[0:10]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo semuanya, selamat datang di Kurma, Kuliah Ramadan. Bersama saya Ani dan narasumber kita adalah Ibu Jeki Hijriyani, S.Ag. Beliau adalah guru agama Islam di SMA Negeri 1 Lolakulu. Hari ini kita akan membawakan tema berbuat baik dalam Islam. Ibu, dalam kehidupan kita sehari-hari banyak sekali perbuatan-perbuatan yang kita lakukan. Jadi perbuatan baik dalam Islam seperti apa yang harus kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari? Baik, sebelum Ibu jawab pertanyaan dari Ani, terlebih dahulu Ibu sapa dulu. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah pada hari ini Ibu diberi kesempatan untuk podcast dalam rangka Kurma Kuliah Ramadan. Dan pada kesempatan kali ini Ibu akan membawakan tema tentang berbuat baik dalam Islam. Tadi ada pertanyaan perbuatan baik seperti apa yang kita lakukan sehari-hari? Padahal dalam keseharian kita itu kan selalu berbuat berbuat ya, melakukan suatu perbuatan. Apakah perbuatan itu masuk dalam perbuatan baik dalam Islam atau tidak? Itu kan pertanyaannya ya? Oke, di sini Ibu akan menjawab pertanyaan dari Ani. Bahwa dalam Islam berbuat baik atau dalam kata lain dinamakan Ihsan. Berbuat baik artinya itu adalah dalam bahasa Arab Ihsan. Contoh yang utama yaitu pertama berbuat baik atau berbakti pada orang tua.
[2:27]Dalam Al-Qur'an dikatakan wa qada rabbuka alla ta'budu illa liyabudu ihsana. Jadi ihsan itu adalah berbuat baik. Yang kedua, berbuat baik eh contoh yang kedua yaitu jujur. Jujur. Yang ketiga bersedekah. Yang berikutnya yaitu memuliakan tetangga. Yang berikutnya menjaga lingkungan dan yang terakhir yaitu memaafkan. Ya, dari contoh-contoh utama itu apakah sudah pernah ya atau sering kita lakukan? Nah, Ibu tanya dulu dari contoh yang Ibu sebutkan tadi Ani ada yang mana yang sudah Ani lakukan? Eh, banyak, ada beberapa lah, seperti memuliakan tetangga, seperti kayak misalnya kan kita ada memberi makanan lebih kayak kasih ke tetangga. Atau bahkan mungkin kayak untuk fakir-fakir miskin juga. Seperti itu ya? Oke, ya. Jadi berbuat baik dalam Islam itu jangkauannya luas ya, ya. Pengertiannya luas seperti contoh berbakti kepada kedua orang tua atau birrul walidain. Birrul walidain di sini contohnya kita berkata lemah lembut. Ya. Wa qullaf, jangan katakan ah. Ya. Pada keduanya, maksudnya pada kedua orang tua kita. Nah, itu. Nah, kemudian eh berbuat baik di sini dikategorikan secara umum ya. Dikategorikan ada beberapa hal yaitu eh berbuat baik kepada Allah, ya. Berbuat baik kepada orang tua, berbuat baik kepada sesama manusia. Ya, karena kita manusia sifatnya sosial selalu tergantung kepada manusia yang lain. Kemudian yang keempat yaitu berbuat baik kepada lingkungan. Oke, jadi Ibu jelaskan satu per satu ini ya. Ya, tadi contohnya berbuat baik kepada Allah. Nah, bagaimana cara kita berbuat baik kepada Allah? Yang pertama yaitu kita salat tepat waktu. Ya. Salat di awal waktu.
[5:20]Kemudian yang kedua, kita selalu membaca Al-Qur'an.
[5:26]Jadi Al-Qur'an itu kita punya bukan hanya sekedar untuk pajangan ya, di buket, di kamar, ya, di ruang tamu. Nah, tapi itu untuk di dibaca. Kemudian yang ketiga yaitu eh berbuat baik kepada Allah yaitu tentang ikhlas. Ikhlas itu berarti kita melakukan perbuatan baik tidak mengharapkan pujian, sanjungan ya, atau tepuk tangan dari manusia. Tapi mengharapkan semata-mata mengharapkan ridho dari dari Allah, itu namanya ikhlas. Nah, kemudian yang berikutnya yaitu bersyukur. Ya. Bersyukur di sini eh diartikan bahwa apa yang kita punya, apa yang kita dapat kita selalu bersyukur. Kalaupun kita mengharapkan nikmat itu lebih ya, berarti itu ada ikhtiar, ada usahanya. Ya. La insakartum la azidanakum walain kafartum inna azabi lasyadid. Itu dalam Al-Qur'an jelaskan seperti itu. Jadi barang siapa bersyukur atas nikmatku, kata Allah, bahwa Allah akan menambah nikmatnya. Dan barang siapa yang tidak mensyukuri atas nikmatku bahwa azab Allah itu sangat pedih.
[7:10]Ya. Yang berikutnya, berbuat baik kepada Allah yaitu istighfar. Nah, makna istighfar di sini adalah mohon ampun. Bahwa setiap manusia itu pasti punya salah ya, eh salah pasti kesalahan itu kepada manusia. Ya, dan yang lebih apa namanya? Kesalahan yang lebih yang kedua pasti kesalahan kepada kepada Allah. Ya. Nah, di sini kita eh berbuat baik kepada Allah, yang terakhir itu adalah beristighfar. Gitu ya. Oke. Yang kedua, kategori berbuat baik di sini tadi adalah berbuat baik kepada orang tua. Ya, selagi kita mempunyai orang tua kita apa namanya, sebagai anak selalu menginginkan orang tua kita ini bahagia. Ya. Walaupun kita belum bisa membalas segala kebaikan orang tua kita, minimal ya, kita jangan menyakiti hati beliau. Ya. Jadi kita eh berbuat baik kepada orang tua itu cukup berbakti kepada orang tua dan membahagiakannya. Kalau membahagiakan karena kalian masih sekolah ya, bukan dengan cara finansial ya, tapi dengan eh membahagiakan dengan berkata lemah lembut ya, penuh kasih sayang. Nah, kemudian eh mengikuti aturan yang sudah diberi oleh orang tua di rumah gitu ya. Oke. Yang berikutnya yaitu berbuat baik kepada sesama manusia. Ya, berbuat baik ke manusia ini banyak. Yang pertama yaitu kita eh bersedekah. Ya, yang namanya sedekah di sini, nah kembali lagi bukan eh harus finansial, bukan harus berupa uang ya. Sedekah di sini bisa dengan eh senyuman. Ya. Sedekah yang paling ringan itu ya senyum. Ya, dengan tersenyum.
[10:18]Kemudian yang kedua eh sedekah yang paling ringan itu adalah menyingkirkan ya, menyingkirkan atau membuang duri di tengah jalan.
[10:59]Itu hal yang sepele ya, antara senyum dengan menyingkirkan duri, tapi itu dianggapnya kita itu adalah hal yang biasa, padahal itu luar biasa. Ya.
[11:39]Yang kedua berbuat baik kepada sesama yaitu menolong. Menolong dalam artian di sini adalah kita eh membantu kepada sesama apabila mereka membutuhkan. Ya, membantu dalam hal eh apa yang bisa kita berbuat untuk meringankan saudara kita. Ya. Kemudian eh untuk kategori berbuat baik yang terakhir yaitu berbuat baik kepada lingkungan. Ya. Berbuat baik kepada lingkungan di sini yaitu eh selalu membuang sampah tepat pada tempatnya. Kemudian eh memelihara tanaman yang ada di sekitarnya. Jadi yang namanya berbuat baik dalam Islam itu eh merupakan eh salah satu bagian dari iman. Ya, atau sub'ul iman ya, bagian-bagian dari iman. Jadi bagian dari iman cabang-cabang iman ya, itu bukan hanya rukun iman, rukun Islam, tapi berbuat baik itu juga sebagian dari dari iman. Ya, karena dalam surah Al-Isra ayat 7 itu dijelaskan in ahsantum ahsantum biangfusikum. Wa in asaktum falahar, ya. Karena suatu kebaikan itu akan kembali kepada diri kita. Ya. Dan apabila itu eh perbuatan yang tidak baik, perbuatan buruk, maka akan kembali kepada pelakunya.
[13:54]Jadi eh Ibu sarankan, Ibu sampaikan di sini, selalu lah berbuat baik ya. Sekecil apapun itu perbuatan baik ya, kita tidak tahu mana perbuatan baik yang nantinya yang akan menolong kita di di akhirat. Ya, demikian eh materi dari Ibu. Baik, Bu, terima kasih banyak. Eh sekarang kita akan masuk ke sesi tanya jawab ya, Bu? Boleh, silakan.
[14:31]Baik, Bu. Di sini saya ada beberapa pertanyaan yang akan saya tanyakan kepada Ibu. Yang pertama, dalam Islam berbuat baik bukan hanya ibadah ritual, tapi juga akhlak kepada sesama. Menurut Ibu, bagaimana cara menyeimbangkan antara hubungan kita dengan Allah, hablum minallah, dan hubungan baik dengan manusia, hablum minannas di era modern seperti ini? Ya, tadi sudah Ibu sampaikan ya.
[14:58]Eh dalam kehidupan manusia hubungan secara vertikal itu adalah hablum minallah ya, hubungan manusia dengan sang pencipta. Ya. Kemudian ada hablum minannas, hubungan kita dengan sesama manusia. Ya.
[15:21]Jadi eh keduanya ini memang harus eh balance ya, seimbang. Jadi tidak bisa kita hanya beribadah saja kepada Allah, sementara kita dengan manusia tidak ada apa namanya? Berbuat baik sedikitpun kepada sesama manusia. Ya, karena Allah di sini juga eh apa namanya? Menyampaikan ya, bahwa manusia itu sudah Ibu sampaikan tadi ya, itu adalah makhluk sosial yang tergantung yang selalu bergantung kepada manusia yang lain. Ya. Jadi menyeimbangkan antara hubungan kita dengan Allah dan hubungan kita dengan manusia. Itu selayaknya lah harus kita lakukan ya. Kalau orang yang mengerti tentang ilmu bahwa keduanya ini memang harus berjalan seimbang. Ya. Diibaratkan mungkin kalau kita jalan kalau hanya pakai tangan kanan, kaki kanan itu rasanya iya lucu gitu ya. Nah, kalau antara keduanya jalannya seimbang itu kan dilihatnya enak ya. Nah, istilahnya seperti itu. Oke, lanjut ke pertanyaan kedua. Seringkali kita merasa ikhlas saat membantu, tapi di tengah jalan muncul rasa ingin dipuji atau bahkan kecewa saat kebaikan tidak dibalas. Bagaimana tips praktis menjaga hati agar kebaikan yang kita lakukan tetap murni karena Allah? Ya, itu berarti clue-nya ikhlas ya. Ya, ikhlas. Ya. Ikhlas itu memang berat. Ya. Kadang mudah diucapkan tapi berat kita lakukan. Ya, kita laksanakan berat. Ya. Apabila kita sudah melakukan suatu perbuatan baik kepada orang lain, kita mengharapkan juga ya, orang yang sudah kita perlakukan baik itu akan berbuat baik kepada kita. Ya kan? Tapi pada waktu kita sudah memberikan suatu kebaikan kepada orang lain, orang lain ini ternyata tidak berlakubaik kepada diri kita. Rasanya ada sakit hati. Ya kan? Kenapa saya dulu berbuat baik kepada dia, ternyata dia tidak membalas, ya kan? Nah, perbuat baik perbuatan baik saya. Nah, itulah ya, titik lemahnya manusia di situ. Kalau perbuatan ikhlas itu diawali dengan niat ya, dengan niat bahwa melakukan hal itu tidak mengharapkan sanjungan ya kan? Tidak mengharapkan apa namanya, pujian dari manusia. Dan kita hanya mengharapkan ridho dari Allah. Kalaupun orang lain itu membalas suatu kebaikan kepada kita tidak baik. Kita apa namanya? Kita singkirkan saja biarlah ya, karena yang menilai, yang memvalidasi itu bukan manusia tetapi tetapi Allah ya. Karena Allah itu sudah menyiapkan. Menyiapkan pahala sekecil apapun perbuatan buruk, perbuatan baik yang kita lakukan itu ada ganjarannya, ada pahalanya. Ya. Famayya'mal misqala dzarratin syarro ya'ra. Nah, di situ ya, itu ada dalam Al-Qur'an. Jadi ya untuk yang selalu eh ingin selalu berbuat baik, teruslah berbuat baik, jangan berkecil hati. Ya, karena penilaian manusia itu hanya yang dilihat saja. Tapi Allah itu Maha melihat walaupun itu tersembunyi Allah tetap akan menilai bahwa itu adalah perbuatan baik. Ya. Nah, oke. Berikutnya? Masih ada? Masih ada, Bu. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda bahwa perbuatan baik sekecil apapun bisa menghapus dosa. Itu ada di Quran Surah Hud ayat 114. Pertanyaannya, bisakah contohkan perbuatan baik sehari-hari yang sering dianggap sepele, padahal nilainya sangat besar di sisi Allah? Ya, itu tadi sudah saya sampaikan. Apa nih? Kan nanti. Iya, dikat. Dikat ya. Oke, tadi ya.
[20:43]Tadi kan perbuatan baik yang kecil ya, sepele dianggapnya sepele. Ya, itu tadi. Tersenyum. Ya kan? Nah, walaupun mungkin kita bertemu dengan orang, orang itu tidak tersenyum kepada kita. Ya kan? Ya, itu berbuat baik. Kemudian yang kedua menyingkirkan duri di tengah jalan. Ya, menyingkirkan duri. Kenapa? Itu akan membahayakan, membahayakan orang lain. Ya. Berbuat baik di sini nilainya juga merupakan amal jariyah. Ya. Jadi suatu amal yang eh apabila kita sudah meninggal dunia ini pahalanya akan tetap mengalir. Ya. Itu. Bagaimana Islam mengajarkan kita untuk tetap berbuat baik kepada orang yang pernah menyakiti atau berbuat tidak baik kepada kita? Apa motivasi tertinggi dalam hal ini? Ya.
[24:05]Ini bersedekah secara finansial.
[24:11]Oke. Jadi yang namanya bersedekah itu sebenarnya bukan berdasarkan bernilai uang ya. Pikiran itu juga bersedekah. Ya. Berbagi pikiran gitu ya. Nah. Misal eh apa namanya? Dalam organisasi. Biasanya kalau di organisasi itu kan ada apa namanya? Ada Irla, ada Irma, begitu kan? Nah, ada musyawarah gitu ya. Nah, dalam perkumpulan-perkumpulan seperti itu. Nah, dalam musyawarah itu kan berat-berat eh kan ada apa namanya? Berbagi informasi ya kan? Ya, ada berbeda pendapat. Nah, di situ adalah ya. Eh menyumbangkan pikiran kita dalam memberikan ide-ide yang positif itu juga bersedekah. Ya.
[25:16]Bersedekah. Berupa eh apa namanya? Menyumbangkan pikiran. Kemudian tenaga. Nah, contoh dalam misalnya eh di musala kita ada pembangunan. Nah, kalian tidak bisa memberikan secara finansial, bisa dengan tenaga. Nah, itu juga bersedekah. Jadi ukurannya sedekah ini bukan berupa uang. Ya. Nah, itu. Jadi ya itu tadi. Yang namanya berbuat baik itu namanya dengan semuanya itu memang namanya sedekah ya. Sedekah itu ya sama dengan kita beramal jariyah. Ya. Itu. Oke. Masih ada? Baik, eh berarti kesimpulan singkatnya adalah berbuat baik kepada Allah, orang tua, sesama manusia dan lingkungannya itu harus balance, ya. Baik, eh terima kasih banyak, Ibu, untuk ilmu dan nasihatnya, Bu Jeki. Mungkin ada sedikit pesan dari Ibu untuk para pendengar podcast terkait eh dengan berbuat baik dalam Islam sebelum saya tutup. Ya, di sini Ibu akan menyampaikan pesan bahwa sekecil apapun itu tetaplah berbuat baik. Karena perbuatan baik itu akan selalu mengiringi dalam kehidupan kita sampai di akhir nanti. Masyaallah, itu dia pesan dari Ibu Jeki untuk kita semua, teman-teman. Sekian dari saya. Mohon maaf atas segala kesalahan. Eh, kami akhiri, sumassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.



