[0:02]Terima kasih. Nah, Bapak Ibu, apakah ada pendapat tentang ketika melihat Daud dan Goliat ini, apa yang Bapak Ibu pikirkan waktu melihatnya?
[0:15]Ya, Daud mengandalkan Tuhan.
[0:18]Oke, bagus. Yang lainnya lagi? Ada sesuatu yang ingin Bapak Ibu share?
[0:28]Daud menghina Allah Israel.
[0:32]Iya, Allah Israel. Iya, Daud menghina Allah Israel.
[0:39]Iya, apalagi yang Bapak Ibu lihat?
[0:45]Ada lagi yang mau berpendapat?
[0:51]Oke. Daud badannya kecil tapi imannya besar, mentalnya besar.
[0:56]Daud, Daud ya, Pak?
[0:59]Daud ya. Oke, oke. Oke, saya akan bacakan dari 1 Samuel 17.
[1:10]Kalau Bapak Ibu ada Alkitab, silakan untuk boleh melihat 1 Samuel 17. 1 Samuel 17 ayat 32 sampai 37. Saya akan membacakannya buat Bapak Ibu ya.
[1:40]Kata Saul, kata Daud kepada Saul, jangan sampai orang menjadi kecil hati karena dia.
[1:50]Dia ini adalah Goliat ya. Hambamu ini akan pergi bertarung dengan orang Filistin ini.
[1:56]Tetapi kata Saul kepada Daud, engkau tidak akan sanggup bertarung menghadap orang Filistin itu.
[2:03]Sebab engkau masih muda, sedangkan dia sejak muda sudah menjadi prajurit.
[2:09]Kata Daud kepada Saul, hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya.
[2:16]Setiap kali singa atau beruang datang menerkam seekor domba dari kawannya, aku mengejarnya, memukulnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya.
[2:30]Ketika ia menyerangku, aku mencengkeram janggutnya lalu memukulnya sampai mati.
[2:37]Hambamu ini telah membunuh singa maupun beruang.
[2:41]Orang Filistin yang tak bersunat itu akan sama seperti salah seorang binatang itu.
[2:48]Karena ia telah menghina pasukan Allah yang hidup.
[2:53]Kata Daud lagi, Tuhan yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan cakar beruang akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.
[3:04]Kata Saul kepada Daud, pergilah, Tuhan besertamu.
[3:10]Ya, kemudian ayat yang ke-45 sampai 47 ya. 1 Samuel 17 45 sampai 47.
[3:19]Daud berkata kepada orang Filistin itu, engkau mendatangi aku dengan pedang.
[3:26]Tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam.
[3:32]Allah pasukan Israel yang kau hina.
[3:35]Hari ini Tuhan akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan membunuhmu dan memenggal kepalamu.
[3:45]Hari ini juga aku akan memberikan mayat tentara Filistin kepada burung di udara dan binatang liar.
[3:52]Supaya seluruh bumi tahu bahwa Israel mempunyai Allah.
[4:00]Semua orang yang berkumpul di sini akan tahu bahwa Tuhan menyelamatkan bukan dengan pedang ataupun lembing.
[4:09]Sebab di sebab di tangan Tuhanlah pertempuran.
[4:16]Ia akan menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.
[4:21]Nah, Saudara, hari ini kita akan belajar tentang sikap ya.
[4:29]Sikap Daud melawan Goliat memberikan kemenangan buat Daud ya.
[4:37]Ada sikap-sikap dalam kehidupan ini yang membuat kita ini berhasil, menang, membawa sukacita, damai sejahtera ya.
[4:50]Akan tetapi ada sikap-sikap yang bisa menghancurkan kita, merusak kita, menghancurkan relasi-relasi kita, menghancurkan masa depan kita.
[5:03]Nah, Bapak Ibu yang dikasihi oleh Tuhan, ada kisah ada kisah seorang anak ya.
[5:15]Saya ingin share ini ya, kisahnya.
[5:22]Hmm. Ya, bentar saya ingin share ada kisah kisah yang baik yang saya ingin saya sharekan. Ah, ini ya.
[6:04]Ini saya ingin share kisah ini, Bapak Ibu.
[6:13]Ada seorang anak, mahasiswa begitu ya, namanya Jos Dansik.
[6:21]Dia itu belajar karena ujian matematika, dia ingin sekali menjadi asisten profesor di universitas itu, di universitasnya.
[6:35]Dia sangat ingin, karena itu dia mati-matian belajar. Semalaman dia belajar.
[6:40]Nah, waktu dia besoknya dia lihat jam. Wah, sudah terlambat ini.
[6:44]Wah, dia cepat-cepat mandi, makan, lalu datang ke kelas.
[6:51]Nah, waktu datang ke kelas dia terlambat beberapa menit begitu ya.
[6:57]Dia waktu mau ucapkan, maaf, terlambat. Profesornya bilang, duduk duduk duduk begitu ya.
[7:03]Gitu aja.
[7:06]Kemudian dia lalu lihat tugas yang harus diselesaikan, lalu dia melihat dua soal ekstra di papan tulis.
[7:14]Dia menganggap bahwa itu pekerjaan, tugas pekerjaan yang harus dikerjakan juga.
[7:21]Lalu dia berjuang keras semalaman tanpa menyadari betapa sulitnya soal tersebut dan berhasil memecahkan satu soal. Lalu dia berjuang keras ya, untuk menyelesaikan soal itu.
[7:28]Nah, setelah dia menyelesaikan soal itu ya.
[7:34]Lalu dia menyerahkannya, profesornya itu setelah melihat tugas yang sudah diselesaikan itu ya.
[7:44]Dia apa itu namanya? Dia terkejut ya.
[7:51]Karena itu ternyata itu yang dimaksud itu adalah dia sharing ditulis di tulisan di papan tulis itu sebetulnya dia mau cerita itu bukan tugas melainkan masalah matematika yang tak terpecahkan di dunia sains.
[8:10]Nah, tetapi kemudian anak itu ternyata berhasil dari dua itu dia berhasil memecahkan satu.
[8:18]Nah, jika Jos Dansik itu tahu bahwa soal itu mustahil ia tidak akan pernah mencobanya.
[8:27]Karena kalau sudah diberitahukan ini, soal ini masih belum terselesaikan ini oleh orang-orang yang hebat di dunia ini.
[8:38]Tapi kemudian karena ia tidak tahu itu ya.
[8:42]Dia berpikir ini tugas yang harus diselesaikan, dia ingin dapat menjadi asisten profesor itu dia mati-matian menyelesaikannya dan malah dia bisa menyelesaikan satu satu tugas itu.
[8:57]Tentunya itu membawa dampak yang luar biasa buat Jos Dansik.
[9:04]Nah, Bapak Ibu, Bapak Ibu melihat bahwa sikap ya.
[9:14]Sangat penting sekali ya.
[9:19]Sikap yang berjuang ya, keras lalu bisa akhirnya berhasil menyelesaikan.
[9:28]Satu satu soal yang sangat sulit terpecahkan ya.
[9:35]Tapi oleh seseorang mahasiswa bisa menyelesaikannya.
[9:39]Ini kan luar biasa ya, seperti Daud yang mengalahkan Goliat.
[9:47]Mengapa orang-orang Israel pada waktu itu yang mereka badannya besar-besar.
[9:55]Terlatih untuk berperang sejak muda dilatih diperlengkapi begitu ya, kalau angkatan itu dijadikan angkatan yang khusus dilatih dengan latihan-latihan yang mahal dan khusus.
[10:11]Nah, tetapi mereka tidak berani melawan Goliat.
[10:16]Karena memang Goliat itu 3 meter, Bapak Ibu ya.
[10:20]3 meter, manusia normal biasa ini saya satu, 165 ya.
[10:27]Bisa hampir dua kali lipat.
[10:30]Nah, jadi wajar itu orang-orang Israel pada ketakutan ya.
[10:36]Tenaganya besar, kekuatannya hebat ya.
[10:41]Nah, ketika orang-orang Israel ketakutan, mereka tidak berani lagi melawan Goliat.
[10:54]Sampai kemudian ketika Daud disuruh oleh orang tuanya untuk mengantar makanan, kemudian Daud dimarahi oleh saudara-saudaranya ketika Daud sudah sampai di tempat itu ya.
[11:09]Kamu ini datang untuk melihat ya. Kamu enggak bertanggung jawab dengan domba-dombanya, kamu percayakan kepada siapa itu?
[11:17]Ah, lalu kemudian Daud memberikan alasan ya.
[11:21]Ya, saya mau lihat saja begitu ya.
[11:24]Ketika lagi lihat itu ya, Daud melihat ini menghina Tuhan ya.
[11:32]Goliat ini menghina Tuhan. Goliat ini menghina pasukannya Tuhan ya.
[11:41]Di situ Daud tentu juga ada alasan-alasan yang lain yang kalau bisa menang itu dikasih hadiah yang luar biasa oleh raja.
[11:51]Nah, lalu kemudian di situ Daud lalu maju ya.
[11:54]Maju meskipun dia badannya kecil ya, masih masih imut-imut begitu kan.
[12:02]Nah, tetapi jiwanya besar. Ya, jiwanya besar. Kenapa akhirnya Daud berani maju ya, sedangkan yang lain itu dikuasai ketakutan, tidak berani menjadi lumpuh, menjadi tidak berani maju sebagai tentara yang sudah dilatih.
[12:23]Sedangkan Daud yang tidak terlatih ya, hanya sebagai gembala domba yang melindungi domba-domba, dia berani maju.
[12:30]Karena itu berkaitan dengan apa yang dilihat, Bapak Ibu ya.
[12:37]Jadi, apa yang kita lihat, what we see, what we get.
[12:41]Apa yang kita lihat ini, apakah seperti yang Tuhan melihat?
[12:50]Jadi, ini saya belajar dari penulis ya, penulis buku ya.
[13:20]Pengarangnya bernama Wayne Cordeiro ya, Wayne Cordeiro.
[13:26]Nah, pengarang ini itu saya mendengarkan dari beliau begitu ya.
[13:33]Jadi, apa yang kita ini lihat, itulah yang menentukan sikap dan tindakan kita ya.
[13:45]Jadi, apa yang kita lihat ya, Bapak Ibu ya?
[13:50]Kalau kita melihat sesuatu ya, misalnya ya, ada dua orang di dalam penjara.
[14:00]Ketika hujan turun, satu melihat, satu orang nabi melihat, waduh becek, enggak enak, menyebalkan, enggak enggak menyenangkan ini malam hari ini.
[14:13]Tapi yang satu melihat ke atas, lalu dia senang berbahagia melihat, wih banyak bintang-bintang ya.
[14:21]Dengan setelah selesai hujan ini banyak bintang-bintang, lalu kemudian cuacanya jadi segar.
[14:30]Nah, satunya merasa senang, satunya merasa tidak senang.
[14:34]Nah, jadi bagaimana?
[14:37]Nah, itu berkaitan dengan apa yang kita lihat, Bapak Ibu. Karena itu sangat penting sekali untuk kita ini melihat seperti yang Tuhan melihat ya.
[14:48]Melihat seperti apa yang Tuhan melihat. Daud melihat bahwa Tuhan sanggup mengalahkan Goliat ya.
[14:59]Tuhan sanggup mengalahkan Goliat.
[15:56]Allah yang berperang dalam peperangan ini ya.
[16:00]Aku mengalahkan dengan nama Tuhan, kamu membawa pedang, aku membawa Tuhan di dalam peperangan ini.
[16:08]Nah, Bapak Ibu, dalam kehidupan kita kita pun juga berperang.
[16:15]Kita pun menghadapi pergumulan-pergumulan ekonomi, pergumulan relasi, pergumulan pekerjaan, pelayanan, pergumulan masa depan, pergumulan pembiayaan.
[16:32]Anak-anak ini bagaimana nanti sekolahnya ya, atau mungkin Bapak Ibu pergumulan-pergumulan rohani, kejiwaan kita ya.
[16:44]Jadi kita ini semua menghadapi pergumulan-pergumulan.
[16:47]Tapi bagaimana apa yang maaf, apa yang kita lihat ya, apakah sesuai dengan yang Tuhan melihat?
[17:00]Ya, ini selalu pertanyaan ya. Sehingga kalau apapun yang kita lihat di dalam kehidupan ini, kita melihatnya seperti Tuhan melihat, Bapak Ibu ya.
[17:10]Apapun. Jadi mata Tuhan itu kita melihat kehadiran Tuhan di sana.
[17:16]Jadi kalau ada tulisan God is nowhere, ada orang menulis di papan kelas ya.
[17:23]God is nowhere. Allah itu tidak ada di mana-mana.
[17:27]Ada orang ateis kan menulis gitu.
[17:30]Tapi buat orang Kristen yang percaya pada Tuhan, dia melihat kata-katanya seperti ini, Bapak Ibu.
[17:36]God is now here.
[17:41]Allah sekarang di sini ya.
[17:46]Dari kata-kata tulisan God is nowhere ya, itu kalau dilihat dengan betul, dari sisi yang berbeda, tulisannya bisa dibaca God is now here.
[18:02]Nah, Bapak Ibu, dalam hidup kita ini kita melihat God is nowhere atau God is now here.
[18:09]Allah itu ada di sini sekarang untuk menolong perekonomian Bapak Ibu.
[18:13]Pertolongannya sedang datang.
[18:17]Baik di dalam perekonomian, relasi, pelayanan dan yang lain-lain.
[18:24]Apa yang kita lihat? Itu yang penting. Yang kedua, Bapak Ibu, adalah apa yang kita izinkan masuk ke dalam hati kita ya.
[18:35]Jadi apa yang kita izinkan masuk dalam pikiran dan hati kita ya.
[18:41]Filipi 4 ayat 8, jadi akhirnya Saudara-saudara, semua yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar dan layak dipuji, pikirkanlah semua itu.
[18:52]Ya, Tuhan jelas menginginkan kita hanya merenungkan, memasukkan dalam hati, memasukkan dalam pikiran semua yang benar.
[19:04]Mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, patut dipuji ya.
[19:14]Nah, itu yang kita buat masukkan dalam hati kita ya.
[19:19]Nah, yang tidak benar ya, jadi kalau saya senang dengan apa ketika saya dengan dengar Wayne Cordeiro ini berbicara ya, ketika dia ngomong sama orang, lalu kalau ada pikiran-pikiran yang salah ya, dalam ada pikiran-pikiran enggak sesuai firman yang diucapkan orang kepada kita atau apa.
[19:44]Dia mengungkapkan ya, seperti kita hanya perlu melakukan seperti memflash kotoran manusia di dalam kloset gitu loh.
[19:54]Jadi setelah kita habis, habis buang air besar kita flash sehingga kotoran itu terbuang begitu ya.
[20:04]Jadi artinya sudah enggak pernah terlihat lagi.
[20:08]Sudah enggak akan pernah apa itu sudah langsung dibuang.
[20:11]Nah, biarlah dalam hidup kita begitu, Bapak Ibu ya. Pikiran yang masuk kita proses di atas ini sesuai enggak kebenaran ya.
[20:20]Kalau enggak sesuai dengan firman, tidak sesuai dengan nilai-nilai Ilahi, nilai-nilai Kerajaan Allah, langsung kita buang ya.
[20:30]Tidak masuk dalam hati. Dalam hati kita ini istilahnya perlu ada yang penjaganya ya.
[20:36]Yang enggak benar, no, keluar ya.
[20:39]Penjahat, perampok ya. Dulu yang lalu itu sempat rumah saya kemasukan ular weling, Bapak Ibu ya.
[20:49]Lalu akhirnya saya pakai palu atau pakai tempat yang tongkat yang panjang begitu, dia masih bisa lolos.
[20:57]Saya pakai palu pukul cocok cocok cocok tok. Puji Tuhan kena kepalanya dan dia mati ya.
[21:05]Kalau saya luput, saya tidak waspada, saya kena gigit, saya yang mati ya.
[21:12]Nah, Bapak Ibu, begitulah yang jahat, yang kotor, yang salah.
[21:18]Kalau begitu masuk, kita habis, Bapak Ibu ya.
[21:21]Saya mendengarkan di solusi ada seseorang Ibu yang terkenal tipu ya, uang online begitu ya.
[21:36]Seperti kayak model bisnis apa begitu ya. Akhirnya tertipu 480 juta, Bapak Ibu, hilang, Bapak Ibu ya.
[21:44]Itu proses-proses yang cukup dipermainkan untuk terus uang uang masuk, uang masuk, uang masuk ya.
[21:53]Akhirnya sampai harus jual mobil ya, hilang seperti itu.
[21:57]Nah, Bapak Ibu, ketika yang salah masuk, kita enggak hati-hati, maka kerugiannya itu besar, Bapak Ibu ya.
[22:07]Nah, itulah saya rindu dua hal itu yang Bapak Ibu bisa ingat, yang Bapak Ibu bisa pegang bahwa apa yang kita lihat, apakah sesuai dengan yang Tuhan melihat ya.
[22:20]Lalu apa yang masuk, apakah sesuai dengan kebenaran firman Allah ya, dengan Filipi 4 ayat 8, sehingga kita menjaga apa yang kita lihat, apa yang masuk di dalam hati kita ya.
[22:38]Sedikit membagikan materi dari buku ini ya, Bapak Ibu ya.
[22:47]Jadi apa yang terjadi itu hanya 10% sebetulnya, Bapak Ibu.
[22:51]Realitas itu 10%, tapi bagaimana merespon realitas itulah itulah nilainya 90%, Bapak Ibu.
[22:59]Jadi kesuksesan itu adalah bagaimana merespon yang 10% terjadi itu.
[23:04]Jadi bagaimana kita melihatnya? Nah, bagaimana kita meresponnya itu dilihat dari dua hal itu yang kita sudah cerita ya.
[23:15]Sikap itu adalah tempat di mana karakter dibangun dan kepribadian dibentuk.
[23:20]Itu yang menjadi pembeda antara dua orang dengan latar belakang yang sama persis, namun bisa memiliki garis finish yang berbeda, Bapak Ibu ya.
[23:32]Jadi seseorang sama-sama belajar, sama-sama di tempat di kelas yang sama, dosen yang sama, guru yang sama, tapi satunya luar biasa, satunya tidak seperti itu.
[23:45]Itu jadi tergantung sikap ya. Itu sikap. Ada seseorang yang namanya Jigoro Kano ya, pendiri Judo dan ahli tingkat tertinggi di dunia, meninggalkan satu instruksi rahasia sebelum wafatnya.
[24:00]Nah, waktu dia mau meninggal, Bapak Ibu, dia meminta murid-muridnya mengubur ketika dia di dalam peti, jangan dikasih sabuk hitam ya.
[24:08]Tapi kuburkan dengan sabuk putih.
[24:12]Apa artinya sabuk putih, Bapak Ibu? Itu adalah mentalitas pemula.
[24:17]Orang yang menganggap dirinya, aku ini masih mula-mula kok, masih belajar ya, Bapak Ibu ya.
[24:25]Jadi, apakah sikap kita memiliki sikap seperti ini, Bapak Ibu ya?
[24:30]Sikap mau belajar seumur hidup lifelong learning.
[24:34]Aku mau belajar ya. Kalau sudah sikap sabuk hitam ya, maksudnya sudah ahli yang enggak mau belajar sudah.
[24:43]Tapi kalau orang sabuk putih, aku mau belajar dari seorang anak.
[24:48]Saya punya anak-anak sering memberi masukan, saya belajar dari anak-anak saya ya.
[24:54]Dari siapapun kalau itu membawa kebaikan, saya mau belajar dari siapapun.
[25:05]Jadi itu bisa kita rendah hati menolong, Bapak Ibu ya.
[25:10]Ada seorang Wendy Stoker ya.
[25:13]Dia ini dia lahir tanpa dua tangan ya, tapi dia bisa mengalahkan ribuan pesaing untuk juara selam nasional.
[25:22]Mampu mengetik 40 kata per menit ya, jadi kenapa orang bisa seperti ini? Padahal tidak ada tangan ya.
[25:37]Thomas Alpha Edison ini juga waktu kebakaran laboratorium ya, menghanguskan seluruh karya hidupnya ya, di masa tua.
[25:49]Dia itu malah memanggil anaknya yang mencari dia keliling untuk ayahnya ini ada di dalam ruangan atau enggak ini ya.
[26:01]Ternyata ayahnya ada di situ. Lalu kemudian si Thomas Alpha Edition bilang, nak nak, kamu cepat panggil ibumu.
[26:07]Dia itu dari dari desa, dari kota kecil, belum pernah lihat api sebesar ini.
[26:15]Jadi melihat kebakaran itu bukan dari sisi yang aneh, tapi dari sisi yang itu loh ibumu belum pernah lihat api yang sebesar ini.
[26:22]Panggil itu sudah lihat gitu ya.
[26:26]Lalu setelah setelah kebakaran ya, lalu oke kita bangun lagi. Nah, Bapak Ibu, bagaimana ya? Seorang yang bisa menjadikan kondisi jadi alat untuk batu pijakan untuk dia maju ya, untuk jembatan dia maju.
[26:58]Bapak Ibu, sikap yang kita yang baik ya, itu seperti seperti bau harum yang orang lain.
[27:06]Bapak Ibu pakai parfum, orang lain bisa merasakan bau yang wangi ya.
[27:12]Tapi sikap yang buruk ya, itu seperti bau yang tidak enak ya.
[27:20]Seperti bau kukang atau binatang yang mengeluarkan bau tidak enak ini ya.
[27:26]Jadi Bapak Ibu, kita belajar. Kita mau milih seperti apa?
[27:31]Nah, kalau orang yang sinis yang suka menghina orang, merendahkan orang ya.
[27:37]Orang ini secara fisik, Bapak Ibu, menjadi turun ya.
[27:42]Hormon stres khawatir, kritis ya, menjadi meningkatkan kadar kolesterol hingga 40% tanpa perubahan pola makan.
[27:52]Lalu tulang dan sendinya itu juga ya, dianalogikan itu kalau seorang pasien mengeluh seluruh tubuhnya sakit saat ditekan.
[28:02]Ternyata dokternya itu melihat bahwa tubuhnya sehat, tapi jari telunjuknya yang digunakan menekan-menekan tubuhnya itu patah, Bapak Ibu ya.
[28:24]Nah, kalau patah ya, tentu melihat menekan yang lain ya pasti negatif begitu ya.
[28:34]Karena jarinya patah. Jadi mari kita melihat Tuhan ya, melihat Tuhan God is now here.
[28:41]Tuhan berkarya dalam hidup diri kita. Tuhan berkarya dalam hidup orang lain, Bapak Ibu. Tuhan berkarya pada saudara-saudara kita, rekan se-iman ya.
[28:53]Mari kita melihat yang baik. Mari kita melihat barang-barang yang baik. Artinya karya-karya Allah.
[29:00]Apasi, Bapak Ibu.
[29:03]Berikan apresiasi ya.
[29:06]Berikan apresiasi kepada puji-pujian kepada anak-anak kita, rekan kita ya. Di grup ini, kalau lebih banyak apresiasi, lebih banyak pujian, grup ini akan hidup ya.
[29:18]Grup ini akan menjadi menyenangkan.
[29:21]Oke, Bapak Ibu ya, ini tentang ini yang tadi ya.
[29:36]Jadi artinya dalam hidup kita ini ada ada hal-hal yang di luar pemikiran kita, tapi ketika Allah bertindak, Bapak Ibu ya, tidak ada yang mustahil buat Tuhan.
[29:49]Seperti Daud mengalahkan Goliat.
[29:53]Itu mustahil, tapi buat Tuhan enggak ada yang mustahil ya.
[29:58]Jadi seperti lebah ini ya, tubuhnya berat banget, sayapnya terlalu kecil dan rapuh ya.
[30:05]Secara hukum aerodinamika secara teoritis mustahil untuk terbang.
[30:12]Mustahil ya, namun tidak ada ilmuwan yang memberitahu sang lebah tentang hukum tersebut.
[30:18]Jadi, ia tetap terbang.
[30:21]Jadi lebah ini tetap terbang ya.
[30:24]Kalau seandainya lebah ini diberitahu ya, kamu enggak mungkin bisa terbang.
[30:29]Tapi karena lebah ini enggak ngerti ya, ya dia terbang aja ya.
[30:33]Dalam hidup kita, mari kita terbang bersama Tuhan, Bapak Ibu ya. Ini saya enggak usah cerita ini. Nah, dalam hidup kita ini kalau ada krisis terjadi, jangan ngomongnya adalah, saya memiliki krisis finansial yang hancur.
[30:50]Tapi gantilah dengan bahasa seorang navigator ya, bukan seorang yang korban tapi seorang navigator, seorang yang supir ya, seorang yang ngatur kehidupannya ini bersama Tuhan.
[31:03]Keuangan saya memang bermasalah. Nah, ini kita memang perlu realistis ya, bicara realita. Namun sedang berubah.
[31:10]Artinya apa? Tuhan itu bisa menolong, Tuhan bisa bekerja ya.
[31:17]Efek otaknya orang yang berpikir salah ya, berpikir negatif ya, membekukan solusi, menciptakan depresi.
[31:25]Sedangkan yang berpikir benar ya, efek otaknya dia menolak stagnasi, memaksa otak masuk ke mode pencarian solusi kreatif, Bapak Ibu ya.
[31:36]Nah, saya pikir saya tutup dengan kesaksian saya saja. Saya tahun 2022 PHK ya, dari satu tempat.
[31:45]Kemudian saya, apa yang saya bisa punya, saya bisa lakukan.
[31:51]Oke, saya buat pelayanan Kabel, keluarga aktif belajar, membagikan buku-buku pakai Zoom ya.
[31:57]Saya tidak ada nama, tidak ada dana, tidak ada dikenal orang.
[32:03]Tapi saya berjalan saja dengan anugerah iman.
[32:08]Dengan sudah seperti di pinggir jurang, tidak ada jalan lain, saya lakukan yang saya bisa.
[32:16]Puji Tuhan, Juni ini berjalan 4 tahun dan Tuhan menolong dalam hal perekonomian ya, bisa lewati bulan demi bulan.
[32:26]Kalau dihitung secara matematik tidak cukup, tapi bisa lewat begitu ya.
[32:33]Jadi bisa lewat bulan ini, bulan ini lagi, bulan ini sampai sekarang ya.
[32:38]Terima kasih, Bapak Ibu. Saya serahkan.



