[0:06]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam literasi untuk semua mahasiswa yang rajin membaca dan menulis. Pada kesempatan ini saya akan membahas cara menerapkan aturan penulisan dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia saat kita menyusun sebuah karya tulis.
[0:35]Ibu Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia dapat diunduh secara gratis melalui laman Badan Bahasa. Kalian juga dapat menelusuri melalui mesin pencari Google dengan cara mengetikkan sebuah kata kunci PUBI lalu kalian akan dengan mudah menemukan ebook PUBI atau Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.
[1:17]Secara umum, Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia memuat hal-hal dasar dalam menulis, di antaranya tentang pemakaian huruf, penulisan kata, pemakaian tanda baca dan penulisan unsur serapan. Jika dibaca sekilas, tampak berisi hal-hal yang sangat sederhana. Namun, banyak penulis khususnya penulis pemula yang melakukan kesalahan ejaan dalam karya tulisnya. Padahal, belajar teori dasar menulis sudah sering dipelajari.
[2:04]Materi dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia sebenarnya bukan untuk dihafalkan, tapi dipraktikkan terus-menerus selama menulis. Jika ragu bagaimana penulisan yang benar, kita dapat membuka kembali pedomannya. Cara ini akan membuat penulis pemula terbiasa menulis dengan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia yang benar.
[2:43]Pembahasan yang pertama di dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia dijelaskan tentang pemakaian huruf. Di dalam Ibu PUBI dijelaskan tentang huruf abjad, huruf vokal, huruf konsonan, huruf diftong, huruf gabungan huruf konsonan, huruf kapital, huruf miring juga huruf tebal. Saat menulis, biasanya penulis-penulis pemula banyak melakukan kesalahan penulisan pada bagian penulisan huruf kapital, huruf miring dan huruf tebal.
[3:34]Nah, huruf kapital memiliki aturan di dalam penulisannya. Di antaranya adalah huruf kapital digunakan pada huruf pertama awal kalimat. Seperti contoh yang pertama ini di awal kalimat menggunakan huruf kapital. Berikutnya adalah huruf pertama nama orang. Nama orang huruf pertamanya pasti menggunakan huruf kapital.
[4:14]Nah, ini yang tidak menggunakan huruf kapital. Nama jenis, satuan ukuran, kata yang bermakna anak dari, dan kata tugas. Itu tidak menggunakan huruf kapital.
[4:33]Misalnya, ikan mujair. MM mujair, meskipun ini nama ikan, tapi merupakan nama jenis sehingga penulisannya tidak kapital. Kemudian satuan, misalnya volt, ini tidak digunakan dengan huruf kapital. Kemudian binti yang bermakna anak dari tidak menggunakan huruf kapital. Selanjutnya kata tugas: di, ke, dari, untuk, yang tidak menggunakan huruf kapital.
[5:14]Berikutnya, huruf kapital juga digunakan pada huruf pertama dalam petikan langsung. Seperti contoh yang terakhir.Di dalam petikan langsung, maka huruf pertamanya menggunakan huruf kapital. Aturan yang lain, huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama nama agama, kitab suci, nama Tuhan, juga gelar kehormatan, gelar keturunan, gelar keagamaan, dan gelar akademik.
[6:02]Huruf kapital juga digunakan pada huruf pertama nama jabatan, pangkat, instansi, tempat, bangsa, suku bangsa,
[6:16]tahun, bulan, hari, bahasa, peristiwa sejarah, geografi, tapi nama geografi yang tidak menjadi bagian dari nama diri dan bukan nama jenis.
[6:35]Misalnya, danau berenang di danau, maka D-nya tidak perlu kapital. Jeruk Bali, maka B-nya tidak perlu kapital. Kemudian huruf kapital digunakan juga pada huruf pertama nama hari raya. Misalnya Idul Fitri, maka huruf I pada kata Idul Fitri adalah huruf kapital. Penggunaan huruf kapital yang lain yaitu pada nama negara, sebuah lembaga, badan, nama organisasi, dokumen, judul buku, judul karangan,
[7:16]termasuk judul artikel, judul makalah, majalah, surat kabar, termasuk juga pada singkatan, baik itu singkatan gelar, pangkat, maupun sapaan.
[7:36]Huruf kapital juga digunakan pada hubungan kekerabatan. Nah, khususnya hubungan kekerabatan dalam sapaan. Misalnya menyapa, kapan Bapak berangkat? tanya Ibu. Maka B-nya karena langsung menyapa Bapak, maka menggunakan huruf kapital. Kemudian ketika menyampaikan secara langsung, surat Ibu sudah saya terima, maka Inya kapital. Saya selalu melihat Ibu membaca buku. Ini kan bercerita, tidak dalam sapaan, maka I pada contoh yang ketiga tidak ditulis dengan huruf kapital. Selanjutnya, huruf kapital juga diganti digunakan pada kata ganti Anda. Anda itu A, huruf A pada kata Anda selalu kapital di mana pun posisinya. Nah, itulah tentang aturan penggunaan huruf kapital. Saat menulis, jangan dilupakan pedoman ini. Berikutnya mengenai penggunaan huruf miring. Huruf miring itu biasa digunakan pada judul buku, nama majalah, nama surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Misalnya di dalam saat menulis, kemudian menyebutkan judul buku tertentu di dalam tulisan kita, maka judul buku dalam tulisan kita itu dicetak miring. Huruf miring juga digunakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, termasuk juga kelompok kata dalam sebuah kalimat. Dan yang paling populer, huruf miring digunakan untuk menuliskan ungkapan dalam bahasa daerah maupun bahasa asing.
[9:37]Ketika kita menulisnya dengan bahasa Indonesia, maka tulisan yang ditulis dengan bahasa Jawa atau bahasa daerah, bahasa Inggris itu dicetak miring. Aturan yang lain mengenai penggunaan huruf tebal. Huruf tebal digunakan untuk menegaskan bagian tulisan. Termasuk juga menegaskan bagian karangan, seperti judul buku, bab, atau sub bab. Nah, selanjutnya tentang penulisan kata. Jadi ada beragam pembahasan tentang kata. Mulai dari kata dasar. Ini ditulis sebagai satu kesatuan. Nah, di dalam kamus, bagaimana penulisan kata-kata tertentu yang tepat bisa diperiksa di dalam kamus. Kemudian ada kata berimbuhan. Imbuhan ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya. Kemudian ada bentuk ulang, kata ulang. Ditulis dengan menggunakan tanda hubung. Kemudian ada gabungan kata. Gabungan kata yang lazim disebut dengan kata majemuk, termasuk istilah khusus, ditulis terpisah. Selanjutnya tentang pembahasan tentang pemenggalan kata. Ini juga dibahas dalam buku Ejaan, buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Berikutnya ada kata depan, di, ke, dan dari, itu selalu ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
[11:22]Berikutnya ada kata ganti, ku, kau, dan yang lainnya. Jadi kata ganti ku dan kau dapat ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Ku, mu, dan nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Berikutnya kata sandang si dan sang. Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
[11:53]Selanjutnya tentang partikel. Ada partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Berikutnya ada partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Kemudian partikel per yang berarti "demi", "tiap", atau "mulai" ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Selanjutnya persoalan angka dan bilangan. Bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika dipakai secara berurutan seperti dalam perincian. Angka dipakai untuk menyatakan ukuran, waktu, dan nilai uang.
[12:40]Nah, sekali lagi, dalam persoalan penulisan kata, ketika kita ragu, bagaimana penulisan yang benar, kita dapat memeriksanya melalui Kamus Besar Bahasa Indonesia. KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia ini dapat diunduh melalui Play Store. Jadi sudah ada aplikasinya di dalam handphone. Jadi tinggal menginstal di dalam handphone. Kita miliki KBBI secara daring yang bisa kita akses kapan saja. Cara penggunaannya juga sangat mudah. Kita tinggal mengetikkan kata tertentu yang membuat kita ragu penulisannya, maka kita akan menemukan penulisan kata yang tepat. Seperti contoh ini, misalnya kata Idul Fitri. Idul Fitri, mana yang benar antara A atau B atau C atau D? Kita ketikkan saja di di kamus. Pebruari, ternyata ada keterangannya: bentuk tidak baku dari Februari.
[14:12]Berarti yang penulisan yang benar adalah Februari. Kemudian, misalnya kata-kata lain dan seterusnya. Ini bisa diperiksa di diperiksa di dalam kamus besar bahasa Indonesia untuk melengkapi persoalan penulisan kata. Yang selanjutnya adalah tentang penulisan tanda baca. Ada banyak sekali tanda baca yang dikenal dalam atau yang dibahas di dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Di antaranya ada tanda baca titik. Ini sangat sudah sangat familiar ya. Nah, tentang tanda baca titik, titik ini dipakai pada akhir kalimat. Kemudian tanda baca koma, tanda baca koma dipakai di antara unsur-unsur dalam satu pemerincian atau pembilangan. Kemudian ada titik koma, dipakai pada akhir perincian yang berupa klausa. Kemudian ada titik dua, dipakai pada akhir pernyataan lengkap yang diikuti penjelasan. Berikutnya ada tanda pisah. Tanda pisah ini dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat yang berarti "sampai dengan" atau "sampai ke". Kemudian ada tanda hubung. Tanda hubung dipakai untuk menyambung unsur kata ulang, biasanya itu. Kemudian ada tanda kurung. Tanda kurung dipakai untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. Kemudian ada tanda petik. Dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah atau bahan tertulis lain. Kemudian ada tanda petik tunggal, digunakan untuk mengapit petikan yang terdapat dalam petikan lain. Selanjutnya ada tanda seru, sudah sangat jelas ya, untuk mengakhiri ungkapan yang berupa seruan atau perintah. Kemudian tanda tanya, untuk mengakhiri kalimat tanya. Ada tanda garis miring. Dipakai biasanya muncul di nomor surat dalam alamat, penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim dan seterusnya. Berikutnya tentang tanda kurung siku. Nah, ini untuk mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang terdapat dalam tanda kurung. Berikutnya lagi ada tanda penyingkat atau disebut dengan apostrof. Tanda penyingkat dipakai untuk menunjukkan penghilang bagian kata atau bagian angka tahun dalam konteks tertentu.
[17:10]Nah, ini seringkali meletakkan tanda baca. Saya banyak melihat kekeliruan-kekeliruan yang saya jumpai ketika saya membaca atau me-review sebuah karya tulis yang ditulis oleh penulis pemula yang kurang teliti. Nah, jadi yang benar yang kedua ini, ini salah ya.
[17:41]Jadi yang mahasiswa terbaik akan belajar dengan disiplin spasi koma spasi penuh semangat spasi koma spasi dan pantang menyerah. Penulisan yang semacam ini salah. Demikian juga ketika tanda koma mengikuti kata sesudahnya. Ini juga keliru. Nah, yang benar adalah tanda baca itu selalu melekat pada kata sebelumnya. Misalnya, mahasiswa terbaik akan belajar dengan disiplin koma spasi penuh semangat koma spasi dan pantang menyerah. Perhatikan ini. Penulisan tanda baca yang benar adalah pada contoh yang dicetak dengan diberi warna abu-abu dan diberi centang hijau. Inilah penulisan yang benar.
[18:46]Nah, demikian materi tentang penulisan dengan memperhatikan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Terima kasih, Anda telah tekun menyimak tayangan ini. Semoga bermanfaat, jangan lupa diterapkan dalam menulis. Salam literasi. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.



