[0:00]Jadi kenapa sih harus ada karya ilmiah?
[0:05]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo, berjumpa lagi dengan saya Arisa Nur Aini dan terima kasih masih menyaksikan video pembelajaran dari saya. Kali ini saya akan membahas mengenai karya ilmiah. Ternyata banyak sekali yang menulis di kolom komentar bahwa mereka menginginkan saya membuat video pembelajaran tentang karya ilmiah juga. Mohon maaf ya, memang akhir-akhir ini sok sibuk begitu, jadi belum bisa membuat video pembelajaran. Jadi meskipun pembuatan video pembelajaran kali ini agak terlambat, harapan saya adalah tetap banyak viewer-nya. Karya ilmiah, materi kelas 11 SMA. Biasanya di beberapa sekolah ada ekstrakurikuler Kir atau kelompok ilmiah remaja. Di dalam ekstrakurikuler ini biasanya membahas mengenai pembuatan karya ilmiah. Selain itu karya ilmiah juga sering sekali dilombakan, lo. Jadi kalau misalnya kalian bisa membuat karya ilmiah dengan baik, tentu saja hal ini sangat mendukung dan bermanfaat bagi kehidupan kalian. Entah itu sekarang masih SMA ataupun nanti ketika kalian memutuskan untuk melanjutkan pendidikan lagi di perguruan tinggi. Bahkan ketika kalian bekerja nanti ada beberapa pekerjaan yang memang mengharuskan adanya pembuatan karya ilmiah. Nah berarti pembuatan karya ilmiah ini sangat bermanfaat bagi kita. Karya ilmiah pengertian dari karya ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan data dan fakta yang ditulis menurut metodologi penelitian yang baik dan benar serta dapat dibuktikan kebenarannya. Tujuan dari karya ilmiah adalah untuk mempublikasikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Jadi banyak sekali penelitian-penelitian yang nantinya dirangkum ke dalam karya ilmiah. Kemudian apa saja ciri-ciri dari karya ilmiah? Ciri karya ilmiah yang pertama adalah penjelasannya dituliskan secara masuk akal, jujur, apa adanya sesuai data dan fakta atau bersifat objektif. Jadi di dalam karya ilmiah ini memang harus berdasarkan fakta. Kita tidak bisa membuat karya ilmiah itu dengan rekaan atau khayalan atau fiksi seperti ketika kita membuat cerpen maupun novel. Ciri yang kedua adalah disusun secara urut dan berkesinambungan. Jadi di dalam karya ilmiah strukturnya itu sudah baku dan harus disusun secara terstruktur ataupun urut.
[2:54]Tidak bisa seperti novel kalau misalnya alurnya itu kan ada yang alur mundur, artinya ending-nya dulu yang diceritakan baru nanti menceritakan awal terjadinya. Tapi untuk karya ilmiah penulisannya itu harus urut. Ciri yang ketiga adalah masalah dikupas secara terperinci dan lengkap. Jadi di dalam karya ilmiah itu kita akan mengupas sebuah permasalahan itu secara detail dan juga lengkap. Tujuannya apa? Ya karena di dalam karya ilmiah itu ada permasalahan yang harus kita temukan solusinya ataupun penelitian yang harus kita tuliskan sedetail mungkin. Ciri yang keempat adalah kebenarannya dapat diuji. Jadi di dalam karya ilmiah itu yang dituliskan merupakan kebenaran yang bisa dipertanggungjawabkan, begitu. Jadi kita tidak boleh asal dalam menulis karya ilmiah. Ciri yang kelima adalah berlaku secara umum, artinya simpulan itu cocok untuk segala populasi. Dan ciri yang terakhir atau yang keenam adalah bahasa yang digunakan tentu saja merupakan bahasa yang sesuai dengan ejaan yang disempurnakan dan juga bahasanya harus baku. Kenapa? Karena di dalam karya ilmiah itu merupakan karya yang nantinya menjadi sumber referensi ilmu pengetahuan yang baru. Jadi di dalam karya ilmiah itu tidak boleh ada majas, ya kan? Atau ada kata konotasi. Tadi pengertian sudah, tujuan sudah, ciri-ciri juga sudah. Sekarang kita akan bahas mengenai macam-macam atau jenis-jenis dari karya ilmiah. Memang karya ilmiah ada berapa jenis, Bu? Ada tiga. Tenang saja, enggak usah banyak-banyak. Yang pertama adalah bentuk populer. Cie, siapa nih yang paling populer di sekolahan? Karya ilmiah bentuk populer kenapa sih disebut sebagai bentuk populer? Yang pertama adalah temanya itu merupakan tema yang dekat dengan masyarakat secara umum.
[5:01]Jadi kalau misalnya masyarakat umum baca, mereka agak pahaml ah dengan karya ilmiah ini karena memang temanya itu masih tema seputar masyarakat umum. Kemudian yang kedua adalah diterbitkan atau bisa ditulis atau ditemui lah di dalam surat kabar atau koran. Bentuknya merupakan artikel ilmiah. Jadi kalian coba deh tanya kepada bapak ibu guru kalian yang sudah PNS, mereka kalau ingin naik tingkat itu harus membuat karya ilmiah yang diterbitkan di dalam surat kabar. Nah Bapak Ibu guru kalian ini sedang membuat karya ilmiah yang berbentuk populer. Ya, jadi karya ilmiahnya itu bisa dibaca di dalam surat kabar. Kemudian karya ilmiah bentuk populer ini bentuknya juga mana suka. Artinya apa? Mana suka, artinya ya suka-suka kalian lah. Bukan berarti kalian bisa membuat karya ilmiahnya bentuk zigzag, itu bukan ya. Tetapi maksudnya adalah kalau karya ilmiah pada umumnya itu kan ada bab 1, bab 2, bab 3, ada pendahuluan, latar belakang dan lain-lain.
[6:14]Tetapi untuk yang karya ilmiah bentuk populer itu biasanya ditulis ke dalam paragraf saja. Jadi tidak ada subjudul-subjudulnya begitu. Bahkan paragraf-paragraf itu juga boleh dituliskan dalam kolom-kolom. Kemudian bahasanya itu santai, tapi tetap ya pakai bahasa baku sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Kemudian karya ilmiah bentuk populer itu bahasanya juga sederhana.
[6:43]Sebelum melanjutkan, jangan lupa ya. Klik tombol subscribe, like, dan komentar. Terima kasih. Selanjutnya jenis karya ilmiah yang kedua adalah bentuk semi formal. Jadi di sini agak formal, begitu ya, atau lebih enteng daripada formal. Maksudnya bagaimana? Jadi di dalam karya ilmiah semi formal ini sudah menggunakan atau sudah memakai penulisan yang terstruktur. Jadi ada pendahuluan, latar belakang, dan lain-lain. Kalau tadi yang bentuk populer itu kan hanya dituliskan ke dalam paragraf begitu kan? Nah, kalau yang bentuk semi formal itu sudah berbentuk ke dalam struktur. Contohnya apa? Yang sering kalian buat ketika pelajaran ada makalah atau kalau mahasiswa itu sering menyebutnya paper. Paper di sini bukan kertas ya, tetapi paper di sini itu mirip dengan makalah. Bedanya apa? Makalah dengan paper? Jadi kalau makalah itu justru lebih kompleks sedikit begitu ya, daripada si paper ini. Nah kalau paper itu biasanya topiknya itu hanya sedikit atau topiknya itu topik yang itu fokus pada satu hal. Nah jadi karya ilmiah bentuk semi formal itu bisa kalian lihat contohnya pada makalah ataupun paper. Selanjutnya bentuk karya ilmiah yang ketiga adalah bentuk formal. Nah ini kalau misalnya kita membicarakan tentang formal, awas hati-hati. Jangan sampai salah. Jadi formal. Kalau misalnya kalian ber pakaian formal, pakaian apa yang akan kalian kenakan? Apakah kalian boleh memakai tank top? Enggak boleh ya, harus pakai baju formal itu berarti baju yang biasanya berkerah ya kan. Bajunya kemudian sopan dan lain-lain. Kalau misalnya kalian mau pakai tank top itu di rumah saja ya, tidak boleh diperlihatkan ke khalayak umum. Ini untuk yang laki-laki atau yang perempuan sama aja ya. Jadi kembali lagi ke karya ilmiah yang bentuknya formal itu merupakan karya ilmiah yang bagian-bagiannya atau strukturnya itu lebih padat dan lebih banyak. Di dalam karya ilmiah yang berbentuk formal ini contohnya adalah skripsi, tesis, dan disertasi. Tahu ya bedanya ya? Jadi tesis itu digunakan oleh mahasiswa strata 1 atau S1. Jadi kalau misalnya kalian ingin lulus sarjana itu harus membuat skripsi. Banyak sekali mahasiswa yang tidak lulus-lulus hanya karena pembuatan skripsi. Kenapa sih memangnya sulit? Ya kalau dibilang sulit ya lumayan. Kalau dibilang tidak sulit berarti mahasiswanya keren, mau berusaha. Kemudian disertasi itu biasanya untuk kelulusan atau dibuat oleh mahasiswa strata 2 atau S2. Dan yang terakhir adalah disertasi itu untuk mendapatkan gelar doktor, bukan dokter.
[10:23]Oke, lanjut ya kita sekarang akan membahas mengenai struktur dari karya ilmiah. Yang pertama adalah judul. Jadi judul dalam karya ilmiah itu harus jelas, padat, tapi juga mencerminkan isi dari karya ilmiah tersebut. Jadi kalau judul dalam karya ilmiah misalnya judul karya ilmiahnya adalah pantai. Bisa tidak judul karya ilmiah itu hanya satu kata yakni pantai? Tidak bisa ya. Kenapa? Karena itu tidak jelas. Entah ini maksudnya pantai bagaimana? Apa yang terjadi dengan pantai? Ya kan? Apa mau santai-santai di pantai? Kan tidak. Kalau misalnya judul novel pantai itu boleh tapi kalau judul karya ilmiah cuma satu yakni pantai langsung dicoret sama guru kalian atau kalau misalnya kalian jadi mahasiswa langsung dicoret sama dosen kalian. Jadi judul di dalam karya ilmiah itu tadi ya. Judul di dalam karya ilmiah itu harus jelas, lengkap dan mempresentasikan karya ilmiah itu dengan baik. Jadi judul itu mencerminkan isi dari karya ilmiahnya. Contoh judul karya ilmiah, maraknya penggunaan gawai pada anak. Kemudian ada keterangannya, subjudulnya, sebuah studi deskriptif tentang penggunaan gawai. Nah berarti judulnya ini kan harus jelas.
[11:57]Apa yang ingin disampaikan dalam karya ilmiah tersebut? Oh berarti karya ilmiah itu akan mendeskripsikan tentang gawai atau gadget yang sekarang itu anak-anak sudah pegang, begitu ya. Dari anak-anak balita itu sudah mulai berkenalan dengan penggunaan gawai. Tentu saja nanti akan dijelaskan kira-kira efeknya apa saja sih dari penggunaan gawai ini. Kemudian yang harus kalian ingat dalam penulisan judul karya ilmiah adalah bagaimana cara menuliskannya. Yang pertama, kalian boleh menuliskannya dengan huruf kapital semua. Kecuali untuk beberapa bagian yang subjudul tadi. Tadi kan judulnya adalah maraknya penggunaan gawai pada anak, itu judul utamanya. Kemudian di bawahnya adalah sebuah studi deskriptif terhadap penggunaan gawai. Nah, studi deskriptif terhadap penggunaan gawai itu menuliskannya menggunakan perpaduan antara huruf kapital dan huruf kecil. Atau bisa juga kalian menuliskan semua judulnya itu menggunakan perpaduan antara huruf kapital dan huruf kecil. Tapi tentu saja harus kalian ingat, ada beberapa kata yang tidak boleh diawali dengan penggunaan huruf kapital. Contohnya adalah dan, yang, konjungsi-konjungsi itu loh kamu tidak boleh pakai huruf kapital pada awalnya. Setelah judul ada yang namanya pendahuluan. Di dalam pendahuluan ini samalah ya, seperti ketika kalian kemarin membahas mengenai proposal. Ada latar belakang, ada rumusan masalah, ada tujuan dan ada manfaat. Ada juga yang menambahkan sistematika penulisan. Jadi sistematika penulisan itu adalah rangkuman sedikit. Jadi di dalam karya ilmiah itu isinya apa saja sih, sistematikanya bagaimana dituliskan di dalam sistematika penulisan. Setelah pendahuluan ada yang namanya kerangka teoretis. Kerangka teoretis ini berisi tentang kajian pustaka. Jadi di dalam kerangka teoretis ini isinya adalah tentang materi-materi yang kalian dapatkan dari sumber-sumber yang terpercaya seperti buku, laman internet ya. Jadi di dalam kerangka teoretis ini akan membahas mengenai pengertian dari gawai tadi misalnya. Kemudian ada anak, nah anak yang dimaksud di sini itu ada anak dari umur berapa? Ada mungkin balita, ada remaja, ada dewasa dan lain-lain. Nah itu kan nanti ada tingkatan-tingkatan dari anak. Pokoknya untuk yang kerangka teoretis ini membahas mengenai teori-teorinya. Ya, jadi biasanya didapatkan dari kutipan-kutipan buku, jurnal, artikel maupun laman internet boleh. Struktur selanjutnya adalah metodologi penelitian. Metodologi penelitian ini berisi tentang bagaimana cara kalian melakukan penelitian ini. Prosedur dari penelitiannya, tahapan-tahapannya bagaimana? Kemudian subjeknya siapa? Bagaimana proses penelitiannya? Alat bahan yang digunakan itu apa, subjeknya siapa dan lain-lain. Kemudian bab selanjutnya atau bagian selanjutnya merupakan pembahasan. Di pembahasan inilah merupakan intisari dari sebuah karya ilmiah. Karena karya ilmiah itu kan dibuat dari sebuah permasalahan yang ingin kita cari solusinya. Di pembahasan ini kita mulai menceritakan solusi atau penelitian itu menghasilkan apa. Struktur selanjutnya adalah simpulan dan saran. Jika semua sudah dituliskan, maka tinggal memberikan simpulan dan saran. Simpulan merupakan apa saja tadi yang sudah disampaikan dari bab awal sampai akhir. Kemudian saran adalah saran untuk siapa yang kira-kira memang berguna atau terkait langsung dengan karya ilmiah yang sedang kita tulis. Dan yang terakhir adalah daftar pustaka dan lampiran. Jadi bagian akhir dari sebuah karya ilmiah itu ada daftar pustaka dan lampiran. Daftar pustaka itu harus kalian tuliskan karena di dalam pembuatan karya ilmiah tadi kan ada kerangka teoritis tuh tadi. Nah di kerangka teoritis itu kan kamu mencari atau mengutip kalimat-kalimat dari buku, artikel maupun laman internet. Di dalam daftar pustaka ini kamu harus menuliskan tadi kamu mengutip kalimatnya siapa saja, dari buku mana saja, itu harus disampaikan. Karena daftar pustaka itu merupakan ucapan terima kasih kita lah atau kita mengakui karya yang sudah ditulis orang lain. Jadi kita tidak boleh melakukan plagiasi. Kemudian penulisan di dalam daftar pustaka itu disusun secara alfabetis. Jadi urut mulai dari A sampai Z. Kemudian bagaimana cara menulis daftar pustaka? Besok ya kapan-kapan kita lanjutkan untuk khusus membahas mengenai daftar pustaka. Demikian pembahasan mengenai karya ilmiah. Saya mohon maaf kalau misalnya banyak kekurangan dan tentu saja saya berharap video pembelajaran dari saya bisa bermanfaat bagi kalian semua terutama yang masih melakukan pembelajaran jarak jauh. Ayo semangat, kita masih harus semangat belajar di dalam masa pandemi seperti ini. Terima kasih wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih.



