Thumbnail for Menelisik 70 pidato Presiden Prabowo: Klaim keberhasilan MBG hingga 'antek asing' by BBC News Indonesia

Menelisik 70 pidato Presiden Prabowo: Klaim keberhasilan MBG hingga 'antek asing'

BBC News Indonesia

8m 53s884 words~5 min read
YouTube auto captions
Transcript source

YouTube auto captions

This transcript was extracted from YouTube's auto-generated caption track. The transcript below is server-rendered so it can be read, searched, cited, and shared without opening the original YouTube player.

Timestamped outline
Pull quotes
[0:13]Apa saja yang terekam dalam pidato Presiden Prabowo Subianto dalam setahun terakhir?
[0:13]Kita tidak bisa menerima kenyataan bahwa masih ada rakyat kita yang hidup dalam keadaan kesulitan, kekurangan, apalagi kelaparan.
[0:13]Saudara-saudara sekalian, saya ingin menyampaikan bahwa pemerintah yang saya pimpin akan bekerja sekeras-kerasnya untuk menghilangkan kemiskinan dari Bumi Indonesia.
[0:44]Saya katakan mereka tidak suka Indonesia bangkit, tapi kita yang akan bangkit bersama Indonesia.
Use this transcript
Related transcript hubs

[0:00]Kita akan bekerja dengan bukti, bukan dengan janji saja.

[0:13]Apa saja yang terekam dalam pidato Presiden Prabowo Subianto dalam setahun terakhir? Kita tidak bisa menerima kenyataan bahwa masih ada rakyat kita yang hidup dalam keadaan kesulitan, kekurangan, apalagi kelaparan. Saudara-saudara sekalian, saya ingin menyampaikan bahwa pemerintah yang saya pimpin akan bekerja sekeras-kerasnya untuk menghilangkan kemiskinan dari Bumi Indonesia.

[0:44]Saya katakan mereka sadar atau tidak mereka antek asing. Saya katakan mereka tidak suka Indonesia bangkit, tapi kita yang akan bangkit bersama Indonesia.

[0:58]Dari 70 video pidato yang dilakukan Presiden Prabowo sepanjang Oktober 2024 hingga Februari 2026, terdapat pola dan substansi yang konsisten.

[1:15]Kami menemukan sekurang-kurangnya 643 kali Prabowo menuturkan substansi "rakyat" dalam pidatonya. Prabowo dan pemerintahannya, menginginkan setiap kebijakan yang dibikin membuat rakyat makmur serta sejahtera. Kita harus bangkit atau kita terus menjadi negara yang begitu-begitu saja, negara yang rakyatnya masih banyak yang miskin. Anda memainkan peran yang penting. Anda mengelola uang rakyat Indonesia. Kita harus jaga uang rakyat. Substansi "rakyat" memiliki keterhubungan erat dengan masalah yang mengiringinya: "kemiskinan". Kami mendapatkan setidaknya 58 kali Prabowo menyebut soal kemiskinan dalam pidato-pidatonya. Tapi saya sudah biasa diajak. Mana mungkin menghilangkan korupsi di Indonesia? Mana mungkin menghilangkan kemiskinan? Temuan lain dari pidato-pidato Prabowo yang kami kumpulkan ialah soal "kerja". Kami menemukan kata "kerja" muncul sekurang-kurangnya 77 kali. Maksud "kerja" di sini adalah penegasan bahwa pemerintahannya tidak tinggal diam terhadap berbagai persoalan di masyarakat. Lima bulan kita kerja terus, tanpa diliput media. Kadang-kadang diliput media malah kerjanya sulit. Karena media ingin bukti seketika. Tema korupsi, termasuk "pemerintahan bersih" serta "kebocoran", keluar setidaknya 105 kali dalam pidato-pidato Prabowo.

