Thumbnail for Pengelolaan Sampah di Jepang (moeru gomi , shigen gomi) by Dianni Risda

Pengelolaan Sampah di Jepang (moeru gomi , shigen gomi)

Dianni Risda

19m 31s2,020 words~11 min read
Auto-Generated

[0:14]Minasan Koniciwa, Nihongo Corner e Youkoso. Halo teman-teman semuanya, selamat datang dan ketemu lagi di Nihongo Corner, tempat kita belajar bahasa, budaya, dan segala sesuatu terkait Jepang. Dalam video ini saya akan sharing tentang sampah dan pengelolaan sampah di Jepang. Jadi bagaimana sampah dikelola di Jepang, bagaimana masyarakat Jepang hidup dengan lingkungan yang bersih itu erat kaitannya dengan pengelolaan sampah. Kali ini saya sedang berada di tempat pembuangan sampah atau tempat penampungan sampah di masing-masing area di Jepang. Jadi di Jepang itu pembuangan sampah itu dikelola oleh kantor kota, pemerintah kota dan dari pemerintah kota diserahkan kepada atau perusahaan-perusahaan pengelola sampah. Dan di setiap area disediakan atau tempat di mana masyarakat bisa membuang sampahnya tergantung tempat mereka tinggal. Dan kita lihat di sini ada jadwal pembuangan sampah hari apa saja dan jenis sampah apa saja bisa dilihat dari jadwal dan yang tertulis dalam lembaran ini atau dalam tempat ini. Nah sekarang kita lihat di sini juga ada atau ini pelindung sampah. Jadi kalau misalnya masyarakat sudah mengumpulkan sampahnya di satu tempat, biasanya mereka tutup karena khawatir ada burung gagak yang biasanya suka sampah itu. Jadi sudah disediakan ini dan nanti tertutup sampai nanti di dalam waktu yang sudah ditentukan, mobil datang untuk mengambil sampah. Hal yang paling mendasar di dalam pengelolaan sampah adalah Gomi no Bunbetsu atau memilah-milah sampah. Jadi setiap warga itu harus memilah-milah sampah terlebih dahulu sebelum ia membuangnya. Sampah dikelompokkan ke dalam bermacam-macam kategori dan setiap Shiyakusho atau Kuyakusho atau kantor kota membuat panduan yang jelas tentang pemilahan sampah-sampah tersebut. Sehingga masyarakat tidak kebingungan untuk mengelompokkan sampah mana yang harus masuk kategori sampah terbakar atau sampah organik, mana yang termasuk sampah yang recycle dan yang lainnya. Informasi terkait sampah tersebut biasanya disampaikan melalui website resmi kantor kota atau Kuyakusho atau Shiyakusho. Selanjutnya marilah kita perhatikan jenis-jenis sampah. Yang pertama adalah Moeru Gomi. Moeru itu artinya terbakar. Yang Moeru Gomi adalah sampah yang bisa terbakar. Moeru Gomi ini termasuk di dalamnya sampah rumah tangga, sampah ini ya, sampah basah seperti sisa makanan, kemudian tulang ikan dan sebagainya. Pakaian-pakaian bekas, bekas minyak, kemudian bekas pak telur dan yang lainnya. Ini semuanya ada panduannya di Shiyakusho atau di Kuyakusho. Selanjutnya adalah Moenai Gomi atau sampah yang tidak bisa terbakar. Moenai Gomi ini seperti gunting yang sudah rusak atau yang terbuat dari logam dan yang lainnya. Bisa dilihat di gambar di sini. Selanjutnya adalah Shigen Gomi atau sampah yang dapat didaur ulang. Sigen Gomi ini seperti surat kabar yang sudah tidak dipakai lagi, kemudian kardus atau bekas-bekas katalog atau kertas-kertas bekas iklan yang lainnya dan semuanya ini dikumpulkan. Dikemas rapi dulu, diberi tali, diikat dulu dengan tali baru disimpan di tempat pembuangan sampah sesuai dengan jadwalnya. Selain itu Sigeng Gomi itu bisa berupa kaleng atau botol bekas minuman, botol bekas minyak atau plastik itu pet botol atau tempat susu yang terbuat dari apa kertas yang tebal itu, kemudian kardus atau pakaian bekas. Seperti majalah-majalah, itu juga masuk kategori Sigen Gomi atau sampah yang bisa di recycle. Ini tata cara pembuangannya juga tidak bisa sembarangan kalau botol itu harus dibuka dulu tutupnya, kemudian dibersihkan dulu. Begitu juga kaleng-kaleng itu dibuang dulu ininya, isinya baru kita kumpulkan. Jadi semuanya pengumpulannya juga tidak sembarangan asal simpan tetapi dikemas rapi. Jenis sampah selanjutnya adalah Sodai Gomi. Sodai Gomi adalah sampah-sampah besar. Yaitu sampah dari rumah tangga seperti meja tulis, bekas tempat tidur, kulkas atau barang-barang yang lainnya. Ini besar dan Sodai Gomi kecil. Sodai Gomi besar itu apabila beratnya di atas 10 kilo atau lebarnya lebih dari 1 m kubik dan ini biasanya memerlukan biaya 600 yen untuk membuang satu barang tersebut. Sedangkan Sodai Gomi kecil apabila beratnya kurang dari 10 kg dan volumenya kurang dari 1 m kubik, biayanya ini 300 yen. Ini biasanya berbeda-beda tergantung kota atau Shiyakusho atau cook-nya. Berbeda dengan sampah biasa, Moeru Gomi, Moenai Gomi dan Sigen Gomi, Sodai Gomi ini ada satu prosedur yang harus dilakukan untuk membuangnya. Yang pertama kita mendaftarkan dulu, kita telepon ke Shiyakusho ke bagian sampah dan di sana kita akan ditanya barang apa yang akan dibuang, kemudian diarahkan untuk membeli stiker atau semacam karcis ya. Karcis atau kartu atau apalah sejenisnya itu di convenience store, membeli sesuai dengan barang yang akan kita buang. Lalu barang tersebut dikeluarkan dari rumah sesuai dengan petunjuknya hari apa dan ditempelkan si stiker itu di barang yang akan dibuang. Nanti petugas akan mengambil sesuai dengan yang telah dijanjikan atau telah sesuai dengan apa yang disampaikan melalui telepon. Hari ini kelihatannya adalah jadwal pembuangan sampah yang terbakar atau Moeru Gomi. Moeru Gomi ini biasanya dalam satu minggu itu ada dua hari jadwal pembuangannya, tetapi harinya biasanya berbeda-beda tergantung wilayahnya. Jadi ada yang Rabu, Sabtu, ada yang hari yang lain juga. Yang jelas di setiap wilayah hari pembuangan untuk Moeru Gomi ini adalah dua hari ya di manapun. Orang-orang itu tahu ya mereka sudah sudah tahu jadwalnya sehingga pada saat hari pembuangan tersebut, langsung mereka simpan di tempat-tempat yang memang sudah dipatok ditentukan sebelumnya. Nah, untuk pembuangan sampah ini tidak bisa kita buang dari beberapa hari sebelumnya misalnya. Itu harus di harinya atau malam-malamnya. Kalau di atas jam 9.00 malam itu baru boleh kita simpan di tempat pembuangan apa penampungan sampah. Dan itu harus rapi memakai plastik yang sudah ditentukan, plastik sesuai dengan areanya masing-masing dan diikat. Jadi jangan sampai berserakan di mana-mana. Dan masyarakat juga inisiatif sendiri ya di setiap jicita-jicita itu apa ya semacam pengurus RW mungkin ya kalau di kita. mereka membuat atau menyediakan ami atau net ya seperti tadi di di awal video itu untuk menutupi sampah-sampah dari serangan burung gagak karena di Jepang itu banyak sekali burung gagak yang sering makan. Oke ini saya ambil ketika saya jalan pagi dan ini lokasinya di Kokudo Ichigo Seng atau Jalan Nasional Rute 1. Jadi rute 1 ini adalah jalan nasional dari Osaka hingga ke Tokyo. Sedangkan dari Osaka sampai ke Hiroshima itu rute 2. Dari gambar ini bisa kita lihat betapa masyarakat Jepang itu sangat disiplin sangat peduli kepada orang yang akan mengambil sampah ini dan sampah-sampah ini ditata dengan rapi sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan ya.

[9:00]Harus memakai kantong plastik khusus, kemudian diikat dan terlebih dahulu sudah mereka pilah-pilah antara sampah kom atau sampah yang bisa terbakar dengan sampah yang bisa didaur ulang atau sampah yang tidak bisa terbakar. Dan terlihat pula bahwa pemerintah betul-betul memberikan informasi yang lengkap baik mengenai jenis-jenis sampah, kemudian mengenai jadwal pengambilan sampah tersebut atau informasi-informasi lain yang ditempel di tempat-tempat yang ditentukan sebagai tempat pengumpulan sampah. Kemudian di sini juga ada peringatan bahwa masyarakat tidak boleh membuang sampah tersebut di hari selain hari yang ditentukan atau di malam harinya ya. Jadi tidak boleh buang di hari sebelumnya misalnya. Di sini kita lihat ada mobil untuk pengangkut sampah sedang berada di satu daerah di mana di situ ada titik-titik atau poin-poin tempat pengumpulan sampah. Dan kita lihat bagaimana para petugas Dinas Kebersihan ini mengambil sampah dari lokasi-lokasi pengumpulan sampah dimasukkan ke dalam mobil dan dipres di situ ya. Jadi tidak tidak acak-acakan ke mana-mana karena si sampahnya itu langsung dipres ya di dalam mobil tersebut.

[10:45]Dalam gambar ini tampak suasana di pemukiman di daerah distrik Ota ya, salah satu bagian dari Kota Tokyo.

[10:57]Di pemukiman ini berbeda ya dengan di kita, ini tidak memakai pagar ya untuk untuk rumah-rumah ya. Yang memakai pagar biasanya lama, nanti yang lainnya tetapi tampak teratur ya. Jadi tumpukan-tumpukan sampah juga ini tidak sembarangan karena sesuai dengan yang telah ditentukan sebelumnya. Dan di situ juga ditempel ada informasi. Video ini diambil di bulan Desember, di akhir bulan Desember dan di sini sudah ada pengumuman bahwa tanggal 31 Desember sampai 3 Januari itu tidak ada pemungutan sampah.

[11:37]Hari ini hari Jumat, hari ini adalah jadwal pembuangan sampah-sampah yang bisa di recycle atau Sigen Gomi.

[11:50]Seperti apa sampah yang bisa di recycle itu seperti kertas-kertas yang bekas, koran, kemudian kami pak itu semacam apa? Pak bekas susu gitu yang kayak apa namanya?

[12:15]Kemudian kaleng spray, kaset bombe itu kayak apa ya? Kayak kompor kecil, itu yang paket.

[12:41]Dan sejenisnya. Jadi di hari ini kita buang di tempat yang sudah ditentukan, masing-masing area mempunyai tempat yang sudah ditentukan dan nanti akan datang mobil yang mengangkut. Nah kita lihat sampahnya seperti apa? Ini ada botol, kemudian ini pet botol, ini pet botol dan tole ya. Tole alas daging ikan punya, kemudian di sini ada ada kardus atau dambol.

[13:26]Ada majalah-majalah bekas dan biasanya mereka menyimpan rapi ya. Kemudian di sini masih ada yang lainnya seperti pet botol dan sebagainya. Nah ini perusahaan yang mengangkutnya, ini dikelola oleh kota masing-masing kota, tetapi perusahaan yang mengolahnya atau mengangkutnya itu berbeda-beda. Biasanya perusahaan yang di bekerja sama dengan pemerintah kota. Jadi meskipun ini sampahnya dalam satu hari itu satu kategori itu yang Sigen Gomi tapi yang mengangkutnya itu berbeda-beda. Tadi sudah datang mobil pengangkut sampah koran dan sejenisnya itu sudah diambil nanti. Ini nanti tadi saya tanyakan, ini saya buang ini bisa enggak? Oh iya nanti itu katanya yang angkutnya mobil yang berbeda. Jadi ini di angkut oleh mobil yang berbeda. Oke ini adalah mobil yang mengangkut sampah yang recycle atau Sigen Gomi. Nah ini kebetulan lewat di sekitar tempat saya tinggal dan mereka di sini tugasnya mengambil Dambor Dambor. Ini sempat ada pembicara, percakapan dulu antara saya dengan mereka karena mereka saya juga enggak enak ya. Jadi minta izin dulu untuk ambil videonya dan mereka mengambil Dambor atau kardus-kardus lalu dimasukkan ke situ dan di di press di dalam mobil tersebut.

[15:09]Di sini hal positif yang dapat kita perhatikan dari video ini adalah betapa orang Jepang itu sangat profesional terhadap pekerjaannya. Mereka tidak membeda-bedakan apakah itu pekerjaannya kotor atau pekerjaannya hina, tidak ada pandangan seperti itu. Baik, baik mereka itu petugas pembersih sampah atau petugas atau pegawai yang lainnya, mereka mendapatkan perlakuan dan penghargaan yang sama di masyarakat. Jadi di sini juga kita melihat salah satu dari petugasnya ini adalah anak yang sangat masih sangat muda ya. Jadi mereka tidak ada rasa malu atau rasa gengsi untuk mengerjakan pekerjaan ini. Nah kalau tadi mobil yang mengcollect sampah kardus ini datang lagi mobil yang lainnya yang mengambil sampah-sampah seperti pet botol dan tore-tore yang lainnya gitu ya. Jadi masing-masing memang mempunyai tugasnya sendiri-sendiri. Di sini bisa kita lihat sampah yang sudah diambil pun masih mereka pilah-pilah lagi ya. Ada yang dimasukkan ke dalam truknya dipres, ada juga yang dimasukkan ke dalam kantong plastik dan ke dalam apa namanya net gitu ya. Jadi masih dipilah-pilah ya kalau ada mungkin yang berbeda. Nah setelah selesai memasukkan sampah, mengkolek sampah ke dalam truk ini, salah satu pegawainya ya seorang driver-nya langsung meluncur dan satu pegawainya dia tidak naik lagi ke truk. Tetapi dia berlari ke depan gitu, langsung mengerjakan sampah yang ada di depannya dan dimasukkan ke dalam keranjang. Nanti mobil atau truknya segera menyusul sehingga pekerjaan menjadi lebih cepat. Jadi mereka tidak santai ya mengerjakannya itu tetapi betul-betul dengan keseriusan dan kesungguhan. Selanjutnya ini adalah proses pengambilan sampah-sampah daur ulang atau recycle. Ini bentuk truknya juga agak berbeda. Ini di tempat yang lain tapi masih di daerah Ota juga. Ini menggunakan truk yang lain karena perusahaannya juga berbeda dan ini kelihatannya dia mengambil sampah-sampah berupa majalah-majalah atau koran-koran. Jadi tidak dihancurkan atau tidak dibakar, tetapi akan didaur ulang misalnya menjadi tisu atau menjadi barang-barang yang lainnya. Itu tadi kita sudah melihat bagaimana sampah yang terbakar atau Moeru Gomi dan Sigen Gomi dikumpulkan. Di sini kita bisa melihat bagaimana disiplinnya orang Jepang memilah-milah sampah, kemudian mengemasnya sedemikian rupa sehingga sampah itu bukan tampak seperti sampah yang kotor dan menjijikkan, tetapi rapi dan dia juga memikirkan bagaimana pekerja Dinas Kebersihan mengumpulkan atau mengambil sampah-sampah tersebut. Jadi bukan hanya memikirkan kepentingan sendiri, tapi bagaimana untuk memberikan kemudahan kepada para pegawai untuk mengkolek atau mengambil sampah-sampah tersebut.

[18:53]Begitu cepat, begitu aktif mereka tidak saling mengandalkan, tidak ada yang loyo-loyo atau pelan-pelan tapi semuanya gerak cepat. Demikian tadi sharing saya seputar sampah, khususnya pengelolaan sampah yang dapat terbakar atau Moeru Gomi dan sampah yang dapat di recycle atau didaur ulang atau disebut Sigen Gomi. Semoga video ini bermanfaat dan sampai ketemu lagi dalam video-video yang lainnya. Minasan Kongkaiwa Komade. Jikai no Bideo Tanoshimi ni Shite Kudasai ne. Dewa mata aimasho.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript