[0:13]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat datang kembali di Sabir. Semarak Virtual Ramadhan MIN 1 Temanggung tahun 1447 Hijriah. Alhamdulillahilladzi walana Syahr Ramadhan, Syahr Syiam wa Syahro Magfiroti Warahmah. Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli wa sallim ala sayyidina Muhammadin wa ala alihi wasohbihi ajmain, Amma ba'd. Alhamdulillah hirobbil alamin segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat iman, nikmat Islam. Selawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, keluarga, sahabat dan kita semua sebagai umatnya. Soimin Soimat rahimakumullah. Puasa bukan sekedar menahan lapar dan haus. Tetapi juga melatih kejujuran. Mengapa demikian? Karena saat berpuasa tidak ada manusia yang benar-benar mengawasi kita. Kita bisa saja makan atau minum dengan diam-diam. Tetapi kita memilih untuk tidak melakukan hal itu, karena takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Inilah esensi kejujuran yang sesungguhnya. Jujur meskipun tidak ada yang melihat. Kejujuran yang diajarkan dalam berpuasa akan melahirkan perilaku ihsan. Perilaku agar manusia ikhlas beramal semata hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sebagaimana Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam pernah ditanya perihal pengertian ihsan. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab, "Hendaklah engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Sekalipun engkau tidak melihat-Nya, namun Allah tetap melihatmu." Hadits Riwayat Bukhari. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Kullu amal ibni Adam lahu illas siam. Fainnahu li wa ana ajzibi. Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu milikku dan aku sendiri yang akan membalasnya. Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim. Hadits ini menunjukkan bahwa puasa adalah ibadah yang sangat personal antara hamba dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Jika seseorang tidak jujur dalam berpuasa, maka hanya dirinya sendiri yang akan merugi.
[3:33]Soimin Soimat rahimakumullah. Kejujuran yang dilatih saat berpuasa seharusnya terbawa dan membekas ke dalam kehidupan kita sehari-hari. Seperti jujur dalam perkataan dan perbuatan. Jujur dalam mengemban amanah dan tugas. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, "Ya ayyuhalladzina amanu taqullaha wa kunu ma'al shodiqin. Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur." Quran Surat At-Taubah ayat 119. Soimin Soimat rahimakumullah. Mari kita jadikan puasa sebagai sekolah kejujuran. Sebagai madrasah kejujuran agar setelah Ramadan kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bersih hatinya dan lebih lurus perilakunya. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala menerima puasa kita dan menjadikan kita termasuk hamba-hambanya yang jujur. Allahumma sholli ala sayyidina Muhammadin wa ala alihi wasohbihi ajmain. Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Maha Mulia yang menyukai permintaan maaf. Maafkanlah kami, maafkanlah kami, maafkanlah kami yang Maha Mulia. Rabbana atina fid dunya hasanah. Wa fil akhiroti hasanah wa qina adzaban nar. Wa shollallahu ala sayyidina Muhammadin wa ala alihi wasohbihi ajmain.