[2:54]Rakyat menuntut pemerintahan yang bersih. Saya ulangi, rakyat menuntut pemerintahan yang bersih. Prabowo juga bicara tentang sumber daya serta kekayaan alam Indonesia yang melimpah. Kedua tema ini kami dapati hadir sebanyak 128 kali dalam pidato-pidato Prabowo. Lalu, kami menemukan Prabowo bicara tentang target ekonomi setidaknya 24 kali, dari puluhan video pidato yang kami sisir. Target itu mencakup pertumbuhan ekonomi serta penciptaan lapangan pekerjaan. Pidato-pidato Prabowo, nyatanya, tidak hanya difungsikan untuk arena pemaparan visi dan misi pemerintah serta sejauh mana mereka berupaya merealisasikannya. Prabowo juga menggunakan pidato sebagai ruang menepis kritik yang ditujukan kepadanya serta kebijakan pemerintah. Kami menemukan setidaknya 17 kali Prabowo menyinggung kritik yang dialamatkan pada dirinya, atau pemerintahannya. Punya gelar profesor, sekolah di mana-mana yang terkenal, tapi mentalnya masih mental rendah diri. Apa yang dilakukan bangsa sendiri selalu jelek. Belum kita bekerja sudah mulai nyinyir. Prabowo juga kerap menyentil suara kritik terhadap penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis (MBG). Walaupun begitu banyak pakar yang mengejek saya dan tim saya menyinyir. Mereka katakan MBG pasti gagal. Tapi kita buktikan kepada mereka MBG berhasil. Substansi MBG sendiri kami peroleh sekitar 146 kali di pidato-pidato yang pernah Prabowo lakukan. Materi pidato terkait MBG terbagi ke beberapa nuansa, yakni klaim keberhasilan, kebanggaan, serta menepis kritik. MBG dinantikan oleh semua rakyat. Bahkan sekarang saya repot, saya sedih. Kalau saya ke daerah-daerah anak-anak panggil saya, teriak saya, "Pak, kapan kami terima MBG?" Prabowo, dalam pidatonya, berulang kali menyebut "kekuatan" atau "asing". Kami mendapati Prabowo mengeluarkan narasi terhadap "kelompok lain" sekurang-kurangnya 25 kali. Narasi ini dibungkus dengan berbagai macam sentuhan, mulai dari "identitas asing", "antek asing", sampai "kekuatan asing". Jadi kelompok-kelompok ini, sadar atau tidak sadar, saya yakin mereka dikendalikan oleh kekuatan asing. Saya yakin. Yakin saya dan saya punya bukti. Jika disandingkan dengan konteks yang ada, pidato-pidato Prabowo yang memuat materi "kekuatan asing" lahir ketika gelombang kritik dari publik menyasar beberapa kebijakannya. Lalu, apa makna dari pidato-pidato Prabowo ini? Dia, menurut saya sih, tidak memakai ya istilah sentralisasi kekuasaan, tetapi setiap ucapan dia tentang bagaimana mereformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia, ujung-ujungnya adalah sentralisasi kekuasaan. Jadi dengan kata lain, dia mengajukan persoalan ini sebagai soal satu, manajemen politik. Dua, soal moral politik, karena dibilang ini banyak apa namanya money politik segala macam. Dan ketiga, sebagai prinsip politik yang terhubung dengan Undang-Undang Dasar, Pancasila, dan sebagainya. Menurut saya itu semuanya sih untuk menutupi, bahwa agendanya sebetulnya adalah sentralisasi kekuasaan, ekonomi, dan politik. Menurut saya sih, kalau dia bisa, cita-cita dia kalau dia mau jujur, dia mau seperti orde baru lagi. Artinya, dia menjadi faksi yang dominan yang menguasai bagaimana pola alokasi sumber daya itu ditentukan. Menanggapi temuan BBC News Indonesia mengenai materi pidato Prabowo, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Angga Raka, menegaskan beberapa poin. Terkait penggunaan kata "rakyat" yang sering muncul dalam pidato Prabowo, Angga menjelaskan bahwa hal itu "mencerminkan orientasi pemerintahan yang menempatkan kepentingan publik sebagai pusat kebijakan".

[7:30]Kemudian berlanjut di kebijakan Makan Bergizi Gratis, di mana nuansanya lebih kompleks, Angga menuturkan itu wajar, mengingat "MBG adalah program utama". Menurut Angga, konsistensi penyebutan program MBG merupakan bagian dari transparansi sekaligus pertanggungjawaban pemerintah. Merespons substansi "antek asing" di pidato-pidato Prabowo, Angga menekankan bahwa istilah tersebut lahir dalam konteks diskusi kedaulatan serta kepentingan nasional. Pemerintah, Angga bilang, memahami frasa itu "dapat ditafsirkan berbeda oleh berbagai pihak". Lalu, bagaimana dengan dugaan pemakaian "antek asing" dalam upaya membungkam kritik? Kata Angga, istilah "antek asing" tidak dimaksudkan untuk melabeli kelompok tertentu di ruang publik domestik. Menjawab analisis ilmuwan politik terkait pemusatan kekuasaan di balik pidato Prabowo, Angga menegaskan pandangan mereka adalah "salah satu bagian dari diskursus publik". Saat ini, Prabowo, kata Angga, menjalankan fungsi pemerintahan sesuai konstitusi dan "senantiasa berkomitmen memperkuat kapasitas negara". Bagi Angga, "konsolidasi" menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem presidensial yang kerap diperlukan guna "memastikan efektivitas kebijakan lintas kementerian serta daerah".

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript