[0:03]Bismillahi Rahmanirahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Baik para mahasiswa yang Ibu banggakan. Hari ini Ibu akan memberikan feedback terkait materi 3 dan materi 4 yang sudah Anda presentasikan tadi pagi. Yaitu tentang Model Nested dan Model Sequence. Semuanya harap untuk menyimak penjelasan dari Ibu. Baik, selanjutnya mari kita sama-sama pelajari. Ini terkait Model Nested, ya, yang sudah dipresentasikan oleh kelompok 3. Secara garis besar, presentasinya sudah bagus dan diskusinya juga sudah mulai terarah. Pada intinya, Model Nested di sini, atau yang sering kita katakan model bersarang, model ini mengintegrasikan sejumlah keterampilan belajar di dalam satu disiplin ilmu untuk ketercapaian materi pelajaran (content). Jadi, yang harus Anda garis bawahi, Model Nested ini hanya pada satu mata pelajaran. Ya, bedanya di sini menekankan keterampilan-keterampilan belajar yang memang saling berkait dalam satu materi pelajaran tersebut. Nah, keterampilan belajarnya apa saja? Bisa keterampilan berpikir, thinking skill-nya, kemudian keterampilan sosial, dan keterampilan mengorganisasi atau organizing skill. Seperti itu, ya. Jadi, intinya, Model Nested ini masih dalam satu pelajaran, dan dia menekankan pada keterampilan-keterampilan belajar yang saling berkaitan pada satu topik tersebut. Begitu. Baik, di sini sudah terlihat ya, di sini ada beberapa jenis keterampilan yang dapat dipadukan. Memang di antara banyaknya keterampilan, ini cukup dikelompokkan menjadi tiga saja, yaitu dari thinking skill-nya, keterampilan berpikir, kemudian keterampilan sosial, dan keterampilan mengorganisasi atau organizing skill. Nah, di antara keterampilan-keterampilan ini, di sini ada banyak kata kerja-kata kerjanya yang nanti dapat kita jadikan acuan ketika kita membuat desain untuk pembelajaran Nested itu sendiri.
[2:49]Nah, ini diperhatikan, di sini ada salah satu contoh desain Model Nested, ya. Jadi, bentuknya itu seperti lingkaran yang saling tumpang tindih. Di sini, ini salah satu bagan Nested-nya. Nah, di sini bisa Anda lihat, jadi yang pertama Anda lakukan adalah tentukan dulu topik materi apa yang nantinya akan Anda buat langkah-langkah pembelajarannya. Misalnya, di sini Ibu mencari topik dalam satu mata pelajaran. Di sini Ibu, misalkan, mata pelajaran Matematika, kontennya itu tentang pengolahan data. Nah, kemudian di sana Anda analisis. Misalkan dalam konten pengolahan data ini, kira-kira keterampilan belajar apa saja di antara ketiga jenis tadi yang dapat kita kaitkan, atau yang bisa kita padukan di sini? Dalam pengolahan data, di sini ada kita padukan antara thinking skill dengan organizing skill, di mana thinking skill-nya ini ada pada kata kerja mengelompokkan. Ya. Kemudian dalam organizing skill-nya ada pada kata kerja membuat diagram atau bagan. Nanti pelaksanaannya, misalkan, pada topik pengolahan data, guru meminta siswa untuk menuliskan data berat badan teman-temannya satu kelas, misalkan. Nah, nanti dari situ, kemudian guru meminta mereka untuk membuat bagan atau diagram batang. Jadi, dikelompokkan nanti, mana yang beratnya sekitar 20 kg, mana yang beratnya sekitar 25 kg. Dikelompokkan, kemudian dibuat diagramnya, sehingga diketahui mana berat tertinggi, mana berat terendah. Jadi, pembelajarannya seperti itu, secara terpadu, di mana terdapat keterampilan belajar yang kita kaitkan pada satu konten materi tersebut. Tentunya dalam satu mata pelajaran. Paham, ya? Tadi Ibu lihat di dalam diskusi kalian, itu ada yang menanyakan tentang bagaimana kalau misalkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Memang benar, dalam pembelajaran Bahasa Indonesia sendiri itu sudah terikat ada keterampilan-keterampilan. Di mana terdapat keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan menulis, dan keterampilan membaca. Nah, ini enggak masalah. Dia juga bisa dijadikan model Nested. Tentunya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Gitu. Tapi bisa juga kita lihat dari social skill-nya, dari keterampilan sosialnya. Kira-kira ada tidak keterampilan belajar yang mampu dikaitkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia? Jadi tidak usah Anda pusing, ya, ini mana perbedaannya dan semua-semuanya bisa. Karena sama-sama mengaitkan keterampilan. Hanya saja di sini yang perlu Anda perhatikan, ada tiga jenis keterampilan yang difokuskan pada Model Nested. Dan kemarin, ketika kita membahas terkait Connected, di sana bukan hanya keterampilan juga. Tetapi juga konsep-konsep atau topik-topik yang saling berkaitan dalam satu mata pelajaran. Paham, ya?
[6:04]Oke. Selanjutnya kita membahas terkait Model Sequenced. Ini yang sudah didiskusikan tadi pada kelompok empat. Ya, ini juga sama, ini sudah baik, ya. Hanya ini di sini Ibu memberikan feedback saja, penguatan pemahaman agar kalian benar-benar lebih paham sebenarnya apa sih yang dinamakan dengan Model Sequenced. Model ini termasuk salah satu model pembelajaran terpadu yang menekankan pada urutan karena adanya persamaan-persamaan konsep, walaupun mata pelajarannya berbeda.
[6:57]Nah, di sini ini ya, yang perlu Anda garis bawahi, jadi terdapat persamaan-persamaan konsep, ya, di antara dua mata pelajaran sehingga nantinya kita urutkan. Gitu. Nah, ini bisa Anda lihat, di sini ada desain untuk Model Sequenced itu sendiri, ya. Misalkan dalam dua mata pelajaran. Di sini Ibu berikan contoh misalkan antara IPS dengan Matematika. Nah, nanti Anda lihat dulu, kita lihat dulu dari IPS topik apa saja yang kira-kira memiliki persamaan dengan topik-topik yang ada pada pelajaran Matematika. Kebetulan di sini Ibu menemukan, misalkan dalam KD IPS itu di dalamnya ada sub bab-sub bab atau sub pokok yang mengajarkan tentang sejarah uang, jenis-jenis uang, fungsi uang dalam kehidupan bermasyarakat. Kemudian, pada pembelajaran Matematika, di sini juga ada kesamaan. Misalkan materinya tentang jenis-jenis uang, kemudian ada nilai nominal pada uang, dan soal cerita tentang uang. Nah, di sini kan ter ada kesamaan, sama-sama menjelaskan tentang konsep uang, gitu. Sehingga nanti pada penerapan pembelajarannya, pada penerapan pembelajarannya, Anda bisa mengurutkan sendiri topik-topik yang ada di antara dua mata pelajaran ini. Jadi nanti dalam pembelajaran itu sudah tidak terlihat apakah ada matematika atau ada IPS. Jadi langsung kepada topik-topik, ada urutannya. Nah, ini salah satu tujuannya agar kita tidak mengulang-ulang. Terkadang kita sudah membahas tentang konsep uang di pelajaran Matematika. Tapi kita ulangi lagi membahas tentang konsep uang atau sejarah uang pada pelajaran IPS dan itu kan hanya membuang-buang waktu ya, padahal sebenarnya masih banyak kegiatan yang dapat kita lakukan atau tidak efisien dan tidak efektif gitu. Sehingga dari sini, di sini kita bisa urutkan, misalkan yang pertama, kita mengajarkan dulu tentang sejarah uang. Nah, kemudian setelah itu, misalkan kita mengajarkan tentang jenis-jenis uang, ada uang logam, uang logam itu terdiri nominalnya dari apa saja, kemudian ada uang kertas dan lain-lain. Kemudian di situ kita bisa langsung menjelaskan nilai nominal tadi yang yang Ibu katakan bahwa ada pecahan berapa saja dalam uang logam dan ada pecahan berapa saja dalam uang kertas. Kemudian dari situ bisa kita kaitkan uang sebagai alat jual beli. Fungsinya dalam kehidupan bermasyarakat dan ini juga bisa kita kaitkan dengan soal cerita. Misalnya Ibu diminta, misalnya Ibu meminta Ani untuk membeli kecap di warung. Kemudian misalkan Ani diberikan uang oleh Ibu 5.000, kecapnya harganya 3.500, sehingga berapa kembaliannya? Itu kan juga bisa dikaitkan dengan soal cerita tentang uang. Seperti itu ya. Jadi, setelah Anda mengetahui di sini ada konsep-konsep yang sama, memiliki persamaan di antara dua mata pelajaran, setelah itu Anda urutkan menjadi konsep yang terpadu, sehingga dalam pembelajarannya itu saling berurutan. Oke, maaf sebelumnya, ini rekamannya tidak terlalu bersih ya, tapi Ibu harap semoga semuanya paham dengan apa yang sudah Ibu jelaskan. Terima kasih. Billahi Taufik Wal Hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan tidak lupa silakan Anda kerjakan tugas yang sudah Ibu berikan, diperhatikan batas waktunya jangan sampai Anda mengirimkannya dengan terlambat. Terima kasih.



