Thumbnail for Juara 1 MSQ (Syarhil Qur'an) Gol Putri | Kafilah Kab. Gresik | MTQ Jawa Timur 2019 Di Kab. Pamekasan by Daily MTQ Official

Juara 1 MSQ (Syarhil Qur'an) Gol Putri | Kafilah Kab. Gresik | MTQ Jawa Timur 2019 Di Kab. Pamekasan

Daily MTQ Official

17m 33s1,065 words~6 min read
YouTube auto captions
Transcript source

YouTube auto captions

This transcript was extracted from YouTube's auto-generated caption track. The transcript below is server-rendered so it can be read, searched, cited, and shared without opening the original YouTube player.

Timestamped outline
Pull quotes
[0:47]Alhamdulillahil karimil mannan alladzi yarfa'u sya'nal ummati bil ilmi wal iman.
[0:47]Was salatu wassalamu ala sayyidi waladi Adnan Sayyidina Muhammadin waala alihi wasahbihi wa man tabi'ahum bil ihsan.
[0:47]Ibnu Khaldun dalam sebuah karyanya yang berjudul Muqaddimah, beliau menulis kehancuran suatu bangsa disebabkan oleh hancur dan rusaknya sumber daya manusia, baik secara intelektual maupun moral.
[0:47]Kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penentu kemajuan negara, karena hanya negara yang maju lah yang dapat mensejahterakan rakyatnya.
Use this transcript
Related transcript hubs

[0:37]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

[0:47]Alhamdulillahil karimil mannan alladzi yarfa'u sya'nal ummati bil ilmi wal iman. Was salatu wassalamu ala sayyidi waladi Adnan Sayyidina Muhammadin waala alihi wasahbihi wa man tabi'ahum bil ihsan. Amma ba'ad. Dewan Hakim yang arif dan bijaksana. Hadirin, sebangsa dan setanah air yang kami banggakan. Ibnu Khaldun dalam sebuah karyanya yang berjudul Muqaddimah, beliau menulis kehancuran suatu bangsa disebabkan oleh hancur dan rusaknya sumber daya manusia, baik secara intelektual maupun moral. Kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penentu kemajuan negara, karena hanya negara yang maju lah yang dapat mensejahterakan rakyatnya. Namun kenyataannya hadirin, apabila sumber daya manusianya rendah, maka bukan mustahil bangsa ini akan menjadi bangsa yang lemah, bangsa terbawah bahkan menjadi bangsa yang terpecah belah. Oleh karena itu, pada kesempatan yang penuh ukhuwah ini, izinkan kami menyampaikan sebuah syarahan Al-Qur'an dengan tema: Peningkatan kualitas SDM yang unggul menuju Indonesia maju. Sebagai rujukan firman Allah dalam surat Al-Hijr ayat 19 yang berbunyi: Auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim.

[3:27]Wal ardha madadnaha wa alqoina fiha rawasiya wa anbatna fiha min kulli syai'im mauzuun.

[4:15]Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk dengan menyebut asma Allah. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

[4:39]Dan kami telah menghamparkan bumi dan kami pancangkan padanya gunung-gunung, serta kami tumbuhkan di sana segala sesuatu menurut ukuran. Hadirin yang berbahagia, Syekh Profesor Dokter Wahbah Az-Zuhaili dalam tafsir Al-Wajiz, beliau menjelaskan bahwa Allah telah menghamparkan bumi dan menjadikan di atasnya gunung-gunung yang menancap agar penduduk bumi tidak mengalami goncangan. Allah juga menumbuhkan berbagai tumbuhan dan tanaman di atasnya menurut ukuran, dan Allah juga menjadikan untukmu berbagai kebutuhan agar kamu tetap hidup baik berupa makanan, minuman ataupun tempat tinggal. Sesungguhnya Allah Maha Pemberi rezeki kepada semuanya. Ayat ini mengisyaratkan kepada kita, hadirin, bahwasanya Allah telah menciptakan sumber daya alam yang sangat melimpah agar dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Sehingga dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas agar dapat mengelola serta memanfaatkan sumber daya alam tersebut dengan baik. Hadirin yang berbahagia, dunia telah mengukir sejarah bahwa Islam pernah menduduki posisi penting dalam peradaban global dan mampu mencapai kejayaan. Masih ingat dinasti Abbasiyah pada zaman Khalifah Harun Ar-Rasyid dan putranya Al-Ma'mun? Philip K. Hitti dalam buku History of the Arabs menulis pada masa Abbasiyah inilah disebut sebagai negara yang kuat dan tidak tertandingi. Di sisi lain, kemakmuran rakyatnya mencapai pada tingkat tertinggi SDM yang ada mampu menerjemahkan berbagai kebutuhan serta kekayaan negara diolah untuk kemakmuran rakyatnya. Bahkan yang paling mengesankan adalah kebangkitan intelektual yang ada pada masa itu. Hadirin, sejarah yang begitu mengagumkan harusnya menjadi penggugah untuk terus berbenah dalam memajukan bangsa agar mampu bersaing di kancah dunia. Survei dari World Competitiveness Yearbook 2021 yang dilakukan oleh Institut Manajemen Development menulis pada masa pandemi saat ini, daya saing sumber daya manusia di Indonesia masih tertinggal dan berada pada urutan ke-37 dari 64 negara yang didata. Tak hanya SDM saja yang tertinggal hadirin, ternyata dampak dari pandemi ini juga memberikan tekanan yang begitu besar terhadap sektor ketenagakerjaan Indonesia. Selain itu, pandemi ini juga menekan sektor informal sehingga mayoritas pekerjaan di sektor informal memiliki produktivitas yang rendah yang pada akhirnya akan menurunkan daya saing sumber daya manusia di Indonesia. Hadirin yang dirahmati oleh Allah, bukankah kita telah mengetahui bahwa Indonesia adalah negara dengan SDA yang sangat melimpah. Namun hadirin, dengan SDA yang melimpah saja belum mampu menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang maju karena aspek terpenting dalam memajukan bangsa adalah sumber daya manusianya. Lalu SDM unggul seperti apa yang diharapkan agar dapat menjadi garda terdepan dalam mengelola karunia Allah yang sangat melimpah. Sekali lagi hadirin, Allah telah memberikan kita tuntunan yang termaktub indah dalam surat Al-Mujadalah ayat 11 yang berbunyi: Ya ayyuhalladzina amanu

[10:13]Iza qila lakum tafa asahu fil majalisi fafsahufsahil lallahu lakum. Waiza qila lallahu lakum yarfa'illahulladzina amanu minkum walladzina utul ilma darajat. Wallahu bima ta'maluna khobir.

[11:38]Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, 'Berlapang-lapanglah dalam majelis,' maka lapangkanlah. Niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, 'Berdirilah kamu,' maka berdirilah. Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Maha benar Allah dengan segala firman-Nya dan Dialah yang Maha Agung. Hadirin yang berbahagia, Syekh Abdurrahman bin Nasir As-Sa'di dalam tafsirnya As-Sa'di menjelaskan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu dan beriman berdasarkan ilmu dan keimanan yang Allah berikan kepada mereka. Perbuatan masing-masing dari mereka akan diberi balasan berdasarkan amalnya. Perbuatan baik akan dibalas dengan kebaikan, dan perbuatan buruk akan dibalas dengan keburukan. Ayat ini memberi landasan metodis kepada kita hadirin bahwa ilmu yang telah kita raih baik di bangku sekolah, perguruan tinggi ataupun pesantren, harus kita amalkan dan pertanggungjawabannya di hadapan Allah melalui kerja dan karya nyata. Oleh karena itu, ada beberapa solusi yang harus kita terapkan agar dapat menjadi SDM yang unggul di antaranya: Yang pertama, meningkatkan etos kerja di kalangan masyarakat, karena dengan etos kerja yang tinggi, akan lahir manusia-manusia hebat yang mampu merubah dunia. Kemudian muncullah karya-karya produktif, sehingga suatu bangsa mampu menguasai peradaban dunia. Yang kedua, peningkatan ilmu pengetahuan berbasis keimanan. Manusia beriman tapi tak memiliki ilmu, ia akan menjadi lemah dan mudah diperdaya. Sebaliknya, manusia pintar tapi tak memiliki iman, ia akan menjadi buas, ganas, bahkan lebih ganas dari binatang buas. Pantas Albert Einstein pernah mengatakan, "Science without religion is lies, but religion without science is lame." Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah buta, sedangkan agama tanpa ilmu pengetahuan adalah lumpuh. Dengan demikian hadirin, sumber daya manusia berkualitas yang diharapkan oleh bangsa ini adalah manusia yang memiliki iman yang kuat dan ilmu pengetahuan yang mantap. Oleh karena itu, kita bukan saja dituntut untuk mencetak sarjana-sarjana pintar, teknokrat-teknokrat brilian, politikus-politikus cerdas, tetapi kita juga dituntut untuk mencetak orang-orang benar, pribadi beriman, serta individu yang berakhlak mulia. Hadirin, ada sebuah syair lagu yang berbunyi: Negara Indonesia punya SDA berlimpah. SDM-nya pun harus pintar mengelola. Buat apa SDA kalau SDM-nya lemah. SDM unggul Indonesia maju.

[16:25]Hadirin yang berbahagia, dari uraian kami tadi dapat kita tarik beberapa kesimpulan di antaranya: Yang pertama, kualitas pendidikan yang mampu memberdayakan potensi iman dan ilmu akan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Yang kedua, kesuksesan pembangunan suatu bangsa tergantung kualitas etos kerja masyarakatnya, sehingga dapat menghasilkan kerja ikhlas, kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas. Sekian dari kami semoga bermanfaat. Mari tingkatkan sumber daya manusia yang lemah agar masa depan Indonesia tidak tumpul dengan SDA kita yang sangat melimpah, maka SDM harus berkualitas dan unggul. Wabillahi taufik wal hidayah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript