[0:10]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo, Teman-teman, kembali lagi di podcast Kurma Kuliah Ramadan. Perkenalkan nama saya Sharla Humaira Fitra Effendi dari kelas 10.1. Hari ini kita kedatangan narasumber yaitu Ibu Ibu Dr. Yessi Herlina, S.S., M.Pd yaitu Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Lokul. Nah, Teman-teman, hari ini kita akan membahas tentang Ta'lim Al-Muta'allim yang artinya adab menuntut ilmu. Disimak ya, Teman-teman, pembahasan dari Ibu Yessi. Baik, bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Gimana kabarnya sehat? Sehat, alhamdulillah, Ibu. Ibu gimana? Sehat? Alhamdulillah, sehat. Alhamdulillahirabbil alamin wabihi nasta'in wala umriddin washolatu wasalamu ala asrofil ambiya'i wal mursalin wa ala alihi wasohbihi ajma'in amma ba'du. Robbisrohli shodri wayassirli amri wahlul uqdatan min lisani yafqohu qouli. Alhamdulillah, di hari ini kita bersama-sama hadir ya di podcast Ramadan ya. Kurma, Kuliah Ramadan yang temanya Ta'lim Al-Muta'allim artinya adab mencari atau menuntut ilmu. Ada lima pilar utama dalam mencari ilmu. Yang ini disarikan atau diambil dari kitab klasik karya Syekh Al-Zarnuji. Nah, sebetulnya banyak ya. Jadi kita ambil lima saja lima pilar utama. Yang pertama yaitu berawal dari niat. Semua amal dan perbuatan kita itu tergantung dari niatnya. Innamal a'malu binniyat. Artinya semua amal dan perbuatan tergantung dari niat. Nah, ini bagaimana nih menurutmu? Kira-kira kegiatan apa saja atau ibadah apa saja yang kita awali dari niat? Biasanya sih niat pergi ke sekolah atau niat pengen belajar itu sih, Bu. Atau juga niat memakan, biasanya sih hal-hal simpel itu biasanya juga diawali dengan niat. Niat ya, dari ibadah seperti salat, kan niat dulu ya. Heeh, terus juga seperti puasa, kita kan niat juga dulu ya. Niat di awal. Nah, ini dia. Kita luruskan niat. Niat itu yang pertama adalah mencari ridho Allah ya, untuk mendapatkan kebahagiaan dunia maupun di akhirat. Ya, kalau kita mau dunia beserta isinya harus dengan ilmu. Mau akhirat juga harus dengan ilmu. Jadi kalau mau dunia maupun akhirat harus juga dengan ilmu seperti itu ya, Nak ya. Nah, berikutnya adalah menghilangkan kebodohan. Diniatkan bahwasanya kita mencari ilmu itu untuk menghilangkan kebodohan, baik itu dari diri sendiri. Sorry, dimulai dari dari diri sendiri dulu. Ya, bahwasanya niat mencari ilmu ini adalah untuk menghidupkan agama. Dalam Al-Qur'an ya, surat Al-Mujadilah ayat 11. Yang mana Allah itu akan meninggikan derajat bagi orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat. Ya, di sana kita selaku Muslim itu wajib menuntut ilmu. Dari diri sendiri, alhamdulillah bisa berbagi dengan orang lain. Yang nantinya itu bisa bermanfaat bagi alam semesta. Yang berikutnya, ya, tujuan kita atau niat kita mencari ilmu itu adalah untuk melestarikan ajaran agama Islam. Ya, orang Islam itu, orang Muslim, orang Mukmin itu harus kaya. Kaya apa sih? Kaya akan ilmu. Hah, mantap. Ya, kaya akan ilmu ya. Dengan ilmu, kita bisa membangun peradaban Islam yang lebih mulia. Ya, terus berikutnya orang Islam itu harus kaya ya, kaya secara materi. Apa manfaatnya? Supaya kita bisa membangun perekonomian ya, umat agar bisa berdaya dan bermanfaat. Oke, selain dengan niat tadi ya, poin yang kedua adalah memilih dan memilah teman. Nah, kalau menurutmu nih bagaimana ini terkait dengan memilih dan memilah atau memilah dan memilih teman. Menurut saya, Bu, kalau kita memilih teman itu mungkin harus yang sama-sama positif. Terus yang bisa mengarahkan kita ke jalan yang lebih baik. Terus juga enggak melakukan hal-hal negatif temannya. Mungkin gitu sih, Bu, kalau menurut saya ya. Masya Allah. Oke, baik. Memilah dan memilih teman tadi sudah disampaikan ya. Alhamdulillah itu ya, saya menamakan bahwasanya kita di hari ini adalah proses sebelumnya. Ya, sedangkan kita 5 tahun ke depan atau di masa depan itu adalah berproses minimal lima orang dengan siapa kita berteman.
[6:10]Ya, teman tadi kriteria teman tadi sudah disampaikan ya. Ah, yang berakhlak baik ya, terus jujur, dia optimis, semangat ya. Nah, karena apa? Dari teman itulah akan mempengaruhi siapa diri kita. Sebagaimana pernah kan pasti ya mendengar ya. Kalau kita berteman dengan orang menjual parfum, al tidak kita kecipratan wanginya ya. Kalau kita berhadapan atau dekat dengan orang yang jual ikan, ikut bau amisnya ya. Maksudnya di sini, eh apa? Kedekatan kita dengan orang di sekitar kita itu akan akan mempengaruhi diri kita. Dan yang poin ketiga nih, yaitu terkait dengan guru ya. Saya yakin anak-anak saya semuanya di sini, baikpun di mana pun berada, kita pastinya mencari sosok guru ya, sosok guru yang bisa digugu dan ditiru. Nah, seperti itu. Ehm, untuk berikutnya ada poin yang dalam adab mencari ilmu, yaitu nah, ini khususnya Takzim, artinya memuliakan guru. Ah, ini juga poin penting. Bagaimana seorang pencari ilmu itu memuliakan guru. Yang pertama nih, ah, tidak ya, berjalan di depan guru kecuali mendesak. Kalaupun mendesak kan permisih Ibu sambil agak sedikit menundukan ya, badan. Nah, seperti itu. Kira-kira apalagi nih adab bersahabat untuk memuliakan guru nih, kalau menurutmu? Kalau ketemu guru setidaknya disapa. Ya, disapa ya. Salim.
[8:11]Iya, heeh. Nah, ini juga ketika di kelas ya, di kelas itu kan ini salah satu adab atau memuliakan guru. Tidak memulai pembicaraan ya, guru tanpa seizin guru. Makanya kan ada raise hand atau angkat tangan kan, mohon izin Ibu, mohon izin Bapak, saya mau bertanya. Nah, kalau misalnya Bapak atau Ibu Gurunya sudah mamper silakan, oke silakan baru ya, kita memulai pembicaraan atau memulai bertanya. Tetapi kalau belum diizinkan, misalnya, nanti Nak ya, sabar Nak ya, Ibu belum selesai atau Bapak belum selesai menyampaikan ini. Nah, harus sabar. Seperti itu ya, karena apa? Engkau tidak akan memperoleh ilmu kecuali dengan memuliakan pemiliknya. Makanya kenapa penting sekali itu memuliakan guru. Ya, nah terus yang berikutnya di sini, ah, ada faktor lagi, yaitu keberhasilan. Ah, keberhasilan ya, faktor-faktor keberhasilan kita dalam mencari ilmu. Yang pertama tadi ah, sikap. Nah, ya. Sikap seorang pencari ilmu tuh harus sabar. Ya, karena itu kan butuh proses. Ya, kita kan belajar itu dari buaya sampai ke liang lahat. Itu kan berproses ya, berproses. Jadi perlu ketekunan, perlu kesabaran. Nah, sampai dengan nanti kuliah ya, kuliah S1, S2 bahkan S3. Saya ajar, untuk berproses mencari ilmu sampai dengan S3 ini lebih kurang 20 tahun.
[11:41]Wah, lama banget, Bu. Iya, karena apa? Selaku seorang Muslim yaitu tadi ya, kita harus kaya. Kaya apa tadi? Kaya ilmu. Ilmu tadi ya, supaya bisa membangun peradaban. Nah, berikutnya adalah kebiasaan ya, kebiasaan itu artinya kita mengatur waktu. Nah, makanya di sekolah kan ada tuh jadwal-jadwal waktunya ya, kan ya, kapan kalian belajar, istirahat dan pulang. Nah, ini harus di-manage dengan baik. Ya, dan berikutnya faktor keberhasilannya itu nilai-nilai spiritual. Makanya kenapa ketika kalian sebelum belajar dimulai kan selalu diawali dengan doa. Doa. Oh, seperti itu.
[12:28]Nah, seperti itu. Nilai-nilai spiritual itu harus ada ya, pada saatnya istirahat atau di siang hari khususnya ya kita ya. Zuhur, rehat ya, selain rehat kan kita juga salat zuhur. Nah, itu juga untuk semacam apa? Cas ya, recharge spiritual kita juga. Nah, terus yang faktor keberhasilan lainnya adalah faktor sosial. Nah, ini tadi. Selain memuliakan guru ya, berbakti pada guru dan pastinya kepada orang tua. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan. Sampai segitu. Oke, jadi sebagai penutup nih, Bu, saya mau saya mau minta motivasi nih atau pesan khusus dari Ibu untuk siswa-siswi SMA Negeri 1 Lokul biar tetap konsisten dalam belajarnya dan memperbaiki diri dalam selama Ramadan ini, Bu. Apakah ada? Iya, eh manajemen waktu Nak ya. Manajemen waktu bagaimana kalian mengatur waktu sedemikian rupa agar mendapatkan ilmu yang berkah dan bermanfaat. Yaitu tadi, manajemen waktu di pagi hari maupun sampai dengan tidur kembali. Nah, ini ilmu itu Nak ya, ilmu adalah cahaya. Kesuksesan sejati seorang murid itu bukan terletak pada banyaknya hafalan melainkan pada keberkahan ilmu yang diamalkan dan manfaatnya bagi umat. Nah, seperti itu. Terima kasih banyak ya, Ibu. Kata-katanya ini jadi memotivasi saya banget nih dalam memperbaiki diri saya dalam di bulan Ramadan ini. Terima kasih banyak. Mungkin cukup sampai sini ya, Bu. Makasih banyak sudah datang ke podcast Kurma hari ini. Mungkin segitu saja ya, Teman-teman. Terima kasih sudah menonton. Sampai jumpa. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.



