang lagi kalah power. Jadi sekarang mungkin berakhir damai dulu. Ya, kelihatan dari gelagat-gelagatnya dia mau ngajak damai, tapi gengsi. Udah bilang mau nyerang, enggak jadi nyerang. Kalau mau nyerang, nyerang aja, enggak pakai kayak maju mundur kayak gini. Ini memang dia mau damai. Tebakan saya jangan dianggap sebagai analisa ya, karena bisa jadi gagal kalau dia telat minum obatnya. Mungkin ini dia lagi rajin minum obat.
[21:56]Jadi, dia kayaknya merasa kalah posisi gitu. Jadi bakalan damai. Tapi jangan dianggap benar-benar aman selama dia masih hidup dan masih memimpin sebagai presiden. Akan ada kegilaan-kegilaan lain yang mendadak dangdut. Dan tahu enggak sih sebenarnya dua kali kejadian penangkapan, eh tiga deh. Pertama, tarif resiprokal 8 April, dua, penangkapan presiden Venezuela, tiga sekarang. Tarif resiprokal itu jadi bottom market. Penangkapan Maduro, Presiden Venezuela, itu jadi awal kenaikan harga minyak yang dari sideways, mulai bergerak naik pelan-pelan. Yang ketiga kali ini perkiraan aku, tapi tolong jangan dianggap sebagai analisa karena ini enggak ada nih analisa chartnya, analisa fundamental enggak ada. Aku cuma ngebaca behavior dia aja ya, analisa behavior. Tolong disclaimer banget ya, aku ngelihat Trump bakalan, arahnya lebih ke damai karena sekarang dia kalah posisi pun dia mau gitu. Mungkin lebih ke syarat-syaratnya yang enggak semuanya dia bisa penuhin. Tapi saya rasa Iran bakalan nerima. Kenapa? Karena Iran juga capek. Biayanya juga banyak yang dikeluarin dan sekarang dia udah merasa di atas angin. Gitu loh. Jadi kayak enggak semuanya dipenuhin, mungkin ya, ya nanti dulu ya, sebagian entar dulu ya, sebagian entar dulu ya. Ya udah enggak apa-apa. Jangan santai kalau misalkan perang berakhir. Bakalan bisa terjadi sesuatu lagi. Sekarang saya menjawab pertanyaan kamu. Bagaimana saham-saham perbankanmu? Kabar bagus kalau negosiasi berjalan dengan baik. Cisfire genjatan senjata berjalan dan baik. Maka saat ini jadi bottom saham-saham perbankan. Tapi sekali lagi tolong jangan dianggap ini sebagai satu kepastian karena saya cuma ngebaca karakter Trump aja. Dan ini bukan analisa chart, ini bukan analisa fundamental gitu. Aku ngebaca karakter Trump. Mungkin dia udah cukup ngumpulin barang. Saya enggak tahu juga, atau mungkin dia udah profit taking. Saya enggak ngerti juga. Tapi saya melihat ini bisa menjadi bottom. Bottom market dengan catatan ya, dia damai gitu. Setidaknya beberapa bulan, tapi bukan berarti kalian boleh all in all in ya. Eh, semua harus tetap ada batasnya. Karena masih banyak faktor yang lain. Oke. Tidak hanya saham banking. Kalau memang ini damai, saham properti, eh properti yang udah mulai di-remind lagi di Emfest.
[25:00]Kemudian saham non komoditas energi, itu juga berpotensi. Ingat kata-kata saya, berpotensi, bukan pasti. Berpotensi bottoming kalau memang sesuai dengan perkiraan saya. Saya bukan Prof Jang yang kalau nebak Trump selalu benar, ya. Kali ini kan Prof Jang benar ya, Iran yang menang gitu. Benar lagi tuh. Cuman ya, kira-kira kayak gitu ngebaca behaviornya. Sekarang pertanyaannya ke saham-saham energi. Yang kemarin rally, saham-saham energi, mungkin hari ini malah aduh, kok genjatan senjata ya? Enggak jadi naik gitu. Mungkin beberapa begitu. Eits, teman-teman bersyukur ya, teman-teman ya, kalau ada genjatan senjata yang kita pikirin bukan saham-saham kita personal doang. Yang kita pikirin adalah kesejahteraan semua orang, bukan cuma di negara kita tapi juga di seluruh dunia. Gitu loh. Aku juga ngerasain kok yang kamu rasain. PTBA aku yang tadinya cuan ya udah lumayan, ya. Nah, turun kan. Jadi kemarin kena trailing stop, beberapa yang buat trading udah kena trailing stop. Ya udah, masih ada nih sisanya yang buat dividen investing gitu. Nah, tapi di situ saya juga merasakan sebagai seorang manusia normal pasti mikirnya, waduh, cuannya jadi enggak maksimal. Cuman kita harus tetap bersyukur guys, enggak jadi perang. Dan kekhawatiran saya yang paling mengerikan itu adalah energy shortage. Kalau benar-benar enggak ada BBM. Saya sih kagum ya, sampai hari ini kok masih bisa pemerintah masih ada BBM, itu masih bukan soal harga BBM enggak naik gitu. Karena harga BBM enggak naik itu buah simalakama juga bisa bikin apa namanya defisit anggaran melebar gitu ya. Itu summary pertama yang mungkin melegakan kalian.
[27:20]Oke, teman-teman. Thank you udah ada yang nanya. Minyak CL dulu ya, ada yang nanya kayak gitu. Batubara sih yang justru malah exit ya, kena trailing stop.
[27:51]Emas potensinya gimana? Tuh yang di YT aku jawabin juga ya. Ku perhatiin ya. Emas per hari ini dia breakout kecil.
[28:44]Ada breakout kecil di sini 4751, tapi volumenya enggak gede. Jadi aku ngelihat kenaikan emasnya sifatnya sementara aja sih.
[29:06]Udah gitu aja ya, Guys, ya. Kita mendoakan negara kita semuanya. Kita doain Pak Purba ya, sehat-sehat. Memang berat jadi Menteri Keuangan pada masa seperti saat ini. Oke, kesimpulan ya. Satu genjatan senjata dari Amerika dan Iran sifatnya sementara. Kalau ngelihat posisi Amerika rada-rada kalah kayak gitu dan Iran juga kayaknya capek juga meskipun lagi di atas posisinya. Punya kendali terhadap Selat Hormus. Ini ngasih nafas dua minggu ini. Eh, cuman aku ngelihatnya bakalan ada potensi damai, tapi itu enggak bisa dibilang sebagai satu kepastian. Kemungkinan aja. Jika ada potensi damai, maka saham-saham Big Bangs dan saham-saham non komoditas energi berpotensi bottoming dan berpotensi bottoming seperti 8 April 2025. Apakah itu awal dari rally? Jangan berharap rally dulu karena masih banyak tantangan badai kecil terlewati Futsy. Nanti masih ada badai agak gede MSCI yang masih sekarang berusaha ditenangkan badainya. Kemudian dan teman-teman kita di OJK dan IDX lagi bekerja keras.
[30:21]Kemudian, em, masih ada badai lain dari cara pandang investor asing terhadap Indonesia. Maka dari itu, teman-teman manfaatkan kesempatan saham-saham murah seperti perbankan, tapi jangan berlebihan.
[30:46]Sama halnya seperti kemarin yang memanfaatkan kenaikan saham batubara, tapi juga jangan berlebihan. Please be mindful dengan money management. Masalahnya Israel Miss yang ngendaliin Trump. Hati-hati dulu guys. Besok kita bahas lagi di morning briefing ya, selengkapnya. Selamat malam. Jangan lupa ikut Emtrade Start 11 April jam 10.00 pagi buat yang mau belajar.


![Thumbnail for Peluang [Part 3] - Peluang Teoritik by Benni al azhri](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fimg.youtube.com%2Fvi%2FBsMyiMb278I%2Fhqdefault.jpg&w=3840&q=75)
