[0:12]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo, teman-teman semua. Kembali lagi di podcast Kurma, Kuliah Ramadan. Podcast yang akan menemani kalian selama liburan seminggu ini. Insyaallah di podcast ini kita akan sama-sama belajar, menambah wawasan dan menambah ilmu pengetahuan kita tentang ajaran Islam. Oke, sebelum masuk ke pembahasan dan perkenalan, mungkin teman-teman semua dari kecil kalian pernah untuk menghafalkan dan membaca doa-doa ketika hendak melakukan kegiatan. Seperti contoh doa-doa sebelum makan, doa sebelum tidur dan bahkan niat ketika hendak melakukan ibadah. Seperti niat hendak berpuasa. Namun niat itu apa sih? Nah, maka dari itu di podcast ini kita akan membahas niat dalam ajaran Islam. Bersama saya Muhammad Yosi Pratista yang akan menjadi host di episode kali ini. Tentu saya tidak sendiri, saya bersama narasumber. Beliau adalah salah satu guru agama Islam yang masih aktif ngajar di SMA Negeri 1 Loa Kulu, yaitu Ibu Martungah S.Pd.I. Halo Ibu. Halo. Gimana Ibu kabarnya? Alhamdulillah baik. Alhamdulillah. Mungkin kita bisa langsung masuk ke pembahasannya, Bu, ya, Bu, ya? Tentang niat ini. Jadi sebenarnya tuh pengertian niat dalam Islam tuh apa sih, Bu? Dan kenapa kok niat itu penting sekali dalam kehidupan seorang muslim? Pengertian niat dalam Islam ya. Niat itu kalau secara bahasa itu berarti keinginan atau tujuan yang yang ada di dalam hati untuk melakukan suatu perbuatan. Jadi, jadi sebelum kita melakukan sesuatu itu sudah pasti ya. Kita kan enggak asing yang namanya niat. Benar, Bu. Mau salat niat dulu, mau wudu pakai niat, bahkan mau tidur, niat dulu. Karena ada bacaannya, ya kan? Bacaan terus apalagi ya? Nah, kita lagi puasa. Lagi puasa juga kita pasti membaca niat dulu. Salat, puasa dan lain sebagainya. Nah, mungkin kalau secara dalam ajaran Islam niat adalah kesadaran yang mendalam dan ketetapan hati untuk melakukan suatu amalan dengan tujuan mencari ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala semata. Nah, kita sendiri sudah terbiasa mendengar kan? Eh, ada hadis yang mengatakan, "Innamal a'malu binniyat." Yang artinya amal itu tergantung pada niatnya. Nah, di sini kan ada dua niat berarti, ada niat baik dan ada niat yang buruk. Eh, kita juga misalnya gini, kita mau sekolah nih. Mau sekolah, alangkah baiknya dari rumah, dari rumah kita sudah sudah mempunyai niat dulu. Niatnya apa? Niat untuk belajar. Jangan cuma niat hanya, ah nanti kepingin, nanti di sekolah eh ketemu teman. Di sekolah nanti eh dapat uang saku dari orang tua, jangan. Jadi niat itu diniatkan dari rumah, niat untuk menuntut ilmu. Apa yang akan yang akan kita dapat? Keberkahan ilmu itu sendiri. Jadi sampai sekolahan kita akan fokus. Karena yang jelas yang namanya kita sudah niat berarti ada ada perasaan untuk apa namanya? Bersungguh-sungguh untuk menjalankan itu semua, ya enggak? Jadi kalau kita dari sekolah, eh dari rumah, mohon maaf, dari rumah kita sudah niat mau menuntut ilmu, mau belajar di sini, insyaallah kita mendapat keberkahan ilmu yang kita pelajari di sekolah. Masalah nanti kita eh ketemu sama teman, dapat uang saku, itu menjadi bonus. Gitu ya. Jadi memang niat yang baik nanti akan menghasilkan segala sesuatu yang baik. Iya. Mungkin untuk pertanyaan selanjutnya jadi, Bu, di belakang layar ada beberapa moderator yang akan menanyakan pertanyaan kepada Ibu. Mungkin dari Ilham langsung aja nanya kepada Ibu. Iya. Silakan Mas Ilham. Untuk pertanyaan pertama ini, Bu. Apakah semua aktivitas sehari-hari seperti belajar, membantu orang tua, atau bekerja bisa bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah Subhanahu wa Ta'ala? Kenapa bisa dengan demikian? Oke, ya betul. Jadi, kalau kita mempunyai niat, pasti ada kesungguhan di dalam hati. Iya enggak? Kalau kita sudah ada kesungguhan, pasti kan kita akan mempunyai tujuan, ya? Tujuan kita belajar apa? Iya enggak? Paling tidak kita nanti, eh, dengan belajar kita bisa paham dengan apa yang akan kita pelajari. Setelah paham, nanti kalau misalnya ada tes, ada asesmen dan lain sebagainya, kita bisa menjawab. Paling tidak seperti itu, kan? Nah, di samping kita mempunyai kesungguhan, insyaallah dengan niat yang baik juga akan mendapat segala sesuatu baik juga. Makanya tadi Ibu bilang ada niat baik, ada niat yang buruk. Kita, kita sudah, misalnya, misalnya ini ya, kita ini menemukan, kita mengambil barang. Mengambil barang bukan berarti kita mencuri ya. Meng, mengambil barang, kalau misalnya kita mempunyai niat baik, kita mengambil barang, misalnya ada HP tergeletak nih, kita ambil. Tujuannya apa? Kita menyelamatkan barang tersebut. Berarti kan kita sudah mempunyai niat yang baik, ya enggak? Tapi kalau misalnya kita sudah, wah, ada HP nih, lumayan. Kita ngambil dan itu langsung misalnya mau dijual dan sebagainya, kan sudah mempunyai niat yang buruk. Jadi ada dua, ya. Nanti bisa menyimpang itu dari yang, apa, ada niat baik dan niat yang buruk. Kalau niat baik mungkin kita ngambil barang tujuannya untuk menyelamatkan biar barang ini tidak tidak hilang atau tidak diambil oleh orang lain. Walaupun kita yang ngambil tapi kan kita mempunyai tujuan untuk menyelamatkan barang tersebut. Ada juga orang niat, ya sudah, ada uang nih, ambil-ambil aja. Makanya kan sering kita dengar di sekolah ya, ada anak menemukan duit. Kalau anak itu memang mempunyai niat buruk, enggak bakalan dia akan ditaruh di eh, TU untuk diumumkan, ya enggak? Tapi karena anak ini mempunyai niat baik, eh, saya ambillah, nanti eh saya taruh ke TU biar diumumkan siapa tahu ada yang kehilangan duit, kan gitu. Dan alhamdulillah kalau untuk SMA ini ya alhamdulillah, ya. Beberapa kali eh Ibu dengar sendiri dari Mbak-mbak TU sana sering eh ngumumkan ada yang, ada yang apa, eh ngumumkan uang tercecer kan? Nah. Itu luar biasa sekali. Berarti kan eh paling tidak kejujuran, niat itu sudah sudah bagus. Bahkan niat ini kan eh apa namanya? salah satu adab dalam menuntut ilmu itu ada niat, kan? Pasti ada niatnya. Pertanyaan kedua. Kira-kira nih, Bu, bagaimana cara kita membedakan niat yang ikhlas dengan perbuatan yang mengandung riya?
[8:00]Oke, nah, ini hebatnya Islam di sini. Ketika kita mempunyai niat yang baik, malaikat itu insyaallah akan mencatat dengan amal kebaikan, apalagi sampai merealisasikannya.
[11:22]Adapun kalau misalnya kita mempunyai niat yang buruk, selama niat buruk itu tidak dilakukan, insyaallah kita tidak berdosa. Ya, selama kita tidak melakukan. Tapi ya itu, eh, tapi tetap ingat ya, Innamal A'malu binniyat. Amal itu tergantung pada niatnya, ya? Jangan sampailah kita mempunyai hal-hal yang buruk untuk melakukan kejahatan apalagi ya, untuk mencuri dan sebagainya, enggak usah. Hilangkan jauh-jauh karena, apa ya, eh itu menjadi sebuah takutnya menjadi sebuah motivasi untuk di dalam hati kita.
[12:40]Ah, kita eh, dari dari rumah niatlah, niat mau, mau menuntut ilmu, ya sudah. Niat Bismillah aja, ya enggak? Berarti ya itu sudah ada niat, walaupun tidak diucapkan, iya.
[12:54]Bedanya cuma itu saja, ya. Baik, selanjutnya. Bagaimana kalau seseorang berniat buruk, tapi belum melakukannya? Apakah seseorang itu tetap berdosa? Oke, nah ini, hebatnya Islam di sini. Ketika kita mempunyai niat yang baik, malaikat itu insyaallah akan mencatat dengan amal kebaikan, apalagi sampai merealisasikannya. Adapun kalau misalnya kita mempunyai niat yang buruk, selama niat buruk itu tidak dilakukan, insyaallah kita tidak berdosa. Ya, selama kita tidak melakukan. Tapi ya itu, eh, tapi tetap ingat ya, innamal a'malu binniyat, amal itu tergantung pada niatnya, ya? Jangan sampailah kita mempunyai hal-hal yang buruk untuk melakukan kejahatan apalagi ya, untuk mencuri dan sebagainya, enggak usah. Hilangkan jauh-jauh, karena apa ya, eh itu menjadi sebuah, takutnya menjadi sebuah motivasi untuk di dalam hati kita. Ah kita, eh, dari dari rumah niatlah, niat mau, mau menuntut ilmu, ya sudah, niat bismillah saja, ya enggak? Berarti ya itu sudah ada niat, walaupun tidak diucapkan, iya. Bedanya cuma itu saja, ya. Baik, selanjutnya. Bagaimana kalau seseorang berniat buruk, tapi belum melakukannya? Apakah seseorang itu tetap berdosa?
[14:32]Oke, nah, ini hebatnya Islam di sini. Ketika kita mempunyai niat yang baik, malaikat itu insyaallah akan mencatat dengan amal kebaikan, apalagi sampai merealisasikannya. Adapun kalau misalnya kita mempunyai niat yang buruk, selama niat buruk itu tidak dilakukan, insyaallah kita tidak berdosa. Ya, selama kita tidak melakukan. Tapi ya itu, eh, tapi tetap ingat ya, "Innamal a'malu binniyat." Amal itu tergantung pada niatnya, ya? Jangan sampailah kita mempunyai hal-hal yang buruk untuk melakukan kejahatan apalagi ya, untuk mencuri dan sebagainya, enggak usah. Hilangkan jauh-jauh, karena apa ya, eh itu menjadi sebuah, takutnya menjadi sebuah motivasi untuk di dalam hati kita. Nah, itu dia hebatnya Islam ya, teman-teman. Ketika kita berniat baik, walaupun belum kita lakukan, itu akan dicatat amal baik oleh malaikat, apalagi sampai kita merealisasikannya. Itu akan diganjar pahala yang berlipat ganda oleh Allah subhanallahu wata’ala. Namun, ketika kita berniat buruk dan belum kita lakukan, insyaallah itu tidak akan diganjar dosa oleh Allah subhanallahu wata’ala. Tapi ketika kita melakukan niat buruk tersebut, maka itu akan diganjar dosa, satu dosa. Itu dia hebatnya Islam, teman-teman. Jadi marilah kita selalu melatih diri kita untuk selalu berniat baik dalam melakukan segala sesuatu. Agar kita dapat pahala yang berlipat ganda dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Jadi, apa yang kita dapat di dunia, itu menjadi bonus, teman-teman. Bonus untuk kita semua. Iya, itu saja dari saya, teman-teman. Sebelum saya menutup podcast ini, ada pantun dari Ibu. Dipersilakan. Oke, menuntut ilmu sangat terpuji. Cakap. Niat tulus karena Ilahi. Cakap. Bukan untuk dipuji sana-sini. Cakap. Dan bukan untuk berbangga diri. Cakep. Masyaallah. Masyaallah, luar biasa sekali pembahasan kita kali ini ya, teman-teman. Kita sama-sama belajar tentang niat dalam ajaran Islam, dari pengertiannya sampai cara melatih diri agar selalu memperbaiki niat. Terima kasih banyak Ibu Martungah atas ilmu dan nasihatnya. Mungkin dari, mungkin ada sedikit pesan dari Ibu sebelum saya saya tutup untuk pendengar podcast terkait niat puasa ataupun niat dalam melakukan ibadah pada bulan Ramadan. Oke. Jadi, jadikan setiap langkah kalian sebagai pelajar, ya, khususnya, ya. Eh, itu selalu eh dengan niat yang baik. Belajar dengan giat, beribadah dengan khusyuk, dan bergaul dengan yang baik. Semua usaha kalian yang dilakukan dengan niat yang benar akan mendapat balasan yang indah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Itu saja. Masyaallah, itu dia pesan dari Ibu Martungah untuk kita semua, teman-teman. Sekian dari saya, Muhammad Yosi Pratista, saya pamit undur diri. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.



