[0:06]Halo semuanya. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang long term liabilities khususnya tentang bonds payable.
[0:20]Nah, untuk referensi yang saya gunakan pada kesempatan kali ini adalah buku dari Warren Reeve di tahun 2018. Bukunya berjudul Accounting 27th edition, penerbitnya Sage Learning dari USA. Nah, apa tujuan dari pembelajaran kita kali ini? Yang pertama adalah untuk mendeskripsikan karakteristik dan terminologi dari bonds payable dan bagaimana kemudian kita membuat jurnal untuk bonds payable tersebut. Sebelum kemudian kita mempelajari tentang bonds payable, kita perlu mengetahui terlebih dahulu dari mana sumber pendanaan perusahaan. Nah, yang pertama sumber pendanaan perusahaan itu berasal dari short-term debt, contohnya kemudian pada saat perusahaan membeli barang atau jasa secara kredit kepada supplier. Yang kedua, sumbernya adalah dari long-term debt, hutang jangka panjang yang umumnya lebih dari 1 tahun. Contohnya kemudian pada saat perusahaan menerbitkan bonds payable atau notes payable. Dan yang ketiga, sumbernya adalah dari ekuitas, contohnya pada saat perusahaan kemudian menerbitkan saham, baik itu common stock maupun preferred stock. Nah, kita masuk ke bonds payable. Bonds payable ini tadi sumber pendanaan perusahaan dalam bentuk hutang jangka panjang. Bonds payable memiliki karakteristik dan terminologi. Nah, bonds ini dia adalah bentuk dari hutang yang memiliki bunga ya, ada interest bearing note, dia adalah interest bearing note. Dia akan membutuhkan pembayaran yang secara, pembayaran bunga secara periodik dengan face amount yang akan dibayarkan di akhir masa jatuh temponya.
[2:16]Jadi pembayaran yang secara reguler itu adalah berasal dari bunganya, sedangkan face amount-nya dari bonds payable ini akan dibayarkan pada saat jatuh tempo. Face amount dari masing-masing bond ini disebut juga principal, nah biasanya kalau di luar negeri $1,000 or a multiple of $1,000. Nah, principal ini akan di-repayed on the dates of maturity, jadi pada saat nanti jatuh tempo, principal ini yang akan dibayar.
[2:57]Sedangkan secara reguler tadi disampaikan bahwa yang akan dibayar adalah bunganya, baik itu secara annually, tiap tahun, semi-annually setiap tahun atau quarterly. Nah, kontrak yang kemudian disepakati oleh issuing bond ya company dari yang meng-issue bond tersebut dan bondholdernya disebut sebagai bond indenture. Nah, dua tipe dari bonds yang paling kita sering temui adalah term bonds dan serial bonds. Term bonds itu adalah bonds yang akan jatuh tempo atau obligasi yang akan jatuh tempo pada satu tanggal, sedangkan serial bonds ini adalah obligasi yang akan jatuh tempo pada beberapa tanggal. Ada juga jenis dari obligasi yang lebih complicated strukturnya, yang pertama adalah convertible bond. Bond ini bisa, bond jenis ini bisa kemudian dipertukarkan dengan surat berharga lainnya atau common stock. Selain itu ada juga callable bond atau obligasi yang kemudian bisa dibeli kembali oleh perusahaan sebelum jatuh temponya. Nah, kemudian apa saja yang didapatkan oleh perusahaan pada saat dia menerbitkan bonds? Nah, sebelum kemudian kita tahu berapa yang akan didapatkan oleh perusahaan pada saat menerbitkan obligasi, maka kita perlu tahu apa saja yang perlu diperhatikan oleh perusahaan. Yang pertama, yang perlu diperhatikan adalah berapa nih face amount-nya, kemudian berapa suku bunganya dan berapa suku bunga pasarnya. Jadi, face amount, interest rate dan market rate. Face amount dan interest rate ini bisa dilihat pada bond indenture. Nah, interest rate yang akan dibayarkan ini disebut sebagai contract rate atau coupon rate. Jadi kalau menemui istilah contract rate atau coupon rate itu adalah artinya interest rate yang tercantum dalam bond indenture. Sedangkan market rate of interest, sometimes called the effective rate of interest, is the rate determined from sales and purchases of similar bonds.
[5:09]Nah, pada saat kemudian bonds diterbitkan dengan interest rate yang lebih kecil daripada market rate, maka obligasi tersebut akan dijual pada harga diskon. Karena obligasi tersebut tidak bisa memberikan penawaran yang lebih tinggi daripada market, sehingga harganya harus dijual dengan harga diskon. Kalau market rate sama dengan contract rate yang ditawarkan, maka obligasi akan terjual pada face amount. Nah, namun kalau perusahaan bisa menawarkan rate yang lebih tinggi dari yang di pasar, maka obligasi ini akan dijual pada premium.
[5:55]Nah, kita lihat di sini, contoh yang pertama adalah bond issued at face amount. Nah, bond issued at face amount pada saat interest rate sama dengan market rate. Di sini kita lihat interest rate-nya 12, contract rate ya, sama 12, ya, 12% dan market rate-nya juga sama 12%. Nah, di sini jelas kalau sudah sama begini, maka perusahaan akan mendapatkan senilai sama dengan face amount-nya. Jadi, jurnalnya adalah cash to bonds payable senilai Rp100.000.
[6:33]Nah, pada saat kemudian pembayaran bunga. Bagaimana pada saat pembayaran bunga? Nah, untuk obligasi ini dibayarkan secara semi-annually setiap Juni tanggal 30 dan Desember tanggal 31, ya. Nah, pada tanggal 30 Juni maka perlu membuat jurnal untuk pembayaran bunga, interest expense to cash senilai 6.000, dapatnya dari mana? Dapatnya dari Rp100.000 face amount-nya, dikalikan dengan interest rate-nya, coupon rate-nya, dikalikan juga dengan setengah tahun karena pembayaran bunganya adalah semi-annually. Nah, pada saat kemudian jatuh tempo, maka kita perlu membayar kembali bonds payable tersebut senilai face amount-nya, bonds payable to cash senilai Rp100.000. Nah, kita lihat untuk contoh dari bonds yang diterbitkan pada harga diskon. Kalau kita ingat tadi diskon itu muncul, harga diskon muncul pada saat market rate itu lebih besar daripada interest rate-nya. Kita lihat di sini market rate-nya 13%, contract rate atau interest rate-nya ini adalah 12%. Coupon rate-nya 12%, sehingga di sini munculnya harganya diskon. Kalau kita lihat bagaimana jurnalnya berbeda dengan pada saat diterbitkan pada face amount, di sini perbedaannya adalah kalau tadi cash to bonds payable langsung Rp100.000, maka di sini cash and discount on bonds payable to bonds payable. Nah, kita lihat di sini kalau ada kondisi diskon seperti ini, maka kita akan memunculkan akun discount on bonds payable. Akun discount on bonds payable itu adalah akun kontra dari bonds payable ya.
[8:35]Nah, sehingga nanti akan kita lihat di sini, carrying amount dari bonds payable ini adalah senilai dari face amount-nya dikurangi dengan amortized discount-nya. Nah, kalau ada diskon nanti perusahaan wajib kemudian melakukan amortisasi. Bagaimana cara kemudian mengamortisasi bond discount? Nah, di sini ada jurnalnya interest expense to discount on bonds payable. Nah, kalau ternyata bersamaan dengan pembayaran bunga, maka kita akan membuat jurnal interest expense and premium on bonds payable to cash.
[9:29]Nah, bagaimana kemudian kalau obligasi diterbitkan pada premium? Premium tadi kita ingat kalau coupon rate atau contract rate lebih besar daripada market rate-nya. Atau kalau dilihat di sini, coupon rate-nya adalah 12% dan market rate-nya adalah 11%. Maka jurnal yang muncul adalah cash to bonds payable and premium on bonds payable.
[10:00]Kalau tadi kita ingat bahwa discount on bonds payable itu punya saldo normal di debit, kalau premium on bonds payable ini memiliki saldo normal di kredit. Nah, kita lihat sekarang carrying amount dari bonds payable ini adalah Rp100.000 ditambah dengan premi-nya. Kalau tadi discount on bonds payable pada saat amortisasi itu sifatnya menambah dari face amount, ya, menambah dari carrying amount. Nah, tapi kalau untuk premium ini nanti sifatnya dari amortisasinya adalah mengurangi carrying amount dari bond. Baik itu premium maupun diskon, semuanya akan dilakukan amortisasi. Jadi sama tadi seperti bond discount, bond premium juga harus diamortisasi selama masa manfaat dari obligasi tersebut. Amortisasi premium ini mengurangi contract rate of interest on a bond to the market rate of interest that existed on the date the bonds were issued. Jadi jurnal untuk amortisasi seperti kebalikan dari diskon ya. Kalau tadi interest expense to discount, maka kalau untuk amortisasi premium adalah premium on bonds payable to interest expense.
[11:20]Kalau di, pada saat amortisasinya bersamaan dengan pembayaran bunga, maka jurnalnya adalah interest expense and premium on bonds payable to cash.
[11:33]kita kemudian membahas juga tentang bond redemption atau membeli kembali obligasi yang sudah ada di pasar sebelum jatuh temponya. Nah, tadi ingat ya, ada yang namanya callable bond. Nah, callable bond ini bisa atau boleh kemudian dibeli kembali oleh perusahaan sebelum masa jatuh temponya ini karena ada beberapa penyebab. Biasanya yang pertama ini adalah market rate dari interest declines di bawah dari contract rate of interest-nya. Jadi kalau ini diteruskan maka akan menyebabkan perusahaan membayar bunga yang lebih tinggi daripada yang ada di pasar. Jadi harus dibeli kembali, kemudian dia bisa menerbitkan bonds payable yang baru dengan rate yang hampir sama dengan yang ada di pasar.
[12:34]Nah, biasanya perusahaan akan me-redeem obligasinya pada harga yang berbeda dengan carrying amount-nya. Jadi akan sangat mungkin muncul gain atau loss pada saat kemudian bond redemption ini dilakukan. Gain muncul pada saat kemudian harga yang dibayarkan untuk obligasi ini di bawah dari carrying amount obligasi. Nah, kemudian loss itu muncul pada saat kita perlu membayar lebih mahal daripada carrying amount-nya. Dan gain sama loss ini akan kita laporkan pada other income atau loss di income statement. Oke. Nah, sekian materi pada topik kali ini. Kita akan lanjutkan pada topik berikutnya. Terima kasih, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


![Thumbnail for Gota #124 ANTISSEPSIA CIRÚRGICA DAS MÃOS by [gotas de conhecimento em odontologia] PUC Minas](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fimg.youtube.com%2Fvi%2FVK9wblEUOxA%2Fhqdefault.jpg&w=3840&q=75)
