Thumbnail for Mengapa Jepang Berhasil Menjadi Negara Maju? Sejarah Restorasi Meiji & Modernisasi Jepang by Inspect History

Mengapa Jepang Berhasil Menjadi Negara Maju? Sejarah Restorasi Meiji & Modernisasi Jepang

Inspect History

11m 0s1,225 words~7 min read
Auto-Generated

[0:13]Tidak bisa dipungkiri bahwa Jepang adalah negara Adidaya yang pengaruhnya sangat besar bagi dunia global. Baik dari elektroniknya sampai berbagai karya seninya yang menghiasi masa kecil kita semua. Tapi, mengapa Jepang bisa semaju sekarang? Jawaban singkatnya adalah Restorasi Meiji. Namun kisahnya tidak sesingkat itu. Setelah kegagalannya dalam menginvasi Korea dalam perang Imjin, selama lebih dari 220 tahun, Jepang menutup diri dari perkembangan dunia luar. Akibat kebijakan Sakoku yang diterapkan oleh Keshogunan Tokugawa. Hubungan dagang Jepang hanya terbatas dengan China dan Belanda. Walau begitu jangan salah, Jepang juga pernah berhubungan dengan negara-negara Eropa seperti Portugal dan Belanda yang memperkenalkan dua hal yaitu tepung dan senjata api. Tepung nantinya berubah menjadi berbagai jenis makanan gorengan ala Jepang yang mungkin kamu sering makan. Sedangkan senjata api digunakan oleh militer Jepang di zaman Sengoku dan perang Imjin. Namun pada tahun 1854, Jepang mengakhiri masa isolasinya berkat seorang komodor Angkatan Laut Amerika Serikat yang bernama Matthew Calbraith Perry. Presiden Amerika Serikat saat itu, Millard Fillmore mengirim komodor Perry ke Jepang untuk membuka pelabuhan Jepang bagi perdagangan Amerika Serikat yang bertujuan untuk memperluas jaringan dagang Amerika Serikat di wilayah Asia. Dalam ekspedisinya ke Jepang, ia membawa tiga kapal perang uap dan lima kapal perang lainnya. Pada 8 Juli 1853, armada tersebut sampai di Teluk Edo. Di Teluk Edo, kapal Mississippi menembakkan 73 tembakan kosong untuk merayakan hari kemerdekaan Amerika Serikat. Namun Jepang mengira tembakan itu merupakan ancaman militer dan alhasil, kapal-kapal penjaga militer Jepang langsung mengepung Armada Amerika Serikat. Perry meminta agar dirinya dipertemukan dengan Shogun untuk menyampaikan surat dari Presiden Fillmore. Namun permintaan itu ditolak oleh pihak Jepang. Karena sadar akan kekuatan Armada Amerika Serikat yang jauh di atas kekuatan Jepang, maka pemimpin senior Roju bernama Abemahashiro membujuk Shogun agar menerima surat yang dibawa Perry. Akhirnya, Perry diminta mendarat ke Kurihama. Ia menginjakkan kaki di pelabuhan dan langsung berhadapan dengan pasukan Jepang yang berjaga di pelabuhan. Setelah surat diterima, ia berjanji akan kembali untuk menunggu jawaban Shogun lalu kemudian berlayar ke Tiongkok. Jepang sadar bahwa kekuatan militer Amerika Serikat jauh di atas mereka. Namun, ia tidak mau kehilangan kedaulatannya jika bersedia menerima permintaan Amerika Serikat. Perdebatan terjadi di Dewan Keshogunan tentang surat Presiden Amerika Serikat yang meminta Jepang membuka pelabuhan bagi kapal dagang mereka. Rapat yang diadakan ternyata tidak membuahkan hasil. Ditambah, posisi pemerintahan Keshogunan yang lemah akibat wafatnya Shogun Tokugawa Ieyoshi dan digantikan anaknya Tokugawa Iesada yang sedang sakit-sakitan. Lalu, Abe Mashiro kemudian muncul sebagai tokoh kunci dalam keputusan yang akan diambil Jepang. 13 Februari 1854, Komodor Perry kembali dengan kapal perang yang lebih banyak meliputi 10 kapal perang dan 1600 Marinir. Melihat besarnya Armada Amerika Serikat yang dibawa oleh Perry, Jepang memilih menyepakati permintaan Amerika Serikat. Lewat Konvensi Kanegawa, Jepang membuka pelabuhan di Shimoda dan Hakodate bagi para pedagang Amerika Serikat serta membangun kantor kedutaan Amerika Serikat di Shimoda. Dengan disepakatinya Konvensi Kanegawa, Inggris, Prancis, Rusia dan negara-negara Eropa lain yang tak mau ketinggalan segera mengikuti langkah Amerika Serikat dan menjalin hubungan dagang dengan Jepang. Sehingga banyak negara asing yang masuk ke Jepang dan membuat kebijakan isolasi menjadi berakhir. Rakyat Jepang menganggap perdagangan ini tidaklah adil dan menguntungkan asing. Karena itu, muncullah rasa tidak suka rakyat Jepang terhadap asing. Sehingga terbentuklah gerakan Sonno-Joi yang ingin mengusir bangsa asing dari Jepang. Gerakan ini berpusat di dua wilayah yaitu Choshu dan Satsuma. Banyak orang Eropa yang dibunuh oleh rakyat Jepang. Hal itu segera dibalas oleh serangan kapal-kapal Amerika Serikat di berbagai wilayah Choshu dan Satsuma. Shogun yang dianggap tidak bisa mengatur asing menyebabkan gerakan Anti Shogun berkembang dengan pesat. Khususnya di wilayah Choshu dan Satsuma yang juga didukung oleh Kaisar Jepang saat itu yaitu Kaisar Komei. Pihak Keshogunan merespon gerakan itu dengan menumpas berbagai pihak yang memberontak kepadanya. Untuk menghadapi kekuatan militer Shogun, pihak Anti Shogun melakukan modernisasi militer di mana mereka menggunakan persenjataan Inggris untuk memperkuat pasukannya. Sedangkan pihak Keshogunan memodernisasi militernya dengan bantuan Prancis. Yap, Anti asing tapi sama-sama menggunakan senjata asing. Keshogunan Tokugawa terus ditekan oleh pihak Anti Shogun dan akhirnya, akibat tekanan yang begitu besar dan khawatir akan muncul pemberontakan besar yang akan menghapuskan Klan Tokugawa. Shogun Tokugawa Yoshinobu memutuskan untuk mundur pada tahun 1867 dan mengakhiri kekuasaan Keshogunan Tokugawa selama lebih dari 200 tahun. Pihak Anti Shogun ingin mengembalikan kekuasaan Jepang kepada Kaisar Meiji yang baru naik tahta. Klan-klan yang setia kepada Tokugawa tidak ingin kekuasaan Tokugawa dihapuskan sepenuhnya dan diganti oleh Kaisar. Hal ini menimbulkan bentrok antara pasukan Anti Shogun dan Loyalis Tokugawa menjadi tidak terhindarkan. Sehingga memicu perang Boshin pada tahun 1868. Pasukan Anti Shogun yang dipimpin oleh Saigo Takamori pergi menuju Kastil Tokugawa di Edo. Karena persenjataan mereka lebih modern, pasukan Pro Shogun dengan mudah dikalahkan sehingga mereka terus didesak mundur hingga ke wilayah Hokkaido. Perang ini akhirnya berakhir setelah pasukan Pro Shogun berhasil dikalahkan dalam pertempuran Hakodate yang terjadi di tahun 1869. Dan setelah kekalahan Shogun, Kaisar Meiji akhirnya menguasai pemerintahan Jepang. Ia menetapkan Edo sebagai ibu kota Jepang dan mengganti namanya menjadi Tokyo yang berarti ibu kota Timur. Pemerintahan Meiji kemudian memulai proses modernisasi yang merubah segala aspek di Jepang untuk mengejar ketertinggalannya dengan bangsa Eropa. Hal ini dipengaruhi oleh bayang-bayang kedatangan ekspedisi Komodor Perry yang dianggap sebagai bagian dari Gunboat Diplomacy di mana Jepang menjadi tidak berdaya melawan tekanan diplomasi dari negara-negara Barat karena ia tidak memiliki Angkatan Darat maupun Angkatan Laut dengan persenjataan yang modern. Sistem feodalisme yang telah bertahan ratusan tahun dihapuskan. Tanah-tanah milik Daimyo diambil oleh pemerintah dan sebagai gantinya, pemerintah membantu para mantan Daimyo untuk mendirikan perusahaan atau mengangkatnya menjadi pejabat pemerintahan. Upaya untuk memajukan perekonomian Jepang juga dilakukan dengan industrialisasi besar-besaran. Dan untuk mempermudah keterhubungan antar wilayah Jepang, pemerintah memodernisasi sistem transportasi dan komunikasi. Dalam aspek militer, pasukan dilengkapi oleh senjata modern dan sistem latihan militer yang meniru model Eropa. Bahkan sistem wajib militer mulai diterapkan. Militer Jepang dipengaruhi oleh banyak negara. Namun lama-kelamaan mulai mengerucut dan paling dominan mengikuti Angkatan Darat Prusia dan Angkatan Laut Inggris. Dalam sistem politik, Jepang juga membuat peraturan undang-undang yang meniru undang-undang di Eropa serta membentuk parlemen sebagai lembaga legislatif. Lalu dalam aspek edukasi, pemerintah Jepang mengirimkan banyak pelajarnya ke Eropa untuk mempelajari teknologi, kebudayaan, sistem ekonomi hingga ilmu pengetahuan bangsa Eropa. Untuk kemudian hari dapat diterapkan di negaranya. Demi memajukan negara tersebut, sistem edukasi Jepang juga mengikuti model pendidikan yang ada di Eropa dan Amerika Serikat. Namun, pada masa pemerintahan Meiji, para Samurai dihapuskan dari sistem masyarakat Jepang. Dan sebagian darinya digabungkan dalam militer kekaisaran Jepang. Hal ini membuat para Samurai yang belum bergabung dengan militer melakukan pemberontakan di tahun 1877 yang berhasil ditumpas oleh pasukan kekaisaran yang lebih modern. Modernisasi yang dilakukan oleh Kaisar Meiji membawa banyak perubahan untuk Jepang. Jepang yang semula adalah negara feodal dan bertumpu di sektor agraris berubah menjadi negara modern dengan sebuah industri yang kuat. Jepang menjadi negara yang lebih modern bahkan setara dengan negara-negara Eropa yang bahkan suatu hari dapat melampaui mereka. Hal ini membuat Jepang tumbuh menjadi salah satu negara Adidaya dunia di awal abad ke-20. Bahkan menjadi satu-satunya negara Asia yang mampu menyaingi negara Eropa yang lebih maju dan modern terlebih dahulu. Khususnya dalam Perang Dunia II. Menurutmu, apakah ada hubungan antara kemajuan Jepang dengan keputusan mereka untuk terlibat dalam Perang Dunia khususnya di Front Pasifik? Coba berikan jawaban kalian di kolom komentar.

[10:44]Hai, terima kasih sudah menonton dan belajar sejarah bersama Inspect History. Jangan ragu untuk berikan komentar, like, dan bagikan bila kamu merasa konten ini bermanfaat.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript