Thumbnail for PASTI ADA HIKMAHNYA ‼ TANAMAN BAGUS TIBA-TIBA BERUBAH | KELANJUTAN METODE PROFESOR CABAI by Mitra Bertani TV

PASTI ADA HIKMAHNYA ‼ TANAMAN BAGUS TIBA-TIBA BERUBAH | KELANJUTAN METODE PROFESOR CABAI

Mitra Bertani TV

15m 44s2,134 words~11 min read
YouTube auto captions
Transcript source

YouTube auto captions

This transcript was extracted from YouTube's auto-generated caption track. The transcript below is server-rendered so it can be read, searched, cited, and shared without opening the original YouTube player.

Timestamped outline
Pull quotes
[0:36]Video kali ini adalah video yang paling banyak ditunggu oleh Sahabat Tani semua dan yang paling banyak ditanyakan, bagaimana bagaimana hasil atau perkembangan dari budidaya tanaman cabe versi Profesor tanaman cabe.
[1:03]Oke, baik Sahabat Petani semua, kembali lagi bersama saya Zaki di channel Mitra Bertani TV.
[1:03]Seperti yang telah saya jelaskan di awal tadi, pada kesempatan kali ini kita akan membahas hasil atau perkembangan dari lahan milik kita yang kemarin kita aplikasikan versi metode Profesor tanaman cabai.
[1:23]Mungkin sahabat petani semua sudah bertanya-tanya gitu ya, karena sudah cukup lama kita tidak meng-update hasil dari percobaan kita.
Use this transcript
Related transcript hubs

[0:12]Ini adalah masa-masa penyembuhan atau masa-masa pemulihan tentunya belum bisa 100% seperti tanaman sehat, tapi kami insyaallah masih terus berusaha untuk memperbaiki atau atau untuk menjaga supaya tanaman ini masih tetap bisa

[0:36]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Sahabat tani semua. Video kali ini adalah video yang paling banyak ditunggu oleh Sahabat Tani semua dan yang paling banyak ditanyakan, bagaimana bagaimana hasil atau perkembangan dari budidaya tanaman cabe versi Profesor tanaman cabe. Video lengkapnya setelah yang satu ini.

[1:03]Oke, baik Sahabat Petani semua, kembali lagi bersama saya Zaki di channel Mitra Bertani TV. Seperti yang telah saya jelaskan di awal tadi, pada kesempatan kali ini kita akan membahas hasil atau perkembangan dari lahan milik kita yang kemarin kita aplikasikan versi metode Profesor tanaman cabai.

[1:23]Mungkin sahabat petani semua sudah bertanya-tanya gitu ya, karena sudah cukup lama kita tidak meng-update hasil dari percobaan kita. Sedikit gambaran sebenarnya proses kita berhasil. Bisa teman-teman lihat pada video yang ini, silakan teman-teman bisa lihat dari beberapa gambar yang kami ambil berapa waktu lalu sekitar umur tanaman itu sekitar 40-an hari. Dan saat ini sudah berumur sekitar 75 hari setelah tanam. Nah, itu adalah hasil-hasil atau gambar atau video yang kami ambil sebelum kami mengalami kendala. Kronologinya adalah di awal pertumbuhan kita sangat baik, kemudian sangat maksimal. Kemudian sampai di umur sekitar 40-an hari itu tanaman masih sangat optimal, masih sangat sehat dan dari segi pertumbuhan itu bisa dikatakan sangat baik. Dari tingkat kematian bisa dikatakan hampir tidak ada, kemudian yang tingkat serangan virus juga bisa dikatakan tidak ada. Nah, setelah itu, ada kejadian-kejadian yang menurut kami itu di luar kendali kami, makanya kami perlu waktu untuk mengidentifikasi apa yang terjadi pada lahan kami gitu ya. Makanya kami baru bisa menampilkan pada saat ini gitu. Sedikit informasi ya, sahabat petani semua. Sebenarnya kami sudah ingin menyerah. Karena ada faktor di luar kendali kami yang terjadi di lahan kami. Kejadian yang pertama itu ketika umur tanaman sekitar 45 harian setelah tanam, ketika kami tidak di lahan itu ada sesuatu yang mungkin menjadi penyebab tanaman kita jadi rusak. Pertama, tanaman kita mengalami kerusakan yang cukup parah, kami mencoba mengidentifikasi bahwa itu adalah faktor dari kelebihan insektisida sifatnya yang biasanya yang dalam bentuk AC.

[3:22]Kemudian analisa kami juga mungkin itu karena aplikasi pada siang hari gitu. Nah, pada kejadian yang pertama itu kami masih tetap berhusnudzon bahwa itu adalah kesalahan yang kami lakukan. Tapi setelah kami identifikasi perawatan, kemudian bahan-bahan yang kita gunakan kita cek kembali, sepertinya itu adalah bahan-bahan yang aman dan tidak mungkin menimbulkan dampak yang seperti ini gitu. Dampak yang ditimbulkan itu adalah daun seperti terbakar, kemudian menguning dari bawah sampai atas, tapi itu bukan karena faktor jamur. Bukan karena faktor bakteri dan itu juga bukan karena herbisida, karena kami sudah paham betul mana yang terkena jamur, kemudian bakteri dan mana yang terkena herbisida. Menurut identifikasi kami itu adalah overdosis dari pupuk yang biasanya sifatnya adalah larut larutan dalam bentuk AC. Nah, setelah kami identifikasi, tanaman, kejadian yang ditimbulkan dari tanaman itu, tanaman itu ketika digoyangkan seperti ini itu daunnya bisa habis atau bisa rontok semua. Jadi pelepasnya atau ujung pangkal daunnya ini berwarna kekuningan, kemudian ketika disentuh itu sangat mudah sekali patah. Jadi awalnya itu menghitam pada bagian atas itu menghitam seperti terbakar ya, terbakar karena sesuatu yang sifatnya itu dalam dosis pemberian dalam dosis tinggi. Nah, kami belum menyerah di situ, kami masih terus berhusnudzon bahwa itu adalah kesalahan yang mungkin dilakukan oleh kamilah ada faktor mungkin yang kami yang lalai atau seperti apa. Kemudian kami rawat kembali, kami pernah membuat video juga sebenarnya untuk itu. Dan itu sebenarnya sudah lumayan berhasil, tapi belum kami tayangkan gitu ya. Jadi kejadian yang pertama itu kita masih mengevaluasi bahwa itu adalah kesalahan dari kami. Meskipun ketika dipikir secara logika pun itu sebenarnya sudah tidak masuk, tapi kita masih coba untuk tetap berhusnudzon atau berbaik sangka bahwa itu adalah kesalahan yang mungkin bisa jadi karena faktor yang kita lakukan, entah itu karena inseknya mungkin berlebih atau karena aplikasinya pada siang hari. Kami masih berpikiran seperti itu. Kemudian kami mencoba untuk menyembuhkan atau melakukan perawatan. Perawatan yang kami lakukan itu sebenarnya sudah cukup berhasil. Jadi daun sudah mulai tumbuh kembali, kemudian ketika digoyangkan seperti ini itu sudah tidak mudah rontok kembali. Kami hanya mengaplikasikan kalsium, baik via bawah maupun via atas dengan perawatan yang sedemikian rupa lah. Intinya itu sudah mau membaik dan sudah mulai muncul seming daun kembali. Tapi setelah itu, pada waktu istirahat atau waktu intinya kita tidak berada di lahan dan tidak ada dari kamilah yang berada. Selang 2 hari kemudian itu kami mengalami kendala yang sama atau hal yang sama dengan kejadian yang awal dan itu lebih parah. Sepertinya itu dosisnya dinaikkan. Kalau yang pertama itu mungkin dua kali dosis anjuran, tapi kalau yang ketiga itu mungkin bisa jadi tiga sampai empat kali dosis anjuran. Jadi daunnya itu sampai berwarna seperti menghitam, kebakar seperti menghitam, kemudian ada seperti minyak atau apalah itu. Intinya menurut kami itu adalah murni overdosis dari insektisida. Padahal sebelum itu kami mencoba menguji cobakan bahwa perawatan yang kita lakukan, kemudian kita cobakan di tanaman lain, kemudian bahkan dipersemaian pun kita coba spray di waktu yang sangat matahari terik. Jadi kalau itu akan terbakar, berarti itu adalah murni dari kesalahan. Setelah melalui percobaan itu, ternyata tanaman yang kita spray itu masih aman, bahkan lebih baik dibanding yang tidak di spray. Kesimpulannya, itu berarti kesalahan bukan dari kami. Pada kesalahan yang kedua itu kami sudah hampir frustasi, karena tanaman sudah mau mulai membaik, tapi di situ menghitam semua, karena sepertinya di spray, ada yang melakukan penyeprean dan warna daunnya itu sampai menghitam, kemudian putus itu sepertinya sudah tidak ada, karena sudah secara keseluruhan hampir bisa dikatakan kebakar, warnanya itu menghitam dan memang kalau menurut analisa saya itu memang karena overdosis dari sepertinya insektisida yang digunakan itu terlalu tinggi. Tapi lagi-lagi itu bukan dari kami, sepertinya ada faktor X lah. Kemudian setelah kejadian itu, kami sudah mau menyerah karena itu sudah dilakukan dua kali. Awalnya kita masih berhusnudzon bahwa mungkin itu kesalahan yang kita lakukan, kemudian yang kedua itu karena kami tinggal pulang dan selang 2 hari itu mengalami kendala yang sama dan bahkan itu lebih parah daripada kendala yang di awal. Ketika kami mengunjungi lahan itu kita hampir menyerah dan gimana ya yang namanya kita telah merawat dan membesarkan dengan hati, kemudian tiba-tiba tanaman kita mengalami kendala seperti itu. Kalau itu faktor alam atau faktor lingkungan ibaratnya dari hama penyakit itu kami mungkin masih bisa legowo. Tapi kalau ini sepertinya bukan dari itu. Setelah kita melakukan berbagai pengamatan, kemudian mencoba mencari beberapa saksi itu, ternyata ada faktor X dan itu memang di benar-benar terbukti ada sesuatu yang itu di luar kendali kami dan mungkin kita tidak perlu menyampaikan itu. Intinya ada yang merusak tanaman kami. Mungkin itu ya yang bisa kami sampaikan, makanya sampai saat ini kita masih ini masih dalam proses, ini sudah jauh lebih baik daripada beberapa waktu lalu, karena beberapa waktu lalu ini memang sudah benar-benar terbakar, kemudian putusnya itu bisa dikatakan hampir tidak ada, bunganya itu bisa dikatakan hampir rontok semua. Kalau saat ini, alhamdulillah ini masih dalam masa tahap pemulihan dan kalau sekarang di warna daunnya sudah cenderung berwarna hijau, daun-daun muda mulai terbentuk. Meskipun ini tentunya tidak bisa normal seperti tanpa terkena kendala, karena memang ini sudah stres sampai dua kali gitu. Oke ya. Jadi kita mengalami dua kecelakaan yang itu memang ada yang menyebabkan dan itu memang di luar kendali kami, sehingga kami mohon maaf, kami tidak bisa terus meng-update kondisi perkembangan dari tanaman kita. Awalnya kami mencoba mengevaluasi bahwa itu adalah kesalahan dari kita, ternyata sepertinya itu memang bukan dan memang kita sudah mempunyai bukti-bukti yang biasa dikatakan cukup kuatlah, itu ada faktor X yang mungkin ya benar-benar di luar kendali kami dan kami pun juga tidak sebelumnya tidak pernah terpikirkan sampai situ. Tapi ya mau gimana lagi karena memang sudah terjadi seperti itu. Kemudian saat ini adalah masa-masa penyembuhan atau masa-masa pemulihan, tentunya belum bisa 100% seperti tanaman sehat, tapi kami insyaallah masih terus berusaha untuk memperbaiki atau atau untuk menjaga supaya tanaman ini masih tetap bisa optimal dan bisa tumbuh layaknya tanaman sehat. Kemudian untuk triknya seperti apa nanti akan coba kita terus gali lagi, ketika ini sudah berhasil nanti kita akan menyampaikan kiat untuk menyembuhkan tanaman yang terkena overdosis insek lah, bisa dikatakan terkena overdosis insek. Itu nanti kita akan coba buatkan videonya kalau ini sudah berhasil, tapi untuk percobaan kita masih terus berproses. Jadi sampai saat ini harusnya ini sudah mulai berbuah. Karena saat ini sudah umur sekitar 75 hari setelah tanam dan kalau kita tidak mengalami kecelakaan, sebenarnya ini sudah waktunya untuk berbuah. Nah, sedikit gambaran, meskipun tanaman ini terkena stres ya, ini cabe absolut 69 ya, yang kami jadikan contoh. Itu untuk bunganya tiap ruas itu rata-rata double. Intinya banyak lah. Kemudian kita juga melakukan berbagai percobaan untuk tunas air itu sebenarnya banyak, tapi kita mencoba ada yang kita rempel, kemudian ada yang tidak. Nah, secara keseluruhan tunas air yang kecil-kecil pun itu tetap bisa menghasilkan bunga. Kemudian untuk bakal buahnya juga bisa dikatakan cukup banyak, intinya kalau dilihat dari bunganya ini sebenarnya akan sangat banyak. Tapi ya karena itu, karena kita masih mengalami kecelakaan seperti yang tadi saya jelaskan di awal, jadinya masih kurang optimal. Tapi pada dasarnya metode dari Profesor Udin itu sudah kita uji cobakan atau ada beberapa petani yang telah melakukan itu. Dan lapor ke kami bahwa itu sampai sejauh ini masih sangat optimal dan masih sangat relevan dan hasilnya masih cukup memuaskan gitu. Tapi kalau ini memang bukan kesalahan dari metode, tapi ini ada faktor X yang di luar kendali kami yang mengakibatkan tanaman kami seperti ini. Jadi mungkin itu ya Sahabat Petani semua, klarifikasi dari kami kenapa kami tidak meng-update kondisi tanaman yang awalnya kita jadikan video gitu ya. Jadi semoga hal-hal seperti ini tidak terjadi untuk sahabat petani semua, cukup kami dan semoga ini tidak terulang kembali. Saya tekankan kembali bahwa ini ada faktor X di luar kendali kami, bukan karena hama, bukan karena penyakit, tapi ada memang faktor yang dibuat, dibuat ya mungkin di luar kendali kami dan harapannya ini tidak terjadi untuk Sahabat Petani semua. Dan pada intinya metode dari Profesor Udin sebenarnya itu sangat bagus karena kami telah mengamati dari perkembangannya sampai umur sekitar 45 hari atau 40 hari setelah tanam itu memang dari segi pertumbuhan masih sangat optimal. Mungkin itu ya Sahabat Petani semua, semoga dengan kami membuat video ini Sahabat Petani semua tidak bertanya-tanya kembali, kemudian bisa memaklumi apa yang kita sampaikan ini, karena memang ya kalau kami dari hati pun mungkin seperti awalnya ingin seperti menangis, karena apa? Karena ketika kita melihat kondisi tanaman yang kita besarkan tiba-tiba rusak. Kalau rusak itu karena hama atau penyakit, mungkin kita ya bisa mawas diri lah, tapi karena ini sepertinya bukan rusak, tapi sepertinya dirusak. Jadi ada hal yang menurut kami cukup disayangkan, tapi ya mungkin itu ya yang bisa kami sampaikan dan semoga video ini dapat menjadi pelajaran untuk kami menjadi lebih berhati-hati lagi dan sahabat petani semua mungkin bisa lebih ya lebih teliti lagi atau ya intinya bisa mawas diri, kemudian semoga upaya yang kami lakukan ini nanti bisa membuahkan hasil gitu ya. Sehingga kita bisa mengambil hikmah dari kejadian yang seperti ini. Kalau nanti kita bisa menyembuhkan, kemudian membuat tanaman tetap bisa optimal, insyaallah nanti akan kita bagikan kiat dan resepnya. Mungkin itu dulu yang bisa kami sampaikan, yang bisa saya simpulkan sebelum saya akhiri video ini, yang pertama hasil dari metode Profesor Udin itu sebenarnya sangat baik atau sangat optimal. Yang kedua, kami mengalami kecelakaan yang ini memang di luar kendali kami. Ini bukan karena kesalahan dari sistem perawatan, tapi memang mungkin ada faktor X yang mungkin kami sudah cukup mendalami dan itu memang diakibatkan oleh faktor X di luar hama ya di luar hama dan penyakit. Kemudian yang ketiga, untuk cabe absolut 69 sendiri sampai saat ini, meskipun tanaman ini kurang sehat atau kurang normal, tapi dari produktivitas ini cukup tinggi, dilihat dari bunganya memang sangat banyak, kemudian tiap ruas itu rata-rata bunganya double, kemudian jarak antar ruas itu pendek. Kalau pendek itu biasanya nanti produktivitasnya tinggi dan lebih tahan terhadap penyakit. Kemudian dari sistem batangnya ini sepertinya kambiumnya cukup tinggi atau jaringan kayunya juga lumayan tinggi, sehingga sepertinya memang dia lebih tahan terhadap penyakit. Karena sampai sejauh ini tingkat kematian bisa dikatakan masih sangat minim, kemudian karakter yang paling jelas dari cabe ini adalah daunnya itu tidak begitu mulus atau tidak begitu rata. Dia ada yang rata, tapi memang sedikit seperti bergelombang. Mungkin itu dulu yang bisa kami sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga video ini bermanfaat dan apabila video ini bermanfaat, jangan lupa klik like, comment, share dan jangan lupa subscribe untuk tidak ketinggalan info-info terbaru dari kami. Terima kasih dari saya Zaki, salam Mitra Bertani Indonesia, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan sampai jumpa di video kami selanjutnya.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript